RS M. Djamil Matangkan Kesiapan Proyek SIHREN untuk Layanan Kanker
RS M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan layanan kesehatan rujukan nasional melalui peningkatan sarana, prasarana, dan teknologi medis. Sebagai rumah sakit di bawah Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, RS M. Djamil secara konsisten mempersiapkan berbagai program strategis guna menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas, modern, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Pada Rabu (15/7), RS M. Djamil menerima kunjungan Tim Sekretariat Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI di Ruang Rapat Direksi. Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka Open Meeting Monitoring dan Evaluasi Kesiapan Proyek SIHREN untuk pengadaan CT Simulator, LINAC, dan PET CT yang merupakan bagian dari upaya penguatan layanan kesehatan, khususnya dalam penanganan penyakit kanker.
Direktur Medik dan Keperawatan RS M. Djamil, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), mengatakan pihak rumah sakit menyambut baik pelaksanaan monitoring dan evaluasi tersebut karena menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan rumah sakit menerima dan mengoperasikan berbagai peralatan medis berteknologi canggih.


"RS M. Djamil berkomitmen penuh mendukung seluruh program transformasi kesehatan yang dicanangkan Kementerian Kesehatan, termasuk melalui penguatan layanan kanker yang menjadi salah satu prioritas nasional. Berbagai persiapan telah dilakukan secara bertahap, mulai dari penyiapan infrastruktur, koordinasi lintas unit, hingga penguatan kompetensi sumber daya manusia agar pelayanan dapat berjalan optimal ketika seluruh fasilitas telah tersedia," kata Direktur Medik dan Keperawatan ini.
Ia menjelaskan keberadaan CT Simulator, LINAC, dan PET CT nantinya akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan kualitas layanan diagnostik maupun terapi kanker. "Dengan teknologi tersebut, proses pemeriksaan dan penanganan pasien diharapkan menjadi lebih akurat, efektif, serta mampu memberikan hasil terapi yang lebih optimal sesuai kebutuhan masing-masing pasien," tuturnya.
Dr. Bestari juga menegaskan dukungan dari Kementerian Kesehatan melalui pendampingan dan evaluasi secara berkala menjadi faktor penting dalam memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar. "Melalui sinergi yang baik antara pemerintah pusat dan rumah sakit, berbagai tantangan yang muncul selama proses persiapan dapat diselesaikan secara bersama sehingga target pembangunan layanan kesehatan dapat tercapai," ucapnya.

Dengan terlaksananya Open Meeting Monitoring dan Evaluasi ini, RS M. Djamil berharap proses pengadaan CT Simulator, LINAC, dan PET CT dapat berjalan lancar sesuai jadwal yang telah ditetapkan. "Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan semakin memperkuat kapasitas rumah sakit sebagai pusat layanan rujukan di Sumatera dan mampu memberikan pelayanan kanker yang lebih komprehensif, modern, dan berkualitas bagi masyarakat," tukasnya. (*)