RS M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kompetensi tenaga kesehatan serta penguatan layanan kesehatan berbasis ilmu pengetahuan dan perkembangan teknologi medis. Komitmen tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan aktif dalam berbagai forum ilmiah, salah satunya pada kegiatan 6th SUNEFO in Conjunction with 7th Padang Nephron yang digelar pada Sabtu (11/7).

Pada kegiatan tersebut, Direktur Medik dan Keperawatan RS M. Djamil, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), menghadiri pembukaan simposium yang mengangkat tema "Advances in Nephrology and Hypertension: Translating Guidelines into Clinical Excellence". Tema ini menitikberatkan pada upaya menerjemahkan berbagai pedoman dan perkembangan terbaru di bidang nefrologi serta hipertensi ke dalam praktik klinis yang berkualitas, sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan yang semakin optimal kepada masyarakat.

Simposium tersebut menjadi wadah bagi para dokter spesialis, tenaga kesehatan, akademisi, serta praktisi untuk saling bertukar pengalaman, memperbarui pengetahuan, dan mendiskusikan berbagai inovasi dalam penanganan penyakit ginjal maupun hipertensi. Selain itu, forum ilmiah ini juga diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antarinstitusi dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, khususnya di bidang nefrologi.

Usai mengikuti pembukaan simposium, Direktur Medik dan Keperawatan RS M. Djamil, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), mengatakan kegiatan ilmiah seperti ini memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan. Perkembangan ilmu kedokteran berlangsung sangat cepat sehingga tenaga kesehatan harus terus memperbarui pengetahuan agar pelayanan yang diberikan kepada pasien selalu mengacu pada bukti ilmiah dan pedoman terbaru.

"Kegiatan ilmiah seperti ini sangat penting karena menjadi sarana bagi tenaga kesehatan untuk terus meningkatkan kompetensi. Perkembangan ilmu kedokteran, khususnya di bidang nefrologi dan hipertensi, sangat dinamis sehingga pembaruan pengetahuan menjadi kebutuhan agar pelayanan kepada pasien semakin berkualitas dan sesuai dengan perkembangan evidence-based medicine," ujar Bestari.

Ia menambahkan, tema yang diangkat pada simposium kali ini sangat relevan dengan tantangan pelayanan kesehatan saat ini. Penyakit ginjal kronis dan hipertensi masih menjadi masalah kesehatan yang cukup besar, sehingga dibutuhkan kolaborasi berbagai disiplin ilmu untuk menghasilkan tata laksana yang lebih efektif dan berorientasi pada keselamatan pasien.

"Melalui forum ini kita berharap berbagai rekomendasi dan pedoman klinis terbaru dapat diterapkan secara optimal di fasilitas pelayanan kesehatan. Dengan demikian, mutu layanan terus meningkat dan pada akhirnya memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat," katanya.

Bestari juga menegaskan RS M. Djamil senantiasa mendukung berbagai kegiatan ilmiah yang mendorong peningkatan kompetensi tenaga kesehatan. Sebagai rumah sakit rujukan nasional di Sumatera Barat, RS M. Djamil berkomitmen untuk terus mengembangkan pelayanan yang profesional, berbasis riset, serta mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran.

"Peningkatan kualitas pelayanan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan fasilitas dan teknologi, tetapi juga oleh kapasitas sumber daya manusia yang terus berkembang melalui pendidikan berkelanjutan, pelatihan, maupun forum ilmiah seperti simposium ini," tukasnya. (*)