Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Ustadz H. Zulkarim LC,MA : Hadirkan Nabi Muhammad dalam Kehidupan Sehari-hari

RSMDJ — Menghadirkan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari menjadi salah satu intisari pesan tausiyah yang digelar Tim Rohani RSUP Dr M Djamil, Jumar (22/10).

Tausiyah  digelar dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1443 H disampaikan oleh Ustadz H. Zulkarim LC,MA dan diikuti Civitas Hospitalia RSUP Dr M Djamil Padang baik secara luring di Auditorium Lantai IV Poliklinik Rawat Jalan dan via daring.

“Mari bersama kita hadirkan Nabi Muhammad SAW dalam menjalan menjalankan kehidupan sehari-hari, salah satunya merefleksikan akhlak Rasulullah dalam momentum peringatan Maulid Nabi ini,” seru Ustadz Zulkarim.

Dari sejarah yang ada dikatakannya, bahwasanya tidak ada contoh yang lebih agung kecuali akhlak Nabi Muhammad SAW. “Jangan berputus asa dalam setiap perjuangan, semoga kita mendapatkan hidayahNya,” pungkas Ustadz Zulkarim.

Dalam kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Yusirwan SpB, SPBA (K) MARS beserta jajaran Direksi. Tidak hanya itu terlihat antusias para peserta mengajukan pertanyaan seputar maulid nabi kepada Ustadz Zulkarim.

“Mari berama kita amalkan apa yang telah disampaikan Ustadz kita, karena semua yang disampaikan sangatlah penting, tentunya kami berharap semoga dapat dimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat,” serunya. (RSMDJ/Khairian)

Ribuan Warga Padang Ikuti Program Vaksinasi

Kerjasama Dinkes Sumbar, RSUP Dr M Djamil, PPNI dan ZHM Premiere Hotel

RSMDJ — Warga Kota Padang antusias mengikuti program vaksinasi covid-19 yang digelar di ZHM Premiere Hotel Padang, Senin (11/9) kerja sama Rumah Sakit Umum Pusat Dr M Djamil, Dinas Kesehatan Sumbar serta Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Padang.

Dalam kegiatan tersebut lebih dari 1200 orang mengikuti gelaran gebyar vaksin sebagaimana diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Arry Yuswandi SKM, MARS.

“Berdasarkan link pendaftaran yang dibuka ada sekitar 1200 orang yang terlibat, disamping itu ada juga warga yang datang langsung  yang belum terdaftar. Diperkiran ada sekitar 1500 orang yang mengikuti gebyar vaksin ini,” ungkapnya disel-sela pemantauan langsung kegiatan vaksinasi.

Terkait capian vaksinasi di Sumbar telah mencapai 24 persen, diakuinya hal itu masih jauh dari yang diharapkan. “Capaian vaksinasi kita masih bertengger di papan bawah, mudah-mudahan dengan banyak gelaran gebyar vaksin ini makin banyak masyarakat yang divaksin,” tutur Arry.

Arry menyebut, meski saat ini Sumbar masih berada dalam masa perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level IV pihaknya akan terus mendorong seluruh pihak untuk gencar melakukan gebyar vaksinasi.

“Memang kita (Kota Padang) dari indicator penurunan level PPKM masih terkendala dengan capaian vaksinasi,” ungkapnya.

Pihaknya berharap dan menghimbau masyarakat untuk melakukan vaksinasi sehingga capian vaksinasi di Padang khususnya dapat melebihi rata-rata nasional.

“Kita tidak ingin Padang terus berada di level IV, mari semua pihak bahu membahu, kita mengimbau masyarakat untuk terus menyukseskan, jika tercapai maka segala aktifitas masyarakat bisa kembali normal,” pungkasnya.

Katerina Welong SKM, MARS selaku koordinator lapangan tim vaksinator RSUP Dr M Djamil Padang menyebutkan dalam pelaksanaan vaksinasi tersebut pihaknya menyediakan tiga jenis vaksin covid-19 yakni Sinovac, moderna dan Pfizer.

“Tidak hanya di gebyar-gebyar, pelaksanaan vaksinasi juga rutin dilaksanakan di RSUP Dr M Djamil, masyarakat dapat berkunjung  setiap hari kerja mulai pukul 08.00 hingga 12.00 siang, dengan membawa fotocopi KTP,” terangnya. (RSMDJ/Khairian)

Kunjungan Biro Hukor dan Koordinator Hukormas Yankes Kementerian Kesehatan RI

RSMDJ — Kepala Biro Hukor Kemenkes RI, Sundoyo SH, MKM, M.HUM dan Koordinator Hukormas Yankes Kementerian Kesehatan dr Yanti Herman MH bersama tim mengunjungi RSUP Dr M Djamil Padang, Kamis (7/9).

Kedatangan tersebut dalam rangka sebagai narasumber dalam seminar dan temu ramah bersama civitas Hospitalia RSUP Dr M Djamil Padang. Kedatangan rombongan Hukor tersebut disambut langsung Direktur Utama yang diwakili Direktur SDM Pendidikan dan Umum, Dr dr Dovy Djanas SpOG K-FM dan Direktur Perencanaan Keuangan dan BMN, dr Rahmadian MKM.

Dalam sambutannya Direktur SDM Pendidikan dan Umum, Dr dr Dovy Djanas SpOG K-FM mengucapkan selamat datang kepada Biro Hukor dan Koordinator Hukormas Yankes Kemenkes RI beserta tim.

Dikatangan dr Dovy, kedatangan rombongan tersebut sangat penting dalam rangka memberikan pemahaman kepada civitas hospitalia RSUP Dr M Djamil Padang dalam upaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan berlaku.

“Materi dan arahan dari Bapak dan Ibu sangat penting bagi kami dalam rangka meningkatkan pemahaman tentang ketentuan hukum,”sebut dr Dovy.

Ia berharap kepada seluruh keluarga besar RSUP Dr M Djamil yang mengikuti kegiatan baik secara langsung maupun daring dapat menyerap ilmu yang disampaikan narasumber.

Dalam kesempatan itu Kepala Biro Hukor Kemenkes RI, Sundoyo SH, MKM, M.HUM menyampaikan materi tentang Bentuk Perlindungan Hukum Bagi Tenaga Kesehatan dan Organisasi di Rumah Sakit, Sementara, Koordinator Hukormas Yankes Kemenkes dr Yanti Herman MH tentang Penataan Organisasi RSUP Dr M Djamil Padang. (RSMDJ/Khairian)

“Bigstar” Kemudahan bagi Peneliti Mendapatkan Data Penelitian

RSUP Dr. M. Djamil Padang Luncurkan Aplikasi Bigstar

RSMDJ — Sebagai upaya untuk menjadi Rumah Sakit terkemuka dalam pelayanan pendidikan dan penelitian di Asia Tenggara, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M. Djamil Padang meluncurkan aplikasi Big Data Support of Analytical Research (Bigstar), Kamis (23/9).

Aplikasi Bigstar RSUP Dr. M. Djamil Padang ini merupakan aplikasi pertama di Indonesia yang berisikan data-data yang dibutuhkan dalam hal penelitian inovatif berbasis bukti dan terpublikasi internasional.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang, Dr. dr. Yusirwan SpB, SpBA (K) MARS mengatakan, kehadiran aplikasi Bigstar merupakan jawaban sekaligus tantangan untuk menjadi pusat data penelitian terkait dengan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Dikatakanya, data-data yang berkaitan dengan pelayanan kepada pasien, yang terintegrasi dengan sistem informasi manajemen RS sehingga data-data tersebut dapat dijadikan pusat data yang dapat mendukung penelitian bidang kesehatan.

“Data-data yang sulit diakses oleh peneliti akan dipermudah melalui aplikasi Bigstar ini sehingga para peneliti, mahasiswa, pendidik, dosen dalam bidang kesehatan khususnya dan bidang lainnya dapat memperoleh data penelitian dengan cepat, mudah, valid, dan terpercaya,” jelasnya.

Aplikasi Bigstar tersebut nantinya dapat memberikan pelayanan terbaik kepada pasien berdasarkan riset yang terukur dan diharapkan pelayanan yang diterima oleh pasien benar-benar aman dan sesuai standar yang baku.

Doktes spesialis bedah anak itu mengungkapkan, kehadiran aplikasi Bigstar juga merupakan bentuk dukungan terhadap amanat Menteri Kesehatan (Menkes) untuk menjadikan RS vertikal termasuk RSUP dr. M. Djamil Padang sebagai pusat riset nasional.

“Kami percaya bahwa kehadiran aplikasi Bigstar ini akan memperoleh data yang mudah, valid, dan terpercaya, dan kami di RSUP siap untuk mendukung pelayanan kesehatan kepada masyarakat berbasis riset,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur SDM, Pendidikan, dan Umum sekaligus Project Leader Bigstar, Dr. dr. Dovy Djanas SpOG (K) mengatakan, ada tiga keunggulan aplikasi Bigstar yakni mudah, valid, dan terpercaya. Bigstar memudahkan peneliti dalam melihat visual data penelitian yang diminati.

Kemudian aplikasi Bigstar menyediakan jumlah data besar, menyediakan ekstraksi data melalui file excel secara cepat, valid, mudah, dan terpercaya dengan melengkapi dokumen persyaratan surat lulus kaji etik, surat izin penelitian dan proposal penelitian kepada bagian pendidikan dan penelitian (Diklit) RSUP dr. M. Djamil Padang.

Ia menambahkan, pada awal pengembangan, aplikasi Bigstar menyajikan kebutuhan terkait data-data penelitian Covid-19, selanjutnya akan diteruskan terhadap penyakit-penyakit dengan prevalensi tinggi seperti jantung, paru-paru, kanker, dan lainnya.

Aplikasi Bigstar saat ini memiliki lebih dari 12 ribu data penelitian tentang Covid-19 dan variabel penelitian yang disajikan oleh aplikasi Bigstar meliputi karakteristik demografi yakni umur pasien, jenis kelamin, status pernikahan.

“Lalu, variabel penelitian yang disajikan Bigstar juga meliputi kondisi klinis seperti keluhan awal dan komorbid serta hasil laboratorium berupa hematologi, kimia klinik, hemostatis, imunologi, dan analisa gas darah serta luaran pasien,” jelas dr. Dovy.

dr. Dovy berharap dengan diluncurkannya aplikasi Bigstar ini bisa mewujudkan cita-cita RSUP dr. M. Djamil Padang untuk menjadi menjadi Rumah Sakit terkemuka dalam pelayanan pendidikan dan penelitian di Asia Tenggara. (RSMDJ/Khairian)

Launching : Dirut RSUP dr. M. Djamil Padang, Dr. dr. Yusirwan SpB, SpBA (K) MARS, Direktur SDM, Pendidikan, dan Umum sekaligus Project Leader Bigstar, Dr. dr. Dovy Djanas SpOG (K), Anggota DPD RI, Emma Yohanna, Rektor UNP, Prof. Ganefri PhD menekan tombol launching aplikasi Bigstar

Inovasi Data Penelitian, RSUP Dr M Djamil Padang Hadirkan Aplikasi BIGSTAR

BIGSTAR : Mudah, Valid dan Terpercaya

RSMDJ — Sebagai bentuk inovasi dan kemudahan bagi para peneliti mendapatkan data penelitian, RSUP Dr M Djamil yang diinisiasi Direktur SDM, Pendidikan dan Umum Dr dr Dovy Djanas SpOG (K) hadirkan aplikasi Big Data in Support of Analytical Reasearch yang kemudian di singkat menjadi Bigstar.

Sabtu (18/9) bertempat di Auditorium Gedung Administrasi dan Poliklinik Rawat Jalan RSUP Dr M Djamil digelar sosialisasi aplikasi Bigstar yang digelar secara luring dan daring.

Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Padang Dr dr Yusirwan SpB, SpBA (K) MARS mengatakan salah satu satu peran dari M Djamil, di samping sebagai pemberi layanan Kesehatan kepada masyarakat juga berperan dalam mengemban Pendidikan di bidang Kesehatan.

“Djamil merupakan rumah sakit Pendidikan utama, tentunya unsur utama dari Pendidikan mampu mengekpresikan dalam bentuk tulisan, kombinasi keduanya tidaklah gampang karena disatu sisi menyangkut aspek publikasi, di sisi lain ada aspek kerahasian,”katanya dalam pembukaan kegiatan sosialisasi.

Untuk itu, agar dapat tetap menjaga kerahasian data maka dibuatlah aplikasi Bigstar, sehingga bagi para peneliti dapat mempercepat waktu mendapatkan data penelitian.

“Dengan adanya system ini (Bigstar),data ditarik langsung, memberikan kemudahan, untuk itu kita mendorong aplikasi ini terlaksana, kita dorong civitas hospitalia dan akademika untuk melakukan penelitian agar kedepannya Djamil dan FK menjadi center excellent,”terang dr Yusirwan yang juga mentor kehadiran aplikasi Bigstar tersebut.

Selbih lanjut dikatakan, pihaknya juga mendukung penuh ketersedian pengembangan riset yang berstandar internasional salah satunya dengan peningkatan sarana prasarana.

“Ini tekat kita bersama dan kerja bersama, hulunya adalah layanan yang diberikan dan diinput ke dalam aplikasi ini, sehingga dapat dimanfaatkan terutama dalam pengembangan ilmu Kesehatan,”pungkasnya sembari menyebut bahwa kehadiran Bigstar sebagai langkah M Djamil menjadikan RS berbasis riset sebagaimana amanat Menteri Kesehatan.

Dalam kegiatan tersebut turut dihadiri Dekan Fakultas Kedokteran Unand, Jajaran Direksi RSUP Dr M Djamil, Civitas Hospitalia, serta dalam jaringan Direktur dan Mahasiswa PT Kesehatan di Sumbar serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dekan FK Unand, Dr. dr. Afriwardi, SH, Sp.KO, MA mengucapkan selamat kepada RSUP Dr M Djamil Padang yang telah menghadirkan sumber data penelitian yang disebut dengan Bigstar.

“Tujuan ini jelas adalah untuk memberikan kemudahan, tentu kami FK bagian yang akan mendapatkan manfaatnya dan itu sejalan dengan misi M Djamil menjadi pusat penelitian, kami jelas menyambut baik Bigstar ini,”ujarnya.

Ia menyebut, Bigstar sebagai lompatan besar bagi peneliti di dunia kesehatan, diakui dokter spesialis keolahragaan itu, untuk mengumpulkan data penelitian di rs sangat sulit, karena harus menyesuaikan data yang dibutuhkan dan mencari data satu persatu.

“Melakukan pencarian data dengan melihat rekam medis satu persatu tidak akan ada lagi, makanya adanya Bigstar kami sangat senang, kami mengucapkan banyak terimakasih kepada RSUP Dr M Djamil,” ucapnya dengan penuh syukur.

Dr dr Dovy Djanas SpOG (K) selaku project leader mengatakan keunggulan Bigstar bagi para peneliti adalah kemudahan mendapatkan data dalam jumlah yang banyak.

“Data yang dibutuhkan tinggal di ekstrak dan di download, prosesnya cepat, sehingga tidak perlu dokumen medis sehingga memudahkan mendapatkan variable penelitian sesuai kebutuhan,”terangnya sembari menyebut jargon Bigstar adalah Mudah, Valid dan Terpecaya.

Terkait mekanisme penggunaan aplikasi  dan simulasi awal penggunaan aplikasi Bigstar dalam sosialisasi tersebut dipandu oleh dr . Ricvan Dana Nindrea SKM, M. Kes, FRSPH. Sementara itu untuk grand launching Bigstar akan digelar pada  Kamis (23/9). (RSMDJ/Khairian)

Kunjungan Kerja Sesditjen Kemenkes RI ke RSUP Dr M Djamil Padang

RSMDJ — Sekretaris Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI dr Azhar Jaya SKM, MARS  melakukan kunjungan kerja ke RSUP Dr M Djamil Padang, Rabu (16/9). Kedatangan Sesditjen berserta rombongan disambut langsung Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Padang beserta dewan direksi.

Sebelum berkunjung ke RSUP Dr M Djamil, Sesditjen Kemenkes turut meninjau langsung proses pembangunan RS Paru Sumatera Barat di Lubuk Alung dan selanjutnya tinjauan lapangan ke sejumlah Gedung rawat inap RSUP Dr M Djamil Padang, mulai dari Instalsi Forensik, ruang rawat inap Paru, Gedung interne penyakit dalam, Gedung instalsasi ibu dan anak dan dilanjutkan dengan temu ramah pada malam harinya Bersama dengan pimpinan rumah sakit se Sumatera Barat.

Dalam kegiatan temu ramah bersama civitas hospitalia RSUP Dr M Djamil Padang, Kamis (17/9) di aula Gedung Administrasi dan poliklinik, dr Azhar Jaya menjelaskan kondisi Pandemi Covid-19 di Indonesia secara umum. Dikatakannya, meski saat ini terjadi penurunan kasus ia berharap seluruh pihak tidak mengabaikan protocol Kesehatan.

“Meski saat ini gelombang penurunan tapi kita semua jangan lengah, untuk itu kita perlu mepersiap diri sebaik mungkin jika terjadi gelombang selanjutnya, minimal kita sudah jauh lebih baik, kami di pusat (Kemenkes) berfikir apa yang menjadi kekurangan dan evaluasi selama ini,”terangnya dalam memberikan sambutan.

Tidak hanya tentang ketersedian ICU, pihaknya saat ini juga focus tentang pengawalan pasokan oksigen dan melakukan pemetaan untuk membangun ketahanan oksigen.

“Kita jangan lengah, meski saat ini ruangan cukup namun ketersedian ICU terbatas, kami bersyukur dengan kondisi yang ada RSUP Dr M Djamil bergerak cepat dengan menyedikan ICU, meski dengan keterbatasan yang ada,” ucapnya sembari mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan menambah 10 unit ventilator di RSUP Dr M Djamil Padang.

Ia mengingatkan masa penurunan kasus covid-19 untuk melakukan pembenahan terhadap kekurangan yang terjadi.

“Atas nama Dirjen kami mengucapkan terimakasih terhadap apa-apa yang telah kita lakukan bersama, melayani sebaik mungkin, tentu tidak ada yang sempurna, namun yang pasti semua tertangani dengan baik,”pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Yusirwan SpB, SpBA (K) menjelaskan proses tranformasi RSUP Dr M Djamil semenjak kasus pertama covid-19 terjadi di Sumatera Barat.

“Alhamdulillah atas apa-apa yang sudah kita kerjakan selama ini, dalam rangka penganan pandemi ini, semenjak pandemi hampir 60 persen ketersedian rawat inap beralih menjadi ruang rawat covid-19,”tuturnya.

Meski terjadi peralihan, namun pihaknya tidak mengabaikan pelayanan kesehatan regular, menurut dokter spesialis bedah anak itu, pihaknya sangat terbantu dengan adanya Gedung IPJT yang dialihfungsikan menjadi rawatan covid-19.

“Djamil merupakan benteng terakhir untuk Sumatera Tengah ini, kami mengucapkan terimaksih atas semua pihak yang selalu mendukung dan semoga Tuhan membalasi apa-apa yang telah kita kerjakan selama ini,”pungkasnya.

Tidak hanya itu, dalam temu ramah itu turut digelar presentasi project Big Data Big Data in Support of Analytical Reasearch yang inisiasi Direktur SDM, Pendidikan dan Umum RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG (K). (RSMDJ/Khairian)

Tim Mutu Dan Akreditasi Kemenkes RI, Movev Pelayanan RSUP Dr M Djamil

RSMDJ — Dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) pelayanan rumah sakit di era kebiasaan baru (Hospital Readiness), tim direktorat mutu dan akreditasi pelayanan kesehatan Kementerian Kesehatan RI kunjungi RSUP Dr M Dr M Djamil Padang, Selasa (7/9).

Kedatangan tim mutu dan akreditasi tersebut yakni dr Sunarto M.Kes dan Dra Nila Salihaty MARS di sambut langsung Direktutur Utama RSUP Dr M Djamil beserta Jajaran Direksi dan koordinitor dan sub koordinator di lingkungan RSUP Dr M Djamil Padang.

Kegiatan yang digelar secara luring dan daring, tetap menerapkan protokol kesehatan tersebut turut dihadiri Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar, Dinas Kesehatan Kota dan Kabupaten se Sumbar, pimpinan rumah sakit se Sumatera Barat yang mengikuti secara webinar.

Mewakili Kepala Dinas, drg Busri selaku sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar mengatakan bahwa monev tersebut sangat penting dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan di rumah sakit.

“Yang menjadi ujung tombak kami saat ini adalah RSUP Dr M Djamil, jika mutu dan layanan yang tidak sesuai tentu semua menjadi kacau, dan selama ini kami selalu melakukan koordinasi dalam rangka penganan covid-19, baik itu pendampingan, diskusi, serta pengelolaan sesuai stnadr,” terang drg Busri dalam sambutannya.

Pihaknya merasa bersyukur atas kontribusi yang diberikan RSUP DrM Djamil Padang khususnya bagi masyarakat Sumbar terutama dalam hal penanganan covid-19 saat ini.

“Alhamdulillah kami merasakan sekali kontribusi yang diberikan baik dalam itu covid maupun tidak , menjadi leader ketika bersama menghadapi pandemi ini dan tentu hal ini kami harapkan akan terus berlanjut,” tuturnya.

Diakuinya, dari 12 indikator yang menjadi monitoring dan evaluasi saat ini, pihak RSUP Dr M Djamil Padang sudah menyiapkan sedemikian rupa semenjak pandemi di Sumatera Barat.

“SDM nya luar biasa, semua bahu membahu, dan kami Dinas hampir belum pernah menerima keluhan berarti, tentu dengan adanya monev ini kita bisa melihat  dan adanya monev ini kita bisa melihat hasilnya, 12 indikator ini sudah dilakukan dan tentu ada plus dan minusnya,” ujar drg Busri sembari mengajak semua peserta terutama yang mengikuti secara webinar untuk siap dievaluasi.

Ia berharap melalui monev dapat melahirkan intervensi yang kuat semua itu tidak lepas dari upaya meningkatkan mutu dan pelayanan rumah sakit di Sumatera Barat.

Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Padang Dr dr Yusirwan SpB, SpBA (K) MARS mengucapkan selamat datang kepada tim mutu dan akreditasi pelayanan kesehatan Kemenkes Ri Di RSUP Dr M Djamil Padang.

Ia menjelaskan semenjak memasuki masa pandemi pada Maret 2020 lalu, pihaknya telah melakukan banyak pembenahan untuk pelayanan kesehatan.

“Kami berbebenah dan itu tanpa mengesampingkan mutu pelayanan kesehatan, ini merupakan Asesmen bagi kami bukanlah sebuah penilaian, mana yang kurang akan kami tingkatkan,” terangnya.

Ia berharap dengan adanya kedatangan tim tersebut dapat melaksanakan dan meningkatkan apa-apa yang menjadi rekomendasi. Sehingga pihaknya bisa melaksanakan dan terus konsisten dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyrakat.

Sementara itu, dr Sunarto M Kes tim mutu dan akreditasi pelayanan kesehatan Kemenkes RI mengucapkan terimakasih atas sambutan yang diberikan. Pihaknya mengapresiasi Keharmonisan hubungan RSUP Dr M Djamil Padang dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar.

“Hospital Readiness itu adalah upaya untuk belajar dan terus belajar untuk pembenahan lebih baik, sehingga tidak perlu menunggu akreditasi dulu baru ada dorongan, terimakasih kepada RSUP Dr M Djamil Padang telah menerapkan standar pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” pujinya. (RSMDJ/Khairian)

Tim Vaksinator RSUP Dr M Djamil Vaksinasi Ribuan Mahasiswa dan Civitas Akademika IAIN Bukittinggi

Rektor IAIN Bukittinggi : Rencana Baik Akan Mendapatkan Bantuan dan Kemudahan

RSMDJ — Ribuan mahasiswa dan civitas akademika IAIN Bukittinggi mengikuti program vaksinasi covid-19 bersama Tim Vaksinator RSUP Dr m Djamil Padang yang didukung oleh BPJS Ketenagakerjaan. Kegiatan tersebut digelar pada Jumat (27/8) dan Sabtu (28/8) di Kampus II IAIN Bukittinggi.

Kegiatan tersebut juga didukung penuh Pemerintah Provinsi Sumbar, Pemerintah Kota Bukittinggi dan Pemerintah Kabupaten Agam dan Civitas Akademika IAIN Bukittinggi tentunya.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kesuksesan pelaksanaan vaksinasi di Kampus IAIN Bukittinggi ini,” kata Rektor IAIN Bukittingi Dr. Ridha Adhida M.Hum dalam sabutannya pada pembukaan kegiatan, Jumat (27/8) pagi.

Ia menceritakan awal mula rencana pelaksanaan vaksinasi pihaknya mengajukan permintaan vaksinasi kepada pihak RSUP Dr M Djamil Padang. Dalam proses rencana pihaknya turut menerima bantuan dari pihak BPJS Ketenagakerjaan.

“Awalnya kami menghubungi M Djamil, Alhamdulillah direspon dan menyatakan kesediaanya, dalam perjalanannya kami juga mendapat bantuan dari BPJS Ketenagakerjaan, ini artinya rencana baik akan banyak mendapatkan bantuan dan kemudahan untuk kelancaran pelaksanaan dan itu yang kami rasakan,” ucapnya dengan penuh rasa syukur.

Rektor IAIN Bukittinggi itu meyebutkan target dari vaksinasi yang digelar selama dua hari tersebut adalah sebanyak 4 ribu. Target yang direncanakan adalah dalam rangka membentuk herd Immunity (Kekebalan kelompok) di IAIN Bukittinggi tersebut.

“Supaya situasi aman untuk proses pendidikan maka sedikitnya 70 persen civitas kami sudah divaksin, sehingga pelaksanaan kuliah dapat terlaksana dengan baik, ” ungkap Dr Ridha dihadapan seluruh tamu undangan yang menghadiri acara pembukaan tersebut.

Dalam kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Ahli Pemprov Sumbar bidang Ekonomi dan Keuangan, Direktrur SDM, Pendidikan dan Umum RSUP Dr M Djamil Padang, Wakil Walikota Buktinggi, Pemkab Agam, Deputi Ketenagakerjaan BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbar, Riau dan Kepri, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Mewakil Gubernur Sumbar, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Drs Syafrizal MM turut mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang sudah mendukung kelancaran pelaksaan dan percepatan vaksinasi di Sumatera Barat.

“Tidak banyak yang dapat kita lakukan dan vaksinasi ini adalah upaya untuk membentuk herd Immunity, vaksin adalah upaya agar kita tidak terpapar covid-19 dan tentunya terus menerapkan protokol kesehatan. Tentu kegiatan ini sangat kami apresiasi, terimakasih kepada seluruh pihak yang sudah mendukung kelancaran kegiatan kita ini,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur SDM, Pendidikan dan Umum RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG mengungkapkan bahwa vaksinasi covid-19 merupakan program nasional yang menyasar kepada seluruh penduduk Indonesia.

“RSUP M Djamil mengapresiasi inisiasi IAIN Bukittinggi dan BPJS Ketenagakerjaan untuk menggelar vaksinasi ini, kerena kegiatan vaksinasi merupakan bagian dari upaya meningkatkan angka vaksinasi apalagi civitas akademi merupakan Agent of Change yang memiliki peran mendorong dan mengedukasi masyarakat untuk yakin, mau, percaya serta ikut berperan aktif untuk divaksinasi,” terangnya.

“Vaksin ini sebagai bentuk ikhtiar untuk terhindar dari covid-19 dan meningkatkan kekebalan, mengurangi keparahan terhadap resiko kematian,” pangkas dokter spesialis kandungan tersebut sembari berharap semoga apa yang telah dilakukan menjadi contoh dan inspirasi bagi kampus-kampus yang ada di Sumatera Barat secara umumnya serta diridhoi Tuhan Yang Esa.

Deputi Ketenagakerjaan BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbar Pepen S Almas menyebutkan tidak hanya dalam mendukung upaya program pemerintah untuk vaksinasi Covid-19, kegiatan tersebut  juga bagian edukasi kepada masyarakat khususnya pekerja informal yang belum menjadi peserta BPJamsostek.

Dikatakannya vaksinasi di Bukittinggi merupakan gelaran ke 11 setelah sebelumnya di Jakarta, Tangerang, Bandung, Karawang, Denpasar, Madura, Jambi dan Pangkal Pinang.

“Kami akan terus siap berkolaborasi dengan seluruh stakeholder untuk percepatan vaksinasi dan membentuk herd Immunity di Indonesia ini,” pungkasnya.(RSMDJ/Khairian)

Gedung Rawat Inap Paru RSUP Dr M Djamil Padang Direnovasi

RMSDJ — Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr M Djamil mendapat bantuan renovasi gedung Rawat Inap Penyakit Paru dari Balai Prasarana Pemukiman (BPPW) Wilayah Sumatera Barat.

Bantuan tersebut bertujuan untuk meningkatkan standar pelayanan pasien di Rawat Inap Penyakit Paru RSUP Dr M Djamil Padang nantinya digunakan untuk penanganan pasien covid-19 dengan status red zone.

Atas nama Direktur Utama, Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang, dr . Rose Dinda Martini , Sp.PD – KGER , FINASIM RSUP Dr M Djamil didampingi Direktur Direktur SDM, Pendidikan dan Umum Dr. dr. Dovy Djanas SpOG, pihaknya mengucapkan terimaksih atas bantuan renovasi gedung rawat inap tersebut.

“Atas nama Dewan Direksi dan seluruh Civitas Hospitalia, kami mengucapkan terimaksih atas bantuan ini, Alhamdulillah kami menerima bantuan dan memang sangat dibutuhkan untuk penanganan covid-19. Nanti kita bisa melihat-lihat ke lokasi langsung kondisi gedung paru di belakang,” ujar dokter Rose di sela-sela peninjauan langsung lokasi renovasi rawat inap paru RSUP Dr. M Djamil Padang, Kamis (19/8).

Eddy Rachmat selaku Kepala seksi wilayah 1 BPPW mengatakan bahwa bantuan ini merupakan arahan langsung dari Presiden untuk meningkatkan standar pelayanan pasien covid-19 di seluruh rumah sakit pemerintah masing-masing daerah.

“Seminggu yang lalu kami dapat perintah dari pusat, dari presiden melalui zoom meeting, beliau memerintahkan untuk memantau rumah sakit pemerintah yang berada di daerah termasuk M Djamil tentunya, dari segi sarana dan prasarananya untuk penanganan covid ini butuhnya apa dan kami siap membantu sesuai dengan bidang kerja kami,”sebutnya.

Lebih lanjut Eddy menyampaikan bahwa project renovasi gedung rawat inap paru tersebut akan diselesaikan dalam waktu satu bulan terhitung hari pertama pengerjaan nantinya.

“Project renovasi gedung ini kami targetkan dapat diselesaikan dalam jangka waktu satu bulan mengingat urgentnya kebutuhan terkait penangan covid-19 khususnya di RSUP Dr M Djamil Padang”, pungkasnya. (RSMDJ/Rizki R)

Pencanangan Vaksinasi Anak usia 12-17 Tahun di RSUP Dr M Djamil

RSMDJ — RSUP M Djamil Padang membuka layanan vaksinasi untuk anak usia 12-17 tahun. Pencanangan vaksinasi anak itu didukung Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumbar, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Padang, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Padang dan lainnya. 

Walikota Padang Hendri Septa memberikan apresiasi dan menyambut baik atas digelarnya Gebyar Vaksinasi Anak usia 12-17 di Kota Padang itu. 

“Mudah-mudahan dengan dilaunchingnya vaksinasi bagi anak usia 12-17 tahun kali ini, dapat membantu kita dalam mencapai target vaksinasi di Kota Padang,” sebut walikota dalam kegiatan Pencanangan Vaksinasi Covid-19 bagi Anak Usia 12-17 Tahun di RSUP M Djamil, Jumat (20/8/2021). 

Hendri mengucapkan terima kasih kepada RSUP M Djamil dan pihak terkait lainnya yang telah mendukung terselenggaranya vaksinasi Covid-19 bagi anak ini. 

“Semoga semuanya bernilai ibadah bagi kita semua. Kita Pemko Padang siap bersinergi sampai Kota Padang bisa benar-benar terlepas dari belenggu wabah Covid-19 ini,” ujarnya. 

Sementara itu Ketua IDAI Sumbar dr Didik Haryanto SpA (K) mengatakan berbicara mengenai pandemi Covid-19 memang tidak akan selesai-selesai. Hampir dua tahun wabah virus ini terus menjadi perhatian. 

“Maka itu, di samping pola 3 T (testing, tracing dan treatment) dan 3 M (memakai masker, menjaga jarak, menguatkan imun tubuh), yang tak kalah penting kita lakukan yaitu vaksinasi sebagai salah satu cara meningkatkan imun kita. Karena kalau imun kita kuat maka virusnya akan mati di tubuh kita,” terangnya.

Diungkapkannya, hingga saat ini bagi kalangan anak-anak sudah terpapar lebih dari 11 ribu jiwa. Oleh karena itu, dalam rangka mengejar capaian vaksinasi di Sumbar yang masih 15 persen dengan tingkat anak-anak dan remaja masih 4,19 persen dari sasaran 580 ribu jiwa vaksin tahap satu dan tahap kedua baru 1,19 persen, maka itulah kita dari IDAI menggelar gebyar vaksin bagi anak-anak dan remaja usia 12-17 tahun.

“Kita tahu untuk mewujudkan herd immunity itu harus mencapai vaksinasi 80-90 persen. Semoga melalui gebyar vaksinasi anak ini menambah cakupan vaksinasi kita,” tuturnya. 

Lebih lanjut Didik juga mengusulkan kepada Pemko Padang seiring akan diberlakukannya kembali belajar mengajar tatap muka, bukti vaksinasi dapat dijadikan sebagai salah satu syarat bagi peserta didik. 

“Jadi kita menganjurkan kepada pemko agar bagi peserta didik yang sudah melakukan vaksin baru boleh mengikuti belajar tatap muka. Kita tentu menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para anak-anak dan remaja yang kali ini telah melakukan vaksinasi,” ucapnya. 

Selanjutnya Direktur SDM, Pendidikan dan Umum RSUP M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG (K) menuturkan vaksinasi bagi anak-anak tersebut sejatinya sudah di mulai pemerintah pada awal Juli 2021 lalu sebagai upaya percepatan capaian vaksinasi di Indonesia. 

“Vaksinasi untuk anak-anak ini merupakan kebijakan yang diambil berdasarkan tingginya penyebaran Covid-19 pada anak. Maka itu kita di RSUP M Djamil siap mendukung penuh pelaksanaan vaksinasi di Sumbar khususnya Kota Padang. Termasuk bagi anak usia 12-17 tahun. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung kelancaran pelaksanaan vaksinasi ini,” tutur Dovi. (RSMDJ/Khairian)