RS M. Djamil terus memperkuat komitmennya dalam mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan serta membangun kolaborasi dengan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di Sumatera Barat. Komitmen tersebut kembali ditunjukkan dengan kehadiran direksi RS M. Djamil dalam Musyawarah Wilayah Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Wilayah Sumatera Barat yang digelar di Hotel Truntum Padang, Sabtu (5/9).

Dalam kegiatan tersebut, Direktur Utama RS M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua hadir bersama Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K). Musyawarah Wilayah PERSI Sumatera Barat menjadi momentum penting bagi rumah sakit yang tergabung dalam organisasi tersebut untuk berdiskusi, mengevaluasi berbagai perkembangan pelayanan kesehatan, serta merumuskan langkah bersama dalam menghadapi tantangan sektor kesehatan yang terus berkembang.

Direktur Utama RS M. Djamil Padang Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua di sela-sela Musyawarah Wilayah PERSI mengatakan keberadaan PERSI memiliki peran strategis dalam mempertemukan rumah sakit di berbagai daerah untuk bersama-sama membangun pelayanan kesehatan yang lebih baik.

“PERSI menjadi wadah yang sangat penting bagi rumah sakit untuk saling berbagi pengalaman, berdiskusi dan mencari solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan,” kata Dovy Djanas.

Menurutnya, perkembangan dunia kesehatan saat ini berlangsung sangat dinamis. Rumah sakit dituntut tidak hanya mampu memberikan pelayanan yang aman dan bermutu, tetapi juga harus adaptif terhadap perubahan teknologi, regulasi, kebutuhan masyarakat dan tuntutan peningkatan kualitas pelayanan.

Karena itu, kata Dovy, kolaborasi antarrumah sakit menjadi salah satu kunci penting dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut. “Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Rumah sakit harus membangun kolaborasi dan sinergi, karena tujuan akhirnya adalah bagaimana masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, aman, cepat dan berorientasi pada kebutuhan pasien,” ujarnya.

Ia menambahkan, RS M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat memiliki tanggung jawab untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mendukung penguatan sistem rujukan di wilayah tersebut.

“Penguatan sistem rujukan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu rumah sakit. Ini merupakan tanggung jawab bersama. Ketika komunikasi dan koordinasi antarrumah sakit berjalan baik, maka pelayanan kepada pasien juga akan menjadi lebih baik,” katanya.

Ia menyebutkan rumah sakit saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Selain tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang berkualitas, rumah sakit juga harus mampu memastikan keselamatan pasien, meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, mengembangkan teknologi informasi serta menjaga efisiensi dalam pengelolaan rumah sakit.

“Budaya mutu harus menjadi bagian dari keseharian di rumah sakit. Mutu bukan hanya tentang akreditasi atau penilaian, tetapi bagaimana setiap proses pelayanan yang kita berikan benar-benar memberikan manfaat dan keamanan bagi pasien,” ujar Dovy.

Dalam kesempatan tersebut, Dovy juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi sumber daya manusia.  “Rumah sakit adalah organisasi yang sangat bergantung pada sumber daya manusia. Teknologi bisa kita hadirkan, fasilitas bisa kita bangun, tetapi tetap manusia yang menjalankan seluruh proses pelayanan. Karena itu, pengembangan kompetensi dan budaya kerja menjadi sangat penting,” katanya.

Dovy berharap Musyawarah Wilayah PERSI Sumatera Barat dapat menghasilkan berbagai gagasan yang konstruktif untuk kemajuan pelayanan kesehatan di Sumatera Barat. Forum organisasi seperti PERSI harus terus dimanfaatkan sebagai ruang untuk memperkuat kebersamaan dan mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi rumah sakit.

Ia juga mengajak seluruh rumah sakit di Sumatera Barat untuk terus menjaga semangat kolaborasi dan tidak menjadikan perbedaan karakter maupun kapasitas masing-masing rumah sakit sebagai penghalang untuk bekerja sama.

“Kita memiliki karakter dan kapasitas yang berbeda-beda, tetapi kita mempunyai tujuan yang sama, yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Perbedaan itu justru harus menjadi kekuatan untuk saling melengkapi,” tukasnya. (*)