RS M. Djamil terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kesehatan dan kebugaran pegawai sebagai bagian dari upaya menciptakan sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Rumah sakit Kementerian Kesehatan ini mengadakan Pengukuran Kebugaran Periode Triwulan III Tahun 2026 bagi Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pada hari pertama pelaksanaan, puluhan pegawai ASN dari sejumlah unit kerja mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan umum yang dilaksanakan di Jembatan Penghubung Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan dengan Laboratorium Sentral Lantai 2 RS M. Djamil. Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan program pengukuran kebugaran ASN di lingkungan Kementerian Kesehatan yang dilakukan secara berkala sebagai upaya menjaga kesehatan sekaligus mendukung produktivitas pegawai.

Sejumlah pemeriksaan dilakukan dalam kegiatan tersebut, meliputi pengukuran tekanan darah, berat badan, tinggi badan, dan lingkar pinggang. Selain itu, para pegawai juga menjalani pemeriksaan laboratorium berupa pemeriksaan gula darah dan kolesterol.

Pengukuran tersebut tidak hanya ditujukan untuk mengetahui kondisi kesehatan pegawai saat pemeriksaan berlangsung, tetapi juga menjadi langkah preventif untuk mendeteksi lebih dini berbagai faktor risiko penyakit tidak menular. Melalui pemeriksaan tekanan darah, status berat dan tinggi badan, lingkar pinggang, gula darah, serta kolesterol, pegawai dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi kesehatan dan kebugaran tubuhnya.

Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, mengatakan kesehatan pegawai merupakan bagian penting dalam mendukung keberlangsungan pelayanan rumah sakit. Menurutnya, kualitas pelayanan kepada masyarakat sangat berkaitan dengan kesiapan sumber daya manusia yang menjalankannya.

“Pengukuran kebugaran ini merupakan bagian dari komitmen RS M. Djamil untuk menjaga kesehatan dan kebugaran pegawai. Kita ingin memastikan bahwa seluruh pegawai memiliki kesadaran untuk menjaga kondisi kesehatannya, karena kesehatan pegawai menjadi salah satu modal penting dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat,” ujar Dr. dr. Dovy Djanas.

Ia menjelaskan, pemeriksaan kesehatan secara berkala juga penting dilakukan sebagai langkah pencegahan. Dengan mengetahui kondisi kesehatan sejak dini, pegawai dapat lebih cepat melakukan perubahan pola hidup maupun mendapatkan tindak lanjut apabila ditemukan adanya faktor risiko tertentu.

“Pemeriksaan ini jangan hanya dimaknai sebagai kegiatan rutin. Ini adalah momentum bagi kita untuk mengetahui kondisi kesehatan masing-masing. Kalau ada faktor risiko, tentu harus segera ditindaklanjuti. Kita berharap budaya hidup sehat benar-benar menjadi bagian dari keseharian seluruh pegawai RS M. Djamil,” lanjutnya.

Menurut Dr. dr. Dovy Djanas, lingkungan rumah sakit merupakan tempat kerja dengan tuntutan pelayanan yang tinggi. Pegawai dituntut untuk selalu siap memberikan pelayanan kepada pasien, sehingga menjaga kondisi fisik dan kesehatan menjadi hal yang sangat penting.

“Pegawai rumah sakit memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, kita harus mulai dari diri sendiri. Kita jaga kesehatan, kita jaga kebugaran, sehingga ketika memberikan pelayanan kepada pasien, kita berada dalam kondisi yang prima,” katanya.

Pelaksanaan Pengukuran Kebugaran Periode Triwulan III Tahun 2026, tutur Dirut, juga diharapkan dapat meningkatkan kepedulian pegawai terhadap berbagai faktor risiko penyakit tidak menular yang dapat muncul tanpa gejala. Pemeriksaan sederhana seperti tekanan darah, gula darah, kolesterol, berat badan, tinggi badan, dan lingkar pinggang dapat menjadi bagian penting dalam upaya mengenali kondisi kesehatan secara lebih awal.

“Kegiatan ini sekaligus memperkuat upaya RS M. Djamil dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif. Sebagai rumah sakit Kementerian Kesehatan, RS M. Djamil tidak hanya dituntut memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk membangun budaya kesehatan di lingkungan internal rumah sakit,” tukasnya.(*)