RS M. Djamil kembali menunjukkan kiprahnya dalam penguatan ekosistem penelitian klinis dan pengembangan layanan kesehatan berbasis bukti. Pada Sabtu (5/9), rumah sakit Kementerian Kesehatan ini melalui Clinical Research Unit (CRU) berhasil masuk dalam nominasi lima besar IASMED Clinical Research Center Excellence Award 2026. Capaian tersebut menjadi salah satu bentuk pengakuan atas komitmen RS M. Djamil dalam mengembangkan penelitian klinis yang berkualitas sekaligus memperkuat perannya dalam mendukung ekosistem uji klinis di Indonesia.

Penghargaan tersebut diterima oleh Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RS M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes, dalam rangkaian IASMED Annual Meeting 2026 yang mengusung tema “Continuing The Momentum: Empowering Indonesia’s Clinical Trial Ecosystem” di Jakarta. Momentum tersebut turut disaksikan oleh Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Dr. Dra. Lucia Rizka Andalucia, Apt, M.Pharm, MARS, serta Kepala BPOM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D.

Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RS M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes, menyampaikan masuknya Clinical Research Unit dalam nominasi lima besar IASMED Clinical Research Center Excellence Award 2026 merupakan sebuah kebanggaan sekaligus motivasi bagi seluruh jajaran rumah sakit untuk terus meningkatkan kualitas penelitian klinis.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga karena Clinical Research Unit RS M. Djamil dapat masuk dalam lima besar IASMED Clinical Research Center Excellence Award 2026. Bagi kami, capaian ini bukan hanya tentang penghargaan, tetapi merupakan bentuk apresiasi terhadap kerja keras seluruh tim yang selama ini berkomitmen membangun dan mengembangkan penelitian klinis di RS M. Djamil,” ujar dr. Maliana.

Menurutnya, pencapaian tersebut juga menjadi pengingat bahwa penguatan penelitian harus dilakukan secara berkelanjutan. Rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan tidak hanya dituntut memberikan pelayanan terbaik kepada pasien, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan melalui penelitian yang berkualitas.

“Penelitian klinis merupakan bagian penting dalam pengembangan pelayanan kesehatan. Melalui penelitian yang dilakukan dengan tata kelola yang baik dan berbasis pada standar ilmiah, kita dapat menghasilkan evidence yang nantinya dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” lanjutnya didampingi Ketua CRU dr. Zulda Musyarifah, Sp.PA, Subsp. H.L.E (K), FIAC, IFCA.

Maliana menambahkan capaian ini tidak terlepas dari dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, baik internal maupun eksternal. Penguatan ekosistem penelitian membutuhkan keterlibatan multidisiplin, mulai dari peneliti, dokter, tenaga kesehatan, akademisi, hingga berbagai pemangku kepentingan yang memiliki komitmen yang sama dalam mengembangkan penelitian klinis di Indonesia.

“Ini merupakan hasil kerja bersama. Tidak mungkin penelitian klinis dapat berkembang hanya dengan mengandalkan satu unit atau satu kelompok saja. Dibutuhkan kolaborasi antara Clinical Research Unit, para peneliti, tenaga medis dan tenaga kesehatan, akademisi, serta berbagai stakeholder lainnya. Karena itu, penghargaan ini kami dedikasikan kepada seluruh insan RS M. Djamil yang terus mendukung penguatan penelitian dan pendidikan di rumah sakit,” katanya.

Ia menegaskan RS M. Djamil akan terus mendorong pengembangan Clinical Research Unit agar mampu menjadi bagian penting dalam ekosistem penelitian klinis, tidak hanya di tingkat rumah sakit tetapi juga di tingkat regional maupun nasional. “Penguatan kapasitas sumber daya manusia, tata kelola penelitian, infrastruktur pendukung, serta jejaring kolaborasi menjadi bagian yang akan terus dikembangkan,” ucapnya.

Menurutnya, tema IASMED Annual Meeting 2026, “Continuing The Momentum: Empowering Indonesia’s Clinical Trial Ecosystem”, sejalan dengan arah pengembangan penelitian di RS M. Djamil. Momentum yang telah terbentuk perlu dilanjutkan dengan berbagai inovasi dan kolaborasi sehingga penelitian klinis di Indonesia semakin kuat, berkualitas, dan mampu menghasilkan dampak nyata.

“Kita ingin momentum ini tidak berhenti pada penghargaan. Justru ini menjadi pemacu bagi kami untuk terus melakukan perbaikan. Ke depan, kami ingin Clinical Research Unit RS M. Djamil semakin kuat, semakin profesional, dan mampu memberikan kontribusi dalam pengembangan ekosistem uji klinis di Indonesia,” ungkapnya.

Maliana mengatakan penguatan penelitian klinis juga merupakan bagian dari upaya RS M. Djamil dalam menjalankan perannya sebagai rumah sakit pendidikan dan rujukan nasional. Sebagai rumah sakit yang memiliki fungsi pelayanan, pendidikan, dan penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung transformasi pelayanan kesehatan.

“Harapan kami tentu ke depan RS M. Djamil dapat terus meningkatkan prestasi, bukan hanya dalam bidang pelayanan, tetapi juga dalam pendidikan dan penelitian. Kami ingin penelitian yang dilakukan benar-benar memberikan dampak, menghasilkan inovasi, dan pada akhirnya kembali kepada tujuan utama kita, yaitu memberikan pelayanan kesehatan yang semakin bermutu dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tukas dr. Maliana.(*)