Bimtek PPI dan PPRA, Langkah RSUP Dr. M. Djamil Tingkatkan Mutu Pelayanan dan Keselamatan Pasien

RSUP Dr. M. Djamil mengambil langkah strategis dalam meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien dengan menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) dan Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA). Kegiatan diharapkan dapat menjadi bekal bagi seluruh staf untuk mengimplementasikan praktik terbaik dalam pencegahan infeksi dan penggunaan resistensi antimikroba, demi terciptanya lingkungan rumah sakit yang aman bagi pasien dan tenaga kesehatan.

Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes saat memberikan sambutan menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai upaya rumah sakit dalam mengendalikan infeksi dan penggunaan antimikroba. “RSUP Dr. M. Djamil menjadi lokus kegiatan ini karena ini adalah hal yang sangat penting, baik untuk keselamatan pasien maupun untuk penggunaan resistensi antimikroba,” kata dr. Maliana di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Kamis (21/8).

Turut hadir Direktorat Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan, Wati Mekarsari, SKM, MKM, dr. Rizki Rahayu, Ns. Gortap Sitohang, S.Kep, MPH, Ketua Komite PPI dr. Roslaily Rasyid, M.Biomed beserta staf, Ketua Komite PRA dr. Fadrian, Sp.PD, KPTI dan staf.

Ia menambahkan dampak dari PPI dan PPRA tidak hanya sebatas keselamatan pasien, tetapi juga sangat berkaitan dengan efisiensi dan biaya operasional rumah sakit. “Kami berharap, selama mengikuti bimbingan teknis ini, ada hal-hal yang bisa kita perbaiki untuk pengendalian infeksi maupun pemantauan dan pengawasan terhadap penggunaan resistensi antimikroba. Hal ini menunjukkan komitmen RSUP M Djamil dalam menyediakan layanan kesehatan yang optimal dan bertanggung jawab,” harapnya.

Mewakili Direktur Mutu Pelayanan Direktorat Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan, Wati Mekarsari, SKM, MKM, mengharapkan RSUP Dr. M. Djamil sebagai salah satu rumah sakit rujukan di Sumatera Barat memiliki peran penting dalam mengendalikan resistensi antimikroba dan mencegah infeksi nosokomial. “Kita harus terus meningkatkan kemampuan dan pengetahuan staf dalam mengolah program pencegahan dan pengendalian infeksi dan pengendalian resistensi antimikroba di rumah sakit,” tukasnya. (*)

Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45