Sharing Session Bersama BPK RI Bahas Tuntas Tata Kelola Keuangan RSUP Dr. M. Djamil

RSUP Dr. M. Djamil terus berkomitmen memperkuat integritas dan kualitas tata kelola institusinya melalui sinergi strategis bersama lembaga pengawas negara. Pada hari Jumat (13/2), rumah sakit di bawah naungan Kementerian Kesehatan ini menggelar sharing session sekaligus exit meeting yang menghadirkan auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Aulia Rachmat, SE, AK, MS.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Direksi tersebut menjadi momentum bagi jajaran manajemen untuk membedah lebih dalam tentang transparansi dan efisiensi operasional rumah sakit dalam menghadapi tantangan pelayanan kesehatan modern.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menegaskan kehadiran auditor BPK RI di tengah-tengah jajaran direksi dan manajemen merupakan sebuah kesempatan emas yang tidak boleh disia-siakan.

“Proses audit dan pendampingan ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan instrumen penting untuk memastikan bahwa setiap gerak langkah rumah sakit selaras dengan prinsip akuntabilitas publik,” tuturnya.

Dovy menyampaikan masukan yang diberikan oleh Aulia Rachmat bernilai dalam membantu RSUP Dr. M. Djamil memetakan potensi risiko serta mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki guna memberikan dampak seluas-luasnya bagi masyarakat.

Fokus utama dalam diskusi ini mencakup beberapa pilar strategis. Di antaranya pembenahan tata kelola keuangan yang lebih rigid dan profesional. Manajemen menyadari bahwa sebagai rumah sakit rujukan utama, kesehatan finansial institusi menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan layanan. Selain itu, pertemuan ini juga membahas tentang implementasi masterplan pengembangan rumah sakit yang telah disusun.

“Penyelarasan rencana induk pembangunan dengan standar kepatuhan keuangan diharapkan dapat mempercepat transformasi infrastruktur dan fasilitas medis tanpa mengabaikan aspek legalitas serta efektivitas anggaran,” ungkap Dirut.

Tak kalah penting, membahas penguatan layanan Non-Jaminan Kesehatan Nasional (Non-JKN) juga menjadi sorotan dalam sesi berbagi tersebut. RSUP Dr. M. Djamil berupaya menyeimbangkan peran sosialnya dengan pengembangan layanan unggulan yang kompetitif agar mampu bersaing di pasar kesehatan global.

“Melalui arahan dari auditor BPK, rumah sakit berharap dapat menyusun skema layanan mandiri yang transparan dan kompetitif sehingga mampu meningkatkan pendapatan negara bukan pajak secara sehat. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi RSUP Dr. M. Djamil sebagai pusat kesehatan yang tidak hanya unggul dalam pelayanan medis, tetapi juga menjadi contoh dalam tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel,” tegas Dovy. (*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil Dorong KKPRI Jadi Pilar Ekonomi Tangguh

Manajemen RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung kesejahteraan pegawai melalui penguatan peran koperasi di lingkungan rumah sakit. Hal ini ditegaskan dalam pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 yang digelar oleh Koperasi Konsumen Pegawai Republik Indonesia (KKPRI) RSUP Dr. M. Djamil pada Jumat (13/2). Bertempat di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, RAT ini menjadi momentum untuk mensinergikan visi pembangunan rumah sakit dengan kesejahteraan kolektif seluruh anggotanya.

“Pelaksanaan RAT ini memiliki urgensi yang sangat tinggi bagi keberlangsungan organisasi. Selain berfungsi sebagai wadah evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pengurus selama setahun terakhir, forum ini juga dirancang untuk memetakan langkah strategis yang harus diambil menyongsong tahun 2026,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil sekaligus Pembina KKPRI, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Tampak hadir jajaran direksi dan manajemen RSUP Dr. M. Djamil, Ketua Pusat Koperasi Pegawai RI (PKPRI) Sumatera Barat, Hadi Suryadi, dan Pejabat Pengawas Koperasi dan UMKM Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang, Apriandi, S.Kom, Ketua KKPRI RSUP Dr. M. Djamil, Ns. Ema Julita, S.Kep, MARS, FISQua.

Pada kesempatan itu, Pejabat Pengawas Koperasi dan UMKM Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang, Apriandi, S.Kom menyerahkan piagam penghargaan kepada KKPRI RSUP Dr. M. Djamil atas Komitmen dam Konsisten Melaksanakan RAT ke Pembina KKPRI, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua. Dan Sertifikat KKPRI RSUP Dr. M. Djamil Dinilai Cukup Sehat ke Ketua KKPRI RSUP Dr. M. Djamil, Ns. Ema Julita, S.Kep, MARS, FISQua.

Ia mengatakan inovasi layanan dan penguatan unit usaha harus menjadi prioritas utama guna menghadapi tantangan ekonomi di masa depan. Masukan dari para anggota menjadi poin penting yang dicatat oleh pengurus untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil tetap berpihak pada kepentingan bersama.

“Sinergi antara manajemen rumah sakit dan pengurus koperasi diharapkan terus terjaga agar KKPRI tidak hanya sekadar menjadi penyedia layanan simpan pinjam, namun menjadi pilar ekonomi yang tangguh bagi seluruh civitas hospitalia,” ucapnya.

Dovy berharap melalui proses diskusi dan penerimaan masukan dari anggota secara langsung, KKPRI RSUP Dr. M. Djamil dapat bertransformasi menjadi salah satu koperasi terbaik yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. “Semboyan bahwa kemajuan koperasi akan berbanding lurus dengan kemajuan RSUP Dr. M. Djamil secara keseluruhan,” tuturnya.

Pejabat Pengawas Koperasi dan UMKM Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang, Apriandi, S.Kom, dalam sambutannya memberikan apresiasi atas kedisiplinan KKPRI RSUP Dr. M. Djamil dalam menjalankan tata kelola organisasi yang sehat.

“Penyerahan piagam penghargaan dan sertifikat predikat ‘Cukup Sehat’ hari ini bukanlah sekadar formalitas. Ini adalah bukti nyata bahwa KKPRI RSUP Dr. M. Djamil memiliki komitmen tinggi terhadap transparansi dan akuntabilitas. Melaksanakan RAT tepat waktu di awal tahun adalah indikator utama bahwa koperasi ini dikelola oleh pengurus yang profesional dan berorientasi pada kepentingan anggota,” ujar Apriandi.

Ia juga menekankan pentingnya koperasi untuk terus bertransformasi di era digital agar tetap relevan dengan kebutuhan anggota yang semakin dinamis. “Kami berharap KKPRI tidak cepat berpuas diri. Predikat sehat yang diraih harus dipertahankan dengan terus memperkuat sistem pengendalian internal dan inovasi layanan. Koperasi yang kuat adalah koperasi yang mampu menyeimbangkan antara fungsi sosial dan fungsi bisnis secara berkelanjutan,” tambahnya.(*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil Minta Kualitas Ibadah Ramadan Harus Berbanding Lurus dengan Pelayanan Pasien

Menjelang bulan suci Ramadan 1447 H, RSUP Dr. M. Djamil  melaksanakan kegiatan wirid mingguan di Masjid As-Syifayang berlangsung  pada Jumat (13/2). Kegiatan ini menghadirkan Ustadz Kamrizal, Lc, MA sebagai penceramah.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, dalam sambutannya mengajak seluruh civitas hospitalia untuk menjadikan bulan suci ini sebagai wadah implementasi dalam meningkatkan amalan ibadah serta memperkuat komitmen untuk terus memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat. “Kualitas ibadah seseorang seharusnya berbanding lurus dengan kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien di rumah sakit,” ungkap Dirut.

Atas nama jajaran direksi dan seluruh civitas hospitalia, Dirut  juga menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa kepada seluruh pegawai. “Kami berharap agar seluruh rangkaian ibadah yang dilakukan selama sebulan penuh nantinya dapat membawa setiap individu meraih derajat taqwa yang sesungguhnya. Semangat spiritual ini diharapkan menjadi energi positif bagi manajemen dan tenaga medis dalam menjalankan tugas kemanusiaan mereka,” ucapnya.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Kamrizal, Lc, MA mengingatkan ibadah puasa merupakan kewajiban utama yang tidak boleh diabaikan. Meski secara lahiriah inti puasa adalah menahan diri dari makan dan minum, namun fokus utama seorang muslim harus jauh lebih dalam dari sekadar menahan lapar. “Kepada seluruh pegawai RSUP Dr. M. Djamil menjaga kualitas puasanya agar tidak gagal dan hanya mendapatkan rasa haus semata tanpa nilai pahala di sisi Allah SWT,” ucapnya.

Kegiatan wirid mingguan ini ditutup dengan momen penuh haru saat jajaran direksi, manajemen, serta seluruh civitas hospitalia saling bersalaman dan bermaaf-maafan. Tradisi saling memaafkan ini menjadi simbol pembersihan hati dan jiwa sebelum memasuki bulan Ramadan, sehingga seluruh pegawai dapat melayani pasien dengan hati yang tulus, bersih, dan penuh semangat kebersamaan.(*)

Siapkan Diri Sambut Ramadan 1447 H, DWP RSUP Dr. M. Djamil Gelar Kajian Islami

Mengawali langkah di tahun 2026 dengan semangat kebersamaan, Dharma Wanita Persatuan (DWP) RSUP Dr. M. Djamil menggelar pertemuan perdana yang berlangsung  di Ruang Rapat Direksi pada Kamis (12/2). Pertemuan ini menjadi momentum spesial karena tidak hanya sekadar ajang silaturahmi rutin dan arisan bulanan, tetapi juga dirangkaikan dengan menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah yang tinggal menghitung hari.

Ketua DWP RSUP Dr. M. Djamil, Ny. Winanda Dovy, dalam sambutannya menyampaikan pertemuan ini memiliki makna yang mendalam bagi organisasi. “Melalui forum seperti inilah koordinasi dan soliditas antar pengurus serta anggota dapat terus terjaga, sekaligus menjadi wadah untuk saling mendukung dalam menjalankan peran sebagai pendamping abdi negara di lingkungan rumah sakit,” ucapnya.

Ny. Winanda Dovy juga mengungkapkan rasa syukurnya karena DWP RSUP Dr. M. Djamil dapat kembali berkumpul dalam keadaan sehat untuk merencanakan berbagai agenda positif ke depan. “Pertemuan perdana di tahun 2026 ini sengaja dikemas dengan nuansa religi agar setiap anggota memiliki kesiapan mental dan spiritual yang matang sebelum memasuki bulan puasa. Kami berharap semangat yang terpancar dari pertemuan ini dapat membawa dampak positif bagi keharmonisan keluarga besar RSUP Dr. M. Djamil secara keseluruhan,” tutur Ny. Winanda Dovy.

Puncak dari acara ini adalah penyampaian kajian islami yang menghadirkan Ustadz H. Zulkarim Harahap, Lc., MA. Dalam tausiyahnya, Ustadz Zulkarim memaparkan adab dan amalan utama daam menyambut bulan Ramadan. Ia mengingatkan pengurus dan anggota DWP akan pentingnya membersihkan hati dan menata niat agar ibadah puasa yang dijalankan nanti tidak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga. “Tetapi benar-benar menjadi sarana transformasi diri menuju ketakwaan yang lebih tinggi,” tuturnya.

Ditutup dengan sesi arisan dan ramah tamah yang memperkuat kedekatan antar anggota. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen DWP RSUP Dr. M. Djamil dalam menyeimbangkan antara tanggung jawab organisasi, peran sosial, dan pembinaan karakter religius bagi seluruh anggotanya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Gandeng Kajati Sumbar Sosialisasikan Tata Kelola Pengadaan yang Bersih

RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit di bawah naungan Kementerian Kesehatan berkomitmen dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan transparan. Langkah nyata ini diwujudkan melalui gelaran Sosialisasi Penguatan Tata Kelola Pengadaan Barang dan Jasa serta Pengendalian Gratifikasi di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat, pada Kamis (12/2).

Sosialisasi ini menghadirkan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, Muhibuddin, SH, MH, sebagai narasumber guna memberikan penguatan dari perspektif hukum bagi jajaran direksi, manajemen, serta para direktur rumah sakit daerah se-Sumatera Barat yang turut hadir.

“Meskipun rumah sakit diberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan, hal tersebut bukanlah lampu hijau untuk melonggarkan aturan yang berlaku. Sebaliknya,  merupakan bentuk kepercayaan negara agar institusi mampu bergerak cepat memenuhi kebutuhan medis tanpa sedikit pun meninggalkan prinsip kehati-hatian,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, dalam sambutannya.

Ia menegaskan di sinilah integritas menjadi fondasi utama, karena tanpa integritas yang kokoh, sistem terbaik sekalipun tetap memiliki celah untuk disalahgunakan. Pada akhirnya hanya akan menjadikan pelayanan prima sebatas slogan tanpa makna.

“Penerapan prinsip pengadaan barang dan jasa yang kredibel harus dimulai dari perencanaan yang matang dan objektif. Setiap unit kerja di lingkungan rumah sakit wajib menyusun rencana kebutuhan tahunan berbasis data yang mempertimbangkan kesinambungan layanan bagi masyarakat,” ucap Dirut.

Ia mengatakan perencanaan yang baik diyakini dapat meminimalkan kondisi darurat yang sering kali menjadi pintu masuk bagi risiko hukum. “Setiap proses pelaksanaan pengadaan, baik melalui swakelola maupun penyedia, harus memiliki dokumentasi yang lengkap dan proses yang transparan agar setiap keputusan yang diambil dapat dipertanggungjawabkan secara jelas di hadapan hukum dan publik,” tuturnya.

Dovy mengatakan melalui momentum sosialisasi ini, diharapkan seluruh pimpinan rumah sakit, PPK, dan pejabat pengadaan memiliki pemahaman komprehensif dan keberanian untuk menjalankan tugasnya secara profesional. “Dengan sinergi ini, penguatan tata kelola diharapkan benar-benar menjadi budaya kerja nyata demi meningkatkan kinerja rumah sakit, menjaga martabat institusi, dan memastikan keselamatan pasien terlindungi di atas segalanya,” harap Dirut.

Dalam kesempatan yang sama, Kajati Sumbar Muhibuddin, SH, MH, memaparkan tentang berbagai problematika hukum yang sering menjerat pengelolaan rumah sakit pemerintah. Fokus bahasan mencakup isu perizinan, hak pasien, keselamatan kerja, hingga potensi tindak pidana dalam penyelenggaraan pelayanan, seperti penyimpangan pengelolaan keuangan negara dan manipulasi BPJS Kesehatan.

“Saya mengingatkan para direksi agar senantiasa memperhatikan kesejahteraan pengelola rumah sakit setelah mengalokasikan anggaran untuk layanan publik.  Mengabaikan kesejahteraan internal ibarat air yang merembes; jika terus ditutup-tupi tanpa solusi, potensi penyimpangan akan tetap muncul ke permukaan,” ungkap Kajati.

Muhibuddin menekankan agar manajemen rumah sakit sesering mungkin melakukan review atau evaluasi terhadap kebijakan dan peraturan internal yang berlaku. Hal ini menjadi krusial mengingat status Badan Layanan Umum (BLU) memberikan kebebasan yang besar bagi rumah sakit dalam mengelola keuangan secara mandiri.

“Kebebasan pengelolaan keuangan tersebut ibarat pisau bermata dua yang di satu sisi memberikan percepatan layanan, namun di sisi lain sangat rawan terhadap praktik fraud atau kecurangan jika tidak dibentengi dengan aturan internal yang ketat dan mutakhir. Review berkala diperlukan agar regulasi internal tetap relevan dan mampu menutup setiap celah penyimpangan yang mungkin muncul seiring dinamika operasional rumah sakit,” pinta Muhibuddin.

Selain itu, Kajati menegaskan setiap pejabat pengadaan hendaknya berpikir matang tentang dampak jangka panjang bagi institusi sebelum melakukan pengadaan barang dan jasa. “Jangan “mengada-adakan” kebutuhan. Selalu berpegang pada rencana yang sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan,” tegasnya.

Kajati Sumbar menegaskan keterbukaan institusinya untuk memberikan pengawalan dan pendampingan hukum secara resmi. “Kejaksaan siap menjadi mitra diskusi agar setiap langkah strategis yang diambil rumah sakit memiliki landasan hukum yang kuat dan bebas dari intervensi negatif,” tegas Kajati. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Siapkan Kantor Pusat Pengampuan Endolaparoskopi Nasional dan CPOB

Langkah strategis diambil oleh manajemen RSUP Dr. M. Djamil dalam memperkuat infrastruktur kesehatan nasional melalui alih fungsi gedung poliklinik lama. Pada Kamis (12/2), Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, memimpin kegiatan telusur ke area Poliklinik Neurologi lama guna memastikan kesiapan ruang yang nantinya akan disulap menjadi kantor Pengampuan Endolaparoskopi Nasional serta fasilitas Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).

Dalam peninjauan tersebut, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS didampingi Direktur Layanan Operasional, drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, beserta jajaran manajemen terkait. Kehadiran para pimpinan ini bertujuan untuk memetakan secara detail renovasi yang diperlukan agar ruangan tersebut memenuhi standar baik untuk koordinasi layanan medis tingkat nasional maupun untuk keperluan produksi farmasi yang tersertifikasi. Penataan ulang aset ini merupakan bagian dari transformasi rumah sakit dalam mengoptimalkan ruang guna mendukung layanan unggulan dan riset medis masa depan.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, mengatakan pengembangan area ini memiliki nilai strategis karena akan menjadi pusat kendali bagi pengampuan teknik bedah minimal invasif secara nasional. “Keberadaan kantor pengampuan ini diharapkan mampu menjamin distribusi ilmu dan standar layanan endolaparoskopi ke berbagai daerah. Di saat yang sama, penyediaan ruang untuk CPOB akan memperkuat kemandirian rumah sakit dalam mengelola produk obat yang aman, bermutu, dan sesuai dengan regulasi kesehatan yang berlaku,” ungkapnya.

Sepanjang kegiatan telusur, manajemen secara cermat memeriksa kelayakan struktur bangunan dan rencana aliran kerja di dalam ruangan tersebut. Dirut menekankan revitalisasi ini tidak hanya sekadar pemindahan fungsi administratif, melainkan sebuah upaya untuk menciptakan ekosistem pelayanan kesehatan yang lebih terintegrasi dan modern.

“Dengan langkah ini, RSUP Dr. M. Djamil semakin mengukuhkan perannya bukan hanya sebagai penyedia layanan kesehatan masyarakat, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan inovasi medis yang diperhitungkan di tingkat nasional,” tukasnya. (*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil Tegaskan Lulusan Spesialis Harus Kedepankan Etika dan Empati

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua menghadiri sekaligus memberikan sambutan dalam Yudisium Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand) Periode I Tahun 2026, Rabu (11/2). Di hadapan para lulusan yang memadati Aula Student Center Prof. dr. M. Syaaf, Kampus Jati, ia menegaskan peran para dokter baru tersebut sebagai jawaban atas kepercayaan besar masyarakat terhadap sistem rujukan medis di Sumatera Barat dan nasional.

Dalam arahannya, Dirut menginstruksikan agar setiap lulusan tidak hanya mengandalkan kemahiran klinis. Tetapi juga memegang teguh etika dan empati sebagai wajah baru pelayanan kesehatan masa depan.

“Sebagai rumah sakit pendidikan utama sekaligus pusat rujukan di regional, RSUP Dr. M. Djamil memegang dua amanah besar yang tidak terpisahkan. Yakni memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat dan memastikan proses pendidikan dokter berjalan dengan mutu akademik yang unggul,” tuturnya.

Ia menegaskan dalam fungsi sebagai teaching hospital, pihak manajemen berupaya menghadirkan lingkungan belajar yang kaya akan kasus, diskusi ilmiah yang hidup, serta penerapan praktik kedokteran berbasis bukti. “Para residen dipandang bukan sekadar peserta didik, melainkan mitra strategis dalam membangun budaya akademik, riset, dan peningkatan kualitas layanan di rumah sakit,” tegas Dirut.

Peran sebagai jejaring rujukan, sebutnya, menuntut kesiapan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi tinggi, respons cepat, serta kemampuan kolaborasi lintas disiplin. “Setelah menyandang gelar spesialis dan subspesialis, tanggung jawab profesional yang diemban akan semakin luas. Dokter masa kini dituntut untuk menjunjung tinggi etika, memiliki kepekaan sosial, serta mampu berkomunikasi dengan empati,” ucap Dovy.

Ia pun mendorong para lulusan untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat mengingat dunia kedokteran terus berkembang secara eksponensial. “Ke depan, masa depan RSUP Dr. M. Djamil sebagai teaching hospital akan sangat ditentukan oleh kekuatan riset para klinisinya. Rumah sakit menargetkan peningkatan kontribusi publikasi ilmiah pada jurnal bereputasi, lahirnya inovasi berbasis pelayanan, serta tumbuhnya kolaborasi riset multidisiplin dengan jejaring global,” harap Dirut.

Dovy juga menaruh perhatian besar pada distribusi dokter spesialis di daerah. “Dengan harapan semangat pengabdian para lulusan mampu menjangkau masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses layanan berkualitas di luar kota besar,” ucap Dovy.

Menambahkan hal tersebut, Dekan Fakultas Kedokteran Unand Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp. Onk (K), FACS, FFSTEd juga menyatakan kolaborasi erat antara FK Unand dan RSUP Dr. M. Djamil telah berhasil menciptakan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman. “Oleh karena itu, kami berharap para lulusan tidak hanya terampil dalam prosedur medis, tetapi juga mahir dalam kepemimpinan klinis dan manajemen pelayanan kesehatan, sehingga mampu menjadi motor penggerak perubahan di instansi tempat mereka mengabdi nantinya,” tukasnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Tegaskan Komitmen Dukung Regenerasi Tenaga Medis di Yudisium Dokter FK Unand

RSUP Dr. M. Djamil kembali mempertegas komitmennya dalam mendukung regenerasi tenaga medis berkualitas di Indonesia melalui peran aktif dalam proses pendidikan profesi dokter. Pada hari ini, Rabu (11/2), Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes, hadir secara langsung untuk memberikan sambutan dalam acara Yudisium Pendidikan Profesi Dokter Periode I Tahun 2026 Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Perhelatan yang berlangsung di Aula Student Center Prof. dr. M. Syaaf, Kampus Jati, Padang ini menjadi momentum bersejarah bagi 47 lulusan dokter baru yang telah berhasil menyelesaikan tahapan pendidikan profesi mereka.

Dalam suasana yang penuh haru tersebut, dr. Maliana yang mewakili manajemen RSUP Dr. M. Djamil menyampaikan apresiasi kepada para lulusan. “Gelar dokter yang kini disandang merupakan buah dari perjalanan panjang yang sarat dengan perjuangan, pengorbanan, serta ketekunan,” kata Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian ini.

Turut hadir Wakil Dekan dan manajemen FK Unand, Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Sumbar Rosmadeli dan orang tua lulusan. Pada kesempatan tersebut para lulusan membacakan sumpah dokter. Sekaligus penyerahan piagam penghargaan lulusan terbaik.

Namun, dr. Maliana mengingatkan yudisium dan pengambilan sumpah ini bukanlah titik akhir dari sebuah perjalanan, melainkan justru menjadi gerbang awal bagi tanggung jawab yang jauh lebih besar di tengah masyarakat. “Profesi dokter adalah panggilan mulia yang tidak hanya mengandalkan kecerdasan intelektual semata, tetapi juga menuntut integritas moral, empati, dan keikhlasan dalam memberikan pelayanan kepada sesama,” tuturnya.

 dr. Maliana memberikan penekanan sumpah tersebut bukanlah sekadar rangkaian kata formalitas, melainkan sebuah janji suci yang harus dijaga dan diimplementasikan sepanjang hayat. Di masa depan, para dokter ini akan berhadapan dengan berbagai tantangan yang kompleks, baik dari sisi klinis, pertimbangan etis, maupun dinamika sosial. “Di titik itulah, nilai-nilai profesionalisme, kemanusiaan, dan etika kedokteran akan benar-benar diuji. Kami berharap agar para lulusan baru ini mampu tumbuh menjadi insan medis yang senantiasa menjunjung tinggi martabat profesi dengan selalu mengutamakan keselamatan serta kepentingan pasien di atas segalanya,” harapnya.

Selain itu, manajemen RSUP Dr. M. Djamil juga mendorong para lulusan untuk tetap memiliki semangat belajar yang berkelanjutan guna mengembangkan kompetensi di tengah pesatnya perkembangan teknologi kesehatan. “Kolaborasi dalam sistem pelayanan kesehatan juga menjadi poin penting yang diharapkan dapat dijalankan dengan baik oleh para dokter muda ini,” ucapnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp. Onk (K), FACS, FFSTEd, dalam kesempatan yang sama turut memberikan pesan penguatan bagi para yudisia agar tetap menjaga nama baik almamater dan terus berkontribusi bagi kesehatan bangsa, mengingat tantangan dunia kesehatan di masa depan akan semakin dinamis dan memerlukan dedikasi yang tinggi.(*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil: Pembentukan IAB Bukan Seremonial, Tapi Komitmen Nyata Mutu Pelayanan

RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran berkelanjutan guna menjamin mutu pelayanan kesehatan di masa depan. Pada Selasa (10/2), Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, bersama Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian, dr. Maliana, M.Kes, menghadiri Pembentukan Tim Industrial Advisory Board (IAB) Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kesehatan Mata. Pertemuan yang dilakukan secara virtual tersebut menjadi tonggak sejarah baru dalam sinkronisasi antara dunia akademik dan kebutuhan praktis di lapangan medis.

“Pembentukan tim ini bukanlah sebuah agenda seremonial belaka, melainkan sebuah penanda komitmen kolektif untuk memastikan bahwa kurikulum pendidikan kedokteran selalu adaptif terhadap dinamika layanan kesehatan yang terus berkembang pesat,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat memberikan sambutan.

Turut dihadiri Kabid Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan Sumatera Barat, Rosmadeli, Ketua Departemen Ilmu Kesehatan Mata FK Unand, Dr. dr. Hendriati, Sp.M (K), dan Wakil Dekan I FK Unand, dr. Rauza Sukma Rita, Ph.D dan undangan.

Ia menekankan kehadiran IAB diharapkan mampu menjadi jembatan yang menghubungkan teori akademik dengan realitas kebutuhan di sektor industri kesehatan. “Proses pembelajaran tidak boleh hanya terpaku pada standar ideal di atas kertas, tetapi juga harus bersifat operasional dan aplikatif dalam praktik klinis sehari-hari demi memberikan dampak langsung bagi kesembuhan pasien,” sebutnya.

RSUP Dr. M. Djamil, yang memegang peran sentral sebagai rumah sakit pendidikan utama, tuturnya, menyadari bahwa kualitas para lulusan spesialis akan menentukan standar mutu pelayanan rumah sakit di masa mendatang. “Para residen atau peserta didik saat ini adalah calon konsultan dan pemimpin pelayanan kesehatan di masa depan. Oleh sebab itu, investasi terbesar rumah sakit terletak pada penciptaan ekosistem pendidikan yang tepat, di mana para residen tidak hanya diperkaya dengan pengalaman klinis yang luas. Tetapi juga dibekali dengan kekuatan etik, kemampuan kerja sama tim yang solid, serta kepekaan yang tinggi terhadap kebutuhan pasien maupun sistem kesehatan secara global,” harap Dirut.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Rauza Sukma Rita turut memberikan pandangannya tentang urgensi kolaborasi ini. “Integrasi antara pihak akademisi dan praktisi penyedia layanan kesehatan melalui wadah IAB ini merupakan langkah strategis untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan medis yang kian kompleks. Melalui kerja sama yang erat ini, diharapkan lulusan spesialis mata nantinya benar-benar memiliki kualifikasi yang relevan dengan tuntutan zaman dan standar keselamatan pasien,” tukasnya.(*)

Perkuat Status RSPPU, RSUP Dr. M. Djamil Gelar Pelatihan Clinical Teaching

RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya sebagai pilar utama transformasi kesehatan di Indonesia, khususnya dalam bidang pendidikan kedokteran. Selama dua hari, terhitung sejak hari ini, Selasa (10/2) hingga Rabu (11/2), rumah sakit di bawah naungan Kementerian Kesehatan ini menyelenggarakan pelatihan clinical teaching di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata dalam memperkuat tata kelola pendidikan klinik yang berkualitas, terstandar, dan selaras dengan regulasi terbaru.

“Penyelenggaraan pendidikan klinik yang bermutu dan berorientasi pada keselamatan pasien adalah elemen krusial dalam pemenuhan standar Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU). Hal ini sejalan dengan visi Kementerian Kesehatan yang mendorong pendekatan hospital-based, di mana rumah sakit menjadi wahana utama integrasi antara pelayanan, pendidikan, dan penelitian,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Turut hadir Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, Manajer Diklat Ns. Venny Dwita Zola Anwar, S.Kep, Asisten Manajer Pelatihan Ns. Rihaliza, S.Kep, M.Kep. Pelatihan yang diikuti dokter pendidik klinis ini menghadirkan narasumber dari Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. Yakni Dr. Bulan Kakanita, dr., M.MedEd, dr. Amanda Boy Timor, M.MedEd, Sp.K.F.R., M.Ked.Klin, dr. Siti Munawaroh, M.MedEd dan dr. Dian Nugroho, M.MedEd.

Implementasi RSPPU ini merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 14 Tahun 2024. Regulasi tersebut mengatur secara komprehensif tentang standar, perizinan, hingga peran rumah sakit dalam menjawab kebutuhan tenaga kesehatan nasional. “Melalui pelatihan ini, RSUP Dr. M. Djamil berupaya melakukan penguatan sistematis, terutama pada peningkatan kompetensi Dokter Pendidik Klinis, standarisasi metode pembelajaran, serta penerapan sistem penilaian klinik berbasis kompetensi yang objektif, valid, dan terdokumentasi dengan baik,” tuturnya.

Momentum pelatihan ini, sebut Dirut, juga menjadi bagian dari persiapan besar RSUP Dr. M. Djamil dalam memperluas cakupan pendidikan kliniknya. Pada tahun 2026 ini, rumah sakit tengah bersiap menyelenggarakan pendidikan untuk Program Studi Radiologi, yang nantinya akan diikuti oleh pembukaan Program Studi Bedah Anak dan Kedokteran Nuklir.

“Penyiapan sumber daya Dokter Pendidik Klinis melalui pelatihan ini menjadi bagian integral untuk memenuhi persyaratan ketat RSPPU. Terutama dalam hal kesiapan institusi mengelola program studi baru secara terencana dan berbasis penjaminan mutu,” ungkapnya.

Dovy Djanas menyampaikan harapannya agar kegiatan ini mampu meningkatkan kapasitas individu peserta sekaligus memperkuat sistem institusional. “Dengan implementasi hasil pelatihan yang konsisten, RSUP Dr. M. Djamil optimis dapat mendukung penjaminan mutu pendidikan yang lebih baik, mempermudah proses monitoring dan evaluasi, serta membuktikan komitmen berkelanjutan dalam mempertahankan standar tinggi sebagai Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama di Indonesia,” tegas Dirut.(*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45