Telusuri Ambun Pagi hingga ICU, Dirut RS M. Djamil Evaluasi Pemanfaatan Fasilitas
Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, melakukan telusur ke sejumlah unit layanan di lingkungan rumah sakit pada Jumat (14/8) siang. Kegiatan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi fasilitas pelayanan, ruang perawatan, kesiapan sarana pendukung, sekaligus mengevaluasi pemanfaatan sejumlah ruangan yang ada di rumah sakit.
Telusur yang dilakukan direktur utama tersebut dimulai dari kawasan Ambun Pagi. Di lokasi tersebut, Dirut meninjau sejumlah fasilitas dan ruang rawatan yang digunakan dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Peninjauan dilakukan secara langsung untuk melihat kondisi ruangan, fasilitas yang tersedia, serta berbagai hal yang perlu menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan kenyamanan dan mutu pelayanan.
Dari Ambun Pagi, Dirut RS M. Djamil kemudian melanjutkan telusur ke unit High Care Unit (HCU) Bedah. Di unit tersebut, Dovy Djanas melihat secara langsung kondisi kamar dan berbagai fasilitas yang tersedia untuk mendukung pelayanan terhadap pasien yang membutuhkan pemantauan dan perawatan lebih intensif.
Peninjauan tidak hanya dilakukan dengan melihat kondisi fisik ruangan, tetapi juga untuk mendapatkan gambaran tentang kebutuhan pelayanan di masing-masing unit. Hal ini menjadi penting mengingat rumah sakit terus berupaya menyesuaikan ketersediaan ruang dan fasilitas dengan kebutuhan pelayanan yang semakin berkembang.
Setelah meninjau HCU Bedah, rombongan melanjutkan perjalanan menuju ruang Intensive Care Unit (ICU) yang berada di lantai dua kawasan IGD. Di lokasi tersebut, Dirut melihat langsung kondisi ICU yang saat ini masih digunakan untuk memberikan pelayanan kepada pasien dengan kondisi yang membutuhkan perawatan intensif.
Dalam peninjauan itu, Dovy Djanas juga melihat persiapan terkait rencana pemindahan ICU ke lokasi yang baru. Pemindahan tersebut menjadi salah satu bagian dari penataan dan pengembangan layanan intensif di RS M. Djamil.
Ruang ICU yang saat ini digunakan nantinya akan diarahkan untuk dimanfaatkan sebagai Cardiovascular Intensive Care Unit (CVICU). Sejalan dengan rencana tersebut, ruangan akan diperlebar sehingga dapat mendukung kebutuhan pelayanan pasien kardiovaskular secara lebih optimal.
Dirut juga meninjau sejumlah ruangan lain yang berada di lantai dua kawasan tersebut. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung ruangan mana saja yang masih dapat dimanfaatkan, termasuk ruangan yang selama ini belum termanfaatkan secara maksimal.
Menurut Dovy Djanas, penataan ruang di rumah sakit harus dilakukan secara optimal agar seluruh fasilitas yang tersedia dapat memberikan manfaat bagi pelayanan. Setiap ruang yang ada perlu dilihat kembali fungsi dan potensinya, terutama di tengah kebutuhan pengembangan layanan rumah sakit.
"Kita ingin melihat secara langsung seluruh fasilitas yang ada, termasuk ruangan-ruangan yang masih bisa dimanfaatkan dan yang selama ini belum termanfaatkan secara optimal. Kita harus memastikan setiap ruang yang dimiliki rumah sakit memberikan manfaat untuk pelayanan," kata Dovy Djanas.
Ia mengatakan, telusur lapangan menjadi penting karena kondisi sebenarnya di setiap unit dapat dilihat secara langsung. Dengan turun ke lapangan, berbagai kebutuhan dan persoalan yang berkaitan dengan fasilitas pelayanan dapat diketahui dengan lebih jelas, sehingga langkah tindak lanjut dapat disusun secara lebih tepat.
"Jadi bukan hanya melihat dari laporan, tetapi kita turun langsung. Kita lihat bagaimana kondisi ruangan, bagaimana pemanfaatannya, apa yang masih kurang, dan apa yang bisa kita optimalkan. Dari sini kita bisa menentukan langkah berikutnya," ujarnya.
Terkait rencana pemindahan ICU, Dovy menyebut penataan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih baik bagi pengembangan pelayanan intensif di RS M. Djamil. Sementara ruangan ICU yang lama akan dipersiapkan untuk dikembangkan menjadi CVICU dengan kapasitas dan ruang yang lebih memadai.
"ICU yang sekarang nantinya akan kita arahkan menjadi CVICU dan akan diperlebar. Karena itu, kita juga melihat kesiapan tempat baru untuk ICU. Semua harus dipersiapkan dengan baik agar proses pemindahan tidak mengganggu pelayanan kepada pasien," katanya.
Ia menegaskan, setiap perubahan maupun pemindahan layanan harus memperhatikan kesinambungan pelayanan. Rumah sakit tidak hanya harus menyiapkan ruangan secara fisik, tetapi juga memastikan fasilitas, alur pelayanan, sumber daya manusia, peralatan serta aspek keselamatan pasien telah dipersiapkan dengan baik.
"Prinsipnya pelayanan kepada pasien tetap menjadi yang utama. Kalau ada penataan atau pemindahan unit, semuanya harus direncanakan dengan matang. Jangan sampai proses penataan justru mengganggu pelayanan yang sedang berjalan," tukasnya. (*)