RS M. Djamil terus memperkuat kolaborasi strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui pengembangan layanan unggulan transplantasi ginjal dan penguatan jejaring rumah sakit. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) bersama RS Awal Bros Group dan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas yang berlangsung di Ruang Rapat Direksi RS M. Djamil pada Rabu (15/7).
 
Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Direktur Utama RS M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua bersama Direktur RS Awal Bros Group dr. Widya Putri, MARS dan Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Dr. dr. Noza Hilbertina, M.Biomed, Sp.PA, Subsp. D.H.B(K). Kesepakatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat sinergi antara rumah sakit pendidikan, institusi akademik, dan rumah sakit jejaring untuk meningkatkan akses serta mutu layanan transplantasi ginjal di Sumatera.
 
Direktur Utama RS M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua mengatakan bahwa Unit Transplantasi Ginjal RS M. Djamil kini telah berkembang menjadi salah satu pusat layanan transplantasi unggulan di luar Pulau Jawa yang mampu melaksanakan tindakan transplantasi secara rutin dan mandiri.
 
"Unit Transplantasi Ginjal RS M. Djamil merupakan salah satu pusat unggulan di luar Pulau Jawa yang telah mampu melakukan tindakan transplantasi secara rutin dan mandiri. Keberhasilan ini tercermin dari jadwal tindakan yang dilakukan secara konsisten sebanyak dua kali dalam sebulan," ujarnya.
 
Ia menjelaskan, hingga saat ini puluhan pasien telah berhasil menjalani prosedur transplantasi ginjal di RS M. Djamil. Capaian tersebut semakin memperkuat posisi rumah sakit sebagai pusat rujukan utama layanan transplantasi ginjal di wilayah Sumatera sekaligus menunjukkan kesiapan sumber daya manusia, fasilitas, dan sistem pelayanan yang dimiliki.
 
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari komitmen manajemen dalam membangun ekosistem pendukung yang komprehensif. “Mulai dari ketersediaan laboratorium dengan teknologi mutakhir, fasilitas radiologi, kamar operasi khusus transplantasi, hingga dukungan bank darah yang memadai untuk menunjang setiap tindakan,” tuturnya.
 
Dovy menegaskan keberhasilan layanan transplantasi juga didukung oleh tim transplantasi ginjal yang solid dengan kemampuan memberikan respons cepat terhadap kondisi pasien. “Selain itu, pasien juga memperoleh kemudahan melalui akses komunikasi langsung dengan Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) untuk konsultasi sebelum maupun sesudah tindakan transplantasi,” ungkapnya.
 
Ia berharap kerja sama yang terjalin bersama RS Awal Bros Group dan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dapat memperluas jejaring layanan transplantasi ginjal, mempercepat proses rujukan pasien, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan, serta memperkuat kolaborasi dalam penelitian dan pengembangan ilmu kedokteran.
 
"Kami berharap kolaborasi ini mampu membangun jejaring pelayanan transplantasi ginjal yang semakin kuat sehingga masyarakat, khususnya di Sumatera, dapat memperoleh layanan transplantasi yang berkualitas tanpa harus dirujuk ke luar daerah. Sinergi ini juga menjadi langkah penting dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan," ungkapnya.
 
Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Dr. dr. Noza Hilbertina, M.Biomed, Sp.PA, Subsp. D.H.B(K) mengatakan kerja sama ini menjadi bentuk nyata sinergi antara institusi pendidikan dan rumah sakit dalam mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan berbasis akademik. Pengembangan layanan transplantasi ginjal ini tidak hanya membutuhkan kesiapan fasilitas, tetapi juga penguatan kompetensi sumber daya manusia melalui pendidikan, penelitian, dan inovasi yang berkelanjutan.
 
"Fakultas Kedokteran Universitas Andalas siap mendukung pengembangan layanan transplantasi ginjal melalui kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia. Kami berharap kerja sama ini dapat menghasilkan inovasi dan memperkuat kualitas pelayanan kesehatan sekaligus mencetak tenaga medis yang kompeten di bidang transplantasi," ujarnya.
 
Sementara itu, Direktur RS Awal Bros Group dr. Widya Putri, MARS menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan RS M. Djamil dalam membangun kemitraan strategis tersebut. Ia menilai kolaborasi antarrumah sakit merupakan langkah penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan berteknologi tinggi sekaligus memperkuat sistem rujukan yang lebih efektif.
 
"Kami percaya kolaborasi merupakan kunci untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat memperkuat jejaring rumah sakit, meningkatkan koordinasi pelayanan rujukan, serta menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi pasien yang membutuhkan layanan transplantasi ginjal," tukasnya. (*)