RSUP Dr. M. Djamil Bersama POGI dan HKFM Kampanyekan Deteksi Dini Preeklampsia saat CFD

RSUP Dr. M. Djamil menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya preeklampsia melalui peringatan World Preeclampsia Day 2026 yang digelar saat Car Free Day di pelataran parkir Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Barat pada Minggu (24/5). Kegiatan ini dilaksanakan bersama POGI Sumbar dan HKFM Padang sebagai bentuk kolaborasi dalam upaya menekan angka kematian ibu dan bayi akibat komplikasi kehamilan.

Peringatan World Preeclampsia Day 2026 yang dilaksanakan secara nasional ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat tentang preeklampsia, yakni kondisi tekanan darah tinggi pada ibu hamil yang dapat membahayakan keselamatan ibu maupun janin apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan berbagai layanan kesehatan secara gratis mulai dari pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan USG gratis, edukasi tentang preeklampsia, hingga berbagai games dan doorprize yang disambut antusias oleh pengunjung Car Free Day.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil yang diwakili Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K) mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kesehatan ibu dan anak.

“RSUP Dr. M. Djamil mengapresiasi kegiatan ini karena menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk lebih memahami bahaya preeklampsia sejak dini. Kolaborasi antara rumah sakit, organisasi profesi, dan komunitas menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu hamil,” ujarnya.

Ia mengatakan, preeklampsia tidak hanya menjadi persoalan medis semata, tetapi juga tantangan bersama yang membutuhkan perhatian seluruh pihak, mulai dari tenaga kesehatan, keluarga hingga masyarakat luas. Oleh karena itu, pemahaman masyarakat tentang tanda dan gejala preeklampsia perlu terus ditingkatkan agar ibu hamil mendapatkan penanganan sedini mungkin.

“Sering kali preeklampsia datang tanpa gejala yang disadari. Karena itu pemeriksaan kehamilan rutin sangat penting untuk mendeteksi faktor risiko lebih awal. Kami ingin masyarakat memahami bahwa keselamatan ibu dan bayi dapat dijaga melalui deteksi dini dan penanganan yang tepat,” katanya.

Ia menegaskan, RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan nasional di Sumatera Barat akan terus memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak, termasuk meningkatkan kualitas layanan obstetri dan neonatal. Hal tersebut dilakukan melalui penguatan sumber daya manusia, fasilitas kesehatan, serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat.

“Komitmen kami adalah menghadirkan pelayanan kesehatan yang paripurna bagi ibu dan anak. Kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dari upaya promotif dan preventif agar angka kematian ibu dan bayi dapat terus ditekan,” tambahnya.

Ia juga berharap kegiatan yang dilaksanakan saat Car Free Day tersebut mampu menjangkau lebih banyak masyarakat karena dilakukan di ruang publik yang ramai dikunjungi warga. Dengan pendekatan yang santai dan edukatif, pesan tentang pentingnya menjaga kesehatan kehamilan dinilai lebih mudah diterima masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti hanya sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi gerakan bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan ibu hamil. Semakin banyak masyarakat yang paham, maka semakin besar peluang kita mencegah komplikasi kehamilan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua POGI Sumbar, Dr. dr. Bobby Indra Utama, Sp.OG, Subsp.Urogin.RE mengatakan kegiatan ini sejalan dengan program POGI yakni SPRIN atau Selamatkan Perempuan Indonesia yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan perempuan, khususnya ibu hamil.

“Melalui program SPRIN, kami ingin memastikan masyarakat semakin memahami pentingnya pemeriksaan kehamilan rutin dan deteksi dini preeklampsia. Edukasi seperti ini sangat penting karena preeklampsia masih menjadi salah satu penyebab utama kematian ibu di Indonesia,” katanya.

Ia berharap melalui kegiatan tersebut masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan selama kehamilan. “Bahkan tidak ragu melakukan pemeriksaan secara rutin di fasilitas kesehatan,” ucapnya.

Sementara itu, Mewakili Ketua Himpunan Kedokteran Fetomaternal Padang, Dr. dr. Roza Sriyanti, Sp.OG, KFM mengatakan preeklampsia masih menjadi salah satu komplikasi kehamilan yang membutuhkan perhatian serius karena dapat berkembang dengan cepat dan membahayakan kondisi ibu maupun janin apabila tidak terdeteksi sejak dini. Edukasi kepada masyarakat ini menjadi langkah penting agar ibu hamil memahami faktor risiko serta tanda bahaya selama kehamilan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa preeklampsia dapat dicegah dan dikendalikan melalui pemeriksaan kehamilan rutin serta pola hidup sehat selama masa kehamilan. Dengan deteksi dini, risiko komplikasi yang lebih berat dapat diminimalkan sehingga keselamatan ibu dan bayi lebih terjaga,” ujarnya.

Ia menambahkan, kolaborasi antara rumah sakit, organisasi profesi, dan komunitas kesehatan menjadi kekuatan penting dalam memperluas edukasi kepada masyarakat. Pendekatan langsung kepada masyarakat melalui kegiatan Car Free Day tersebut menjadi sarana efektif untuk menyampaikan informasi kesehatan dengan cara yang lebih dekat dan mudah dipahami.

“Kami berharap semakin banyak ibu hamil yang sadar untuk rutin memeriksakan kehamilannya dan tidak mengabaikan keluhan sekecil apa pun selama masa kehamilan. Penanganan yang cepat dan tepat akan sangat menentukan kesehatan ibu maupun bayi yang dikandung,” tukasnya.(*)

Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45