RSUP Dr. M. Djamil kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan pendidikan kedokteran di Indonesia. Hari ini (16/6), RSUP Dr. M. Djamil menerima kunjungan tim visitasi dalam rangka pembukaan Program Studi Dokter Spesialis Bedah Anak Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand).
Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes didampingi Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), menyambut kedatangan tim visitasi di Ruang Rapat Direksi. Turut mendampingi civitas akademika Spesialis Bedah Anak.
Sementara tim visitasi dari Kolegium Bedah Anak Indonesia yakni Prof. dr. Gunadi, Ph.D., Sp.BA., Subsp.D.A(K), dr. Bustanul Arifin Nawas, Sp.B., Sp.BA., Subsp.U.A.(K), dr. Dikki Drajat Kusmayadi, Sp.B., Sp.BA., SubSp.D.A.(K), Dr. dr. Nita Mariana, M.Kes., Sp.BA., Subsp.D.A.(K) dan dr. Rudiyuwono Raharjo, M.Si.Med., Sp.B., Sp.BA., Subsp.D.A.(K).
“RSUP Dr. M. Djamil sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama Fakultas Kedokteran Universitas Andalas memiliki komitmen yang tinggi dalam mendukung Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di bidang kedokteran. Pembukaan Program Studi Spesialis Bedah Anak ini merupakan langkah strategis dan progresif dalam menjawab kebutuhan akan dokter spesialis bedah anak yang masih sangat terbatas di wilayah Sumatera Barat dan wilayah Indonesia bagian barat pada umumnya,” kata dr. Maliana, M. Kes.
Ia mengatakan dengan didukung oleh fasilitas pelayanan yang lengkap, tenaga medis yang kompeten, serta komitmen manajemen yang kuat, rumah sakit ini siap untuk berperan sebagai wahana pendidikan klinik yang profesional dan berkualitas dalam penyelenggaraan program studi ini. “RSUP Dr. M. Djamil yang merupakan RS rujukan akhir dari aspek layanan di wilayah Sumatera Bagian Tengah, dengan tingginya kasus dan tindakan bedah anak saat ini,” sebutnya.
Ia menyampaikan data kasus dan tindakan Bedah Anak di RSUP Dr.M.Djamil bervariasi. Seperti kasus Hirschprung, appendicitis, Hernia ingunial, Higroma colli, MAR dan tindakan Laparascopic Hernioplasty dengan jumlah tindakan tertinggi periode tahun 2022-2025 sebanyak +145 kasus. Dan disusul dengan kasus tindakan Pulthrough, serta tindakan lainya yang bervariatif.
“Kami juga menyadari penyelenggaraan program studi spesialis bukanlah tugas yang ringan. Oleh karena itu, kami membuka diri terhadap berbagai masukan, saran, dan evaluasi dari tim Visitasi dari Koligium Bedah Anak Indonesia agar dapat terus meningkatkan mutu layanan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas/RSUP Dr. M. Djamil,” tukasnya. (*)