RS M. Djamil Bekali 195 Mahasiswa Praktik Klinik Melalui LOI
RS M. Djamil terus memperkuat perannya sebagai rumah sakit pendidikan dengan memastikan setiap peserta didik memperoleh pembekalan yang komprehensif sebelum memasuki area pelayanan. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam mencetak tenaga kesehatan yang kompeten, profesional, dan mengutamakan keselamatan pasien.
Pada Selasa (4/8), rumah sakit Kementerian Kesehatan tersebut menggelar kegiatan Layanan Orientasi Informasi (LOI) yang diikuti oleh 195 mahasiswa praktik klinik. Para mahasiswa ini akan menjalani proses pembelajaran di berbagai unit pelayanan di lingkungan RS M. Djamil sebagai bagian dari pendidikan profesi dan praktik klinik.
Adapun peserta orientasi terdiri dari 58 mahasiswa Program Profesi Ners Universitas Negeri Padang, 132 mahasiswa Program Sarjana Terapan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Padang, dan 5 mahasiswa Program Profesi Bidan Universitas Fort De Kock. Kegiatan pembukaan dan orientasi ini merupakan tahapan awal yang wajib diikuti sebelum mahasiswa memasuki area pelayanan rumah sakit.
Manajer Pendidikan dan Pelatihan RS M. Djamil, Ns. Venny Dwita Zola Anwar, S.Kep, mengatakan RS M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan nasional sekaligus rumah sakit pendidikan memiliki komitmen yang kuat dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan tenaga kesehatan.
"RS M. Djamil merupakan rumah sakit rujukan nasional sekaligus rumah sakit pendidikan yang memiliki komitmen kuat dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan tenaga kesehatan. Kami meyakini bahwa proses pembelajaran klinik merupakan bagian penting dalam membentuk tenaga kesehatan yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga memiliki integritas, etika profesi, kemampuan komunikasi, serta kepedulian terhadap keselamatan pasien," ujarnya di Auditorium Lantai 4 Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan.
Menurut Venny, kegiatan Layanan Orientasi Informasi menjadi langkah penting untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada mahasiswa mengenai berbagai aspek yang akan mereka hadapi selama menjalani praktik klinik. Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan rumah sakit sekaligus memberikan pelayanan yang mengedepankan mutu dan keselamatan pasien.
“Dalam orientasi tersebut, mahasiswa mendapatkan pembekalan tentang komunikasi efektif, hak dan tanggung jawab peserta didik, sasaran keselamatan pasien. Kemudian peningkatan mutu pelayanan, manajemen fasilitas dan keselamatan, pencegahan dan pengendalian infeksi, bantuan hidup dasar, hingga tata laksana pelayanan keperawatan di RS M. Djamil,” tuturnya.
Materi tersebut disusun sebagai bekal awal agar seluruh peserta memahami standar pelayanan yang diterapkan rumah sakit serta mampu menjalankan praktik klinik secara tertib, aman, dan sesuai dengan standar mutu yang berlaku. “Selain meningkatkan kompetensi teknis, pembekalan juga menanamkan nilai-nilai profesionalisme dan kolaborasi antartenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” sebut Venny.
Venny berharap seluruh mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan praktik klinik sebagai proses pembelajaran yang maksimal. Pengalaman langsung di ruang pelayanan ini merupakan kesempatan berharga untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, sikap profesional, serta kemampuan bekerja dalam tim multidisiplin.
"Kepada seluruh mahasiswa, kami berharap agar kesempatan praktik klinik ini dimanfaatkan sebaik-baiknya sebagai wahana belajar. Jadikan setiap pengalaman di ruang pelayanan sebagai proses untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap profesional, dan kemampuan bekerja dalam tim multidisiplin," katanya.
Ia juga mengingatkan agar seluruh peserta praktik klinik senantiasa menjunjung tinggi etika profesi dan menjaga nama baik institusi pendidikan maupun rumah sakit. Selain itu, mahasiswa diminta mematuhi seluruh kebijakan, tata tertib, dan standar operasional prosedur yang berlaku selama menjalani praktik.
“Mahasiswa diharapkan selalu mengutamakan keselamatan pasien sebagai prioritas utama dalam setiap tindakan, menghormati hak-hak pasien serta menjaga kerahasiaan informasi medis. Sekaligus membangun komunikasi yang baik dengan dosen pembimbing, pembimbing klinik, maupun seluruh tenaga kesehatan di lingkungan RS M. Djamil,” ajak Venny.(*)