RSUP Dr. M. Djamil saat ini merawat dua pasien korban kecelakaan antara kereta api dan mobil minibus di kawasan Parak Salai, Jati, Kota Padang. Insiden yang terjadi pada Kamis (21/8) ini menyebabkan dua korban meninggal dunia, sementara lima lainnya mendapatkan perawatan intensif. Dari lima korban itu, dua di antaranya kini dirawat intensif di RSUP Dr. M. Djamil.
Kedua pasien yang dirawat diketahui bernama Vivie Dwi Zeltrian (16) dan Adisti Faras (17). Vivie kini berada di Ruang Rawat Tulip 1, sementara Adisti dirawat di Ruang Rawat Tulip 2. Kedua korban dilaporkan dalam kondisi sadar dan menjalani perawatan intensif.
“RSUP Dr. M. Djamil telah menerima dan merawat kedua korban kecelakaan tersebut. Keduanya sudah mendapatkan penanganan dan saat ini dalam kondisi sadar,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.
Ia menyatakan pihak rumah sakit berkomitmen untuk memberikan perawatan terbaik dan seoptimal mungkin bagi kedua korban. “Kami memiliki tugas untuk merawat kedua pasien ini. Kami akan mengawal seluruh proses perawatan mereka dan akan terus memberikan pembaruan tentang perkembangan kondisi keduanya,” tegas Dirut.
Untuk memastikan penanganan yang lebih terkontrol dan terencana, sebutnnya, RSUP Dr. M. Djamil juga akan membentuk tim multidisiplin. “Tim ini akan bekerja sama secara terpadu untuk menangani segala kebutuhan medis kedua pasien dan memastikan proses pemulihan berjalan optimal,” harapnya.
Pada kesempatan terpisah, kedua pasien juga mendapat kunjungan dari Anggota DPR RI, Andre Rosiade, bersama dengan Direktur Keselamatan dan Keamanan PT Kereta Api Indonesia (KAI), Dadan Rudiansyah, Jumat (22/8). Kedatangan rombongan ini didampingi manajemen RSUP Dr. M. Djamil.
Menurut Dirut, kehadiran mereka menunjukkan respons dan kepedulian yang luar biasa dari pihak DPR dan PT KAI terhadap para korban. “Ini menandakan bahwa respons dari Anggota DPR dan PT KAI sangat luar biasa. Pihak rumah sakit akan terus memantau kondisi kedua pasien secara ketat, dengan harapan mereka bisa segera pulih dan kembali beraktivitas normal,” tukas Dirut. (*)