Momentum Hari Kebangkitan Nasional ke-118 menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga semangat persatuan, kemandirian, dan gotong royong dalam membangun Indonesia yang lebih maju. Semangat tersebut turut digaungkan oleh RSUP Dr. M. Djamil melalui pelaksanaan upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang digelar di pelataran parkir Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan pada Rabu (20/5).
Upacara berlangsung khidmat dan diikuti oleh jajaran manajemen serta civitas hospitalia rumah sakit milik Kementerian Kesehatan RI tersebut. Bertindak sebagai inspektur upacara yakni Direktur Medik dan Keperawatan, dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K). Turut hadir Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, beserta jajaran pegawai di lingkungan rumah sakit.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K) membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Digital RI yang menegaskan tema peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun 2026 adalah “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Tema tersebut merepresentasikan semangat menjaga Ibu Pertiwi oleh seluruh elemen bangsa untuk bergerak maju bersama melalui perlindungan terhadap generasi penerus bangsa.
“Tema ini juga menegaskan pentingnya kemandirian sebagai negara yang berdaulat. Sebagaimana amanat para pendiri bangsa, kemajuan sebuah negara tidak ditentukan oleh bantuan pihak lain, melainkan oleh keteguhan hati rakyatnya untuk bersatu dalam satu visi besar,” ujar Dr. dr. Bestari saat membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Digital RI.
Ia menyampaikan, peringatan Hari Kebangkitan Nasional menjadi momentum untuk kembali meneguhkan arah perjalanan bangsa dengan menempatkan Asta Cita sebagai kompas utama pembangunan nasional. Delapan misi besar tersebut diharapkan mampu menghadirkan perubahan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dalam berbagai sektor kehidupan, termasuk pelayanan kesehatan.
Dalam amanat tersebut juga ditegaskan Hari Kebangkitan Nasional 2026 harus menjadi panggilan bagi seluruh elemen masyarakat, mulai dari akademisi, praktisi, hingga generasi muda, untuk kembali menyalakan api perjuangan “Boedi Oetomo” dalam setiap lini kehidupan.
“Momentum ini harus menjadi penguat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, dan memastikan setiap langkah pembangunan senantiasa berorientasi pada kemajuan bersama. Kebangkitan nasional adalah milik kita semua; bermula dari kesadaran individu yang terakumulasi secara kolektif, dan berujung pada kejayaan bangsa di kancah dunia,” lanjutnya.
Pelaksanaan upacara di lingkungan RSUP Dr. M. Djamil ini juga menjadi bentuk komitmen rumah sakit dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme, integritas, dan semangat pengabdian kepada seluruh pegawai. “Sebagai rumah sakit rujukan nasional, RSUP Dr. M. Djamil terus mendorong transformasi layanan kesehatan yang tidak hanya berorientasi pada mutu pelayanan, tetapi juga pada penguatan karakter dan semangat kebangsaan di lingkungan kerja,” tukas Dr. dr. Bestari.(*)