KKPRI RSUP Dr. M. Djamil Pererat Silaturahmi Melalui Buka Puasa Bersama

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti lantai III Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan RSUP Dr. M. Djamil pada Senin (2/3) senja. Koperasi Konsumen Pegawai Republik Indonesia (KKPRI) RSUP Dr. M. Djamil menggelar agenda buka puasa bersama yang menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi di lingkungan rumah sakit rujukan utama tersebut. Acara ini diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi seluruh elemen yang telah membantu operasional rumah sakit sehari-hari, sekaligus menjadi ajang berbagi berkah di bulan suci Ramadan.

Dalam sambutannya, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil sekaligus Pembina KKPRI, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, memberikan apresiasi atas inisiatif KKPRI dalam menyelenggarakan kegiatan ini. “Pertemuan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bentuk nyata dari kepedulian manajemen terhadap kebersamaan seluruh pegawai,” kata Dirut.

Dr. dr. Dovy mengajak seluruh tenaga outsourcing yang sudah bekerja keras untuk terus mendukung kemajuan rumah sakit dengan cara mempertahankan kinerja dan ritme kerja yang optimal, seraya berharap agar semangat kebersamaan ini terus terjaga demi pelayanan publik yang lebih baik.

“Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi kita semua terhadap dedikasi rekan-rekan. Saya berharap momentum ini menjadi penyemangat bagi kita untuk terus bersinergi. Mari kita pertahankan kinerja dan ritme kerja yang sudah baik selama ini, karena kontribusi setiap individu sangat berarti bagi kemajuan RSUP Dr. M. Djamil,” ujar Dr. dr. Dovy Djanas dalam arahannya.

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran direksi RSUP Dr. M. Djamil, Ketua KKPRI Ns. Ema Julita, S.Kep, MARS, FISQua, beserta jajaran pengurus koperasi, serta para tenaga outsourcing yang bertugas di berbagai unit. Kehadiran para pimpinan ini menciptakan suasana dialogis dan akrab, menunjukkan bahwa setiap peran dalam rumah sakit memiliki nilai yang setara dalam mencapai visi organisasi.

Ia juga menambahkan bahwa kebersamaan yang kokoh antara manajemen, koperasi, dan tenaga lapangan adalah kunci utama dalam memberikan layanan kesehatan yang prima bagi masyarakat. “Momen ini sekaligus menjadi wadah bagi manajemen untuk menunjukkan dukungan moril secara langsung kepada para pekerja dalam suasana yang religius,” ucap Dirut.

Menjelang waktu berbuka, Ustaz Debiza Rahmad, MPd dalam tausiahnya menyampaikan makna syukur dan integritas dalam bekerja. “Dedikasi para tenaga outsourcing dalam menjaga lingkungan rumah sakit merupakan bagian dari amal ibadah yang mulia dan mendatangkan keberkahan,” tuturnya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan buka puasa bersama, memperkuat rasa persaudaraan di antara seluruh keluarga besar RSUP Dr. M. Djamil sebelum mereka kembali melanjutkan tugas melayani masyarakat.(*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil Pastikan Implementasi Keselamatan Pasien Berjalan Optimal

RSUP Dr. M. Djamil terus berkomitmen memperkuat fondasi pelayanan dan tata kelola rumah sakit demi menghadirkan standar kesehatan yang unggul bagi masyarakat. Sebagai bagian dari upaya konsistensi tersebut, pada hari ini, Selasa (3/3), Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, melakukan tinjauan langsung atau telusur ke sejumlah unit, yakni Komite Mutu, Clinical Research Unit (CRU), serta Komite Keperawatan.

Langkah ini diambil bukan sekadar sebagai agenda rutin, melainkan menjadi bentuk pengawasan melekat serta evaluasi terhadap unit-unit yang menjadi motor penggerak kualitas pelayanan, riset, dan profesionalisme tenaga kesehatan di rumah sakit tersebut. Kehadiran jajaran direksi di tengah-tengah unit kerja ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap regulasi, standar operasional prosedur, dan inovasi yang telah dirancang dapat terimplementasi dengan baik hingga ke level teknis demi menjamin keselamatan pasien.

“Telusur ini merupakan manifestasi dari tanggung jawab manajemen untuk terus menjaga ritme peningkatan mutu secara berkelanjutan,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Ia menegaskan Komite Mutu memiliki peran sentral dalam memantau indikator keselamatan pasien, sementara Clinical Research Unit menjadi tumpuan bagi pengembangan ilmu pengetahuan medis yang berbasis bukti. Di sisi lain, Komite Keperawatan diharapkan terus menjaga marwah profesionalisme perawat sebagai garda terdepan yang paling lama berinteraksi dengan pasien.

“Penguatan pada unit-unit pendukung ini adalah kunci dalam menghadapi tantangan transformasi kesehatan di masa depan,” sebutnya.

Menurutnya, mutu pelayanan tidak boleh berhenti pada dokumen formal saja, melainkan harus dirasakan langsung dampaknya oleh setiap pasien yang datang. “Kepada  seluruh jajaran di Komite Mutu dan Keperawatan senantiasa proaktif dalam melakukan audit internal dan memberikan pembinaan kepada staf, sehingga potensi risiko medis dapat ditekan sedini mungkin melalui sistem yang terintegrasi dan transparan,” harap Dirut.

Selain itu, Dr. dr. Dovy mengungkapkan melalui dialog langsung dengan para personel di unit-unit tersebut, manajemen dapat memetakan kendala yang ada di lapangan secara lebih akurat. Hal ini penting agar solusi yang diambil tepat sasaran dan mendukung visi RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan utama yang tidak hanya unggul dalam aspek penyembuhan, tetapi juga terdepan dalam riset klinis dan keselamatan pasien.

“Diharapkan agar seluruh elemen di RSUP Dr. M. Djamil tetap solid dan konsisten dalam menjalankan budaya kerja yang profesional demi memberikan pelayanan yang kian paripurna bagi seluruh lapisan masyarakat,” tukasnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Tambah Jajaran Tenaga Pendidik Klinis Baru

RSUP Dr. M. Djamil kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkokoh posisi sebagai salah satu pilar utama pendidikan medis di Indonesia. Langkah strategis ini diwujudkan melalui penguatan jajaran tenaga kesehatan profesional di tingkat fungsional yang selaras dengan visi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam meningkatkan kualitas pendidikan klinis demi mencetak generasi dokter masa depan yang kompeten dan berintegritas.

Penegasan peran vital tersebut dikukuhkan melalui prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah Pejabat Fungsional Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diselenggarakan secara virtual pada Selasa (3/3). Dalam momen tersebut, dr. Taufik Rizkian Asir, Sp.PD ditetapkan sebagai Dokter Pendidik Klinis Ahli Madya. Prosesi pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, dr. Azhar Jaya, SH., SKM., MARS. Dalam arahannya, dr. Azhar Jaya menekankan amanah baru ini bukanlah akhir dari sebuah pencapaian, melainkan babak awal bagi para pejabat untuk menapaki perjuangan pengabdian yang jauh lebih menantang. “Sebagai ujung tombak di rumah sakit pendidikan, sosok dokter pendidik dituntut untuk menjadi panutan bagi masyarakat, baik dalam aspek keilmuan maupun dalam memberikan pelayanan medis yang humanis,” katanya.

dr. Azhar Jaya mengingatkan kepercayaan publik adalah aset yang sangat berharga. Kepercayaan tersebut hanya dapat diraih dan dipertahankan jika para pejabat bekerja dengan penuh integritas serta membentengi diri dari segala pengaruh negatif yang berpotensi mencederai marwah profesi kesehatan. “Integritas dan profesionalisme harus menjadi napas dalam setiap tindakan medis maupun proses transfer ilmu kepada peserta didik,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Kesehatan Lanjutan juga menyampaikan pesan khusus tentang tiga tugas utama Unit Pelaksana Teknis (UPT) sebagaimana digariskan oleh Menteri Kesehatan. “UPT rumah sakit memiliki tanggung jawab besar yang mencakup peran sebagai rumah sakit pendidikan yang unggul, pusat penelitian yang inovatif, serta sebagai pusat pengampuan bagi rumah sakit lain di wilayahnya. Ketiga fungsi ini harus berjalan beriringan guna memastikan pemerataan kualitas layanan kesehatan di seluruh Indonesia,” harapnya.

Ditambahkan Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, dengan penguatan posisi dr. Taufik Rizkian Asir, Sp.PD sebagai Dokter Pendidik Klinis Ahli Madya, RSUP Dr. M. Djamil diharapkan mampu melakukan akselerasi dalam transformasi layanan kesehatan nasional. Sinergi antara keahlian medis yang mumpuni dan peran edukasi yang kuat diharapkan membawa standar pelayanan ke level yang lebih tinggi. “Upaya ini sekaligus memastikan bahwa setiap proses pendidikan kedokteran yang berjalan di RSUP Dr. M. Djamil selalu berorientasi pada keselamatan pasien dan kemajuan ilmu pengetahuan kedokteran di tanah air,” tukasnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Perkuat Budaya Keselamatan Pasien Lewat Evaluasi Mutu Berkala

RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan konsistensinya dalam menjaga standar pelayanan kesehatan tertinggi melalui pelaksanaan Rapat Pemaparan Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP) pada Senin (2/3). Bertempat di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, pertemuan ini menjadi forum bagi jajaran manajemen untuk membedah capaian kinerja sekaligus merumuskan strategi penguatan layanan di masa mendatang. Forum ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan sebuah instrumen penting untuk mengevaluasi efektivitas standar operasional prosedur (SOP) dan memastikan setiap tindakan medis tetap berada dalam koridor keselamatan pasien yang ketat.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, dalam arahannya menekankan keselamatan pasien harus menjadi napas dalam setiap gerak pelayanan di rumah sakit. “Aspek keselamatan bukanlah sekadar rentetan prosedur teknis yang harus dipenuhi, melainkan sebuah budaya yang wajib melekat pada jati diri setiap pegawai. Dengan menempatkan keselamatan sebagai fondasi utama, rumah sakit berupaya membangun kepercayaan publik yang lebih kuat melalui pelayanan yang tidak hanya cepat, tetapi juga aman dan bermutu,” tutur Dirut.

Rapat ini dihadiri oleh jajaran direksi serta seluruh jajaran manajemen yang secara bergantian memaparkan hasil kinerja serta dinamika tantangan yang dihadapi. Berbagai laporan dari Direktorat Medik dan Keperawatan, Direktorat Layanan Operasional, Direktorat Perencanaan dan Keuangan hingga Direktorat SDM, Pendidikan, dan Penelitian dibedah secara mendalam untuk melihat sejauh mana implementasi standar mutu telah berjalan di lapangan. Selain itu, dipaparkan pula program kerja terkait Komite PPI (Pencegahan dan Pengendalian Infeksi)-PRA (Program Pengendalian Resistansi Antimikroba)-KFT (Komite Farmasi dan Terapi).

Dr. dr. Dovy Djanas menegaskan keselamatan pasien adalah prioritas utama yang tidak mengenal kata tawar-menawar. Setiap tindakan dan prosedur yang dilakukan oleh tenaga medis maupun non-medis harus senantiasa mengedepankan keamanan pasien di atas kepentingan lainnya.

“PMKP diibaratkan sebagai “jantung” dari operasional rumah sakit, di mana melalui evaluasi yang konsisten, RSUP Dr. M. Djamil dapat terus bertransformasi menjadi institusi kesehatan yang responsif dan solutif terhadap kebutuhan masyarakat,” sebutnya.

Ia mengajak seluruh elemen rumah sakit, mulai dari level pimpinan hingga staf di garda terdepan, untuk menjadikan peningkatan mutu sebagai budaya kerja sehari-hari. “Kami berharap semangat keselamatan ini tidak hanya berhenti sebagai program periodik, tetapi benar-benar tertanam dalam etos kerja setiap individu. Dengan komitmen kolektif ini, RSUP Dr. M. Djamil optimis dapat terus memberikan pelayanan kesehatan yang unggul dan memastikan setiap pasien yang datang mendapatkan perawatan terbaik dengan standar keamanan yang terjamin secara berkelanjutan,” tukasnya.(*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil Hadiri Workshop Medikolegal

RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang tidak hanya unggul dari sisi medis, tetapi juga taat pada koridor hukum. Hal ini dibuktikan melalui kehadiran Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, dalam agenda Workshop Medikolegal yang diselenggarakan oleh Kolegium Obstetri dan Ginekologi pada Jumat (27/2). Kegiatan yang berlangsung di Auditorium BMHS Diagnos Tower Lantai 8 ini mengangkat tema tentang  upaya mengoptimalkan peran dokter obstetri dan ginekologi dalam menghadapi berbagai aspek medikolegal di tengah dinamika pelayanan kesehatan modern yang semakin menantang.

Workshop tersebut menghadirkan narasumber yang mumpuni di bidangnya, dr. Eddy Junaidi, Sp.OG, SH, M.Kes, yang secara mendalam membedah irisan antara praktik klinis dan kepastian hukum. Turut hadir Ketua Konsil Kesehatan Indonesia, drg. Arianti Anaya, MKM, serta Ketua Kolegium Obstetri dan Ginekologi, Dr. dr. Ivan Sini, GDRM, MMIS, FRANZCOG, Sp.OG, dan para peserta workshop.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menyampaikan pemahaman aspek medikolegal bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi utama dalam menjalankan praktik kedokteran yang aman dan bertanggung jawab. “Pemahaman yang mendalam terhadap regulasi akan menjadi instrumen perlindungan bagi dokter dalam mengambil keputusan klinis yang sulit, terutama dalam situasi darurat yang menuntut kecepatan dan ketepatan tindakan tanpa mengabaikan hak-hak pasien,” tutur Dirut.

Dr. dr. Dovy menekankan tata kelola rumah sakit yang baik harus sejalan dengan kepatuhan terhadap hukum kesehatan yang berlaku agar tercipta ekosistem pelayanan yang harmonis. “Dokumentasi medis yang akurat dan komunikasi yang empatik merupakan kunci utama dalam meminimalisir potensi sengketa medis di masa depan,” ucapnya.

Ia berharap melalui workshop ini, para dokter obstetri dan ginekologi semakin berdaya dalam memberikan edukasi  kepada pasien terkait risiko medis, sehingga tercipta saling percaya antara dokter dan masyarakat. “Dengan penguasaan aspek medikolegal yang mumpuni, RSUP Dr. M. Djamil optimistis dapat terus mewujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu tinggi, beretika, dan terlindungi secara hukum bagi seluruh lapisan masyarakat,” harapnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Lepas Lulusan Fellowship Neonatus

RSUP Dr. M. Djamil yang merupakan rumah sakit di bawah naungan Kementerian Kesehatan RI kembali menunjukkan perannya sebagai pusat pendidikan tenaga kesehatan berkualitas. Pada hari ini, Jumat (27/2/2026), manajemen RSUP Dr. M. Djamil melepas dr. Yanofiandi, Sp.A, peserta fellowship neonatus yang telah menyelesaikan masa pendidikannya. Pelepasan ini menandai kesiapan tenaga medis spesialis tersebut untuk kembali bertugas dan mengimplementasikan ilmunya di RSUD Arga Makmur, Bengkulu.

Perjalanan akademik dr. Yanofiandi dalam program fellowship ini berlangsung selama enam bulan, terhitung sejak September 2025 hingga Februari 2026. Selama masa tersebut, ia mendalami berbagai prosedur medis dan penanganan intensif pada bayi baru lahir (neonatus) di bawah bimbingan para konsultan di RSUP Dr. M. Djamil.

Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas keberhasilan dr. Yanofiandi menyelesaikan program ini dengan hasil yang memuaskan. “Dedikasi yang ditunjukkan selama enam bulan terakhir merupakan bukti nyata dari komitmen bersama antara institusi pendidikan dan tenaga medis dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan nasional,” katanya.

Menurut dr. Maliana, keberhasilan ini bukan sekadar pencapaian individu, melainkan investasi strategis bagi dunia kesehatan. “Ilmu dan keterampilan teknis di bidang neonatus yang telah didapatkan harus segera diimplementasikan secara nyata di lapangan,” harapnya.

Ia menekankan tantangan pelayanan kesehatan anak saat ini memerlukan inovasi dan ketepatan tindakan, sehingga kehadiran lulusan fellowship diharapkan mampu menjadi solusi bagi berbagai permasalahan medis pada bayi baru lahir. “Manajemen RSUP Dr. M. Djamil berharap agar dr. Yanofiandi dapat menjadi motor penggerak dan pembawa perubahan positif bagi tim neonatus di tempat tugasnya, serta terus menjalin kolaborasi sebagai alumni yang kompeten,” tutur dr. Maliana.

Pada kesempatan itu, dr. Maliana menyerahkan sertifikat fellowship secara langsung kepada dr. Yanofiandi, Sp.A. Prosesi ini turut disaksikan oleh Ketua Departemen Ibu dan Anak, Dr. dr. Roza Sri Yanti, Sp.OG, Subsp.KFM; PIC Fellowship Neonatus, dr. Eny Yantri, Sp.A, Subsp.Neo (K); Manajer Diklat, Ns. Venny Dwita Zola Anwar, S.Kep; serta Asisten Manajer Pendidikan, dr. Ilvilia Saptahani.

Dalam kesempatan yang sama, dr. Yanofiandi, Sp.A menyampaikan rasa terima kasih dan syukur kepada seluruh jajaran direksi, bagian diklat, serta tim neonatus RSUP Dr. M. Djamil yang telah memberikan dukungan serta fasilitas belajar yang luar biasa. “Selama menempuh pendidikan, saya mendapatkan banyak pengalaman berharga selama masa pendidikan yang akan menjadi modal utama dalam memberikan pelayanan optimal bagi pasien neonatus di RSUD Arga Makmur. Oleh karena itu, saya siap untuk berkontribusi penuh demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pelayanan medis yang lebih baik dan profesional,” tegasnya. (*)

Koperasi Simpan Pinjam Dharma Wanita RSUP Dr. M. Djamil Gelar RAT dan Raih Penghargaan

Koperasi Simpan Pinjam Dharma Wanita RSUP Dr. M. Djamil menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pilar ekonomi kesejahteraan pegawai melalui penyelenggaraan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, pada Kamis (26/2). Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang pelaporan rutin, tetapi juga momentum penting bagi organisasi untuk melakukan evaluasi sekaligus merancang strategi inovatif di tengah tuntutan digitalisasi modern.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus dan anggota. “Manajemen rumah sakit menghargai kerja keras kolektif yang telah menjaga eksistensi koperasi sehingga mampu menjadi pendukung utama dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga besar rumah sakit. Keberhasilan koperasi dalam menjaga kinerja positif merupakan bukti nyata dari semangat gotong royong yang menjadi napas organisasi selama ini,” kata Direktur Utama.

Dr. dr. Dovy menekankan Rapat Anggota Tahunan bukanlah sekadar formalitas organisasi semata. RAT merupakan forum tertinggi yang menjunjung prinsip pertanggungjawaban, di mana pengurus memberikan laporan kepada anggota sebagai pemegang kedaulatan tertinggi. “Forum ini menjadi ruang strategis untuk melakukan evaluasi kinerja dan penguatan tata kelola organisasi,” sebutnya.

Ia mengingatkan agar prinsip transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi aktif dari seluruh anggota harus tetap dijaga dengan ketat guna memastikan koperasi tetap tumbuh sebagai lembaga yang sehat, profesional, dan mendapatkan kepercayaan penuh dari para anggotanya. “Sinergi antara koperasi dan pemerintah daerah melalui pembinaan dan pendampingan dinilai sangat vital untuk memastikan arah pengembangan koperasi tetap berada di jalur regulasi yang benar,” harap Dr. dr. Dovy.

Sejalan dengan proses transformasi besar yang sedang dijalani RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit pendidikan dan rujukan nasional, koperasi pun dituntut untuk ikut bertransformasi. Manajemen mendorong Koperasi Dharma Wanita Persatuan untuk memperkuat digitalisasi layanan dan meningkatkan kualitas unit usaha. Hal ini diharapkan dapat memperluas jangkauan manfaat ekonomi bagi anggota di tengah persaingan ekonomi yang semakin kompetitif.

“Kami mengajak seluruh peserta untuk menjadikan RAT ini sebagai ruang musyawarah yang produktif dan penuh semangat kebersamaan guna mewujudkan wadah ekonomi yang modern dan berdaya saing,” tuturnya.

Senada dengan hal tersebut, Pembina Koperasi yang juga menjabat sebagai Ketua Dharma Wanita Persatuan RSUP Dr. M. Djamil, Ny. Winanda Dovy, menyampaikan rasa bangganya atas peran aktif koperasi selama ini. Ia mengapresiasi dukungan konsisten yang diberikan koperasi terhadap berbagai program kerja Dharma Wanita Persatuan, terutama dalam memfasilitasi aksi-aksi sosial bagi masyarakat. “Saya berpesan agar semangat kepedulian sosial ini terus dipelihara seiring dengan pertumbuhan finansial organisasi,” harapnya.

Puncak dari rangkaian acara tersebut ditandai dengan pencapaian prestasi yang membanggakan, di mana Koperasi Simpan Pinjam Dharma Wanita Persatuan RSUP Dr. M. Djamil menerima penghargaan dari Dinas Koperasi. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas tata kelola koperasi yang dinilai unggul dan sehat. Prestasi ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi seluruh anggota untuk terus membesarkan koperasi sebagai instrumen kesejahteraan bersama di lingkungan RSUP Dr. M. Djamil. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Perkuat Barisan Dokter Subspesialis demi Transformasi Layanan Kesehatan

RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sebagai pilar utama pelayanan kesehatan. Pada hari ini, Kamis (26/2), rumah sakit rujukan di bawah naungan Kementerian Kesehatan tersebut menggelar welcome party untuk menyambut kembali tiga dokter spesialis yang telah menyelesaikan program pendidikan fellowship maupun pendidikan dokter subspesialis.

Ketiga tenaga medis yang kembali memperkuat tim RSUP Dr. M. Djamil tersebut adalah dr. Tia Febrianti, Sp.JP, yang baru saja menuntaskan program fellowship pencitraan jantung di RS Harapan Kita Jakarta. Selanjutnya adalah dr. Ferry Iskandar Kharisma Sinaga, Sp.OG, Subsp. Onk, yang telah menyelesaikan pendidikan dokter subspesialis peminatan onkologi ginekologi di Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran. Terakhir, dr. Berriandi Arwan, Sp.OG, Subsp. Urogin-Re, yang juga baru saja menyelesaikan pendidikan dokter subspesialis peminatan urogenikologi rekonstruksi di institusi yang sama, yakni Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran.

Dalam kesempatan tersebut, ketiga dokter ahli ini memaparkan rencana strategis tentang pengembangan layanan pasca-pendidikan di hadapan jajaran direksi. Pemaparan ini mencakup inovasi teknik medis terbaru hingga rencana layanan unggulan yang relevan dengan bidang keahlian masing-masing, guna memastikan masyarakat Sumatera Barat mendapatkan akses pengobatan yang semakin mutakhir.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas kembali kepada para dokter. “Kembalinya ketiga dokter ini merupakan momentum penting untuk membangun rumah sakit secara kolektif. Fokus utama saat ini adalah bagaimana seluruh elemen rumah sakit dapat bertransformasi sehingga pelayanan kepada pasien menjadi jauh lebih baik, lebih akurat, dan mampu memanfaatkan ilmu pengetahuan medis yang terus berkembang pesat secara global,” kata Dirut.

Turut hadir Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian, dr. Maliana, M.Kes, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo dan manajemen.

Dr. dr. Dovy Djanas menekankan kepulangan para dokter spesialis dengan keahlian subspesialistik ini merupakan langkah konkret rumah sakit dalam mendukung pilar transformasi kesehatan nasional. “RSUP Dr. M. Djamil harus mampu memangkas jarak akses layanan bagi masyarakat, sehingga pasien dengan kasus jantung kompleks, kanker ginekologi, maupun gangguan urogenital tidak lagi perlu mencari pengobatan hingga ke luar daerah atau ke luar negeri. Penguatan kompetensi ini adalah kunci utama agar rumah sakit tetap menjadi pusat rujukan yang dipercaya dan diandalkan di wilayah Sumatera Tengah,” tuturnya.

Dr. dr. Dovy mengingatkan gelar dan keahlian baru yang diraih harus dibarengi dengan perubahan budaya kerja yang lebih kolaboratif dan berorientasi pada keselamatan pasien. “Kami berharap para dokter tidak hanya bekerja di ruang praktik, tetapi juga menjadi motor penggerak dalam mentransfer ilmu kepada tenaga medis lainnya melalui diskusi klinis dan riset terapan. Dengan demikian, standar pelayanan di setiap lini dapat meningkat secara merata, seiring dengan pemanfaatan teknologi medis mutakhir yang kini mulai diintegrasikan ke dalam sistem layanan rumah sakit,” ucap Dirut.

Senada dengan hal tersebut, Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian, dr. Maliana, M.Kes, turut mengungkapkan harapannya agar ilmu dan keterampilan baru yang dibawa oleh ketiga dokter tersebut dapat segera diimplementasikan. “Manajemen berharap agar kehadiran para subspesialis ini tidak hanya meningkatkan kualitas pengobatan, tetapi juga memperkuat aspek pendidikan dan penelitian di lingkungan RSUP Dr. M. Djamil demi mencetak generasi tenaga medis masa depan yang lebih kompeten,” tukasnya. (*)

Aksi Nyata RSUP Dr. M. Djamil Edukasi Masyarakat Di Hari Epilepsi Internasional

Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan RSUP Dr. M. Djamil kembali menggelar aksi nyata melalui edukasi kesehatan di Poliklinik Neurologi pada Rabu (25/2). Kegiatan yang bekerja sama dengan Departemen Neurologi FK Unand ini merupakan agenda rutin dalam setiap peringatan hari besar kesehatan, yang kali ini difokuskan pada peringatan Hari Epilepsi Internasional.

Mengusung tema “Turning Stories Into Action”, sosialisasi ini hadir sebagai upaya masif pihak rumah sakit untuk meruntuhkan stigma negatif yang masih melekat pada penderita epilepsi. Melalui pendekatan edukatif, masyarakat diberikan panduan medis yang tepat dan aman agar tidak lagi terjebak dalam mitos saat menghadapi situasi darurat kejang.

Dalam pemaparannya di hadapan pasien dan keluarga, Dokter Spesialis Neurologi, dr. Lidya Susanti, SpN (K), M.Biomed, M.PedKed, menegaskan epilepsi bukanlah sebuah penyakit kutukan. “Secara medis, kondisi yang sering disebut masyarakat awam sebagai “ayan” ini murni merupakan gangguan sistem saraf pusat akibat aktivitas listrik yang tidak normal di otak. Ketidakseimbangan arus listrik inilah yang memicu kejang, perubahan perilaku, hingga hilangnya kesadaran pada penderita,” katanya.

Seseorang didiagnosis mengalami bangkitan epilepsi apabila kondisi tersebut terjadi tanpa pencetus setidaknya dua kali dengan rentang waktu lebih dari 24 jam. dr. Lidya merinci penyebabnya sangat variatif, mulai dari kelainan struktur otak, faktor genetik, riwayat infeksi, hingga gangguan metabolisme. Namun, ia juga mengingatkan gejala epilepsi tidak selalu identik dengan kejang kelojotan yang menakutkan. “Gejala bisa muncul dalam bentuk yang lebih samar seperti kebingungan sesaat, tatapan mata kosong, gerakan menghentak tak terkendali pada anggota gerak, hingga sensasi psikis seperti ketakutan mendalam atau déjà vu,” ungkap dr. Lidya.

Memahami cara pertolongan pertama menjadi krusial bagi keluarga pendamping. dr. Lidya menekankan agar pendamping tetap tenang dan segera memberikan alas kepala yang empuk serta melonggarkan pakaian penderita. Hal yang paling krusial adalah memiringkan tubuh penderita ke posisi pemulihan (recovery position) setelah kejang berhenti guna mencegah cairan muntah masuk ke saluran napas. “Sebaliknya, masyarakat dilarang keras melakukan tindakan berbahaya seperti memasukkan sendok ke mulut, mengikat tubuh penderita, atau memberikan minum sebelum penderita sadar penuh,” ungkapnya.

Ia mengatakan pengobatan epilepsi memerlukan komitmen jangka panjang dan kedisiplinan. Terapi biasanya dimulai jika bangkitan terjadi berulang atau menunjukkan potensi risiko tinggi berdasar hasil rekam otak (EEG) dan MRI. Prinsip pengobatannya adalah menggunakan dosis rendah secara bertahap hingga pasien bebas kejang tanpa efek samping yang mengganggu.

“Meskipun sebagian besar kasus epilepsi tidak bisa sembuh total secara permanen, kondisi ini sangat bisa dikontrol melalui pengobatan rutin agar penderita dapat menjalani hidup dengan produktif dan normal,” tukasnya. (*)

Terima Kunjungan Shadiq Pasadigoe, RSUP Dr. M. Djamil Paparkan Masterplan Rumah Sakit

RSUP Dr. M. Djamil terus mematangkan langkah strategis untuk bertransformasi menjadi pusat layanan kesehatan unggulan di wilayah Sumatera. Pada Selasa (24/2), rumah sakit di bawah naungan Kementerian Kesehatan ini menerima kunjungan kerja resmi dari Anggota Komisi XIII DPR RI, Ir. H. M. Shadiq Pasadigoe, SH, MM. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Direksi tersebut menjadi momentum penting bagi jajaran manajemen untuk memaparkan masterplan pengembangan infrastruktur yang dirancang guna mengubah wajah layanan kesehatan di Sumatera Barat dan sekitarnya.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menjelaskan rencana pengembangan besar-besaran ini merupakan upaya nyata dalam memenuhi ekspektasi masyarakat yang kian meningkat. “Visi besarnya adalah menjadikan RSUP Dr. M. Djamil bukan sekadar tempat pengobatan, melainkan institusi kesehatan yang menjadi kebanggaan masyarakat serta menjadi mercusuar pelayanan medis bagi wilayah Sumatera Bagian Tengah,” kata Dirut.

Ia mengatakan masterplan pengembangan ini sendiri telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Kesehatan dengan pembagian kerja dalam beberapa tahapan strategis yang fokus pada peningkatan fasilitas utama.

“Pada tahap awal direncanakan pembangunan Gedung Central Medical Unit (CMU) setinggi delapan lantai. Gedung ini nantinya akan menjadi pusat layanan vital yang dilengkapi dengan Instalasi Gawat Darurat (IGD), kamar operasi modern, ruang perawatan intensif, serta fasilitas khusus untuk mendukung kegiatan pendidikan dan penelitian medis. Selain itu, rencana pengembangan juga mencakup pembangunan gedung layanan non-JKN setinggi lima lantai guna mendukung kemandirian layanan rumah sakit serta penyediaan alat kesehatan mutakhir yang sejalan dengan standar internasional,” sebutnya.

Menanggapi paparan tersebut, Anggota Komisi XIII DPR RI, Ir. H. M. Shadiq Pasadigoe, SH, MM, menyatakan apresiasi dan dukungan penuhnya terhadap langkah progresif yang diambil oleh manajemen RSUP Dr. M. Djamil. “Rencana pembangunan ini merupakan sebuah lompatan besar yang harus dikawal bersama agar realisasinya tepat waktu dan tepat sasaran. Sebagai wakil rakyat, dirinya berkomitmen untuk membawa aspirasi pengembangan ini ke tingkat pusat mengingat peran vital RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah Sumatera Bagian Tengah,” tutur tokoh masyarakat Sumbar ini.

Shadiq menekankan pentingnya sinergi antara pihak rumah sakit, pemerintah pusat, dan legislatif agar rencana besar ini dapat terlaksana dengan lancar. “Saya berharap dengan hadirnya gedung CMU dan berbagai fasilitas canggih lainnya, kualitas pelayanan di dalam negeri, khususnya di Sumatera Barat, akan semakin kompetitif. Dengan demikian, diharapkan tidak ada lagi masyarakat yang merasa perlu berobat ke luar negeri karena standar pelayanan kesehatan domestik sudah mampu menjawab kebutuhan medis masyarakat secara optimal,” tukasnya. (*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45