RSUP Dr. M. Djamil mengawali pekan ini dengan penuh prestasi dan optimisme. Dalam suasana apel pagi pada Senin (9/2), rumah sakit di bawah naungan Kementerian Kesehatan RI ini merayakan pencapaian gemilang di tingkat nasional sekaligus memperkuat komitmen pelayanan untuk tahun anggaran 2026.
Momen istimewa terjadi saat Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menyerahkan dua penghargaan bergengsi dari Kementerian Kesehatan RI kepada jajaran direksi terkait. Penghargaan tersebut sebelumnya telah diterima langsung oleh Direktur Utama pada Kamis (5/2) dalam rangkaian acara Penghargaan atas Kinerja RS Kementerian Kesehatan Tahun 2025 serta Penandatanganan Perjanjian Kinerja Tahun 2026 yang digelar di Auditorium Siwabessy, Jakarta Selatan.
Penghargaan pertama yang diserahkan adalah predikat sebagai Rumah Sakit Kementerian Kesehatan dengan Tingkat Maturitas Badan Layanan Umum (BLU) Kategori Luar Biasa. Penghargaan ini diserahkan kepada Direktur Perencanaan dan Keuangan (Dirrenkeu), Luhur Joko Prasetyo.
Selain itu, prestasi membanggakan juga diraih di bidang riset dengan keberhasilan menduduki Peringkat II Unit Riset Klinis Terbaik Tahun 2025. Penghargaan kedua ini diserahkan kepada Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian, dr. Maliana, M.Kes.
Dalam amanatnya saat memimpin apel pagi, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo memberikan penekanan khusus terkait strategi pencapaian target rumah sakit ke depan. “Meskipun saat ini tidak ada penambahan kapasitas tempat tidur maupun lonjakan jumlah pasien, fokus utama seluruh jajaran harus beralih pada peningkatan kualitas layanan secara signifikan. Efisiensi dan keunggulan pelayanan menjadi kunci utama agar target pendapatan sebesar Rp1 triliun pada akhir tahun 2026 dapat terealisasi,” tegasnya.
Turut hadir apel pagi yakni Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K) dan manajemen.
Luhur Joko Prasetyo juga mengajak seluruh civitas hospitalia untuk memperkuat kolaborasi dan sinergisitas antar unit kerja. “Target tersebut hanya dapat dicapai jika seluruh elemen rumah sakit bergerak dalam satu irama yang sama,” ucapnya.
Semangat ini sejalan dengan agenda sosialisasi penguatan budaya kerja Ber-AKHLAK yang juga dilangsungkan dalam kesempatan yang sama. Nilai-nilai yang meliputi Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif diharapkan tidak sekadar menjadi semboyan, melainkan mendarah daging dalam setiap interaksi petugas dengan pasien maupun antar sesama rekan kerja.(*)