Anak Tetap Sekolah Meski Dirawat, Inovasi Djamil Hospital Schooling Resmi Diluncurkan
RS M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan pasien. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peluncuran program Djamil Hospital Schooling yang digelar di Auditorium Lantai 4 Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Selasa (14/7).
Peluncuran program ini ditandai dengan pengguntingan pita oleh Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, bersama Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, dr. Aklima, MPH, serta Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp. Onk (K), FACS, FFSTEd.
Turut mendampingi dalam peluncuran tersebut Direktur Medik dan Keperawatan RS M. Djamil, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, penggagas Djamil Hospital Schooling dr. Asrawati, M.Biomed., Sp.A(K), Subsp. TKPS beserta tim, Ketua Clinical Research Unit (CRU) dr. Zulda Musyarifah, Sp.PA., Subsp.HLE(K), FIAC, IFCAP beserta tim, serta jajaran manajemen rumah sakit dan para undangan.
Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, mengatakan kehadiran Djamil Hospital Schooling merupakan bentuk nyata komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan yang tidak hanya berorientasi pada penyembuhan penyakit. Tetapi juga memperhatikan masa depan anak-anak yang sedang menjalani perawatan.
"Sering kali kita memandang pendidikan dan kesehatan sebagai dua dunia yang berbeda. Yang satu berbicara tentang ruang kelas, guru, dan buku pelajaran. Yang lainnya berbicara tentang ruang rawat, obat-obatan, serta tindakan medis. Padahal sesungguhnya keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu membangun masa depan yang lebih baik. Kesehatan memungkinkan seorang anak menjalani kehidupannya. Pendidikan memberikan arah dan makna bagi kehidupan yang dijalaninya. Karena itu, kesehatan dan pendidikan tidak boleh dipisahkan. Keduanya harus berjalan berdampingan agar setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan," ujarnya saat memberikan sambutan.
Ia menjelaskan, dari pemikiran tersebut lahirlah Program Hospital Schooling yang bukan sekadar menghadirkan ruang belajar di lingkungan rumah sakit. Melainkan menjadi simbol komitmen bahwa pelayanan kesehatan yang bermutu harus memandang pasien secara utuh.
"Atas dasar pemikiran itulah RS M. Djamil menghadirkan Program Hospital Schooling. Program ini bukan sekadar menghadirkan ruang belajar di lingkungan rumah sakit. Program ini adalah bentuk komitmen bahwa pelayanan kesehatan yang bermutu tidak hanya berfokus pada penyakit, tetapi juga pada manusia yang sedang kita rawat. Bahwa masa perawatan tidak boleh menjadi jeda bagi proses belajar. Bahwa tempat tidur rumah sakit tidak boleh menjadi batas bagi cita-cita. Dan bahwa setiap anak yang sedang menjalani pengobatan tetaplah seorang pelajar yang memiliki hak untuk terus berkembang," katanya.
Menurut Dovy, program tersebut memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar membantu anak-anak mengikuti pelajaran selama menjalani perawatan di rumah sakit. "Hospital Schooling bukan hanya tentang menjaga agar anak-anak tidak tertinggal pelajaran sekolah. Lebih dari itu, program ini menjaga semangat mereka. Menjaga rasa percaya diri mereka. Menjaga harapan mereka. Karena sesungguhnya pendidikan bukan hanya proses memindahkan ilmu pengetahuan. Pendidikan adalah cara kita mengatakan kepada seorang anak, 'Masa depanmu masih terbentang luas, dan kami akan menjaganya bersama'," tuturnya.
Ia menambahkan, Djamil Hospital Schooling merupakan bagian dari implementasi pelayanan kesehatan yang benar-benar berpusat pada pasien atau patient centered care. "Inilah wujud pelayanan kesehatan yang benar-benar berpusat pada pasien. Pelayanan yang tidak hanya melihat diagnosis, hasil laboratorium, maupun rekam medis. Tetapi juga melihat seorang anak sebagai pribadi yang sedang tumbuh, belajar, bermimpi, dan memiliki masa depan yang harus kita lindungi bersama. Tentu kita menyadari bahwa ikhtiar mulia ini tidak mungkin berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi erat antara tenaga kesehatan, guru, orang tua, pemerintah, dunia pendidikan, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap masa depan anak-anak Indonesia," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, dr. Aklima, MPH, menyampaikan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mendukung penuh pelaksanaan program tersebut karena menjadi langkah nyata dalam menjamin hak anak untuk tetap memperoleh pendidikan meskipun sedang menjalani proses pengobatan di rumah sakit.
"Kami dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Djamil Hospital Schooling. Program ini merupakan inovasi yang sangat baik karena menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya berorientasi pada penyembuhan penyakit, tetapi juga memastikan hak-hak anak tetap terpenuhi selama menjalani perawatan di rumah sakit," kata Aklima.
Ia menilai kolaborasi antara sektor kesehatan dan sektor pendidikan menjadi kunci dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Anak-anak yang sedang sakit tidak boleh kehilangan kesempatan untuk belajar hanya karena harus menjalani pengobatan dalam waktu yang cukup lama.
"Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Ketika mereka harus menjalani perawatan, kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan semangat belajar mereka tetap terjaga. Dengan adanya program ini, mereka tetap dapat mengikuti proses pendidikan sehingga ketika kondisi kesehatannya membaik, mereka dapat kembali ke sekolah tanpa tertinggal jauh dari teman-temannya," ujarnya.
Aklima berharap Djamil Hospital Schooling dapat menjadi contoh bagi rumah sakit lainnya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif dan berorientasi pada kebutuhan pasien. "Kami berharap program ini dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Sinergi antara rumah sakit, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, pemerintah, orang tua, dan masyarakat harus terus diperkuat agar setiap anak Indonesia tetap memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-citanya, meskipun sedang menghadapi tantangan kesehatan," harapnya. (*)