Penutupan Kolaborasi RS M. Djamil Bersama KSrelief dan MWL Diwarnai Haru dan Rasa Syukur
RS M. Djamil menutup rangkaian Program Bakti Sosial dan Alih Teknologi (Proctorship) Kardiovaskuler melalui kegiatan exit meeting yang digelar di Ruang Konferensi Instalasi Bedah Sentral Lantai 1 IGD pada Kamis (30/7) malam. Program kolaborasi kemanusiaan antara RS M. Djamil, King Salman Humanitarian Aid and Relief Center (KSrelief), dan Muslim World League (MWL) tersebut menjadi tonggak penting dalam penguatan layanan bedah jantung anak sekaligus transfer pengetahuan bagi tenaga medis Indonesia.
Dalam misi kemanusiaan yang berlangsung sejak Sabtu (25/7) hingga Kamis (30/7), sebanyak 30 pasien anak berhasil menjalani operasi bedah jantung dengan tingkat kompleksitas kasus yang beragam. Selain memberikan pelayanan kepada pasien, program ini juga menjadi wadah alih teknologi dan peningkatan kompetensi bagi tim medis RS M. Djamil melalui pendampingan langsung oleh para dokter spesialis dan tenaga kesehatan dari KSrelief.
Kegiatan exit meeting dihadiri Direktur Utama RS M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua didampingi jajaran direksi, para dokter spesialis, tenaga kesehatan, serta 15 anggota tim medis KSrelief yang selama sepekan mendampingi pelaksanaan operasi. Suasana penuh kehangatan dan apresiasi mewarnai pertemuan yang menjadi penutup rangkaian kegiatan kemanusiaan tersebut.
Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan program yang tidak hanya menghadirkan manfaat bagi pasien, tetapi juga memperkuat kapasitas sumber daya manusia rumah sakit.
"Kolaborasi ini memberikan dampak yang sangat besar bagi pengembangan layanan bedah jantung anak di RS M. Djamil. Kami tidak hanya berhasil memberikan harapan baru bagi puluhan anak Indonesia, tetapi juga memperoleh kesempatan belajar langsung dari para ahli internasional melalui proses alih teknologi yang sangat berharga. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia," ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim KSrelief, Muslim World League, serta seluruh tenaga kesehatan RS M. Djamil yang telah bekerja tanpa mengenal lelah selama pelaksanaan misi kemanusiaan tersebut. "Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh tim KSrelief dan Muslim World League atas kepercayaan serta dukungan yang diberikan kepada RS M. Djamil. Kolaborasi ini telah memberikan manfaat yang luar biasa, baik bagi pasien maupun bagi pengembangan kompetensi tenaga kesehatan kami," ujar Dr. Dovy Djanas.
Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kontribusi yang diberikan, Direksi RS M. Djamil menyerahkan cinderamata kepada 15 anggota tim medis KSrelief yang terlibat dalam program bakti sosial dan proctorship. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta sebagai penanda berakhirnya rangkaian misi kemanusiaan tersebut.
Sementara itu, Ketua Tim Medis KSRelief, Prof. Zohair Al-Halees, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran RS M. Djamil atas komitmen, profesionalisme, dan semangat kolaborasi yang ditunjukkan selama pelaksanaan program. Kerja sama yang terjalin selama sepekan tidak hanya berhasil memberikan pelayanan terbaik kepada pasien anak dengan kelainan jantung bawaan, tetapi juga menjadi momentum penting dalam membangun kapasitas tenaga kesehatan Indonesia melalui transfer ilmu pengetahuan dan pengalaman klinis.
"Kami sangat terkesan dengan dedikasi, semangat belajar, dan profesionalisme seluruh tim RS M. Djamil. Selama beberapa hari bekerja bersama, kami melihat kesiapan rumah sakit ini untuk terus berkembang. Harapan kami, ilmu dan pengalaman yang dibagikan selama program ini dapat terus diterapkan sehingga semakin banyak anak-anak yang mendapatkan akses terhadap layanan bedah jantung yang aman dan berkualitas," ujar Prof. Zohair Al-Halees.
Ia menambahkan keberhasilan program ini merupakan hasil kerja sama seluruh pihak yang memiliki tujuan yang sama, yakni menghadirkan harapan baru bagi anak-anak yang membutuhkan tindakan bedah jantung. Keberlanjutan kolaborasi menjadi faktor penting untuk memperluas akses pelayanan sekaligus meningkatkan kemandirian rumah sakit dalam menangani kasus-kasus kardiovaskular yang kompleks.
"Ini bukan akhir dari sebuah program, melainkan awal dari hubungan yang lebih kuat. Kami berharap kolaborasi antara KSRelief, Muslim World League, dan RS M. Djamil dapat terus berlanjut melalui kegiatan pendidikan, pelatihan, dan pertukaran keahlian sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak pasien di masa mendatang," harap Prof Zohair. (*)