RS M. Djamil bersama King Salman Humanitarian Aid and Relief Center (KSRelief) dan Muslim World League (MWL) resmi memulai Program Medis Bedah Jantung Anak dengan melaksanakan operasi bagi pasien anak yang menderita kelainan jantung bawaan. Pada hari pertama pelaksanaan, Sabtu (25/7), sebanyak enam pasien anak menjalani operasi bedah jantung di Instalasi Bedah Sentral Lantai 1 RS M. Djamil sebagai bagian dari program kolaborasi internasional yang bertujuan memberikan akses layanan bedah jantung berkualitas sekaligus memperkuat alih ilmu pengetahuan dan teknologi bagi tenaga medis Indonesia.

Sejak pagi, tim dokter gabungan dari Arab Saudi dan RS M. Djamil telah memulai rangkaian operasi secara paralel di dua ruang kamar operasi. Program bakti sosial ini tidak hanya menghadirkan pelayanan bagi pasien, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi internasional dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang bedah jantung anak melalui proses transfer ilmu pengetahuan dan pengalaman klinis.

Ketua Tim Pelaksanaan Alih Iptekdok KSRelief RS M. Djamil, dr. Ardiansyah, Sp.BTKV, MARS, FICS, FISQua, FIATCVS mengatakan seluruh persiapan telah dilakukan dengan matang sehingga operasi dapat dimulai sesuai jadwal. “Hari ini enam pasien anak menjalani operasi bedah jantung anak. Kita sudah mulai pukul 07.30 dengan dua pasien di ruang kamar operasi XVI dan kamar operasi XVII. Operasi sendiri membutuhkan waktu estimasi empat sampai lima jam," kata dr. Ardiansyah.

Ia menjelaskan operasi pertama dipimpin oleh Ketua Tim KSRelief, Prof. Zuhair Al-Halis, seorang ahli bedah jantung anak terkemuka asal Arab Saudi dan operasi kedua dipimpin oleh Hasan Alhazmi. Kedua operasi tersebut turut melibatkan tim dokter RS M. Djamil yang terdiri dari dr. Ardiansyah, Sp.BTKV, MARS, FICS, FISQua, FIATCVS, dr. Aulia Rahman, Sp.BTKV, Subsp.JD (K), serta Dr. dr. Muhammad Riendra, Sp.BTKV, Subsp.VE(K), FIATCVS. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam proses transfer pengetahuan dan pengalaman klinis antara tenaga medis kedua negara.

Menurut dr. Ardiansyah, keenam pasien yang menjalani operasi pada hari pertama merupakan anak-anak yang didiagnosis mengalami kelainan jantung bawaan, di antaranya Ventricular Septal Defect (VSD), Atrial Septal Defect (ASD), dan Tetralogy of Fallot (ToF). “Untuk pasien dengan VSD dan ASD, tindakan operasi dilakukan dengan menutup lubang pada sekat jantung guna memperbaiki aliran darah sehingga fungsi jantung dapat kembali bekerja secara optimal,” sebutnya.

Ia menekankan setiap pasien telah melalui tahapan skrining dan evaluasi medis secara komprehensif sebelum dinyatakan layak menjalani operasi. “Seluruh tindakan dilakukan oleh tim multidisiplin dengan dukungan fasilitas dan peralatan bedah jantung yang tersedia di RS M. Djamil agar operasi berjalan aman dan memberikan hasil terbaik bagi pasien,” tuturnya.

Program Bakti Sosial Medis Bedah Jantung Anak ini menjadi wujud nyata kepedulian KSRelief, Muslim World League (MWL), dan RS M. Djamil dalam membantu anak-anak Indonesia yang membutuhkan operasi jantung. Selain memberikan harapan baru bagi pasien dan keluarga, program ini juga memperkuat kerja sama internasional dalam pengembangan layanan bedah jantung anak di Indonesia melalui alih ilmu pengetahuan, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta penguatan kualitas pelayanan kesehatan rujukan.(*)