Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung ketersediaan darah yang aman dan berkualitas bagi masyarakat, RS M. Djamil menggelar aksi donor darah dalam rangka memperingati World Blood Donor Day 2026 di Unit Pengelola Darah Rumah Sakit (UPDRS), Senin (15/6). Aksi donor darah ini menjadi salah satu upaya nyata rumah sakit Kementerian Kesehatan tersebut dalam menjaga keberlanjutan stok darah yang sangat dibutuhkan untuk pelayanan kesehatan.
Kepala Instalasi Laboratorium Sentral RS M. Djamil, dr. Yoshie Anto Chicamy, Sp.PK, mengatakan kegiatan donor darah ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah secara sukarela dan berkelanjutan.
“Melalui peringatan World Blood Donor Day ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk menjadikan donor darah sebagai gaya hidup sehat sekaligus bentuk kepedulian terhadap sesama. Setetes darah yang didonorkan dapat memberikan harapan dan kesempatan hidup bagi pasien yang membutuhkan,” ujar dr. Yoshie.
Ia menambahkan kebutuhan darah di rumah sakit terus berlangsung setiap hari sehingga dukungan dari para pendonor sukarela sangat diperlukan. “Bertujuan untuk memastikan pelayanan kesehatan kepada pasien dapat berjalan optimal,” sebutnya.
Para pendonor yang berpartisipasi dalam kegiatan ini juga mendapatkan pengganti nutrisi sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian mereka. Tidak hanya itu, panitia juga menyediakan berbagai doorprize menarik untuk menambah semangat masyarakat dalam berpartisipasi mendonorkan darah.
Sementara itu, Kepala UPDRS RS M. Djamil, Dr. dr. Zelly Dia Rofinda, Sp.PK, Subsp.B.D.K.T(K), Subsp.H.K(K), menjelaskan donor darah memberikan manfaat yang sangat besar, baik bagi penerima maupun pendonornya. Bagi pasien, transfusi darah merupakan komponen penting yang sering kali menentukan keberhasilan penanganan medis, terutama pada kasus-kasus kegawatdaruratan, tindakan operasi besar, perdarahan, hingga berbagai penyakit kronis yang membutuhkan transfusi secara rutin.
“Bagi pasien, darah yang didonorkan dapat menjadi penyelamat nyawa dan mendukung proses pengobatan yang sedang dijalani. Karena itu, ketersediaan stok darah yang cukup dan aman menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda,” katanya.
Dr. Zelly menjelaskan manfaat donor darah juga dirasakan langsung oleh para pendonor. Selain membantu sesama, donor darah secara rutin dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan tubuh.
“Sementara bagi pendonor, melakukan donor darah secara rutin dapat membantu menjaga kesehatan jantung, merangsang produksi sel darah baru, serta mendeteksi dini potensi penyakit tertentu melalui pemeriksaan awal sebelum mendonor,” tuturnya.
Ia berharap momentum World Blood Donor Day dapat menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa donor darah merupakan tindakan kemanusiaan yang sederhana namun memiliki dampak yang sangat besar bagi kehidupan orang lain. “Dengan semakin banyaknya pendonor sukarela yang berpartisipasi secara rutin, kebutuhan darah bagi pasien di rumah sakit dapat terpenuhi dengan lebih baik,” harapnya.(*)