RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya pada layanan kanker. Sebagai rumah sakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang menjadi pengampu layanan kanker di wilayah Sumatera, RSUP Dr. M. Djamil secara konsisten menghadirkan berbagai program pengembangan kapasitas tenaga kesehatan guna memastikan pelayanan yang aman, bermutu, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Pada Selasa (9/6), RSUP Dr. M. Djamil menggelar Pelatihan Penatalaksanaan Pasien Kanker dengan Kemoterapi bagi Perawat di Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang dilaksanakan secara virtual. Kegiatan ini diikuti oleh perawat dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan sebagai bagian dari upaya memperkuat kompetensi tenaga keperawatan dalam menangani pasien kanker yang menjalani kemoterapi.
Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes, saat membuka kegiatan menegaskan pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, khususnya perawat, yang memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kepada pasien kanker. “Pelatihan ini merupakan salah satu upaya nyata dalam meningkatkan kompetensi tenaga keperawatan dalam pelayanan kanker yang aman, bermutu, dan berorientasi pada keselamatan pasien,” ujar dr. Maliana, M.Kes.
Ia menjelaskan pelatihan tersebut sejalan dengan arah transformasi sistem kesehatan nasional yang tengah dijalankan pemerintah, sekaligus mendukung Program Pengampuan Layanan Kanker Kementerian Kesehatan. “Melalui program tersebut, pemerintah berupaya memperkuat jejaring layanan kanker di seluruh Indonesia sehingga masyarakat dapat memperoleh akses pelayanan yang berkualitas, merata, dan lebih dekat dengan tempat tinggal mereka,” ucapnya.
Menurutnya, keberhasilan pengembangan layanan kanker tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana dan prasarana, tetapi juga sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia kesehatan yang kompeten. “Dalam hal ini, perawat memiliki peran yang sangat vital karena menjadi garda terdepan yang mendampingi pasien selama proses pengobatan, termasuk saat menjalani kemoterapi,” tutur dr. Maliana, M.Kes.
dr. Maliana berharap pelatihan ini mampu menjadi wadah peningkatan kapasitas sekaligus memperkuat kolaborasi antar fasilitas pelayanan kesehatan dalam memberikan pelayanan kanker yang lebih baik. Dengan adanya pertukaran pengalaman dan pengetahuan selama pelatihan, diharapkan peserta dapat membawa manfaat yang berkelanjutan bagi institusi masing-masing.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap tidak hanya terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam penatalaksanaan kemoterapi, tetapi juga terbangun transfer pengetahuan serta penguatan jejaring antar fasilitas pelayanan kesehatan. Ilmu yang diperoleh hendaknya dapat diterapkan dan disebarluaskan di institusi masing-masing sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi peningkatan mutu pelayanan kanker di Indonesia,” tukasnya. (*)