RS M. Djamil Perkuat Budaya Riset Melalui Seminar Penulisan Artikel Ilmiah Berbasis AI
RS M. Djamil terus memperkuat budaya riset dan publikasi ilmiah di lingkungan rumah sakit sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan, pendidikan, dan penelitian. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar Seminar Smart Scientific Writing: Optimalisasi NotebookLM dan AI untuk Artikel Ilmiah yang berlangsung di Auditorium Lantai 4 Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan RS M. Djamil pada Kamis (23/7).
Kegiatan yang diikuti tenaga kesehatan dari berbagai unit di lingkungan rumah sakit tersebut menjadi wadah untuk meningkatkan kemampuan menulis artikel ilmiah dengan memanfaatkan perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Seminar ini menghadirkan narasumber Ikhwan Arief, S.T., M.Sc. dan Dr. Ricvan Dana Nindrea, SKM., M.Kes., M.Sc.
Ketua Clinical Research Unit (CRU) RS M. Djamil, dr. Zulda Musyarifah, Sp.PA, Subsp. H.L.E (K), FIAC, IFCAP, mengatakan publikasi ilmiah memiliki posisi yang sangat strategis dalam dunia kesehatan. Hasil penelitian maupun pengalaman klinis yang tidak dipublikasikan ini hanya akan memberikan manfaat yang terbatas karena tidak dapat diakses secara luas oleh kalangan akademisi maupun praktisi kesehatan.
"Dalam dunia kesehatan, publikasi ilmiah memiliki peran yang sangat penting. Penelitian dan pengalaman klinis yang tidak dipublikasikan akan memiliki dampak yang terbatas. Sebaliknya, hasil penelitian yang terdokumentasi dengan baik akan menjadi sumber ilmu pengetahuan, dasar pengambilan kebijakan, sekaligus meningkatkan reputasi institusi," ujarnya.
Ia menjelaskan, sebagai rumah sakit pendidikan, RS M. Djamil memiliki tanggung jawab yang tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan kepada masyarakat, tetapi juga menghasilkan berbagai penelitian berkualitas yang dapat dipublikasikan pada jurnal ilmiah nasional maupun internasional. "Melalui publikasi tersebut, berbagai inovasi, temuan, serta pengalaman klinis dapat memberikan kontribusi nyata terhadap memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas, tetapi juga menghasilkan penelitian dan publikasi ilmiah yang mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu kedokteran dan pelayanan kecerdasan buatan, telah membuka peluang baru dalam mendukung proses penulisan artikel ilmiah," ucapnya.
Melalui berbagai aplikasi berbasis AI, termasuk NotebookLM, para peneliti dapat lebih mudah melakukan penelusuran referensi, mengel perkembangan ilmu kedokteran dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
"Sebagai rumah sakit pendidikan, RS M. Djamil memiliki tanggung jawab tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas, tetapi juga menghasilkan penelitian dan publikasi ilmiah yang mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu kedokteran dan pelayanan kesehatan di tingkat nasional maupun internasional," katanya.
Menurut dr. Zulda, perkembangan teknologi digital, khususnya pemanfaatan kecerdasan buatan, telah membuka peluang baru dalam mendukung proses penulisan artikel ilmiah. "Melalui berbagai aplikasi berbasis AI, termasuk NotebookLM, para peneliti dapat lebih mudah melakukan penelusuran referensi, mengelola literatur, menyusun kerangka tulisan, hingga meningkatkan efisiensi dalam menyelesaikan artikel ilmiah," tuturnya.
Meski demikian, ia mengingatkan penggunaan AI harus dilakukan secara bijaksana dan bertanggung jawab. Teknologi tersebut hanya berfungsi sebagai alat bantu yang mampu mempercepat proses kerja, sementara kualitas penelitian tetap bergantung pada kemampuan peneliti dalam berpikir kritis, menjaga integritas akademik, serta menghasilkan analisis yang orisinal.
"Oleh karena itu, penyelenggaraan seminar yang mengangkat pemanfaatan NotebookLM dan berbagai teknologi AI ini sebagai pendukung dalam proses penelusuran referensi, pengelolaan literatur, penyusunan kerangka tulisan, hingga meningkatkan efisiensi proses penulisan artikel ilmiah. Namun demikian, AI bukanlah pengganti kemampuan berpikir kritis, integritas akademik, maupun kreativitas peneliti. AI harus menjadi mitra kerja yang membantu, bukan menggantikan tanggung jawab ilmiah penulis," ungkapnya.
Melalui seminar ini, RS M. Djamil berharap semakin banyak tenaga kesehatan dan peneliti yang memiliki kemampuan menghasilkan publikasi ilmiah berkualitas. Peningkatan budaya riset di lingkungan rumah sakit dinilai akan memberikan dampak positif terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan mutu pelayanan kesehatan, serta memperkuat posisi RS M. Djamil sebagai rumah sakit pendidikan yang aktif berkontribusi dalam transformasi sistem kesehatan nasional.
"Kami berharap seminar ini menjadi pemicu meningkatnya budaya riset dan publikasi di lingkungan RS M. Djamil. Semakin banyak karya ilmiah yang dihasilkan, semakin besar pula kontribusi rumah sakit kita dalam mendukung transformasi sistem kesehatan Indonesia, meningkatkan mutu pelayanan, pendidikan, dan penelitian," tukasnya.(*)