RSUP Dr. M. Djamil terus memperkuat komitmennya dalam pengembangan layanan kesehatan berbasis inovasi dan kolaborasi strategis. Pada Rabu (15/4), Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua melakukan kunjungan kerja ke RSAB Harapan Kita sebagai bagian dari upaya mempererat sinergi antar institusi sekaligus meninjau perkembangan penelitian panel respiratorius yang tengah berjalan. Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum penting dalam mendorong percepatan riset bersama di bidang diagnostik penyakit infeksi.
Diketahui sebelumnya, RSUP Dr. M. Djamil bersama RSAB Harapan Kita serta Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas telah menandatangani kerja sama dalam pengembangan diagnostik viral pneumonia berbasis asam nukleat. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat kemandirian produk diagnostik dalam negeri yang akurat, cepat, dan terjangkau bagi masyarakat luas.
Kedatangan Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil didampingi Ketua Komite PPPI PRA, Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc disambut oleh Direktur Layanan Operasional RSAB Harapan Kita Jakarta, dr. Kamal Amiruddin, MARS di RSAB Harapan Kita Jakarta. Pertemuan berlangsung dalam penuh semangat kolaboratif, mencerminkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan berbasis riset.
Dalam kesempatan tersebut, Dovy Djanas menegaskan pengembangan diagnostik viral pneumonia berbasis asam nukleat menjadi langkah strategis dalam menghadapi tantangan penyakit infeksi yang semakin kompleks. “Pendekatan berbasis asam nukleat memungkinkan kita mendeteksi patogen secara lebih cepat dan spesifik, sehingga keputusan klinis dapat diambil dengan lebih tepat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan penguatan panel respiratorius melalui teknologi ini akan memberikan dampak signifikan terhadap kualitas pelayanan pasien, terutama pada kasus-kasus infeksi saluran pernapasan yang membutuhkan penanganan segera. “Kami ingin memastikan pasien mendapatkan diagnosis yang presisi dalam waktu singkat, sehingga terapi yang diberikan benar-benar sesuai dengan penyebab penyakitnya,” kata Dovy Djanas.
Dovy Djanas menekankan pentingnya kolaborasi lintas institusi dalam mewujudkan kemandirian teknologi kesehatan di dalam negeri. Kerja sama antara RSUP Dr. M. Djamil, RSAB Harapan Kita, dan Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas merupakan bentuk nyata sinergi nasional dalam menghasilkan inovasi yang berdampak luas. “Harapan kami, pengembangan ini tidak hanya berhenti pada penelitian, tetapi benar-benar menjadi produk diagnostik yang dapat digunakan secara luas dengan biaya yang lebih terjangkau bagi masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Layanan Operasional RSAB Harapan Kita Jakarta, dr. Kamal Amiruddin, MARS menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada RSAB Harapan Kita sebagai salah satu mitra dalam pengembangan diagnostik viral pneumonia berbasis asam nukleat. “Kerja sama ini merupakan langkah penting dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih bermutu dan presisi bagi masyarakat Indonesia. Melalui kolaborasi ini diharapkan dapat dihasilkan inovasi diagnostik dengan biaya yang lebih bersahabat tanpa mengurangi kualitas layanan,” harapnya.
Ia mengatakan kepercayaan ini menjadi kehormatan bagi RSAB Harapan Kita. InshaAllah, kolaborasi ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Indonesia melalui layanan yang lebih akurat, presisi, dan terjangkau. “Kami juga berharap agar sinergi yang telah terjalin tidak berhenti pada program ini saja, melainkan dapat terus berkembang ke berbagai bidang lainnya yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Dan RSAB Harapan Kita yang memiliki fokus pada pelayanan ibu dan anak sangat terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi yang dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan tersebut,” tukasnya.(*)