RS M. Djamil Terapkan Aplikasi Verifikasi Berkas Klaim
RS M. Djamil terus mendorong penguatan tata kelola pelayanan dan administrasi melalui pemanfaatan teknologi digital. Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui implementasi aplikasi verifikasi berkas klaim yang digunakan untuk mendukung proses verifikasi dan penjaminan pasien di lingkungan rumah sakit.
Pada Selasa (2/9), Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, bersama jajaran direksi melakukan kunjungan ke Instalasi Verifikasi dan Penjaminan Pasien. Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau secara langsung pelaksanaan implementasi aplikasi verifikasi berkas klaim sekaligus melihat proses kerja yang berlangsung di unit tersebut.
Dalam kunjungan itu, Direktur Utama bersama jajaran direksi mendapatkan penjelasan tentang penerapan aplikasi, alur verifikasi berkas, serta pemanfaatan sistem dalam mendukung proses administrasi klaim pasien. Peninjauan secara langsung tersebut menjadi bagian dari komitmen manajemen RS M. Djamil untuk memastikan setiap inovasi yang diterapkan dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat bagi rumah sakit maupun pasien.
Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, mengapresiasi hadirnya aplikasi verifikasi berkas klaim tersebut. Pemanfaatan teknologi ini menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi tata kelola rumah sakit.
“Kami mengapresiasi adanya aplikasi verifikasi berkas klaim ini. Kehadiran aplikasi ini merupakan sebuah langkah positif dalam mendukung proses kerja, khususnya dalam melakukan verifikasi berkas secara lebih sistematis, efektif, dan efisien,” ujar Dovy.
Ia menambahkan, penerapan aplikasi tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga harus diikuti dengan kesiapan sumber daya manusia yang mengoperasikannya. “Kita tidak hanya berbicara tentang aplikasinya, tetapi juga bagaimana aplikasi ini bisa digunakan secara optimal oleh seluruh petugas. Karena itu, perlu ada pemahaman yang baik terhadap alur kerja dan fungsi dari aplikasi ini,” katanya.
Dovy menilai, proses verifikasi berkas klaim memiliki peran penting dalam mendukung tata kelola administrasi rumah sakit. Setiap dokumen yang berkaitan dengan klaim perlu dipastikan kelengkapan dan kesesuaiannya sehingga proses selanjutnya dapat berjalan dengan baik.
“Kita ingin seluruh proses berjalan dengan baik, tertib, dan terdokumentasi. Dengan adanya sistem ini, pekerjaan dapat dilakukan secara lebih terarah. Yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga kualitas proses dan memastikan tidak ada tahapan yang terlewat,” tambahnya.
Menurutnya, penerapan sistem digital tersebut juga memberikan perubahan dalam pola pengelolaan dokumen. Proses yang sebelumnya berpotensi menghasilkan banyak berkas fisik kini dapat dikelola melalui sistem secara lebih tertata, sehingga tidak terlihat lagi tumpukan kertas berkas klaim di ruang kerja petugas.
“Dengan sistem ini, kita ingin prosesnya lebih tertib dan efisien. Tidak ada lagi tumpukan kertas berkas klaim yang memenuhi ruang kerja. Berkas dan proses verifikasi dapat dikelola melalui sistem sehingga lebih mudah ditelusuri, lebih terorganisir, dan pekerjaan petugas juga menjadi lebih efektif,” tutur Dovy.
Dalam kesempatan tersebut, jajaran direksi juga berdiskusi dengan petugas Instalasi Verifikasi dan Penjaminan Pasien tentang pelaksanaan aplikasi di lapangan. Diskusi dilakukan untuk mengetahui berbagai hal yang telah berjalan dengan baik sekaligus mengidentifikasi kendala yang masih mungkin ditemukan selama proses implementasi.
Dovy mengatakan, inovasi harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kinerja organisasi. Karena itu, setiap aplikasi atau sistem yang diterapkan perlu dievaluasi secara berkala agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
“Setiap inovasi harus memberikan nilai tambah. Kita perlu melihat apakah aplikasi ini benar-benar membantu pekerjaan, apakah proses menjadi lebih cepat, apakah akurasi meningkat, dan apakah pada akhirnya dapat mendukung pelayanan rumah sakit secara keseluruhan,” ujarnya.
Ia juga mendorong seluruh jajaran untuk terbuka terhadap perkembangan teknologi dan perubahan pola kerja. “Transformasi digital membutuhkan komitmen bersama. Kita harus mau beradaptasi dan terus belajar. Jangan sampai teknologi yang sudah kita siapkan tidak dimanfaatkan secara maksimal,” kata Dovy.
Dengan diterapkannya aplikasi verifikasi berkas klaim, RS M. Djamil berharap proses pengelolaan berkas dapat semakin tertata. Sistem tersebut diharapkan mampu membantu petugas dalam melakukan verifikasi secara lebih efektif, mengurangi ketergantungan terhadap dokumen fisik, serta mendukung terciptanya proses administrasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. (*)