RS M. Djamil kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat upaya penanggulangan kanker melalui peningkatan layanan kesehatan, edukasi masyarakat, serta penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Simposium Awam Kanker 2026 bertajuk "The Journey of Cancer Survivors" yang diselenggarakan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Koordinator Sumatera Barat, Sabtu (11/7).

Dalam kegiatan tersebut, Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, hadir sekaligus memberikan sambutan. Kegiatan ini menjadi wadah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pencegahan, deteksi dini, serta penanganan kanker secara komprehensif.

Selain simposium awam, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan Workshop Management of Cervical Precancerous Lesion yang bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam mendeteksi dan menangani lesi prakanker serviks secara lebih optimal.

Dalam sambutannya, Dr. Dovy Djanas mengatakan kanker hingga saat ini masih menjadi salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian di Indonesia. Meski demikian, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran telah memberikan harapan yang semakin besar bagi para pasien maupun penyintas kanker.

"Kanker masih menjadi salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian di Indonesia. Namun demikian, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran telah memberikan harapan yang semakin besar. Dengan deteksi dini, penanganan yang tepat, serta dukungan keluarga dan masyarakat, banyak penyintas kanker yang mampu menjalani kehidupan secara produktif dan berkualitas," ujarnya.

Turut hadir Ketua YKI Cabang Koordinator Sumbar Dr. dr. Syamel Muhammad, SpOG, Subsp. Onk(K) beserta jajaran pengurus, dan peserta simposium yang berasal dari kalangan tenaga kesehatan, akademisi, penyintas kanker, dan organisasi masyarakat.

Sebagai Penasihat Yayasan Kanker Indonesia Cabang Koordinator Sumatera Barat, Dr. Dovy menilai tema "The Journey of Cancer Survivors" memiliki makna yang sangat mendalam karena menggambarkan perjalanan panjang para penyintas dalam menghadapi penyakit yang penuh tantangan. Setiap penyintas memiliki kisah perjuangan yang mampu memberikan inspirasi dan harapan bagi masyarakat luas.

"Tema 'The Journey of Cancer Survivors' mengingatkan kita bahwa setiap penyintas memiliki perjalanan yang penuh tantangan, tetapi juga penuh semangat, harapan, dan inspirasi. Kisah mereka menjadi pengingat bahwa perjuangan melawan kanker tidak pernah dijalani sendirian. Dibutuhkan kolaborasi antara tenaga kesehatan, keluarga, komunitas, organisasi kemasyarakatan, dan pemerintah agar setiap pasien memperoleh pelayanan yang optimal serta dukungan psikososial yang berkesinambungan," katanya.

Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan Workshop Management of Cervical Precancerous Lesion yang dinilai sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, khususnya dalam melakukan deteksi dini serta penatalaksanaan lesi prakanker serviks.
Penguatan aspek promotif dan preventif merupakan investasi jangka panjang dalam menekan angka kejadian kanker serviks di Indonesia.

"Selain itu, penyelenggaraan Workshop Management of Cervical Precancerous Lesion merupakan langkah yang sangat strategis dalam meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, khususnya dalam deteksi dini dan penatalaksanaan lesi prakanker serviks. Upaya promotif dan preventif seperti ini merupakan investasi penting untuk menurunkan angka kejadian kanker serviks serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat," jelasnya.

Dr. Dovy menegaskan sebagai rumah sakit rujukan nasional di wilayah Sumatera Bagian Tengah, RS M. Djamil terus berupaya memperkuat layanan kanker secara menyeluruh, mulai dari upaya promotif, preventif, diagnostik, kuratif, rehabilitatif hingga pelayanan paliatif. Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui pengembangan pendidikan, penelitian, pelatihan tenaga kesehatan, serta kerja sama dengan berbagai institusi dan organisasi.

"Sebagai rumah sakit rujukan nasional di wilayah Sumatera Bagian Tengah, RS M. Djamil terus berkomitmen memperkuat layanan kanker secara komprehensif, mulai dari promotif, preventif, diagnostik, kuratif, rehabilitatif, hingga pelayanan paliatif. Kami juga terus mengembangkan pendidikan, pelatihan, penelitian, serta kolaborasi dengan berbagai institusi dan organisasi, termasuk Yayasan Kanker Indonesia, dalam mendukung Program Nasional Penanggulangan Kanker," ungkapnya.

Menurutnya, keberhasilan pengendalian kanker tidak hanya menjadi tanggung jawab rumah sakit ataupun tenaga kesehatan semata, tetapi memerlukan peran aktif seluruh elemen masyarakat melalui peningkatan literasi kesehatan dan kesadaran untuk menerapkan pola hidup sehat.

"Kami meyakini bahwa keberhasilan pengendalian kanker tidak hanya bergantung pada pelayanan rumah sakit, tetapi juga pada meningkatnya literasi kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, melakukan skrining sesuai anjuran, dan tidak menunda memeriksakan diri apabila terdapat keluhan atau faktor risiko. Semakin dini kanker ditemukan, semakin besar peluang keberhasilan pengobatan dan kualitas hidup pasien," tuturnya.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan penanggulangan kanker merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi antara pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat. Upaya promotif dan preventif ini harus terus diperkuat agar masyarakat semakin memahami pentingnya menjalani pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus mendukung berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, termasuk penguatan layanan kanker di rumah sakit rujukan serta perluasan edukasi kepada masyarakat. "Kolaborasi dengan berbagai pihak dinilai menjadi langkah strategis dalam meningkatkan akses pelayanan sekaligus menekan angka kesakitan dan kematian akibat kanker di Sumatera Barat," harapnya.

Mahyeldi juga mengapresiasi penyelenggaraan Simposium Awam Kanker 2026 dan workshop ilmiah yang dinilai mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat sekaligus memperkuat kompetensi tenaga kesehatan. "Kami berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh edukasi tentang deteksi dini dan pencegahan kanker," ucap Mahyeldi.

Sementara itu, Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Dr. dr. Noza Hilbertina, M.Biomed, Sp.PA, Subsp.D.H.B (K), mengatakan sinergi antara institusi pendidikan, rumah sakit, organisasi profesi, dan pemerintah menjadi faktor penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kanker. P"engembangan kompetensi tenaga kesehatan harus terus dilakukan agar pelayanan yang diberikan selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran," tuturnya.

Ia menilai penyelenggaraan Workshop Management of Cervical Precancerous Lesion menjadi sarana yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam mendeteksi serta menangani lesi prakanker serviks secara dini. "Dengan kompetensi yang terus diperbarui, diharapkan angka kejadian kanker serviks dapat ditekan dan pasien memperoleh penanganan yang lebih cepat serta tepat," ucapnya.

Noza juga berharap kegiatan ilmiah yang dipadukan dengan edukasi kepada masyarakat seperti Simposium Awam Kanker 2026 dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan. "Peningkatan literasi kesehatan masyarakat, didukung layanan medis yang berkualitas dan kolaborasi lintas sektor, akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pengendalian kanker yang lebih efektif di Sumatera Barat," tukasnya.(*)