RS M. Djamil terus berkomitmen meningkatkan literasi kesehatan masyarakat melalui edukasi yang mudah dipahami dan berkelanjutan. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan penyuluhan kesehatan yang digelar Instalasi Hubungan Masyarakat dan Promosi Kesehatan RS M. Djamil di Unit Kemoterapi Instalasi Diagnostik Terpadu pada Jumat (10/7).

Kegiatan edukasi ini menghadirkan dokter spesialis Patologi Anatomi RS M. Djamil, dr. Hera Novianti, Sp.PA, sebagai narasumber yang memberikan pemahaman kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya mengenali tanda-tanda perubahan pada tubuh, khususnya terkait keberadaan benjolan yang perlu diwaspadai.

Dalam pemaparannya bertajuk Waspada Benjolan! Kenali Tubuhmu, Cegah Kanker, dr. Hera menjelaskan benjolan merupakan massa atau tonjolan abnormal yang muncul pada jaringan tubuh dan dapat dirasakan secara fisik. Kondisi tersebut dapat ditemukan di berbagai bagian tubuh, seperti leher, ketiak, payudara, maupun permukaan kulit yang mudah dijangkau.

“Benjolan sering kali dianggap sepele oleh masyarakat, padahal tidak semua benjolan itu aman. Penting untuk mengenali karakteristiknya sejak dini agar dapat dibedakan mana yang jinak dan mana yang berpotensi ganas,” ujar dr. Hera.

Ia menerangkan benjolan jinak pada umumnya memiliki pertumbuhan yang lambat, tidak menimbulkan rasa nyeri, dan cenderung tidak membahayakan. Namun, masyarakat tetap perlu melakukan pemeriksaan karena beberapa jenis benjolan dapat memiliki karakteristik yang berbeda dan membutuhkan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing.

Sementara itu, benjolan yang bersifat ganas perlu mendapatkan perhatian lebih karena dapat tumbuh lebih cepat, menyebar ke jaringan lain, serta berisiko mengancam kesehatan apabila tidak ditangani sejak awal. “Ciri-ciri yang perlu diwaspadai antara lain benjolan yang cepat membesar, terasa keras, tidak dapat digerakkan, atau disertai perubahan pada kulit. Jika menemukan tanda-tanda tersebut, segera lakukan pemeriksaan medis,” tambahnya.

Hera menjelaskan terdapat beberapa jenis benjolan yang dapat muncul pada tubuh, mulai dari tumor ganas, kista, hingga tumor jinak. Setiap jenis memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda sehingga diperlukan pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab dan diagnosis secara tepat.

Menurutnya, munculnya benjolan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari paparan zat berbahaya, infeksi dan peradangan, hingga faktor keturunan atau genetik. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan perubahan sekecil apa pun yang terjadi pada tubuh.

Selain memperhatikan bentuk dan karakteristik benjolan, dr. Hera juga mengingatkan adanya gejala penyerta yang perlu menjadi perhatian, seperti demam, pembengkakan kelenjar getah bening, perubahan fungsi organ di sekitar benjolan, hingga penurunan berat badan secara tiba-tiba. “Deteksi dini adalah kunci. Semakin cepat benjolan yang mencurigakan diperiksa, maka peluang keberhasilan pengobatan akan semakin besar,” tegasnya.

Melalui kegiatan penyuluhan kesehatan ini, RS M. Djamil berharap pasien, keluarga, dan masyarakat semakin memahami pentingnya deteksi dini serta tidak menunda pemeriksaan ketika menemukan tanda-tanda yang tidak normal pada tubuh. Edukasi kesehatan menjadi bagian dari upaya rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan yang tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pencegahan dan peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat.(*)