RS M. Djamil Dorong 168 Peserta MagangHub Aktif Belajar dan Berkembang
RS M. Djamil terus memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan sekaligus lingkungan pembelajaran bagi generasi muda melalui program Magang Nasional atau MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Sebanyak 168 peserta Magang Nasional Batch 1 mengikuti Layanan Orientasi Informasi (LOI) yang berlangsung di Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan RS M. Djamil, Senin (10/8).
Kegiatan LOI tersebut berlangsung selama dua hari, mulai Senin (10/8) hingga Selasa (11/8). Orientasi menjadi tahapan awal bagi para peserta sebelum menjalankan aktivitas magang di berbagai unit kerja yang telah ditentukan di lingkungan RS M. Djamil.
Kegiatan tersebut dibuka secara oleh Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua. Dalam sambutannya, ia menyampaikan kegiatan orientasi dan informasi merupakan bagian penting dalam mengawali proses magang, khususnya untuk memberikan pemahaman kepada peserta tentang lingkungan kerja rumah sakit beserta karakteristik dan aturan yang berlaku di dalamnya.
“Kegiatan orientasi dan informasi merupakan bagian penting dalam mengawali proses magang di lingkungan rumah sakit. RS M. Djamil tidak hanya merupakan rumah sakit rujukan, tetapi juga merupakan lingkungan pembelajaran yang memiliki karakteristik khusus, dengan berbagai profesi, pelayanan, sistem kerja, serta tuntutan terhadap disiplin, etika, keselamatan, kerahasiaan informasi, dan profesionalisme,” ujar Dovy.
Menurutnya, lingkungan rumah sakit memiliki sistem kerja yang kompleks dan melibatkan berbagai profesi yang saling terintegrasi. Karena itu, peserta magang perlu memahami sejak awal bahwa keberadaan mereka di rumah sakit bukan sekadar untuk mendapatkan pengalaman kerja, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran yang menuntut sikap dan tanggung jawab profesional.
“Kami berharap seluruh tenaga magang dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Jadikan masa magang ini bukan sekadar untuk memperoleh pengalaman, tetapi juga sebagai kesempatan untuk belajar, mengenal budaya kerja, membangun sikap profesional, meningkatkan kompetensi, serta memahami bagaimana sebuah organisasi pelayanan publik bekerja secara terintegrasi,” katanya.
Dovy berpesan kepada seluruh peserta agar senantiasa menjaga integritas dan etika selama mengikuti kegiatan magang di RS M. Djamil. Peserta diminta untuk mematuhi seluruh ketentuan, tata tertib, serta kebijakan yang berlaku di lingkungan rumah sakit.
“Saya berpesan agar selama berada di RS M. Djamil senantiasa menjaga integritas dan etika dalam setiap aktivitas, mematuhi seluruh ketentuan, tata tertib, serta kebijakan yang berlaku di lingkungan rumah sakit. Hal yang tidak kalah penting adalah menjaga kerahasiaan data dan informasi yang diperoleh selama melaksanakan kegiatan,” tegas Dovy.
Selain integritas dan kerahasiaan informasi, peserta juga diharapkan mengedepankan kedisiplinan, kesopanan, tanggung jawab, serta sikap saling menghormati. Peserta diminta untuk menghargai seluruh tenaga kesehatan maupun tenaga nonkesehatan yang menjalankan tugas di lingkungan RS M. Djamil. “Manfaatkan kesempatan ini untuk aktif bertanya, berdiskusi, dan belajar dari berbagai pengalaman yang diperoleh selama berada di unit kerja masing-masing,” lanjutnya.
Menurut Dovy, program Magang Nasional juga diharapkan dapat memberikan manfaat secara timbal balik. Bagi peserta, pengalaman berada di lingkungan RS M. Djamil dapat menjadi kesempatan untuk mengenal secara langsung dinamika dunia kerja, khususnya dalam organisasi pelayanan kesehatan. Sementara bagi rumah sakit, kehadiran peserta magang dapat menjadi bagian dari proses berbagi pengetahuan, pengalaman, serta perspektif baru.
“Kami berharap kehadiran tenaga magang Kementerian Ketenagakerjaan dapat memberikan manfaat timbal balik. Bagi peserta, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk mengenal secara langsung lingkungan kerja dan pelayanan di rumah sakit. Sementara bagi RS M. Djamil, kehadiran peserta magang diharapkan dapat menjadi bagian dari proses berbagi pengetahuan, pengalaman, dan perspektif baru,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh pimpinan unit dan pembimbing yang terlibat dalam pelaksanaan program untuk memberikan arahan serta pendampingan secara optimal kepada para peserta. “Lingkungan belajar yang baik dinilai penting agar peserta dapat menjalankan kegiatan magang dengan tertib, aman, dan sesuai dengan tujuan program,” ujar Dovy.
Sementara itu, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RS M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes, menyampaikan arahan kepada para peserta agar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah diperoleh melalui program Magang Nasional tersebut. Masa magang selama enam bulan merupakan kesempatan bagi peserta untuk melihat dan mempelajari secara langsung bagaimana proses kerja berlangsung di lingkungan rumah sakit.
“Manfaatkan kesempatan belajar yang ada selama menjalani magang di RS M. Djamil. Jangan hanya datang untuk menyelesaikan masa magang, tetapi gunakan setiap kesempatan untuk melihat, bertanya, memahami, dan mengambil pelajaran dari lingkungan kerja yang ditemui,” kata Maliana.
Ia menambahkan setiap pengalaman yang diperoleh selama berada di unit kerja dapat menjadi bekal bagi peserta dalam menghadapi dunia kerja ke depan. Karena itu, peserta diharapkan memiliki kemauan untuk belajar dan terbuka terhadap berbagai pengalaman baru.
“Setiap unit memiliki proses kerja dan pengalaman yang berbeda. Karena itu, peserta harus aktif dan memiliki rasa ingin tahu. Apa yang dipelajari selama berada di sini diharapkan dapat menjadi bekal dan pengalaman yang bermanfaat untuk pengembangan diri ke depannya,” tukasnya.(*)