RS M. Djamil Perkuat Tata Kelola BLU Melalui Monev Bersama Direktorat TKPKR
RSUP Dr. M. Djamil terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas tata kelola pelayanan kesehatan melalui evaluasi kinerja yang berkelanjutan. Pada Kamis (9/7), rumah sakit Kementerian Kesehatan RI ini menerima kunjungan kerja Tim Direktorat Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan (TKPKR) Kementerian Kesehatan RI di Ruang Rapat Direksi RS M. Djamil.
Kunjungan kerja tersebut dilaksanakan dalam rangka monitoring dan evaluasi terhadap capaian Indikator Keuangan dan Operasional, capaian Indikator Kinerja Terpilih Badan Layanan Umum (BLU) Rumah Sakit, serta konsolidasi pengelolaan obat dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Kesehatan dalam memastikan rumah sakit BLU mampu menjalankan tata kelola yang efektif, transparan, dan berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat.
Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua menyampaikan monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh Direktorat Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan merupakan momentum penting bagi RS M. Djamil untuk terus melakukan perbaikan dan penguatan dalam berbagai aspek pengelolaan rumah sakit.
“RS M. Djamil berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja pelayanan melalui tata kelola yang baik, pengelolaan keuangan yang akuntabel, serta pemanfaatan sumber daya secara optimal. Evaluasi dan pendampingan dari Kementerian Kesehatan menjadi masukan penting bagi kami dalam memastikan setiap program yang dijalankan memberikan dampak positif terhadap pelayanan pasien,” ujar Dr. dr. Dovy Djanas.
Menurutnya, sebagai rumah sakit rujukan nasional sekaligus rumah sakit pendidikan, RS M. Djamil memiliki tanggung jawab besar dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, didukung dengan sistem manajemen yang kuat dan berkelanjutan. “Kami terus berupaya menjaga keseimbangan antara peningkatan mutu pelayanan, pengembangan fasilitas kesehatan, serta penguatan tata kelola BLU agar RS M. Djamil mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan layanan kesehatan ke depan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Tata Kelola BLU Direktorat Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan RI, dr. Lenggo Geni Sari, MARS menyampaikan kegiatan monitoring dan evaluasi ini merupakan bagian dari pembinaan terhadap rumah sakit BLU dalam memastikan capaian kinerja berjalan sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan.
“Kami melakukan monitoring dan evaluasi untuk melihat sejauh mana capaian indikator kinerja rumah sakit, baik dari sisi operasional, keuangan, maupun pengelolaan layanan. Hal ini penting untuk memastikan rumah sakit terus berkembang dengan tata kelola yang semakin baik dan pelayanan yang semakin berkualitas,” kata dr. Lenggo Geni didampingi anggota Timker dr. Hadi Siswoyo, M.Epid, dr. Suci Intan Fatrisia dan Rahmania Fauzia, SKM.
Ia menambahkan konsolidasi obat dan BMHP juga menjadi perhatian penting dalam pengelolaan rumah sakit, mengingat ketersediaan serta efisiensi penggunaan obat dan bahan medis merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari mutu pelayanan kesehatan. “Pengelolaan obat dan BMHP harus dilakukan secara efektif dan efisien agar kebutuhan pelayanan dapat terpenuhi dengan baik. Ketersediaan, ketepatan penggunaan, serta pengendalian stok menjadi faktor penting dalam mendukung keselamatan pasien dan menjaga kesinambungan pelayanan kesehatan,” ujar dr. Lenggo Geni.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Tim Direktorat Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan RI juga melakukan peninjauan langsung terhadap sejumlah fasilitas layanan dan pengembangan sarana RS M. Djamil. Tim meninjau perluasan Klinik Istano Pagaruyung, Unit Hemodialisa, serta lokasi pembangunan gedung dormitory.
Peninjauan lapangan tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung kesiapan pengembangan fasilitas rumah sakit serta memastikan pembangunan dan pengembangan layanan berjalan sesuai dengan kebutuhan pelayanan, standar yang ditetapkan, dan mendukung peningkatan kapasitas RS M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan.(*)