RS M. Djamil terus memperkuat kompetensi tenaga kesehatan dalam meningkatkan mutu pelayanan, khususnya pada penanganan pasien anak di ruang perawatan intensif. Bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional, Kamis (23/7), rumah sakit di bawah Kementerian Kesehatan tersebut menggelar Nursing Practice Update (NPU) Webinar Series Seri II bertajuk Holistic Pediatric Critical Care: Penanganan Fisik dan Psikologis Pasien Anak di PICU.
 
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen RS M. Djamil dalam menghadirkan layanan kesehatan anak yang aman, berkualitas, dan berpusat pada kebutuhan pasien. Webinar juga menjadi wadah pembelajaran berkelanjutan bagi tenaga kesehatan agar mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan praktik berbasis bukti dalam pelayanan keperawatan anak, khususnya di Pediatric Intensive Care Unit (PICU).
 
Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RS M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes, mengatakan momentum Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan sesuai dengan kebutuhan mereka.
 
"Anak bukanlah miniatur orang dewasa. Mereka memiliki karakteristik fisiologis, psikologis, dan perkembangan yang khas, sehingga membutuhkan pendekatan pelayanan yang komprehensif, humanis, dan berbasis bukti ilmiah," ujarnya.
 
Ia menjelaskan pelayanan di ruang perawatan intensif anak menghadirkan tantangan yang jauh lebih kompleks dibandingkan pelayanan kesehatan pada umumnya. Selain menjaga kondisi fisik pasien tetap stabil, tenaga kesehatan juga dituntut mampu memahami serta mengelola dampak psikologis yang dialami anak maupun keluarga selama proses perawatan.
 
"Di ruang perawatan intensif anak atau PICU, tenaga kesehatan dihadapkan pada tantangan yang kompleks. Fokus pelayanan tidak hanya pada stabilitas fisiologis pasien, tetapi juga harus memperhatikan dampak psikologis yang dialami anak maupun keluarganya. Oleh karena itu, kompetensi tenaga kesehatan harus terus diperbarui agar mampu memberikan pelayanan yang optimal dari berbagai aspek," kata dr. Maliana.
 
Webinar menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi di bidangnya, yakni dr. Indra Ihsan, Sp.A(K), Ns. Rahmadevita Septika, M.Kep., Sp.Kep.An, Ns. Aina Aprilma Ray, M.Kep., Sp.Kep.An, dan Sri Wahyuni, S.Psi., Psikolog. 
 
Menurut dr. Maliana, materi yang disampaikan dalam webinar dirancang untuk memberikan pembaruan ilmu pengetahuan sekaligus memperkuat kemampuan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang lebih komprehensif.
 
"Melalui kegiatan Nursing Practice Update ini, kami berharap peserta memperoleh pembaruan ilmu pengetahuan mengenai penanganan pasien kritis anak, deteksi dini gangguan psikologis, strategi intervensi keperawatan, serta pendekatan kolaboratif dalam mendukung proses penyembuhan pasien anak secara menyeluruh," tuturnya.
 
Ia menegaskan Direktorat SDM, Pendidikan dan Penelitian RS M. Djamil memiliki komitmen untuk terus menghadirkan berbagai program pengembangan kompetensi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan rumah sakit.
 
"Direktorat SDM, Pendidikan dan Penelitian berkomitmen untuk terus menyediakan wadah pembelajaran yang berkelanjutan bagi seluruh tenaga kesehatan. Kami meyakini bahwa peningkatan kompetensi bukan hanya menjadi kewajiban individu, tetapi merupakan investasi strategis rumah sakit dalam mewujudkan pelayanan yang unggul, pendidikan yang berkualitas, serta penelitian yang berdampak," katanya.
 
Ia berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama webinar ke dalam praktik pelayanan sehari-hari sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh pasien.
 
"Kami juga mendorong agar ilmu yang diperoleh pada webinar ini tidak berhenti sebagai pengetahuan semata, tetapi dapat diterapkan dalam praktik klinis sehari-hari, dibagikan kepada rekan sejawat, dan menjadi bagian dari budaya belajar di lingkungan kerja masing-masing," ujarnya.
 
Ia juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan forum ilmiah tersebut sebagai sarana berdiskusi dan berbagi pengalaman dengan para pakar maupun sesama tenaga kesehatan.
 
"Saya mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan ini secara aktif, memanfaatkan kesempatan berdiskusi dengan para narasumber, serta menjadikan forum ini sebagai media bertukar pengalaman dan praktik terbaik dalam pelayanan keperawatan anak," katanya.
 
dr. Maliana berharap kegiatan Nursing Practice Update dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan anak di RS M. Djamil maupun fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
 
"Semoga melalui kegiatan ini kita dapat terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan anak, memperkuat kompetensi tenaga kesehatan, serta memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang profesional, berempati, dan berorientasi pada keselamatan pasien," tukasnya.(*)