RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan dan psikologis pasien. Sebagai rumah sakit di bawah naungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, berbagai inovasi pelayanan terus dihadirkan guna memberikan pengalaman perawatan yang lebih bermakna bagi setiap pasien dan keluarga. Salah satu inovasi terbaru diwujudkan oleh Unit Kemoterapi pada Instalasi Diagnostik Terpadu, yang menggelar prosesi wisuda bagi pasien pasca-menyelesaikan seluruh rangkaian terapi kemoterapi.
Kegiatan yang berlangsung penuh haru tersebut menjadi simbol apresiasi atas perjuangan panjang para pasien dalam menghadapi proses pengobatan kanker yang tidak mudah. Dalam suasana hangat dan emosional, dua pasien yang telah dinyatakan menyelesaikan program kemoterapi mengikuti prosesi wisuda sederhana. Mereka menerima penghormatan dari para tenaga kesehatan yang selama ini mendampingi perjalanan terapi, sekaligus menerima setangkai bunga sebagai simbol harapan, kekuatan, dan awal baru menuju kehidupan yang lebih sehat.
Momen tersebut tidak hanya menghadirkan kebahagiaan bagi para wisudawan, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi pasien lain yang masih berjuang menjalani proses terapi. Suasana haru begitu terasa ketika pasien, keluarga, serta tenaga kesehatan saling memberikan pelukan, doa, dan ucapan selamat. Bagi sebagian pasien, perjalanan kemoterapi bukan hanya perjuangan fisik, melainkan juga perjuangan mental, emosional, hingga sosial yang membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Melalui program wisuda ini, pihak rumah sakit ingin memastikan bahwa setiap perjuangan pasien dihargai dan dirayakan sebagai sebuah pencapaian besar.
Kepala Instalasi Diagnostik Terpadu, dr. Vesri Yoga, Sp.PD, K-GEH, MARS, FINASIM, mengatakan bahwa inovasi ini merupakan bentuk pelayanan yang berpusat pada pasien (patient-centered care). Dalam prinsip ini, proses penyembuhan tidak hanya diukur dari keberhasilan terapi secara klinis, melainkan juga dari bagaimana pasien merasa dihargai, didukung, dan dimanusiakan selama menjalani pengobatan.
“Setiap pasien yang menyelesaikan kemoterapi telah melalui perjuangan yang luar biasa. Mereka bukan hanya menjalani terapi medis, tetapi juga melawan rasa takut, rasa lelah, dan berbagai tantangan selama proses pengobatan. Karena itu, kami ingin menghadirkan sebuah momen spesial sebagai bentuk penghargaan atas keteguhan dan semangat mereka. Setangkai bunga yang kami berikan adalah simbol bahwa harapan selalu tumbuh setelah perjuangan,” ujar dr. Vesri Yoga.
Ia menambahkan, inovasi pelayanan seperti ini sejalan dengan transformasi pelayanan kesehatan yang terus dikembangkan oleh RSUP Dr. M. Djamil, yakni menghadirkan layanan yang unggul secara klinis sekaligus humanis dalam pendekatan kepada pasien. “Keberhasilan pengobatan bukan hanya tentang selesainya tindakan medis, tetapi juga bagaimana pasien dapat kembali menjalani hidup dengan optimisme, kepercayaan diri, dan kualitas hidup yang lebih baik,” tuturnya.
Salah seorang pasien, Nurul Azani, turut membagikan kisahnya. Ia menceritakan rangkaian kemoterapinya dimulai sejak Januari 2026 hingga memasuki siklus keenam. “Menjalani kemoterapi pasti ada rasa sedihnya, tetapi kita harus tetap semangat. Perawat kemoterapi di sini baik-baik, kalau ada apa-apa langsung cepat ditangani. Terima kasih kepada perawat RSUP Dr. M. Djamil yang sudah merawat kami dengan sangat baik. Banyak sekali yang memberikan semangat di sini,” ungkap Nurul. (*)