RS M. Djamil terus memperkuat kesiapan dan kapasitas laboratorium dalam mendukung sistem surveilans penyakit infeksi saluran pernapasan, khususnya melalui pemeriksaan sampel Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI). Komitmen tersebut kembali diwujudkan ketika rumah sakit Kementerian Kesehatan ini menerima kunjungan tim penilai dalam rangka assessment kesiapan Laboratorium RS M. Djamil untuk melaksanakan pemeriksaan sampel ILI-SARI pada Kamis (27/8).

Kegiatan assessment berlangsung di Ruang Rapat Direksi RS M. Djamil dan menjadi bagian penting dalam proses penguatan jejaring laboratorium pemeriksaan ILI-SARI secara berjenjang. Assessment dilakukan untuk melihat kesiapan laboratorium, baik dari sisi sumber daya manusia, sarana dan prasarana, peralatan, tata kelola pemeriksaan, maupun berbagai aspek pendukung lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pemeriksaan sampel ILI-SARI.

Direktur Medik dan Keperawatan RS M. Djamil, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), mengatakan assessment tersebut merupakan langkah penting bagi RS M. Djamil dalam meningkatkan kapasitas pelayanan laboratorium sekaligus memperkuat peran rumah sakit dalam mendukung upaya surveilans penyakit infeksi saluran pernapasan di wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya.

“Assessment ini menjadi bagian penting untuk melihat sejauh mana kesiapan Laboratorium RS M. Djamil dalam melaksanakan pemeriksaan sampel ILI-SARI. Kami tentu berkomitmen untuk terus meningkatkan kesiapan, baik dari aspek sumber daya manusia, fasilitas, peralatan, maupun tata kelola laboratorium, sehingga dapat memenuhi standar yang ditetapkan,” ujar dr. Bestari.

Tim penilai assessment yang berlangsung hingga besok (28/8) ini terdiri dari Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan, timker ISPA Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Tim Surveilans Karantina Kesehatan, dan mewakili WHO Indonesia.

Ia menambahkan, penguatan kapasitas laboratorium tidak hanya berkaitan dengan kesiapan teknis pemeriksaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya rumah sakit dalam mendukung sistem deteksi dan respons terhadap penyakit infeksi. “Dengan kapasitas laboratorium yang semakin kuat, proses identifikasi dan pemeriksaan sampel diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan terintegrasi dengan jejaring surveilans yang ada,” ucapnya.

Menurutnya, RS M. Djamil memiliki posisi strategis sebagai rumah sakit rujukan dan rumah sakit Kementerian Kesehatan di wilayah Sumatera Barat. Karena itu, peningkatan kemampuan laboratorium diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih luas terhadap penguatan pelayanan kesehatan dan sistem kewaspadaan dini terhadap penyakit infeksi di tingkat regional.

“Kami berharap proses assessment ini memberikan hasil yang baik dan menjadi momentum bagi Laboratorium RS M. Djamil untuk dapat berkembang menjadi salah satu laboratorium ILI-SARI tingkat regional. Tentunya hal ini membutuhkan kesiapan dan komitmen bersama dari seluruh unsur yang terlibat,” katanya.

Tim penilai diwakili oleh Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RSPI Prof. Sulianti Saroso, Dr. dr. Vivi Setiawaty, M. Biomed., MARS menyampaikan assessment diperlukan untuk melihat kondisi kesiapan laboratorium secara menyeluruh. Penilaian tidak hanya melihat keberadaan fasilitas dan peralatan, tetapi juga memastikan adanya kesiapan sumber daya manusia serta sistem dan prosedur yang mendukung pelaksanaan pemeriksaan.

“Assessment ini dilakukan untuk melihat kesiapan Laboratorium RS M. Djamil secara menyeluruh dalam pemeriksaan sampel ILI-SARI. Kita melihat berbagai komponen yang menjadi persyaratan, sehingga nantinya dapat diketahui bagian mana yang sudah siap dan aspek apa saja yang masih perlu diperkuat,” jelasnya.

Ia berharap hasil assessment dapat menjadi dasar bagi pengembangan Laboratorium RS M. Djamil ke depan, khususnya dalam mendukung pelaksanaan pemeriksaan ILI-SARI pada tingkat yang lebih luas. Dengan penguatan kapasitas tersebut, laboratorium diharapkan tidak hanya mampu mendukung kebutuhan pemeriksaan internal, tetapi juga dapat berperan dalam jejaring pemeriksaan dan surveilans di tingkat regional.

“Kami berharap hasil assessment ini dapat menjadi langkah awal yang baik agar Laboratorium RS M. Djamil dapat menjadi laboratorium ILI-SARI tingkat regional. Dengan dukungan dan komitmen dari manajemen serta seluruh tim laboratorium, tentu peluang untuk menuju ke arah tersebut semakin terbuka,” tukasnya. (*)