Kunjungan Ombudsman RI Perkuat Transformasi Pelayanan di RS M. Djamil
RS M. Djamil menerima kunjungan kerja Anggota Ombudsman Republik Indonesia, Dr. Manager Nasution, S.Ag, M.A, M.H, di Ruang Rapat Direksi. Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat koordinasi dan sinergi dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya di sektor pelayanan kesehatan.
Dalam kunjungan tersebut, Anggota Ombudsman Republik Indonesia didampingi oleh Kepala Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Adel Wahidi. Rombongan disambut oleh Direktur Layanan Operasional RS M. Djamil, drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, bersama Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, MKes serta jajaran manajemen rumah sakit.
Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, yang mengikuti kegiatan secara virtual, menyampaikan apresiasi dan menyambut baik kunjungan kerja Anggota Ombudsman Republik Indonesia beserta rombongan. Kunjungan tersebut merupakan bentuk perhatian dan dukungan terhadap upaya rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
"Kami menyampaikan terima kasih atas kunjungan Anggota Ombudsman Republik Indonesia beserta jajaran. Kami berharap silaturahmi dan diskusi ini semakin memperkuat sinergi dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas, akuntabel, serta mampu menjawab harapan masyarakat. Berbagai masukan yang diberikan tentu akan menjadi bagian penting dalam upaya perbaikan dan pengembangan layanan di RS M. Djamil," ujar Dr. dr. Dovy Djanas.
Pada kesempatan tersebut, Direktur Utama memaparkan profil RS M. Djamil sebagai rumah sakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang menjadi rumah sakit rujukan tertinggi di Sumatera Barat. Selain menjelaskan berbagai layanan unggulan yang dimiliki serta layanan pengaduan, ia juga mempresentasikan masterplan pengembangan rumah sakit yang disusun untuk menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan yang terus berkembang, seiring meningkatnya jumlah pasien rujukan dari berbagai daerah di wilayah Sumatera dan sekitarnya.
Menurut Dr. dr. Dovy Djanas, pengembangan RS M. Djamil tidak hanya difokuskan pada pembangunan fisik, tetapi juga pada transformasi budaya pelayanan yang mengedepankan mutu, keselamatan pasien, serta pengalaman pasien yang lebih baik. Rumah sakit terus berupaya melakukan berbagai inovasi agar pelayanan menjadi lebih cepat, mudah diakses, dan sesuai dengan standar pelayanan publik yang ditetapkan pemerintah. "Kami terus melakukan transformasi pelayanan secara menyeluruh, mulai dari penguatan sistem, digitalisasi layanan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia hingga pengembangan sarana dan prasarana. Tujuan akhirnya adalah menghadirkan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh pasien dan keluarga," katanya.
Ia menambahkan dukungan serta masukan dari Ombudsman Republik Indonesia menjadi bagian penting dalam proses evaluasi yang dilakukan rumah sakit. Pengawasan pelayanan publik merupakan instrumen yang dapat mendorong perbaikan berkelanjutan sehingga setiap layanan yang diberikan benar-benar berorientasi pada kebutuhan masyarakat. "Kami berharap kolaborasi yang baik antara RS M. Djamil dengan Ombudsman Republik Indonesia terus terjalin. Dengan sinergi yang kuat, kami optimistis berbagai tantangan pelayanan dapat dihadapi bersama sehingga kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat terus meningkat dari waktu ke waktu," tuturnya.
Direktur Utama RS M. Djamil berharap sinergi yang telah terjalin bersama Ombudsman Republik Indonesia dapat terus diperkuat sebagai bagian dari komitmen bersama dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin prima, transparan, dan berintegritas. "Dukungan dari berbagai pihak akan semakin mempercepat terwujudnya pengembangan RS M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan nasional yang mampu memberikan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat," harap Dirut.
Sementara itu, Anggota Ombudsman Republik Indonesia, Dr. Manager Nasution, S.Ag, M.A, M.H, menyampaikan kunjungan kerja ini bertujuan untuk mempererat komunikasi sekaligus memperkuat kolaborasi antara Ombudsman RI dengan penyelenggara pelayanan publik, termasuk rumah sakit. Pasalnya, pelayanan kesehatan merupakan salah satu sektor yang sangat dekat dengan kebutuhan masyarakat sehingga perlu terus didorong agar semakin responsif, profesional, dan berorientasi pada kepentingan publik.
"Kami mengapresiasi berbagai upaya yang telah dilakukan RS M. Djamil dalam meningkatkan kualitas pelayanan. Ombudsman hadir untuk mendorong penyelenggaraan pelayanan publik yang semakin baik melalui komunikasi, koordinasi, serta kolaborasi yang konstruktif antara seluruh pemangku kepentingan," kata Dr. Manager Nasution.
Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Sumatera Barat, Adel Wahidi, juga berharap komunikasi yang telah terjalin antara Ombudsman dan RS M. Djamil dapat terus ditingkatkan. "Sehingga berbagai tantangan dalam pelayanan publik dapat diselesaikan secara bersama-sama melalui pendekatan yang solutif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat," ucap Adel.
Usai pertemuan, Anggota Ombudsman Republik Indonesia bersama rombongan didampingi jajaran manajemen RS M. Djamil melakukan kunjungan lapangan ke area administrasi dan Poliklinik Jantung Jalan di lantai 2 Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan. Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengamati pelaksanaan pelayanan sebagai bagian dari upaya memperoleh gambaran langsung tentang kualitas pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat. (*)