RSUP Dr. M. Djamil Komit Tingkatkan Kesadaran Masyarakat tentang Bahaya Preeklampsia

Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, RSUP Dr. M. Djamil terus menghadirkan edukasi kesehatan yang informatif dan mudah dipahami bagi masyarakat. Pada Jumat (22/5), rumah sakit di bawah naungan Kementerian Kesehatan RI ini melalui Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan bersama Departemen Ibu dan Anak memperingati Hari Preeklampsia Sedunia melalui kegiatan edukasi kesehatan di Poliklinik Kebidanan Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan.

Kegiatan edukasi tersebut menghadirkan narasumber dokter spesialis obstetri dan ginekologi konsultan fetomaternal, Dr. dr. Roza Sriyanti, Sp.OG, Subsp K.Fm, didampingi PPDS Obstetri dan Ginekologi dr. Ghina Harisa Amalia. Dalam pemaparannya bertajuk “Preeklampsia: Kenali Tanda Bahaya, Lindungi Ibu dan Bayi”, keduanya mengajak masyarakat, khususnya ibu hamil, untuk lebih memahami bahaya preeklampsia serta pentingnya deteksi dini selama kehamilan.

PPDS Obstetri dan Ginekologi dr. Ghina Harisa Amalia menjelaskan preeklampsia merupakan komplikasi kehamilan serius yang muncul setelah usia kehamilan 20 minggu, ditandai dengan tekanan darah tinggi atau hipertensi dan sering kali disertai protein berlebih dalam urin atau proteinuria. Kondisi tersebut dapat memengaruhi berbagai organ vital ibu, seperti ginjal, hati, dan otak sehingga membutuhkan perhatian serta penanganan medis segera.

“Preeklampsia bukan kondisi yang boleh dianggap sepele. Penyakit ini menjadi salah satu penyebab utama kematian ibu dan dapat menimbulkan komplikasi serius yang berpotensi fatal bagi ibu maupun bayi apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat,” ujar dr. Ghina.

Ia juga menjelaskan sejumlah tanda bahaya preeklampsia yang perlu diwaspadai oleh ibu hamil. Antara lain sakit kepala hebat, gangguan penglihatan, sesak napas, mual dan muntah yang muncul mendadak, serta nyeri pada perut bagian atas. Selain itu, terdapat tanda lain yang tidak boleh diabaikan seperti pembengkakan secara tiba-tiba, kenaikan berat badan drastis, serta tekanan darah mencapai atau melebihi 140/90 mmHg.

Menurutnya, terdapat beberapa kelompok ibu hamil yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami preeklampsia. Di antaranya kehamilan pertama, ibu hamil dengan usia terlalu muda atau terlalu tua, memiliki riwayat keluarga dengan preeklampsia, kehamilan kembar, hingga ibu dengan penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Ghina menegaskan pemeriksaan kehamilan rutin menjadi kunci utama dalam mendeteksi preeklampsia sedini mungkin. Deteksi dini hanya dapat dilakukan melalui pemeriksaan kehamilan yang teratur bersama tenaga kesehatan terpercaya.

“Pemeriksaan rutin sangat penting karena preeklampsia kadang muncul tanpa gejala yang jelas di awal. Dengan kontrol kehamilan yang teratur, kondisi ibu dan bayi dapat dipantau sehingga risiko komplikasi dapat dicegah lebih dini,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menerapkan langkah pencegahan sederhana namun penting, seperti rutin memeriksakan kehamilan, mewaspadai gejala yang muncul, serta menjalani pola hidup sehat selama masa kehamilan. Pemeriksaan kehamilan minimal enam kali selama masa kehamilan juga menjadi salah satu upaya penting dalam menjaga kesehatan ibu dan janin.

“Jangan lewatkan satu pun jadwal kontrol ke dokter atau bidan. Lindungi diri Anda dan si kecil dengan melakukan pemeriksaan secara rutin dan segera periksakan diri apabila merasakan tanda bahaya selama kehamilan,” ajaknya. (*)

Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45