RS M. Djamil kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan melalui keikutsertaan dalam penyerahan brevet Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok, Bedah Kepala dan Leher (THT-BKL) Fakultas Kedokteran Universitas Andalas/RS M. Djamil pada Minggu (12/7). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua bersama Direktur Medik dan Keperawatan RS M. Djamil, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K).

Pada kesempatan tersebut, sebanyak 10 dokter resmi menerima brevet sebagai Dokter Spesialis THT-BKL setelah menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan dan kompetensi yang dipersyaratkan. Dengan bertambahnya lulusan tahun ini, Program Pendidikan Dokter Spesialis THT-BKL FK Universitas Andalas/RS M. Djamil telah melahirkan sebanyak 78 dokter spesialis yang kini siap mengabdikan diri dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di berbagai daerah.

Penyerahan brevet menjadi momentum penting yang menandai keberhasilan para dokter dalam menyelesaikan pendidikan spesialis. Sekaligus menjadi awal dari tanggung jawab baru sebagai tenaga medis profesional yang akan menghadapi tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks.

Dalam sambutannya, Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh dokter yang telah menerima brevet. Berharap pencapaian tersebut menjadi langkah awal untuk terus mengembangkan kompetensi dan memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat.

"Saya mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang hari ini menerima brevet sebagai Dokter Spesialis THT-BKL. Pencapaian ini merupakan hasil dari perjuangan panjang, kerja keras, dedikasi, dan semangat belajar yang tinggi. Semoga keberhasilan ini menjadi awal pengabdian yang semakin bermakna bagi masyarakat, bangsa, dan dunia kesehatan," ujar Dovy.

Turut hadir Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Sumbar Rosmadeli, SKM, M.Biomed, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Padang, dr. Desy Susanty, M.Kes, Ketua PERHATI-BKL/Cabang Sumatera Barat, dr. Novialdi, SpTHT-BKL, Subsp.L.F.(K) Ketua Departemen THT-BKL Fakultas Kedokteran Universitas Andalas/RS M. Djamil Padang, dr. Jacky Munilson, Sp.THT-BKL,Subsp.Oto(K) dan jajaran, serta keluarga dokter Sp.THT-BKL yang baru.

Ia mengatakan sebagai dokter spesialis THT-BKL, para lulusan akan menghadapi berbagai tantangan pelayanan kesehatan yang terus berkembang seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran. Karena itu, peningkatan kompetensi harus selalu diiringi dengan kemampuan bekerja sama lintas profesi serta komitmen kuat dalam memberikan pelayanan yang mengutamakan keselamatan pasien dan mutu layanan.

"Sebagai dokter spesialis THT-BKL, Saudara akan menghadapi berbagai tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi, kemampuan berkolaborasi, serta komitmen untuk memberikan pelayanan yang berorientasi pada keselamatan pasien, mutu pelayanan, dan nilai-nilai kemanusiaan," katanya.

Dovy menegaskan RS M. Djamil memiliki harapan besar kepada para dokter spesialis yang baru menerima brevet agar mampu menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, mengembangkan pendidikan, memperkuat penelitian, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan institusi maupun peningkatan derajat kesehatan masyarakat. "Jadikan ilmu yang telah diperoleh sebagai amanah yang senantiasa digunakan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada setiap pasien tanpa membedakan latar belakang apa pun," ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh tenaga kesehatan untuk terus membangun budaya kerja yang profesional, kolaboratif, serta menjunjung tinggi integritas dalam setiap pelayanan. "Keberhasilan pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kompetensi individu, tetapi juga oleh kemampuan seluruh profesi untuk bekerja sama dalam memberikan pelayanan yang komprehensif, efektif, dan berpusat pada pasien," tuturnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp. Onk (K), FACS, FFSTEd mengatakan penyerahan brevet bukan sekadar seremoni kelulusan, tetapi merupakan penanda lahirnya dokter spesialis yang memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Setiap lulusan harus mampu menjaga kompetensi, etika profesi, serta terus mengembangkan diri mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran.

"Kami berharap seluruh lulusan mampu menjadi dokter spesialis yang profesional, berintegritas, memiliki empati kepada pasien, serta terus meningkatkan kapasitas keilmuan sepanjang kariernya. Tantangan dunia kesehatan akan terus berkembang sehingga semangat belajar tidak boleh berhenti setelah menyelesaikan pendidikan," kata Sukri.

Ia juga menegaskan keberhasilan Program Pendidikan Dokter Spesialis THT-BKL hingga meluluskan 78 dokter spesialis merupakan hasil kolaborasi yang erat antara Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan RS M. Djamil sebagai rumah sakit pendidikan utama. Sinergi tersebut, akan terus diperkuat agar mampu menghasilkan dokter spesialis yang tidak hanya unggul dalam pelayanan klinis, tetapi juga memiliki kemampuan di bidang pendidikan dan penelitian.

"Kami berharap para lulusan dapat menjadi duta institusi di mana pun bertugas, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sekaligus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan kemajuan pelayanan kesehatan di Indonesia," tukasnya. (*)