RSUP Dr. M. Djamil kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan riset dan layanan kesehatan bertaraf internasional. Pada Rabu (20/5), rumah sakit UPT Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tersebut menjalani site selection visit yang dilakukan oleh IQVIA selaku Contract Research Organization (CRO) atas nama sponsor penelitian bertajuk “A Phase 3 Multicenter, Randomized, Double-Blind, Placebo-Controlled, Parallel-Group Study to Evaluate the Efficacy and Safety of GSK5784283 as an Add-On Therapy in Adults and Adolescents with Uncontrolled Asthma”.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses penilaian kesiapan rumah sakit sebagai lokasi penelitian klinis internasional untuk terapi tambahan pada pasien dewasa dan remaja dengan asma yang belum terkontrol. Site selection visit dilakukan untuk mengevaluasi berbagai aspek, mulai dari kesiapan fasilitas, sumber daya manusia, sistem penelitian, hingga dukungan layanan terhadap pelaksanaan uji klinis sesuai standar internasional.
Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada RSUP Dr. M. Djamil untuk mengikuti proses seleksi tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada RSUP Dr. M. Djamil untuk mengikuti site selection visit ini. Kami berharap RSUP Dr. M. Djamil dapat terpilih sebagai salah satu site penelitian sehingga dapat berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan pelayanan kesehatan, khususnya dalam penanganan asma yang belum terkontrol,” ujar dr. Maliana.
Turut hadir Wina Susana selaku Clinical Monitor dari IQVIA, PIC penelitian Dr. dr. Masrul Basyar, Sp.P(K), FISR, FAPSR bersama tim penelitian, Ketua Clinical Research Unit (CRU) dr. Zulda Musyarifah, Sp.PA, Subsp. H.L.E (K), FIAC, IFCAP beserta jajaran.
Menurutnya, keterlibatan dalam penelitian multicenter internasional tidak hanya menjadi bentuk pengakuan terhadap kapasitas rumah sakit. “Tetapi juga membuka peluang bagi tenaga kesehatan untuk terus meningkatkan kompetensi dalam bidang riset klinis,” sebutnya.
Ia menilai, kolaborasi dengan lembaga penelitian global akan memberikan pengalaman berharga dalam penerapan standar penelitian internasional di lingkungan rumah sakit. “RSUP Dr. M. Djamil terus berupaya memperkuat budaya riset dan inovasi di lingkungan pelayanan kesehatan. Kami ingin menghadirkan layanan berbasis evidence based medicine melalui dukungan penelitian yang berkualitas dan berkelanjutan,” katanya.
dr. Maliana juga menegaskan dukungan manajemen rumah sakit terhadap pengembangan penelitian akan terus diperkuat, baik dari sisi fasilitas, regulasi, maupun pengembangan sumber daya manusia. Penelitian klinis ini menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan mutu layanan sekaligus memberikan akses terhadap terapi-terapi terbaru bagi masyarakat. “Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas di masa mendatang. Dengan keterlibatan dalam penelitian internasional, RSUP Dr. M. Djamil dapat semakin berkontribusi dalam pengembangan ilmu kedokteran dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia,” tambahnya.
Proses site selection visit berlangsung dengan peninjauan berbagai fasilitas penunjang penelitian, diskusi teknis terkait pelaksanaan studi, serta evaluasi terhadap kesiapan tim peneliti dan infrastruktur rumah sakit. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperlihatkan kapasitas RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit pendidikan dan penelitian yang terus berkembang dalam mendukung penelitian klinis berstandar internasional.(*)