RS M. Djamil terus mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan operasi bedah jantung gratis bagi pasien anak di Sumatera Barat yang akan dilaksanakan oleh Tim Medis King Salman Humanitarian Aid and Relief Center (KSRelief). Sebagai bagian dari tahapan tersebut, pada Rabu (15/7), rumah sakit milik Kementerian Kesehatan itu menerima kunjungan visitasi dari Tim Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Jakarta yang dipimpin oleh Dr. dr. Budi Rahmat, Sp.BTKV (K).

Kunjungan visitasi tersebut bertujuan untuk meninjau secara langsung kesiapan RS M. Djamil dalam menyambut kedatangan Tim Medis KSRelief yang dijadwalkan melaksanakan kegiatan operasi bedah jantung gratis bagi pasien anak pada 24 hingga 31 Juli 2026. Peninjauan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan seluruh aspek pelayanan, mulai dari fasilitas, sumber daya manusia hingga alur pelayanan medis telah siap mendukung kelancaran kegiatan kemanusiaan tersebut.

Dalam kesempatan itu, tim visitasi bersama jajaran RS M. Djamil juga menggelar simulasi pelayanan pasien secara komprehensif. Simulasi dimulai dari kesiapan kamar operasi, alur penanganan pasien di ruang Intensive Care Unit (ICU), proses perawatan di ruang rawat inap, hingga tahapan kepulangan pasien anak setelah dinyatakan memenuhi syarat secara medis.

Seluruh rangkaian simulasi tersebut diikuti oleh Tim KSRelief RS DM. Djamil dan turut disaksikan langsung oleh Direktur Utama RS M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua bersama Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RS M. Djamil dr. Maliana, M.Kes. Simulasi dilakukan untuk memastikan koordinasi antartim berjalan optimal sehingga setiap tahapan pelayanan dapat berlangsung sesuai standar keselamatan pasien dan prosedur yang telah ditetapkan.

Direktur Utama RS M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua mengatakan, kunjungan visitasi dari tim RSJPD Jakarta menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh persiapan telah dilakukan secara maksimal sebelum kedatangan Tim Medis KSRelief.

"Kunjungan ini merupakan bagian dari proses evaluasi sekaligus penyempurnaan seluruh persiapan kami. Kami ingin memastikan bahwa seluruh fasilitas, peralatan, tenaga kesehatan, hingga alur pelayanan benar-benar siap sehingga pelaksanaan operasi bedah jantung gratis bagi anak-anak di Sumatera Barat dapat berjalan dengan aman, lancar, dan memberikan hasil terbaik bagi para pasien," ujarnya.

Menurut Dovy, kegiatan simulasi yang dilakukan bukan hanya sebatas menguji kesiapan sarana dan prasarana, tetapi juga memperkuat koordinasi seluruh tim yang akan terlibat selama pelaksanaan operasi dan perawatan pasien.

"Melalui simulasi ini kami dapat melihat secara langsung bagaimana koordinasi setiap unit pelayanan, mulai dari kamar operasi, ICU, ruang rawat inap hingga proses pasien pulang. Harapannya tidak ada kendala ketika pelayanan nantinya benar-benar dilaksanakan," katanya.

Ia menambahkan, RS M. Djamil menyambut baik kolaborasi bersama Tim Medis KSRelief dan RSJPD Jakarta dalam memberikan layanan kesehatan bagi anak-anak penderita penyakit jantung bawaan di Sumatera Barat. Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan layanan operasi jantung tanpa dipungut biaya sekaligus meningkatkan kapasitas pelayanan bedah jantung di rumah sakit tersebut.

"Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan tindakan bedah jantung. Ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kualitas pelayanan kesehatan di RS M. Djamil melalui kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki kompetensi di bidangnya," tutup Dovy.(*)