RS M. Djamil Dorong HIMPONI Perkuat Navigasi Pasien Kanker
RS M. Djamil terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan mutu pelayanan kanker melalui pengembangan kompetensi tenaga kesehatan dan penguatan kolaborasi lintas profesi. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui dukungan terhadap pengembangan keperawatan onkologi yang menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan komprehensif kepada pasien kanker.
Pada Sabtu (15/8), Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, turut menghadiri sekaligus membuka Kongres Wilayah II Pengurus Wilayah Himpunan Perawat Onkologi Indonesia (PW HIMPONI) Sumatera Barat. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lantai 4 Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan RS M. Djamil tersebut menjadi momentum penting bagi para perawat onkologi di Sumatera Barat untuk memperkuat organisasi, meningkatkan kompetensi, serta merumuskan langkah strategis dalam pengembangan pelayanan keperawatan onkologi.
Selain menjadi forum organisasi dan pengembangan profesi, kongres tersebut juga dirangkaikan dengan pemilihan Ketua PW HIMPONI Sumatera Barat periode 2026–2031. Proses tersebut diharapkan dapat melahirkan kepemimpinan yang mampu membawa organisasi semakin solid, profesional, adaptif, serta berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kepada pasien kanker.
Dalam sambutannya, Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menyampaikan persoalan kanker saat ini semakin kompleks. “Pasien tidak hanya menghadapi persoalan kesehatan secara fisik, tetapi juga berhadapan dengan berbagai tantangan psikologis, sosial, ekonomi, hingga spiritual,” ujarnya.
Menurutnya, kompleksitas tersebut menuntut pelayanan kanker yang tidak hanya berfokus pada tindakan medis, tetapi juga memberikan pendampingan secara menyeluruh kepada pasien dan keluarga. Dalam konteks tersebut, perawat memiliki posisi yang sangat penting karena menjadi salah satu tenaga kesehatan yang paling dekat dengan pasien selama menjalani perjalanan pengobatan.
“Perawat berada sangat dekat dengan pasien dan keluarga. Perawat hadir dalam berbagai tahapan perjalanan penyakit, mulai dari edukasi, pengobatan, manajemen gejala dan efek samping terapi, rehabilitasi, dukungan psikososial, hingga perawatan paliatif dan akhir kehidupan,” kata Dovy.
Turut hadir secara virtual Ketua Umum PP HIMPONI Ns. Retno Purwanti, S.Kep., Sp.Kep.Onk., M.Biomed beserta jajaran pengurus dan Ketua Perhimpunan Onkologi Indonesia Sumatera Barat Dr.dr. Daan Khambri, SpB, Subsp. Onk(K),M.Kes. Sementara hadir secara luring, Ketua DPW PPNI Sumatera Barat Katherina Welong, SKM, MARS, FISQua beserta pengurus PW HIMPONI Sumatera Barat.
Ia menegaskan penguatan kompetensi dan profesionalisme perawat onkologi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya meningkatkan mutu pelayanan kanker secara keseluruhan. Perawat dituntut tidak hanya memiliki kemampuan klinis, tetapi juga mampu memberikan pelayanan yang humanis, komunikatif, dan berorientasi pada kebutuhan serta kualitas hidup pasien.
Sebagai rumah sakit rujukan tersier, RS M. Djamil memiliki komitmen untuk terus meningkatkan mutu pelayanan, pendidikan, dan penelitian, termasuk dalam bidang pelayanan kanker. Namun, upaya tersebut tidak dapat dilakukan oleh satu profesi maupun satu institusi saja. “Diperlukan kolaborasi multidisiplin antara dokter, perawat, tenaga kesehatan lainnya, manajemen rumah sakit, institusi pendidikan, organisasi profesi, pemerintah, komunitas pasien, serta berbagai pemangku kepentingan,” tuturnya.
Dalam kerangka kolaborasi tersebut, Dovy menilai HIMPONI memiliki posisi yang strategis dalam mendukung perkembangan keperawatan onkologi di Sumatera Barat. Organisasi profesi diharapkan tidak hanya menjadi ruang berkumpul bagi para perawat yang memiliki kepedulian terhadap pelayanan kanker, tetapi juga mampu menjadi penggerak peningkatan kompetensi dan kualitas pelayanan. “HIMPONI diharapkan tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya para perawat yang memiliki kepedulian terhadap keperawatan onkologi, tetapi juga menjadi motor penggerak peningkatan kompetensi, pengembangan praktik keperawatan berbasis bukti, penelitian, inovasi, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada pasien kanker,” jelasnya.
Dovy juga menyoroti pentingnya penguatan jejaring dan kolaborasi HIMPONI Sumatera Barat dengan berbagai pihak. “Kolaborasi tersebut diharapkan dapat melibatkan rumah sakit, institusi pendidikan, pemerintah daerah, organisasi profesi, komunitas pasien, hingga keluarga pasien sehingga pengembangan keperawatan onkologi dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat,” ungkap Dirut.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan NAPAK atau Navigasi Pasien Kanker sebagai bagian dari upaya memberikan pendampingan yang lebih terintegrasi kepada pasien. “Navigasi pasien kanker menjadi salah satu pendekatan penting untuk membantu pasien memahami dan menjalani rangkaian pelayanan kanker secara lebih terarah, mulai dari akses pelayanan hingga pendampingan selama proses pengobatan,” ucapnya.
Menurut Dovy, penguatan sistem navigasi pasien juga membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten serta koordinasi yang baik antarprofesi dan antarunit pelayanan. Dengan demikian, pasien dapat memperoleh informasi, pendampingan, dan akses terhadap layanan yang dibutuhkan secara lebih optimal. “Dengan demikian, keberadaan HIMPONI tidak hanya dirasakan oleh anggotanya, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat Sumatera Barat,” ujarnya.
Memasuki agenda pemilihan Ketua PW HIMPONI Sumatera Barat periode 2026–2031, Dovy berharap seluruh proses kongres dapat berlangsung secara demokratis, objektif, penuh kekeluargaan, dan tetap menjunjung tinggi etika organisasi. Pemimpin yang terpilih nantinya diharapkan mampu membawa HIMPONI Sumatera Barat menjadi organisasi yang semakin maju dan mampu menjawab perkembangan kebutuhan pelayanan kanker. “Siapa pun yang nantinya mendapatkan amanah untuk memimpin HIMPONI Sumatera Barat periode 2026–2031, saya berharap dapat membawa organisasi ini semakin maju, solid, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan pelayanan kanker,” tukasnya.(*)