Ketua Tumbuh Kembang IDAI Apresiasi Hospital Schooling RS M. Djamil
RSUP Dr. M. Djamil terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga memperhatikan kebutuhan psikologis, sosial, serta tumbuh kembang anak selama menjalani proses perawatan. Salah satu wujud kepedulian tersebut diwujudkan melalui program Hospital Schooling yang berlokasi di Gedung Kebidanan dan Anak Lantai 1 RS M. Djamil.
Program Hospital Schooling hadir sebagai ruang belajar dan bermain bagi anak-anak pasien agar tetap dapat memperoleh stimulasi pendidikan meskipun harus menjalani perawatan di rumah sakit. Kehadiran program ini menjadi bagian dari upaya rumah sakit dalam menjaga keberlangsungan pendidikan anak sekaligus memberikan pengalaman positif yang mendukung proses penyembuhan.
Melalui Hospital Schooling, anak-anak pasien mendapatkan kesempatan untuk mengikuti berbagai aktivitas edukatif yang dikemas secara menyenangkan. Kegiatan belajar dan bermain ini didampingi oleh para volunteer dari Aruna Semesta yang secara aktif memberikan pendampingan, membangun interaksi positif, serta menghadirkan suasana belajar yang nyaman bagi anak-anak selama berada di lingkungan rumah sakit.
Ketua Tumbuh Kembang Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. dr. Fitri Hartanto, Sp.A, Subsp.T.K.P.S(K), didampingi Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, berkesempatan mengunjungi langsung pelaksanaan Hospital Schooling. Kunjungan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus dukungan terhadap upaya yang dilakukan RS M. Djamil dalam memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anak yang sedang menjalani perawatan.
Kehadiran keduanya disambut oleh Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang Anak RS M. Djamil, dr. Asrawati, M.Biomed., Sp.A(K), Subsp. TKPS, yang turut mendampingi proses pelaksanaan program Hospital Schooling di lingkungan Gedung Kebidanan dan Anak.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. dr. Fitri Hartanto menyampaikan apresiasinya kepada RS M. Djamil yang telah menyediakan fasilitas bagi anak-anak pasien untuk tetap mendapatkan ruang belajar, bermain, serta berekspresi selama masa perawatan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada RS M. Djamil yang sudah menyediakan dan memfasilitasi anak-anak. Anak-anak yang sedang membutuhkan perawatan tentu juga membutuhkan refreshing, membutuhkan rasa senang, dan dengan adanya buku-buku yang banyak serta aktivitas yang diberikan akan sangat membantu mereka,” ujar Dr. dr. Fitri Hartanto.
Menurutnya, dukungan terhadap aspek psikososial anak menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan anak. Lingkungan yang menyenangkan, aktivitas edukatif, serta kesempatan untuk tetap belajar dapat membantu meningkatkan kualitas hidup anak selama menjalani perawatan.
“Ketika anak mendapatkan suasana yang nyaman dan tetap bisa melakukan aktivitas yang sesuai dengan usianya, hal tersebut akan memberikan dampak positif terhadap kondisi mereka. Pada akhirnya kualitas hidup anak akan menjadi lebih baik,” tambahnya.
Program Hospital Schooling menjadi salah satu bentuk implementasi pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan pasien secara menyeluruh. Anak-anak yang menjalani perawatan tidak hanya membutuhkan pengobatan secara medis, tetapi juga membutuhkan dukungan emosional, sosial, dan kesempatan untuk tetap berkembang sesuai tahap usianya.
Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menyampaikan bahwa rumah sakit berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi pelayanan yang memberikan manfaat luas bagi pasien dan keluarga. Menurutnya, anak-anak yang sedang menjalani perawatan tetap memiliki hak untuk mendapatkan pengalaman belajar dan tumbuh kembang yang optimal.
Melalui kolaborasi bersama berbagai pihak, termasuk komunitas volunteer Aruna Semesta, RS M. Djamil berharap Hospital Schooling dapat menjadi ruang yang memberikan semangat baru bagi anak-anak pasien. “Kehadiran program ini menjadi bukti bahwa proses penyembuhan tidak hanya dilakukan melalui tindakan medis, tetapi juga melalui perhatian, dukungan, dan lingkungan yang mampu menghadirkan kebahagiaan bagi anak,” tukasnya. (*)