Sebanyak 228 calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan pejabat fungsional di lingkungan RS M. Djamil resmi disumpah dan dilantik menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), Selasa (2/9). Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah tersebut menjadi momentum penting bagi para pegawai yang sebelumnya berstatus CPNS untuk secara resmi mengemban amanah sebagai PNS dan melaksanakan tugas pada satuan kerja di lingkungan RS M. Djamil.

Pelantikan dan pengambilan sumpah dilakukan oleh Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, bertempat di Auditorium Lantai 4 Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan RS M. Djamil. Prosesi tersebut turut disaksikan jajaran direksi serta manajemen rumah sakit.

Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pegawai yang telah resmi dilantik. Ia berharap perubahan status dari CPNS menjadi PNS dapat menjadi titik awal untuk meningkatkan semangat pengabdian sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan rumah sakit.

“Selamat kepada 228 orang yang hari ini sudah dilantik dan diambil sumpahnya. Ini bukan hanya perubahan status dari CPNS menjadi PNS, tetapi ada tanggung jawab dan amanah yang lebih besar yang harus dijalankan,” ujar Dovy saat memberikan sambutan.

Menurutnya, menjadi bagian dari RS M. Djamil berarti menjadi bagian dari sebuah institusi yang memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. "Karena itu, setiap pegawai diharapkan mampu memahami bahwa tugas yang dijalankan tidak semata-mata berkaitan dengan pekerjaan administratif maupun teknis, tetapi juga menyangkut bagaimana memberikan rasa aman, nyaman dan kepercayaan kepada pasien serta keluarga pasien," tuturnya.

Dovy menekankan pentingnya komunikasi dalam setiap pelaksanaan tugas. Komunikasi yang baik menjadi salah satu kunci utama dalam menciptakan pelayanan yang berkualitas. Setiap pegawai diharapkan mampu membangun komunikasi yang efektif, baik dengan pasien dan keluarga pasien maupun dengan sesama tenaga kesehatan dan seluruh unsur yang berada di lingkungan rumah sakit.

“Komunikasi itu sangat penting. Kita bekerja di rumah sakit, berhadapan dengan masyarakat, pasien dan keluarga pasien yang tentu memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda-beda. Karena itu, cara kita berkomunikasi harus baik, jelas dan mampu memberikan rasa nyaman,” katanya.

Ia juga mengingatkan seluruh pegawai agar tidak melupakan aspek empati dalam memberikan pelayanan. Pasalnya, pasien yang datang ke rumah sakit umumnya berada dalam kondisi membutuhkan pertolongan, sehingga pendekatan yang penuh empati harus menjadi bagian dari budaya kerja setiap pegawai.

“Jangan pernah hilangkan empati. Ketika kita melihat pasien, kita harus bisa menempatkan diri pada posisi mereka. Mereka datang bukan dalam kondisi biasa. Ada yang sedang sakit, ada keluarga yang sedang cemas, ada yang membutuhkan penjelasan. Di situlah empati kita harus hadir,” ungkapnya.

Dovy berharap para PNS yang baru dilantik mampu menjadikan komunikasi dan empati sebagai bagian dari keseharian dalam menjalankan tugas. Pelayanan prima, lanjutnya, bukan hanya tentang kecepatan menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga tentang bagaimana pasien mendapatkan pengalaman pelayanan yang baik sejak datang hingga menyelesaikan proses pelayanan di rumah sakit.

“Pelayanan prima harus menjadi komitmen kita bersama. Bukan hanya satu bagian atau satu profesi, tetapi seluruh insan rumah sakit harus memiliki semangat yang sama untuk memberikan pelayanan yang terbaik,” tegasnya.

Ia menyebut keberhasilan rumah sakit tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan fasilitas maupun kecanggihan teknologi. Sumber daya manusia menjadi salah satu kekuatan utama yang menentukan bagaimana sebuah rumah sakit berkembang dan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.

Karena itu, para pegawai yang baru saja dilantik diharapkan tidak berhenti pada pencapaian sebagai PNS. Sebaliknya, momentum tersebut harus menjadi dorongan untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi dan memberikan kontribusi sesuai dengan bidang tugas masing-masing.

“Setelah dilantik, jangan merasa bahwa perjalanan kita sudah selesai. Justru ini adalah awal dari pengabdian yang lebih panjang. Terus belajar, terus meningkatkan kompetensi dan berikan yang terbaik sesuai dengan tugas masing-masing,” kata Dovy.

Ia juga mengajak seluruh pegawai untuk memiliki rasa memiliki terhadap rumah sakit. “Kita harus bersama-sama membesarkan rumah sakit ini. Tidak mungkin rumah sakit dibesarkan hanya oleh direksi atau manajemen. Rumah sakit ini akan besar kalau seluruh pegawainya punya rasa memiliki, bekerja dengan baik dan memberikan kontribusi terbaik,” ujarnya.

Dovy menegaskan, membesarkan rumah sakit bukan hanya berarti meningkatkan capaian secara institusional, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang konsisten. Setiap interaksi antara pegawai dengan pasien maupun keluarga pasien menjadi bagian dari wajah RS M. Djamil di mata masyarakat.

“Jaga nama baik rumah sakit. Apa yang kita lakukan sebagai individu akan memberikan dampak kepada institusi. Karena itu, mari kita bekerja dengan integritas, dengan komunikasi yang baik, dengan empati dan dengan semangat memberikan pelayanan prima,” tukasnya. (*)