RSUP Dr. M. Djamil dan RS Awal Bros Group Jajaki Kerja Sama Pengembangan Layanan Transplantasi Ginjal

RSUP Dr. M. Djamil terus memperkuat perannya sebagai pionir layanan kesehatan di Indonesia Barat. Pada Selasa (6/1), rumah sakit milik Kementerian Kesehatan ini menerima kunjungan dari manajemen RS Awal Bros Group dalam rangka studi banding dan penjajakan kerja sama pengembangan layanan transplantasi ginjal. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Kerja Direktur Utama tersebut menjadi momentum penting bagi penguatan jejaring rumah sakit dalam menangani kasus penyakit ginjal kronis di tanah air.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua bersama Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), menyambut rombongan yang dipimpin oleh Direktur RS Awal Bros Group, dr. Widya Putri, MARS dan tim transplantasi ginjal RS Awal Bros. Turut dihadiri tim Transplantasi Ginjal RSUP Dr. M. Djamil.

Dalam pertemuan tersebut, Dovy menyatakan apresiasi dan dukungan terhadap rencana RS Awal Bros untuk mengembangkan layanan transplantasi ginjal. Hal ini mengingat kebutuhan masyarakat akan layanan ini terus meningkat secara signifikan.

“Unit Transplantasi Ginjal RSUP Dr. M. Djamil sendiri merupakan salah satu pusat unggulan di luar Pulau Jawa yang telah mampu melakukan tindakan transplantasi secara rutin dan mandiri. Keberhasilan ini tercermin dari jadwal tindakan yang dilakukan secara konsisten sebanyak dua kali dalam sebulan,” ungkapnya.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 34 pasien telah berhasil menjalani prosedur transplantasi ginjal di rumah sakit ini, sebuah pencapaian yang memperkokoh posisi M. Djamil sebagai rujukan utama di wilayah Sumatera. Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan penuh manajemen yang menyediakan ekosistem pendukung secara komprehensif, mulai dari sarana prasarana laboratorium mutakhir, fasilitas radiologi, kamar operasi khusus, hingga ketersediaan bank darah yang memadai.

“Selain itu, manajemen juga menerapkan kebijakan “jalur tol” atau jalur khusus yang memudahkan koordinasi administratif dan operasional guna mendukung kelancaran setiap prosedur transplantasi,” ungkap Dirut.

Ia menegaskan sinergi ini didukung oleh tim transplantasi ginjal yang solid dengan kemampuan respons cepat terhadap kondisi pasien. “Termasuk akses komunikasi langsung kepada Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) untuk konsultasi pra dan pascatindakan,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur RS Awal Bros Group, dr. Widya Putri, MARS, menyatakan kunjungan ini merupakan langkah bagi RS Awal Bros untuk belajar dari pengalaman sukses RSUP Dr. M. Djamil. “Melalui kolaborasi ini, RS Awal Bros dapat bergabung dalam jejaring rumah sakit penyelenggara transplantasi ginjal yang andal, guna memberikan harapan baru bagi pasien gagal ginjal di jaringan rumah sakit ini,” harapnya.(*)

Akselerasi Kualitas Layanan, Dirut RSUP Dr. M. Djamil Serahkan SK Pejabat Manajerial

RSUP Dr. M. Djamil terus melakukan langkah strategis dalam memperkuat struktur organisasi guna meningkatkan kualitas pelayanan, pendidikan, dan riset. Pada hari ini, Senin (5/1), Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan dan pemberhentian pejabat manajerial di lingkungan rumah sakit tersebut.

Prosesi penyegaran organisasi ini dipandang sebagai momentum krusial untuk melakukan penyesuaian Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) demi pemenuhan sumber daya manusia kesehatan yang unggul, khususnya dalam peran RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit pendidikan utama yang memiliki rekam jejak riset cukup maju di tingkat nasional.

Dalam agenda penyerahan SK tersebut, sejumlah posisi strategis kini diisi oleh figur-figur yang diharapkan mampu membawa inovasi baru. Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc resmi dipercaya menjabat sebagai Ketua Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi serta Pengendalian Resistansi Antimikroba (PPI-PRA). Sementara itu, kepemimpinan pada Clinical Research Unit (CRU) kini diamanahkan kepada dr. Zulda Musyarifah, Sp.PA, FIAC, IFCAP.

RSUP Dr. M. Djamil juga melakukan transformasi signifikan dengan menunjuk Dr. dr. Daan Khambri, Sp.B, Subsp.Onk (K), M.Kes sebagai Ketua Unit Fungsional Pendidikan. Unit ini sebelumnya bernama Komite Koordinasi Pendidikan (Komkordik). Unit tersebut diperkuat oleh dr. Sari Anugrah yang menjabat sebagai Sekretaris Unit Fungsional Pendidikan.

Kemudian Ketua Sub Unit Pendidikan Dokter kini dijabat oleh dr. Irvan Medison, Sp.P (K), dr. Oea Khairsyaf, Sp.P(K), MARS yang mengemban amanah sebagai Ketua Sub Unit Penjamin Mutu dan Penunjang Pendidikan. Selain itu, Dr. dr. Al Hafiz, Sp.THT-BKL, Subsp.FPR (K) ditunjuk memimpin Ketua Sub Unit Kedokteran University Based, sementara jabatan Ketua Sub Unit Pendidikan Tenaga Kesehatan Lainnya dipercayakan kepada Ns. Nelvi Desmita, S.Kep. dr. Haviz Yuad, Sp.OG, Subsp.FER diangkat sebagai Ketua Sub Unit Etik Disiplin dan Antiperundungan Peserta Pendidik guna memastikan perlindungan bagi seluruh peserta didik di lingkungan rumah sakit.

Direktur Utama, Dovy Djanas, menekankan penyegaran ini bukan sekadar pergantian personel, melainkan upaya akselerasi agar RSUP Dr. M. Djamil menjadi rujukan utama dalam transformasi kesehatan. Salah satu fokus utamanya adalah peran Komite PPI-PRA yang diharapkan mampu menjadikan Indikator Kinerja Terpilih (IKT) Antimicrobial Resistance (AMR) di RSUP Dr. M. Djamil sebagai percontohan bagi rumah sakit lain di bawah naungan Kementerian Kesehatan RI.

“Target ini didukung dengan penguatan sistem skrining melalui pemeriksaan molekuler yang canggih, sehingga rumah sakit tidak hanya unggul dalam pelayanan klinis, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam keamanan pasien dan pengembangan ilmu pengetahuan berbasis riset yang mutakhir,” ucapnya didampingi jajaran direksi.

Ia juga menekankan kemajuan CRU merupakan pilar utama bagi RSUP Dr. M. Djamil untuk bertransformasi menjadi pusat riset kesehatan yang diakui secara global. Riset yang dikelola oleh CRU bukan sekadar aktivitas akademik, melainkan instrumen untuk melahirkan inovasi pengobatan dan kebijakan kesehatan yang berbasis bukti. “Dengan penguatan manajerial yang baru, CRU diharapkan mampu meningkatkan jumlah riset klinis yang berdampak langsung pada efisiensi layanan serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan ilmu kedokteran di masa depan,” harap Dirut.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Perkuat Transformasi Kesehatan, 11 Dokter Spesialis Ikuti Fellowship Periode Januari 2026

RSUP Dr. M. Djamil kembali memperkuat perannya sebagai pusat pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan di Indonesia dengan menyelenggarakan layanan orientasi bagi para tenaga medis spesialis. Pada hari ini, Senin (5/1), sebanyak 11 peserta fellowship untuk periode Januari 2026 memulai rangkaian program mereka melalui kegiatan Layanan Orientasi dan Informasi (LOI). Program fellowship ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi spesifik para dokter spesialis dalam menangani berbagai kasus medis yang kompleks dan membutuhkan keahlian tingkat lanjut.

Seluruh peserta yang hadir terbagi ke dalam beberapa disiplin ilmu bagi peningkatan kualitas pelayanan publik. Rincian peserta tersebut mencakup empat orang yang mengambil fellowship Tatalaksana Penyakit Ginjal dengan Dialisis Tahap Dasar, disusul oleh dua peserta yang mendalami Tatalaksana Penyakit Saluran Cerna dengan Endoskopi Tahap Dasar.

Selain itu, terdapat dua peserta yang berfokus pada bidang Kardiologi Intervensi, satu peserta pada bidang Neurologi, satu peserta di bidang Endoskopi Ginekologi Reproduksi Fertilitas, serta satu peserta lainnya yang mendalami Pulmo Intervensi. Kehadiran para peserta ini mencerminkan komitmen rumah sakit dalam mencetak tenaga medis yang mumpuni di berbagai lini spesialisasi.

Kegiatan orientasi ini dibuka langsung oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua didampingi oleh Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian, dr. Maliana, M.Kes.

Dalam kesempatan tersebut, Dovy menekankan program fellowship ini bukan sekadar rutinitas pendidikan, melainkan bagian dari transformasi kesehatan nasional untuk memeratakan akses layanan kesehatan berkualitas tinggi. “Program fellowship ini adalah jembatan bagi peserta untuk menguasai teknologi kedokteran terkini dan prosedur intervensi yang presisi. Kami berharap, ilmu yang nantinya peserta serap di sini dapat menjadi solusi konkret bagi permasalahan kesehatan di daerah asal masing-masing, sejalan dengan visi transformasi kesehatan yang sedang kita usung bersama,” harapnya.

Selama masa orientasi ini, Ia meminta para peserta fellowship untuk benar-benar memahami budaya kerja, standar keselamatan pasien, dan nilai-nilai pelayanan di RSUP Dr. M. Djamil. “Gunakanlah waktu yang berharga ini untuk berdiskusi dengan para konsultan dan rekan sejawat. Jangan hanya mengejar kemahiran teknis, tetapi bangunlah empati dan etika profesionalisme yang tinggi dalam setiap tindakan,” ajak Dirut.

Ditambahkan, dr. Maliana menambahkan proses orientasi ini sangat penting untuk menyelaraskan standar pelayanan dan keselamatan pasien yang berlaku di rumah sakit. “Dengan dimulainya periode fellowship Januari 2026 ini, RSUP Dr. M. Djamil optimistis dapat terus berkontribusi dalam menekan angka rujukan ke luar negeri melalui penyediaan dokter-dokter ahli yang memiliki kemandirian dalam tindakan intervensi medis yang rumit. Semangat belajar dan dedikasi tinggi diharapkan menjadi modal utama bagi ke-11 peserta ini selama menjalani masa pendidikan mereka di Padang,” harap dr. Maliana.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Gelar Orientasi bagi 114 Peserta PPDS dan PPDSS, Tekankan Etika dan Anti-Perundungan

RSUP Dr. M. Djamil secara resmi memulai program Layanan Orientasi dan Informasi bagi para dokter yang akan menempuh pendidikan lanjutan di rumah sakit tersebut. Kegiatan yang dimulai pada hari ini, Senin (5/1), diikuti oleh sebanyak 105 peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan 9 orang peserta Program Pendidikan Dokter Subspesialis (PPDSS). Rangkaian orientasi ini dijadwalkan berlangsung intensif selama lima hari hingga tanggal 9 Januari 2026 mendatang.

Selama periode orientasi tersebut, para peserta akan dibekali dengan berbagai materi yang menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugas di lingkungan rumah sakit. Materi yang diberikan mencakup pengenalan sistem dan kebijakan rumah sakit, tata kelola pendidikan klinis, serta pemahaman mendalam mengenai peran dan tanggung jawab peserta didik.

Selain itu, aspek krusial seperti etika dan disiplin profesi, keselamatan pasien, pencegahan dan pengendalian infeksi, hingga teknis alur pelayanan dan penugasan klinis di masing-masing unit kerja juga menjadi fokus utama dalam pembekalan ini.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, dalam sambutannya mengatakan perjalanan pendidikan dokter spesialis dan subspesialis bukanlah perjalanan yang mudah. Akan ada tantangan, tekanan, dan pengorbanan. Namun percayalah, semua itu akan sepadan dengan kompetensi dan kedewasaan profesional yang diperoleh.

“RSUP Dr. M. Djamil berkomitmen untuk memberikan lingkungan belajar yang kondusif, suportif, dan berbasis pada mutu serta keselamatan pasien. Kami membuka ruang dialog dan kolaborasi, karena kami percaya, pendidikan kedokteran adalah tanggung jawab bersama antara institusi pelayanan, institusi pendidikan, dan peserta didik itu sendiri,” tutur Dovy.

Ia pun secara tegas mengajak para dokter peserta didik untuk berkomitmen dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dengan menjunjung tinggi gerakan anti-perundungan. “Menjaga marwah RSUP Dr. M. Djamil dan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand) adalah tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui perilaku profesional dan saling menghormati antar sejawat maupun kepada pasien,” ucapnya.

Melalui kegiatan orientasi ini, berharap seluruh peserta dapat memahami struktur organisasi rumah sakit, sistem pelayanan, alur komunikasi, serta nilai-nilai profesionalisme dan etika yang menjadi budaya kerja rumah sakit. “Ini adalah tahap awal, fondasi penting, sebelum Saudara-saudara semua terjun langsung dalam pelayanan kesehatan yang sesungguhnya,” harapnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp. Onk (K), FACS, FFSTEd, menekankan pentingnya bagi setiap peserta untuk segera beradaptasi dengan lingkungan kerja klinis serta memahami regulasi yang berlaku agar proses pendidikan dan pelayanan kesehatan dapat berjalan beriringan secara optimal dan harmonis.”Dengan dimulainya orientasi ini, diharapkan para peserta PPDS dan PPDSS dapat langsung bersinergi dengan tim medis lainnya di RSUP Dr. M. Djamil. Kehadiran mereka diharapkan tidak hanya menambah kekuatan tenaga medis secara kuantitas, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan publik melalui penerapan ilmu kedokteran yang mutakhir dan beretika tinggi,” harap Dekan.

Sementara itu, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes mengatakan pelaksanaan kegiatan orientasi ini juga menjadi sarana untuk menyelaraskan pemahaman peserta didik terhadap budaya kerja rumah sakit, standar pelayanan, serta prinsip kolaborasi interprofesional dalam rangka mendukung pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan berfokus pada keselamatan pasien. Selain itu, orientasi ini berfungsi sebagai langkah awal dalam membangun sikap profesional, kedisiplinan, dan tanggung jawab peserta didik sebagai bagian dari sistem pelayanan rumah sakit pendidikan.

“Melalui pelaksanaan orientasi PPDS dan PPDSS Periode Januari 2026 ini, diharapkan seluruh peserta memiliki kesiapan akademik dan profesional yang memadai, memahami peran dan tanggung jawabnya sebagai peserta didik di rumah sakit pendidikan, serta mampu beradaptasi secara optimal dengan sistem pelayanan dan pendidikan klinis yang berlaku di RSUP Dr. M. Djamil. Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran RSUP Dr. M. Djamil dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia kesehatan yang kompeten, profesional, dan berdaya saing, sejalan dengan arah kebijakan nasional transformasi sistem kesehatan,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Internalisasi Budaya BerAKHLAK sebagai Fondasi Pelayanan di Tahun 2026

Mengawali langkah di tahun yang baru, RSUP Dr. M. Djamil menyelenggarakan apel pagi perdana tahun 2026 pada Senin (5/1). Kegiatan yang berlangsung di Shelter Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan ini diikuti oleh jajaran direksi, manajemen serta seluruh civitas hospitalia sebagai bentuk konsolidasi internal dalam meningkatkan performa pelayanan kesehatan di masa mendatang.Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, hadir langsung bertindak sebagai pemimpin apel.

Dalam amanatnya, Dovy secara khusus memompa semangat civitas hospitalia agar memulai tahun 2026 dengan energi positif dan dedikasi yang lebih tinggi. “Setiap individu di rumah sakit harus memiliki visi yang selaras untuk membawa RSUP Dr. M. Djamil menjadi institusi kesehatan yang unggul dan kompetitif di tingkat nasional,” tegasnya.

Dovy Djanas menekankan pentingnya internalisasi nilai-nilai BerAKHLAK yang meliputi Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Nilai-nilai tersebut harus ditanamkan dan dijadikan pedoman perilaku sehari-hari oleh seluruh civitas hospitalia. “Hal ini dinilai sangat krusial agar standar pelayanan tetap terjaga dan mampu menjawab ekspektasi masyarakat yang semakin tinggi terhadap kualitas perawatan medis,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian, dr. Maliana, M.Kes, turut memberikan penguatan melalui sosialisasi budaya kerja BerAKHLAK. Dalam paparannya, ia menjelaskan transformasi budaya kerja merupakan fondasi bagi pengembangan SDM dan kemajuan penelitian di rumah sakit. “Dengan menerapkan nilai-nilai tersebut, diharapkan tercipta lingkungan kerja yang lebih profesional, solid, dan penuh integritas sehingga mendukung kelancaran setiap program strategis yang telah dicanangkan untuk sepanjang tahun 2026,” tukasnya. (*)

Perkuat Layanan Kesehatan, RSUP Dr. M. Djamil Terima 46 Tenaga Outsourcing Baru

RSUP Dr. M. Djamil terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan memperkuat sektor sumber daya manusia (SDM). Terbaru, rumah sakit milik Kementerian Kesehatan RI ini secara resmi menerima 46 tenaga outsourcing tambahan yang dikelola melalui Koperasi Konsumen Pegawai Republik Indonesia (KKPRI) RSUP Dr. M. Djamil.

Prosesi penyerahan tenaga kerja ini berlangsung khidmat di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan pada Jumat (2/1). Acara tersebut menandai langkah strategis rumah sakit dalam memastikan setiap unit kerja memiliki dukungan personel yang optimal.

Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes, menerima secara langsung ke-46 tenaga kerja tersebut dari Ketua KKPRI RSUP Dr. M. Djamil, Ns. Ema Julita, S.Kep, MARS, FISQua.

Dalam sambutannya, dr. Maliana menekankan penambahan tenaga kerja ini merupakan respons terhadap dinamika kebutuhan layanan di rumah sakit yang terus meningkat. Ia berpesan agar para tenaga baru segera beradaptasi dengan budaya kerja rumah sakit yang mengedepankan profesionalisme dan keramahan.

“Kehadiran tenaga outsourcing memiliki peran vital dalam mendukung operasional harian kami. Kami berharap saudara-saudara dapat bekerja dengan penuh tanggung jawab dan menjaga nama baik institusi,” ujar dr. Maliana.

Dengan bertambahnya 46 personel baru ini, dr. Maliana mengungkapkan total tenaga outsourcing yang saat ini bertugas di RSUP Dr. M. Djamil telah mencapai 163 orang. Ratusan tenaga kerja tersebut ditempatkan secara strategis di berbagai unit kerja, mulai dari bagian administrasi, teknis, hingga unit pendukung lainnya yang bersentuhan langsung maupun tidak langsung dengan pelayanan pasien.

Ketua KKPRI, Ns. Ema Julita, menyatakan pihak koperasi berkomitmen untuk terus menyediakan tenaga kerja yang kompeten dan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh rumah sakit. Kerjasama ini diharapkan dapat terus berjalan harmonis demi mendukung visi RSUP Dr. M. Djamil sebagai pusat layanan kesehatan terkemuka di Sumatera Barat.

“Penempatan tenaga kerja ini diharapkan dapat menutupi celah kebutuhan SDM sehingga operasional rumah sakit berjalan lebih efektif, efisien, dan memberikan kenyamanan maksimal bagi masyarakat yang datang berobat,” tukasnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Lakukan Penyegaran Struktur Organisasi Guna Perkuat Pelayanan dan Akuntabilitas

Mengakhiri tahun 2025 dengan langkah strategis, RSUP Dr. M. Djamil melakukan penyegaran pada jajaran struktural dan fungsionalnya. Sebagai rumah sakit yang berada di bawah naungan Kementerian Kesehatan RI, langkah ini diambil untuk memastikan dinamika organisasi tetap berjalan optimal serta meningkatkan efektivitas di sektor penunjang medis dan pengelolaan anggaran.

Pada hari ini, Rabu (31/12), dilakukan prosesi penyerahan Surat Keputusan (SK) secara resmi kepada sejumlah pejabat yang memegang posisi krusial. Penyerahan SK tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, di ruang rapat direksi dengan dihadiri oleh jajaran direksi dan manajemen.

Adapun pejabat yang menerima amanah baru dalam penyegaran organisasi ini adalah Fera Novita Sari, S.STr, yang dipercaya menjabat sebagai Kepala Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPRS). Selain itu, tanggung jawab besar juga diberikan kepada Catur Suharinto, ST, M.Kes, yang kini mengemban jabatan sebagai Asisten Manajer Penunjang Diagnostik dan Terapi, sekaligus merangkap tugas sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Belanja Medik dan Non Medik. Sementara itu, untuk posisi PPK Belanja Pegawai, amanah tersebut diserahkan kepada Suhatsyah, SE, MM, Akt.

Dalam sambutannya setelah menyerahkan SK tersebut, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, menyampaikan rotasi dan penunjukan pejabat baru ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan rumah sakit untuk terus bertransformasi. Setiap posisi yang diisi hari ini memiliki peran vital dalam memastikan operasional rumah sakit berjalan tanpa kendala, mulai dari pemeliharaan sarana prasarana hingga ketepatan dalam pengelolaan administrasi belanja negara.

Dovy Djanas berpesan agar para pejabat yang baru dilantik segera melakukan koordinasi di unit kerja masing-masing guna menjaga keberlangsungan layanan. Berharap integritas dan profesionalisme tetap menjadi landasan utama, terutama bagi para pejabat yang bertanggung jawab atas pengadaan barang dan jasa serta belanja pegawai, agar semua proses tetap sesuai dengan koridor hukum dan prinsip akuntabilitas yang tinggi.

“Penyegaran struktur ini juga diharapkan menjadi pemacu semangat bagi seluruh civitas hospitalia RSUP Dr. M. Djamil dalam memasuki tahun yang baru. Dengan penguatan pada lini penunjang dan manajerial, RSUP Dr. M. Djamil berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat luas serta memperkokoh posisinya sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah Sumatera Bagian Tengah yang berstandar internasional,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Resmi Alihkan Pengelolaan Cleaning Service, Fokus Tingkatkan Standar Higienitas Layanan

RSUP Dr. M. Djamil terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik, tidak hanya dari sisi medis tetapi juga dari aspek kenyamanan dan kebersihan lingkungan rumah sakit. Pada hari ini, Rabu (31/12), rumah sakit milik Kementerian Kesehatan RI ini secara resmi melaksanakan serah terima pengelolaan jasa cleaning service.

Acara serah terima yang berlangsung di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan ini menandai peralihan operasional kebersihan dari mitra lama, PT Kuwera Jaya Nusantara, kepada mitra baru, PT Nusantara Inti Solusindo.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, dalam sambutannya menekankan pengelolaan kebersihan di lingkungan rumah sakit memiliki standar yang jauh lebih kompleks dibanding gedung perkantoran biasa.

“Kebersihan di rumah sakit bukan sekadar masalah estetika atau agar enak dipandang mata, melainkan bagian krusial dari pengendalian infeksi. Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Kuwera Jaya Nusantara atas dedikasinya selama ini, dan selamat bertugas kepada PT Nusantara Inti Solusindo,” ujar Dovy.

Turut hadir jajaran direksi dan manajemen RSUP Dr. M. Djamil, GM PT Kuwera Jaya Nusantara Yoga Pamungkas dan manajemen PT Nusantara Inti Solusindo.

Ia menambahkan pergantian pengelola ini diharapkan membawa semangat baru dan inovasi dalam menjaga sterilitas ruangan. “Mulai dari ruang rawat inap hingga area publik, guna menjamin keamanan pasien, pengunjung, serta seluruh staf medis,” ungkapnya.

Menanggapi kepercayaan besar tersebut, CEO PT Nusantara Inti Solusindo, Desy Sulistyorini, menyatakan kesiapan pihaknya untuk memberikan performa terbaik di RSUP Dr. M. Djamil. Mengelola kebersihan di rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat ini merupakan tanggung jawab yang besar.

“Kepercayaan ini kami terima dengan penuh rasa tanggung jawab. Kami memahami sepenuhnya bahwa di lingkungan rumah sakit, higienitas adalah fondasi utama dari seluruh layanan kesehatan. Tanpa lingkungan yang higienis, proses penyembuhan pasien tidak akan optimal,” tegas Desy.

PT Nusantara Inti Solusindo, ungkapnya, berkomitmen untuk menerapkan protokol pembersihan yang ketat, penggunaan teknologi kebersihan yang ramah lingkungan. “Bahkan peningkatan kompetensi tenaga kerja di lapangan agar selaras dengan standar akreditasi rumah sakit internasional yang disandang oleh RSUP Dr. M. Djamil,” tukasnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Jalin Sinergi Strategis dengan BRI

Menutup kalender tahun 2025 dengan langkah progresif, RSUP Dr. M. Djamil terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik melalui kolaborasi lintas sektor. Kali ini, Rumah Sakit milik Kementerian Kesehatan RI tersebut resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tentang pemanfaatan pelayanan jasa perbankan.

Perjanjian Kerja Sama (PKS) tersebut ditandatangani langsung oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, bersama Pemimpin BRI Branch Office (BO) Padang, Eli Sanjoyo di Ruang Rapat Direksi pada Rabu (31/12). Momen penting ini disaksikan oleh jajaran Direksi RSUP Dr. M. Djamil serta Regional CEO BRI Padang, Riza Pahlevi, beserta jajaran manajemen dari kedua belah pihak.

Dalam sambutannya, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, menyampaikan kolaborasi ini merupakan langkah krusial dalam mendukung transformasi kesehatan, khususnya pada pilar manajemen internal dan layanan publik.

“Kerja sama ini bukan sekadar kemitraan bisnis biasa, melainkan upaya kami dalam menghadirkan kemudahan transaksi bagi pasien serta efisiensi manajemen keuangan rumah sakit. Dengan dukungan sistem perbankan BRI yang mumpuni, kami optimis operasional layanan akan semakin transparan dan akuntabel,” ujar Dovy.

Ia menambahkan integrasi layanan perbankan di lingkungan rumah sakit akan membantu dalam mempercepat proses administrasi. “Baik bagi pegawai maupun masyarakat luas yang mengakses layanan di RSUP Dr. M. Djamil,” ungkapnya.

Langkah kolaborasi ini, tegas Dirut, dirasa sangat tepat waktu mengingat performa finansial RSUP Dr. M. Djamil yang menunjukkan tren positif sepanjang tahun ini. Tercatat, pendapatan rumah sakit mengalami kenaikan signifikan di tahun 2025. Tahun ini mencapai pendapatan Rp 913 miliar dari target pendapatan Rp 885 miliar.

“Seiring dengan pertumbuhan pendapatan tersebut, tantangan dalam pengelolaan arus kas dan digitalisasi sistem pembayaran pun meningkat. Oleh karena itu, kami membutuhkan mitra perbankan yang memiliki jaringan luas dan teknologi yang mapan seperti BRI untuk mengelola ekosistem keuangan ini,” jelas Dovy.

Sementara itu, Regional CEO BRI Padang, Riza Pahlevi, menyambut baik kepercayaan yang diberikan oleh RSUP Dr. M. Djamil. BRI siap memberikan solusi perbankan komprehensif, mulai dari layanan cash management system, kemudahan pembayaran pasien melalui berbagai kanal digital, hingga fasilitas perbankan bagi para tenaga medis dan pegawai.

“Kami berkomitmen untuk mendukung penuh RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumatera Tengah. Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pembayaran yang lebih modern dan memudahkan seluruh pihak,” pungkas Riza.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Resmi Lepas 12 Peserta Fellowship

RSUP Dr. M. Djamil kembali menunjukkan perannya sebagai pusat pendidikan tenaga kesehatan unggul dengan melepas peserta program fellowship periode Juli hingga Desember 2025. Sebanyak 12 orang peserta yang telah menyelesaikan pendidikan fellowship tersebut dilepas secara resmi di Ruang Rapat Direksi pada Selasa (30/12). Pelepasan ini menjadi momentum penting dalam upaya pemerataan kualitas layanan kesehatan melalui peningkatan kompetensi tenaga medis di berbagai bidang spesialisasi.

Rincian sebaran peserta fellowship kali ini mencakup berbagai disiplin ilmu yang krusial bagi kebutuhan layanan rumah sakit saat ini. Peserta tersebut terdiri dari satu orang lulusan program fellowship kardiologi intervensi, dua orang dari program fellowship onkologi, serta enam orang yang mendalami program fellowship tatalaksana penyakit ginjal dengan dialisis tahap dasar. Selain itu, terdapat pula dua orang lulusan program fellowship tatalaksana penyakit saluran cerna dengan endoskopi tahap dasar dan satu orang dari program fellowship emergensi dan rawat intensif anak.

Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes, yang hadir langsung memberikan apresiasi kepada seluruh peserta. Keahlian yang telah diasah selama enam bulan di RSUP Dr. M. Djamil merupakan modal berharga untuk membawa perubahan nyata di fasilitas kesehatan asal masing-masing peserta. “Penguasaan teknologi medis dan prosedur klinis terbaru harus dibarengi dengan integritas dan semangat pelayanan yang tinggi kepada masyarakat,” tegasnya didampingi Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K).

Pada kesempatan tersebut, dr. Maliana didampingi PIC Fellowship, Manajer Diklat Ns. Venny Dwita Zola Anwar, S.Kep dan Ketua Komkordik Dr. dr. Daan Khambri, Sp.B (K) Onk, M.Kes juga menyerahkan sertifikat fellowship secara langsung kepada para lulusan sebagai bukti sah kompetensi yang telah mereka raih. Penyerahan sertifikat ini sekaligus menandai berakhirnya masa pendidikan intensif para peserta di bawah bimbingan para konsultan dan tenaga ahli RSUP Dr. M. Djamil.

Ia berharap agar para lulusan tidak berhenti belajar dan terus mengikuti perkembangan ilmu kedokteran yang sangat dinamis. “Dan diharapkan juga dapat memperkuat jejaring layanan rujukan nasional dan memberikan dampak positif terhadap standar pelayanan kesehatan di Indonesia, khususnya dalam penanganan kasus-kasus kompleks di bidang jantung, ginjal, kanker, pencernaan, serta kegawatdaruratan anak,” harap dr. Maliana.(*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45