RS M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui penguatan kompetensi sumber daya manusia. Sebagai rumah sakit Kementerian Kesehatan dan rumah sakit rujukan nasional di wilayah Sumatera Bagian Tengah, RS M. Djamil menyadari kualitas pelayanan tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan fasilitas dan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan tenaga kesehatan dalam mengambil keputusan secara cepat, tepat, dan sesuai standar, terutama pada pelayanan kegawatdaruratan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop Triage yang berlangsung di Auditorium Lantai 4 Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan RS M. Djamil pada Sabtu (1/8). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya rumah sakit untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam melakukan penilaian awal terhadap pasien gawat darurat sehingga pelayanan dapat diberikan sesuai tingkat prioritas dan kebutuhan medis.

Workshop menghadirkan narasumber dari Medic Light, yakni dr. Ali Haedar, Sp.EM, KPEC, FAHA, dr. Wahyuni Dian Purwati, Sp.EM, serta Ns. Ramelan, S.Kep. Ketiga narasumber membagikan pengetahuan dan pengalaman tentang sistem triase modern, penerapan standar pelayanan kegawatdaruratan, serta pengambilan keputusan yang cepat dan akurat dalam situasi kritis.

Manajer Pendidikan dan Pelatihan RS M. Djamil, Ns. Venny Dwita Zola Anwar, S.Kep., mengatakan pelayanan gawat darurat merupakan pintu pertama dalam proses penyelamatan pasien. Oleh sebab itu, kemampuan tenaga kesehatan dalam melakukan triase secara cepat, tepat, objektif, dan sesuai prioritas menjadi kompetensi yang sangat menentukan keselamatan pasien.

"Pelayanan gawat darurat merupakan pintu pertama dalam penyelamatan pasien. Di sinilah kemampuan melakukan triase secara cepat, tepat, objektif, dan sesuai prioritas menjadi salah satu kompetensi yang sangat menentukan keselamatan pasien. Kesalahan dalam melakukan triase dapat berdampak pada keterlambatan penanganan maupun penggunaan sumber daya yang kurang optimal," ujarnya saat memberikan sambutan.

Ia menegaskan peningkatan kompetensi melalui pelatihan merupakan investasi yang sangat penting bagi rumah sakit. Perkembangan ilmu pengetahuan dan tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks ini menuntut seluruh tenaga kesehatan untuk terus memperbarui kemampuan agar mampu memberikan pelayanan yang aman dan berkualitas.

"Oleh karena itu, peningkatan kompetensi melalui pelatihan seperti ini merupakan investasi yang sangat penting bagi rumah sakit. Saya berharap seluruh peserta dapat memperoleh pengetahuan terbaru, meningkatkan keterampilan praktis, serta menyamakan persepsi dalam penerapan sistem triase sesuai standar pelayanan kegawatdaruratan," katanya.

Venny menuturkan sebagai rumah sakit rujukan nasional di wilayah Sumatera Bagian Tengah, RS M. Djamil memiliki tanggung jawab besar dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, aman, dan berkualitas kepada masyarakat. Tanggung jawab tersebut hanya dapat diwujudkan apabila didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten, profesional, serta memiliki semangat belajar sepanjang hayat.

"Sebagai rumah sakit rujukan nasional di wilayah Sumatera Bagian Tengah, RS M. Djamil memiliki tanggung jawab untuk terus menghadirkan pelayanan yang cepat, tepat, aman, dan berkualitas. Hal tersebut hanya dapat diwujudkan apabila didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten dan memiliki semangat belajar sepanjang hayat," ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan mengikuti workshop dengan sebaik-baiknya. Pelatihan tidak hanya menjadi ajang menambah pengetahuan, tetapi juga sebagai sarana berbagi pengalaman dan menyamakan persepsi dalam penerapan sistem triase di Instalasi Gawat Darurat.

"Saya berharap agar kesempatan ini dimanfaatkan secara optimal. Ikutilah setiap sesi dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, serta menjadikan workshop ini sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan di Instalasi Gawat Darurat. Ilmu yang diperoleh hendaknya tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi diterapkan secara konsisten dalam praktik sehari-hari sehingga memberikan dampak nyata terhadap mutu pelayanan dan keselamatan pasien," tuturnya.

Melalui penyelenggaraan Workshop Triage ini, Venny berharap seluruh tenaga kesehatan memiliki pemahaman yang sama mengenai sistem triase yang efektif dan sesuai standar. Keseragaman persepsi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kecepatan respons, ketepatan pengambilan keputusan klinis, efisiensi penggunaan sumber daya, serta memperkuat budaya keselamatan pasien dalam setiap pelayanan kegawatdaruratan.

“Workshop ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen RS M. Djamil dalam membangun sumber daya manusia yang unggul demi menghadirkan layanan kesehatan yang semakin profesional, berkualitas, dan berorientasi pada keselamatan pasien,” tukasnya. (*)