RS M. Djamil terus mematangkan seluruh persiapan menjelang kunjungan Tim Medis King Salman Humanitarian Aid and Relief Center (KSRelief) yang dijadwalkan akan melaksanakan operasi jantung kompleks secara gratis bagi pasien anak di Sumatera Barat pada 24 sampai 30 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi internasional dalam upaya meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi anak-anak dengan penyakit jantung bawaan yang membutuhkan tindakan operasi.

Pada Selasa (7/7), jajaran direksi dan manajemen RS M. Djamil melakukan telusur kesiapan berbagai fasilitas yang akan digunakan selama pelaksanaan kegiatan kemanusiaan tersebut. Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh sarana, prasarana, serta alur pelayanan telah siap sehingga pelaksanaan operasi nantinya dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan sesuai standar pelayanan rumah sakit.

Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua didampingi Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, serta Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo meninjau secara langsung sejumlah lokasi yang akan menjadi pusat aktivitas tim medis KSRelief.

Dalam telusur tersebut, jajaran direksi memeriksa kesiapan kamar operasi yang akan digunakan untuk tindakan bedah jantung, ruang istirahat bagi tim medis KSRelief, ruang tunggu keluarga pasien, hingga ruang rawat inap di Instalasi Pelayanan Jantung Terpadu (IPJT) Lantai 3. Setiap ruangan dipastikan memenuhi kebutuhan pelayanan baik dari sisi fasilitas, kebersihan, kenyamanan, maupun kesiapan sumber daya pendukung lainnya.

Selain mengecek fasilitas fisik, direksi juga berdiskusi dengan para petugas terkait alur pelayanan pasien, kesiapan peralatan medis, serta koordinasi antarunit agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung secara efektif ketika tim medis dari KSRelief tiba di RS M. Djamil.

Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua mengatakan kunjungan Tim Medis KSRelief merupakan sebuah kehormatan sekaligus kesempatan besar bagi rumah sakit untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya anak-anak penderita penyakit jantung yang membutuhkan operasi kompleks.

"Kami ingin memastikan seluruh persiapan benar-benar matang. Mulai dari fasilitas, sumber daya manusia hingga alur pelayanan harus siap sehingga saat tim medis KSRelief datang, seluruh proses dapat berjalan dengan lancar, aman, dan memberikan hasil terbaik bagi pasien," ujar Dovy Djanas.

Ia menjelaskan operasi jantung kompleks yang akan dilaksanakan secara gratis ini diharapkan dapat membantu anak-anak di Sumatera Barat yang selama ini membutuhkan tindakan bedah jantung namun terkendala berbagai faktor, termasuk biaya dan keterbatasan akses pelayanan.

"Program ini menjadi bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang membutuhkan penanganan jantung kompleks. Kami berharap sebanyak mungkin pasien yang memenuhi kriteria dapat memperoleh manfaat dari kegiatan kemanusiaan ini sehingga kualitas hidup mereka dapat meningkat setelah menjalani operasi," katanya.

Menurut Dovy, RS M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan nasional terus berkomitmen mendukung berbagai bentuk kerja sama internasional dalam bidang kesehatan. Kolaborasi bersama KSRelief tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada pasien, tetapi juga menjadi kesempatan bagi tenaga kesehatan untuk memperkuat pengalaman, meningkatkan kompetensi, serta saling berbagi pengetahuan dengan tim medis internasional.

"Kami menyampaikan apresiasi kepada KSRelief atas kepercayaan yang diberikan kepada RS M. Djamil sebagai mitra pelaksanaan kegiatan ini. Semoga kerja sama ini berjalan sukses dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Sumatera Barat, khususnya anak-anak yang membutuhkan operasi jantung kompleks," tuturnya.

RS M. Djamil berharap seluruh rangkaian persiapan yang dilakukan dapat mendukung kelancaran pelaksanaan operasi jantung kompleks gratis tersebut. "Dengan sinergi antara tim medis KSRelief dan tenaga kesehatan RS M. Djamil, diharapkan pelayanan yang diberikan dapat berjalan optimal sehingga memberikan harapan baru bagi pasien anak beserta keluarganya," tukasnya. (*)