Dirrenkeu RSUP Dr. M. Djamil Tekankan Peningkatan Kualitas Layanan

RSUP Dr. M. Djamil mengawali pekan ini dengan penuh prestasi dan optimisme. Dalam suasana apel pagi pada Senin (9/2), rumah sakit di bawah naungan Kementerian Kesehatan RI ini merayakan pencapaian gemilang di tingkat nasional sekaligus memperkuat komitmen pelayanan untuk tahun anggaran 2026.

Momen istimewa terjadi saat Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menyerahkan dua penghargaan bergengsi dari Kementerian Kesehatan RI kepada jajaran direksi terkait. Penghargaan tersebut sebelumnya telah diterima langsung oleh Direktur Utama pada Kamis (5/2) dalam rangkaian acara Penghargaan atas Kinerja RS Kementerian Kesehatan Tahun 2025 serta Penandatanganan Perjanjian Kinerja Tahun 2026 yang digelar di Auditorium Siwabessy, Jakarta Selatan.

Penghargaan pertama yang diserahkan adalah predikat sebagai Rumah Sakit Kementerian Kesehatan dengan Tingkat Maturitas Badan Layanan Umum (BLU) Kategori Luar Biasa. Penghargaan ini diserahkan kepada Direktur Perencanaan dan Keuangan (Dirrenkeu), Luhur Joko Prasetyo.

Selain itu, prestasi membanggakan juga diraih di bidang riset dengan keberhasilan menduduki Peringkat II Unit Riset Klinis Terbaik Tahun 2025. Penghargaan kedua ini diserahkan kepada Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian, dr. Maliana, M.Kes.

Dalam amanatnya saat memimpin apel pagi, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo memberikan penekanan khusus terkait strategi pencapaian target rumah sakit ke depan. “Meskipun saat ini tidak ada penambahan kapasitas tempat tidur maupun lonjakan jumlah pasien, fokus utama seluruh jajaran harus beralih pada peningkatan kualitas layanan secara signifikan. Efisiensi dan keunggulan pelayanan menjadi kunci utama agar target pendapatan sebesar Rp1 triliun pada akhir tahun 2026 dapat terealisasi,” tegasnya.

Turut hadir apel pagi yakni Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K) dan manajemen.

Luhur Joko Prasetyo juga mengajak seluruh civitas hospitalia untuk memperkuat kolaborasi dan sinergisitas antar unit kerja. “Target tersebut hanya dapat dicapai jika seluruh elemen rumah sakit bergerak dalam satu irama yang sama,” ucapnya.

Semangat ini sejalan dengan agenda sosialisasi penguatan budaya kerja Ber-AKHLAK yang juga dilangsungkan dalam kesempatan yang sama. Nilai-nilai yang meliputi Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif diharapkan tidak sekadar menjadi semboyan, melainkan mendarah daging dalam setiap interaksi petugas dengan pasien maupun antar sesama rekan kerja.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Gelar Workshop RME dan Kelengkapan Rekam Medis bagi PPDS

Manajemen RSUP Dr. M. Djamil mengambil langkah strategis dalam mengoptimalkan sistem digitalisasi pelayanan dengan menyelenggarakan Workshop Rekam Medis Elektronik (RME) dan Kelengkapan Rekam Medis bagi Peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Kegiatan yang dilaksanakan hari ini, Senin (9/2), di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan tersebut difokuskan pada penguatan kualitas resume medis sebagai instrumen vital pelayanan dan manajerial rumah sakit.

“Workshop ini memiliki urgensi yang tinggi dalam menjaga standar mutu rumah sakit di bawah naungan Kementerian Kesehatan,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Turut hadir Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, Manajer Diklat Ns. Venny Dwita Zola Anwar, S.Kep, Asisten Manajer Pelatihan Ns. Rihaliza, S.Kep, M.Kep, Kepala Instalasi Verifikasi dan Penjaminan dr. Melia Rahmadewi Murni dan peserta workshop.

Ia menyampaikan ketepatan dalam pengisian rekam medis bukan hanya soal administrasi semata, melainkan menjadi daya ungkit yang signifikan bagi pendapatan rumah sakit pada tahun 2026. “Dengan pembuatan resume medis yang sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku, integritas data pasien akan terjaga sekaligus memastikan proses tata kelola keuangan berjalan optimal,” ucap Dirut.

Dovy menekankan pentingnya partisipasi aktif dan komitmen dari seluruh PPDS yang terlibat. Mengingat para dokter residen tersebut sudah menjadi bagian dari ekosistem RSUP Dr. M. Djamil, kontribusi mereka dalam disiplin pengisian data medis menjadi kunci agar rumah sakit ini dapat terus bergerak maju dan kompetitif. “Komitmen ini diharapkan mampu meminimalisir kesalahan input data yang selama ini sering kali menjadi kendala dalam alur birokrasi kesehatan,” tuturnya.

Dirut menekankan melalui penguatan kompetensi ini, RSUP Dr. M. Djamil menargetkan terciptanya siklus pelayanan yang lebih transparan dan efisien. “Dengan sinergi antara aspek klinis dan ketertiban administrasi, rumah sakit optimis dapat memberikan layanan kesehatan yang lebih prima sekaligus memastikan keberlanjutan operasional yang sehat melalui sistem klaim yang akurat dan akuntabel,” harapnya.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta dibekali dengan materi tentang panduan pengisian resume medis yang lengkap dan benar sesuai standar klinis. Selain aspek medis, workshop ini juga membedah sistem pengklaiman JKN serta ketentuan-ketentuan terbaru dari BPJS Kesehatan.

Materi tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif tentang peran strategis resume medis dalam kelancaran proses klaim. Disertai dengan penyajian contoh resume yang sesuai aturan serta sesi praktik langsung untuk mengasah keterampilan teknis para PPDS.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Meriahkan AMR Warrior Fun Run 5K

RSUP Dr. M. Djamil menunjukkan komitmen nyata dalam mengampanyekan isu kesehatan global melalui partisipasi aktif dalam ajang AMR Warrior Fun Run 5K. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (8/2) di kawasan Pantai Purus, Kota Padang ini, menjadi momentum bagi rumah sakit di bawah naungan Kementerian Kesehatan tersebut untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya resistensi antimikroba.

Tidak hanya sekadar berpartisipasi, RSUP Dr. M. Djamil hadir dengan dukungan penuh. Rumah sakit rujukan utama di Sumatera Tengah ini menghadirkan stan kesehatan serta menyiagakan unit ambulans beserta tim medis sebagai bentuk jaminan keamanan dan layanan kesehatan bagi para peserta lari.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan kehadiran langsung jajaran manajemen. Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), tampak membaur bersama sejumlah civitas hospitalia lainnya untuk mengikuti rute lari sepanjang 5 kilometer menyusuri indahnya pesisir pantai Padang.

Di sela-sela kegiatan, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman menekankan pentingnya pemahaman masyarakat tentang Antimicrobial Resistance (AMR) atau resistensi antimikroba. “Partisipasi kami dalam AMR Warrior Fun Run ini bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan bagian dari misi edukasi. Kami ingin masyarakat sadar bahwa penggunaan antibiotik harus sesuai dengan resep dokter. Jika tidak, kuman akan menjadi kebal, dan infeksi yang dulunya mudah diobati bisa menjadi sangat berbahaya,” ujar Bestari.

Ia juga menambahkan RSUP Dr. M. Djamil akan terus mendukung upaya-upaya promotif dan preventif seperti ini. “Melalui pendekatan yang santai dan menyenangkan seperti fun run, pesan-pesan kesehatan yang kompleks dapat lebih mudah diterima oleh berbagai kalangan masyarakat,” harap Bestari. (*)

Perdana, RSUP Dr. M. Djamil Musnahkan 29.175 Berkas Arsip

RSUP Dr. M. Djamil mengambil langkah besar dalam pembenahan tata kelola administrasi dengan melaksanakan pemusnahan massal puluhan ribu berkas arsip periode 1979 sampai 2019. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (7/2) di kawasan Pilubang, Kabupaten Limapuluh Kota ini, menjadi momen penting karena untuk pertama kalinya rumah sakit di bawah naungan Kementerian Kesehatan tersebut melakukan pemusnahan arsip secara resmi dan sistematis. Sebanyak 29.175 berkas yang terdiri dari arsip rekam medik dan arsip umum dihancurkan guna mengoptimalkan ruang penyimpanan serta memperbarui sistem manajemen dokumen rumah sakit.

“Pemusnahan ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh RSUP Dr. M. Djamil dengan melibatkan berbagai pihak berwenang. Berkas yang dimusnahkan mencakup arsip tata usaha serta data rekam medik yang masa retensinya telah berakhir, sehingga secara regulasi sudah layak untuk dihapuskan dari penyimpanan demi efisiensi kerja,” kata Asisten Manajer Tata Usaha RSUP Dr. M. Djamil, Dicky Kurniawan.

Kegiatan ini turut disaksikan Rosa Jaya dari Biro Umum Kemenkes, serta Eka Kusumarini dan Afi Sukeksi yang mewakili Sesditjen Kesehatan Lanjutan.

Ia menjelaskan proses panjang telah dilalui sebelum eksekusi pemusnahan ini dilakukan. Dimulai dari tahap penilaian oleh Tim Biro Umum dan Tim Sesditjen Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan. Setelah melalui verifikasi internal yang berlapis, hasil penilaian tersebut kemudian diajukan kepada Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) untuk mendapatkan persetujuan legal. “Hanya setelah mendapatkan rekomendasi resmi dari ANRI, barulah RSUP Dr. M. Djamil diizinkan untuk memusnahkan berkas-berkas tersebut agar tidak terjadi kesalahan dalam penghapusan dokumen yang mungkin masih memiliki nilai guna di masa depan,” ungkap Dicky.

Adapun metode yang digunakan dalam pemusnahan ini, sebutnya, dengan cara dibubur atau pulping. Teknik ini dipilih karena dianggap sebagai cara yang paling efektif untuk menjamin kerahasiaan informasi, terutama pada dokumen rekam medik pasien yang bersifat sensitif.

“Dengan menjadikannya bubur kertas, seluruh data tertulis akan hancur total dan tidak mungkin bisa direkonstruksi kembali. Selain faktor keamanan data, metode ini juga jauh lebih ramah lingkungan dibanding dengan cara pembakaran konvensional yang dapat menimbulkan polusi udara di sekitar lokasi pemusnahan,” sebutnya.

Ia mengatakan melalui langkah perdana ini, diharapkan manajemen rumah sakit dapat lebih fokus dalam mengelola arsip aktif. “Ini sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” harap Dicky.(*)

Sinergi Lawan Resistensi Antimikroba, RSUP Dr. M. Djamil dan BBPOM Padang Teken Komitmen Bersama

RSUP Dr. M. Djamil terus memperkuat langkah strategis dalam menjaga kualitas pelayanan kesehatan, khususnya dalam pengendalian penggunaan obat-obatan di lingkungan rumah sakit. Pada hari ini, Sabtu (7/2), rumah sakit Kementerian Kesehatan tersebut menandatangani komitmen bersama dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang. Fokus utama dari kerja sama ini adalah pengawasan terhadap penggunaan antibiotik serta pengendalian resistensi antimikroba (AMR), sekaligus mendorong para tenaga medis dan masyarakat untuk menggunakan antibiotik secara lebih rasional.

Prosesi penandatanganan komitmen bersama ini dilakukan  oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, bersama Kepala BBPOM Padang, Martin Suhendri. Momentum ini disaksikan  oleh Kepala Badan POM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D, di sela-sela Workshop AMR Warrior yang berlangsung  di Hotel Rocky Plaza, Padang.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, menegaskan penandatanganan komitmen bersama ini merupakan bentuk nyata dari dedikasi rumah sakit dalam memutus mata rantai resistensi obat yang kian mengancam efektivitas pengobatan modern. “Kolaborasi ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah konkret untuk memastikan bahwa setiap pemberian antibiotik kepada pasien didasarkan pada pertimbangan klinis yang tepat dan pengawasan yang berlapis. Hal ini penting mengingat penggunaan antibiotik yang tidak terkontrol atau berlebihan justru akan memicu munculnya bakteri super yang kebal terhadap obat-obatan, yang pada akhirnya dapat membahayakan keselamatan pasien di masa depan,” tegasnya.

Dovy menjelaskan sebagai pusat rujukan utama di wilayah Sumatera Bagian Tengah, RSUP Dr. M. Djamil memegang tanggung jawab besar untuk menjadi pelopor dalam praktik penggunaan obat yang bijak. “Melalui sinergi dengan BBPOM Padang, pengawasan distribusi dan penggunaan antibiotik akan semakin diperketat melalui sistem yang lebih terintegrasi,” ucapnya.

Upaya ini, tuturnya, juga sejalan dengan transformasi kesehatan yang dicanangkan pemerintah, di mana keselamatan pasien dan efisiensi pengobatan menjadi prioritas utama. “Dengan adanya komitmen ini, diharapkan seluruh jajaran tenaga kesehatan di RSUP Dr. M. Djamil memiliki standar yang sama dalam memerangi ancaman global resistensi antimikroba demi menjamin keberhasilan penyembuhan yang optimal bagi masyarakat luas,” harap Dirut.(*)

Lawan Silent Pandemic, RSUP Dr. M. Djamil Satukan Langkah di Workshop AMR Warrior

Ancaman serius terhadap kesehatan publik akibat resistensi antimikroba atau Anti Microbial Resistance (AMR) menjadi sorotan utama dalam Workshop AMR Warrior yang digelar hari ini, Sabtu (7/2), di Hotel Rocky Plaza, Padang. Dengan mengusung tema “Act Now, Protect Our Present, Secure Our Future”, kegiatan ini menjadi momentum bagi para pemangku kepentingan kesehatan untuk menyatukan langkah dalam menghadapi tantangan medis yang kerap dijuluki sebagai silent pandemic.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, dalam sambutannya memaparkan RSUP Dr. M. Djamil telah ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan sebagai salah satu rumah sakit pilot project untuk program pengendalian AMR. “Penunjukan ini bukan tanpa alasan, mengingat hasil penelitian komprehensif di 14 rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan menunjukkan pola penggunaan antimikroba telah mencapai titik yang harus segera diintervensi secara serius,” kata Dirut.

Dovy Djanas menekankan ketidaktepatan dalam penggunaan antibiotik berdampak sistemik terhadap kualitas pelayanan kesehatan. “Permasalahan ini secara langsung memicu tingginya angka morbiditas atau tingkat kesakitan, serta angka mortalitas atau kematian pasien yang dirawat di lingkungan rumah sakit milik pemerintah. Selain aspek keselamatan nyawa, resistensi ini juga mengakibatkan pembengkakan biaya perawatan yang signifikan bagi pasien dan negara,” ungkap Dovy.

Oleh karena itu, Ia menegaskan pengendalian resistensi ini merupakan harga mati yang harus dicapai dengan menurunkan tingkat resistensi melalui tata kelola klinis yang lebih ketat. Terutama dalam melakukan skrining sedini mungkin sebelum antibiotik diberikan kepada pasien.

“Sebagai langkah konkret, RSUP Dr. M. Djamil kini telah mengimplementasikan pemeriksaan molekuler sebagai standar skrining utama. Hal ini dilakukan agar pemberian antibiotik empiris memiliki landasan medis yang kuat dan akurat, sehingga obat yang diberikan benar-benar efektif melawan infeksi tanpa memperparah risiko resistensi,” tegas Dirut.

Melalui sinergi dengan BPOM Padang, tuturnya, pihak rumah sakit memiliki tekad kuat untuk menertibkan pemakaian antimikroba secara menyeluruh. “Upaya ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pengobatan yang lebih aman, yang pada akhirnya akan menurunkan angka kematian dan meringankan beban finansial pasien di rumah sakit,” harapnya.

Sejalan dengan visi tersebut, Kepala Badan POM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D, menyatakan AMR adalah ancaman nyata yang menakutkan bagi masa depan peradaban. Ia menyerukan agar seluruh pihak segera beralih dari sekadar diskusi menuju aksi nyata sesuai dengan slogan “Act Now”.

“Penyumbang utama resistensi ini bukan hanya sektor farmasi atau resep dokter, melainkan penggunaan antibiotik yang tidak terkontrol di berbagai bidang kehidupan. Melawan AMR adalah tanggung jawab kolektif lintas sektor, karena dampaknya akan dirasakan oleh seluruh umat manusia jika pandemi tersembunyi ini tidak segera dihentikan,” tegasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Gubernur Sumbar mewakili Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr. Aklima, MPH, Wali Kota Padang diwakili Asisten II Setko Padang Didi Aryadi, Kepala BPOM Padang Martin Suhendri, serta jajaran pejabat BPOM dan peserta workshop yang berkomitmen penuh menjadi AMR Warrior demi melindungi kesehatan generasi mendatang.

Workshop tersebut juga menghadirkan narasumber yakni Deputi 1 BPOM RI dr. William Adi Teja, MD.B.Med, M.Med, Ketua Komite PPI dan PRA RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc, Guru Besar Farmasi Unand Prof. apt. Marlina, MS, Ph.D, Pengurus PDGI drg. Harfindo Nismal. Sp.BM-MF dan Direktur Umum dan Sumber Daya RS Unand dr. Rozi Abdullah, MARS, Sp.FK. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Tekankan Pentingnya Kualitas Pendidikan Klinik pada Penutupan Kuliah Terintegrasi

RSUP Dr. M. Djamil terus memperkuat sinergi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand) dalam mencetak tenaga medis spesialis dan subspesialis yang andal. Pada Jumat (6/2), Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes, menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada Penutupan Kuliah Terintegrasi Program Spesialis dan Subspesialis. Acara yang berlangsung di Aula Student Center Prof. dr. M. Syaaf, Kampus Jati, Padang.

Dalam sambutannya, dr. Maliana menekankan rumah sakit sebagai wahana pendidikan klinik memikul tanggung jawab besar yang tidak hanya terbatas pada pemberian pelayanan kesehatan bermutu. Tetapi juga dalam menjamin mutu proses pendidikan itu sendiri. “Perkuliahan terintegrasi ini merupakan instrumen penting untuk menguatkan aspek akademik, klinis, etika profesi, hingga pengembangan kompetensi holistik bagi para peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS),” ucapnya.

dr. Maliana meyakini dokter spesialis dan subspesialis masa depan tidak cukup hanya unggul secara keilmuan. Para peserta didik juga dituntut memiliki jiwa kepemimpinan klinik, kemampuan kolaborasi interprofesional yang baik, serta kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat. “Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat tumbuh melalui proses pendidikan yang terintegrasi secara harmonis antara lingkungan kampus dan rumah sakit,” tutur dr. Maliana.

Selain penguatan kompetensi klinis, Ia menekankan RSUP Dr. M. Djamil juga menaruh perhatian serius pada digitalisasi layanan. Berdasar hasil evaluasi terkait implementasi pengisian Rekam Medis Elektronik (RME) yang berdampak langsung pada klaim dan pendapatan rumah sakit, rumah sakit akan melaksanakan Workshop Pengisian RME pada Senin, 9 Februari 2026.

“Kegiatan yang berlangsung satu hari penuh ini bertujuan membekali seluruh PPDS-S periode Februari 2026 dengan standar pengisian asuhan medis yang berlaku di RSUP Dr. M. Djamil sebelum mereka terjun langsung ke bagian masing-masing prodi,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp. Onk (K), FACS, FFSTEd, dalam arahannya memberikan apresiasi terhadap langkah RSUP Dr. M. Djamil yang menyelenggarakan workshop RME tersebut sebagai bekal praktis bagi peserta didik. Selain itu, Dr. Sukri juga memberikan penekanan khusus tentang pentingnya budaya anti-perundungan (anti-bullying) di lingkungan pendidikan kedokteran demi menciptakan atmosfer belajar yang sehat dan profesional.

Sebagai bentuk komitmen terhadap etika dan profesionalisme, rangkaian acara juga diisi dengan pembacaan Pakta Integritas oleh seluruh peserta PPDS dan PPDSS. Momen ini menjadi simbol janji para calon spesialis dalam menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Acara kemudian pengumuman peserta terbaik Kuliah Terintegrasi Program Spesialis dan Subspesialis FK Unand periode Februari 2026 sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para peserta didik selama mengikuti masa pembekalan.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Raih Penghargaan Maturitas BLU Kategori Luar Biasa

RSUP Dr. M. Djamil kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional sebagai bukti nyata komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat. Pada Kamis (5/2), rumah sakit rujukan utama untuk wilayah Sumatera Bagian Tengah tersebut menerima penghargaan sebagai Rumah Sakit Kementerian Kesehatan dengan Tingkat Maturitas Badan Layanan Umum (BLU) Kategori Luar Biasa. Apresiasi bergengsi ini diberikan dalam rangkaian kegiatan Penghargaan atas Kinerja RS Kementerian Kesehatan Tahun 2025 serta Penandatanganan Perjanjian Kinerja Tahun 2026 yang berlangsung di Auditorium Siwabessy, Gedung Sujudi, Kementerian Kesehatan RI, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Pencapaian luar biasa ini diterima oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, yang hadir dalam seremoni tersebut. Turut mendampingi Dirut, Ketua Dewan Pengawas Drs. Bayu Teja Muliawan, SH, M.Pharm, MM, Apt, Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. BestariJaka Budiman, Sp.THT-KL (K) dan Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS.

Penghargaan ini menjadi pengakuan atas keberhasilan manajemen rumah sakit dalam mengelola tata kelola keuangan, kualitas layanan, dan efisiensi operasional dengan standar kematangan yang melampaui rata-rata. Predikat “Luar Biasa” mencerminkan RSUP Dr. M. Djamil tidak hanya sekadar menjalankan fungsinya sebagai unit kesehatan, tetapi juga mampu menunjukkan kemandirian dan akuntabilitas yang tinggi dalam sistem birokrasi yang dinamis.

Tak hanya itu, pada kesempatan yang sama, RSUP Dr. M. Djamil juga berhasil menyabet Peringkat II Rumah Sakit Kementerian Kesehatan Penyelenggara Unit Riset Klinis Terbaik Tahun 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas dedikasi seluruh civitas hospitalia yang telah bekerja keras tanpa henti. “Penghargaan ini merupakan buah dari transformasi berkelanjutan yang dilakukan di internal rumah sakit guna menyelaraskan visi dengan program transformasi kesehatan yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan,” kata Dirut.

Menurutnya, keberhasilan meraih tingkat maturitas BLU tertinggi ini bukan sekadar pencapaian administratif. Melainkan bukti nyata bahwa sistem yang dibangun di RSUP Dr. M. Djamil telah berjalan secara optimal untuk mendukung pelayanan yang cepat, tepat, dan transparan bagi seluruh pasien.

“Momentum penghargaan ini sekaligus menjadi pemacu semangat bagi manajemen untuk menatap tahun 2026 dengan optimisme yang lebih tinggi. Dan berharap capaian ini dapat menjadi standar baru yang terus dipertahankan dan ditingkatkan, sehingga RSUP Dr. M. Djamil tidak hanya menjadi pusat penyembuhan, tetapi juga menjadi model percontohan bagi rumah sakit lain di bawah naungan Kementerian Kesehatan dalam hal pengelolaan institusi yang modern dan profesional,” harap Dovy. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Raih Peringkat II Unit Riset Klinis Terbaik Nasional Tahun 2025

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh RSUP Dr. M. Djamil di kancah nasional dalam bidang riset dan pengembangan kesehatan. Pada hari ini, Kamis (5/2), rumah sakit kebanggaan masyarakat Sumbar tersebut resmi dinobatkan sebagai peraih Peringkat II Rumah Sakit Kementerian Kesehatan Penyelenggara Unit Riset Klinis Terbaik Tahun 2025. Penghargaan bergengsi ini diberikan dalam rangkaian kegiatan Penghargaan atas Kinerja RS Kementerian Kesehatan Tahun 2025 sekaligus Penandatanganan Perjanjian Kinerja Tahun 2026 di Auditorium Siwabessy, Gedung Sujudi, Kementerian Kesehatan, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Penghargaan tersebut diterima oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, dan diserahkan secara langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD., Ph.D, didampingi Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan, dr. Azhar Jaya, S.H., SKM, MARS. Turut mendampingi Dirut, Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. BestariJaka Budiman, Sp.THT-KL (K) dan Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS.

Dalam kesempatan tersebut, Dovy Djanas mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi atas pengakuan yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan. “Penghargaan ini merupakan buah dari konsistensi seluruh civitas hospitalia dalam membangun ekosistem riset yang sehat dan kredibel,” kata Dirut.

Menurutnya, riset klinis adalah pilar utama dalam transformasi kesehatan, karena melalui penelitian yang tepat, rumah sakit dapat menghadirkan protokol pengobatan yang lebih efisien, aman, dan mutakhir bagi pasien. “Pencapaian ini membuktikan bahwa keterbatasan jarak dari ibu kota bukan penghalang bagi RSUP Dr. M. Djamil untuk melahirkan inovasi medis yang diakui secara nasional,” tegasnya.

Dovy Djanas menekankan tantangan ke depan akan semakin besar, terutama dalam menyongsong target kinerja tahun 2026. Prestasi ini harus menjadi energi baru untuk memperkuat kolaborasi antara klinisi dan peneliti agar hasil riset tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar terimplementasi dalam layanan harian di bangsal-bangsal rumah sakit.

“Kami berkomitmen untuk terus memfasilitasi para peneliti  dan dokter spesialis di RSUP Dr. M. Djamil agar semakin produktif menghasilkan karya ilmiah yang mampu memberikan dampak nyata pada penurunan angka kesakitan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah Sumatera Tengah,” tuturnya.

Ia menekankan penghargaan ini pun diharapkan menjadi pemacu semangat bagi seluruh unit kerja untuk tidak cepat berpuas diri. “Sekaligus mengukuhkan posisi RSUP Dr. M. Djamil sebagai institusi medis yang tidak hanya unggul dalam pelayanan, tetapi juga menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan kesehatan yang diperhitungkan di tingkat pusat,” tukas Dirut.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Gelar Entry Meeting Bersama BPK RI

RSUP Dr. M. Djamil terus memperkuat komitmennya terhadap tata kelola keuangan yang bersih dan akuntabel. Sebagai salah satu institusi di bawah naungan Kementerian Kesehatan RI, rumah sakit ini menggelar Entry Meeting Pemeriksaan Laporan Keuangan Kementerian Kesehatan RI yang dilakukan oleh tim dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI pada Kamis (5/2). Pertemuan tersebut dilangsungkan di Ruang Rapat Direksi RSUP Dr. M. Djamil sebagai titik awal proses evaluasi menyeluruh terhadap kinerja finansial lembaga selama periode berjalan. Kegiatan ini merupakan bagian dari prosedur rutin namun fundamental dalam memastikan setiap rupiah yang dikelola negara telah digunakan sesuai dengan peruntukannya dan standar akuntansi yang berlaku.

Dalam sambutannya, Direktur Perencanaan dan Keuangan RSUP Dr. M. Djamil, Luhur Joko Prasetyo, menyampaikan bahwa keterbukaan informasi keuangan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk pertanggungjawaban moral kepada masyarakat dan negara. “Oleh karena itu, kami meminta seluruh jajaran terkait untuk bersikap kooperatif dan menyediakan data yang akurat demi mendukung kelancaran tugas tim pemeriksa dari BPK RI,” pintanya.

Tampak hadir mendampingi Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian, dr. Maliana, M.Kes, bersama Kepala Satuan Pemeriksa Intern (SPI), para manajer, asisten manajer, serta jajaran manajemen terkait lainnya.

Luhur juga menggarisbawahi sinergi dan kerja sama antar-unit kerja di lingkungan RSUP Dr. M. Djamil menjadi kunci utama agar proses pemeriksaan dapat berjalan efektif tanpa hambatan yang berarti. “Dengan adanya kolaborasi yang solid, diharapkan setiap dokumen dan penjelasan yang dibutuhkan oleh tim BPK RI dapat tersaji dengan baik, sehingga memberikan gambaran yang objektif tentang kesehatan finansial rumah sakit. Hal ini sejalan dengan visi besar rumah sakit untuk terus meningkatkan mutu layanan kesehatan yang dibarengi dengan manajemen internal yang sehat dan profesional,” ucapnya.

Ia berharap proses audit ini dapat memberikan rekomendasi strategis yang konstruktif bagi penyempurnaan sistem operasional rumah sakit ke depannya. “Dengan pengelolaan keuangan yang semakin kredibel, manajemen berharap kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan RSUP Dr. M. Djamil terus meningkat. Sekaligus memperkokoh posisi rumah sakit sebagai rujukan utama yang unggul dalam pelayanan maupun tata kelola administrasi di tingkat nasional,” harapnya.(*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45