Suasana Haru Warnai Pelepasan Purnatugas di RSUP Dr. M. Djamil

Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti lapangan shelter lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan RSUP Dr. M. Djamil pada Senin pagi (29/12). Apel rutin yang biasanya berlangsung formal, kali ini terasa jauh lebih emosional saat manajemen dan seluruh staf berkumpul untuk melepas dua sosok yang telah mendedikasikan sebagian besar hidup mereka bagi rumah sakit.

Acara pelepasan purnatugas ini ditujukan kepada dua pegawai, yakni Mulyani (perawat) dan Nosiri (keuangan). Sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas selama puluhan tahun, kedua pensiunan tersebut menerima piagam penghargaan serta kenang-kenangan dari Korpri. Penyerahan dilakukan oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua didampingi oleh jajaran direksi lainnya.

Dalam sambutannya, Dovy Djanas menyampaikan rasa syukur dan bangga atas integritas yang ditunjukkan oleh kedua pegawai tersebut selama ini. Kontribusi mereka telah menjadi bagian dari sejarah perkembangan RSUP Dr. M. Djamil.

“Purna tugas adalah sebuah keniscayaan bagi setiap ASN, namun dedikasi dan pengabdian yang telah Ibu Mulyani dan Bapak Nosiri berikan akan selalu terpatri di rumah sakit ini. Kami mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya atas segala tenaga, pikiran, dan waktu yang telah dikorbankan demi melayani pasien,” ujar Dovy.

Dovy menambahkan semangat kerja yang ditunjukkan oleh keduanya harus menjadi cermin bagi para pegawai muda. “Kehilangan sosok senior seperti beliau berdua tentu meninggalkan celah, namun warisan etos kerja dan ketulusan dalam melayani yang mereka tinggalkan harus kita teruskan. Kami mendoakan agar masa purnabakti ini dijalani dengan penuh kebahagiaan, kesehatan, dan keberkahan bersama keluarga. Pintu silaturahmi RSUP Dr. M. Djamil akan selalu terbuka lebar untuk Bapak dan Ibu,” pungkasnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil dan BWS Sumatera V Matangkan Rencana Pembangunan Sumur Bor

Manajemen RSUP Dr. M. Djamil bergerak cepat memastikan keandalan fasilitas layanan kesehatan mereka. Pada Rabu (24/12), jajaran direksi rumah sakit rujukan terbesar di Sumatera Barat ini menggelar pertemuan intensif dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang guna mematangkan rencana pembangunan sumur bor skala besar.

Proyek yang menelan anggaran sebesar Rp1,5 miliar ini merupakan realisasi dari aspirasi yang diperjuangkan oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade. Kehadiran infrastruktur ini menjadi jawaban atas kebutuhan krusial air bersih yang selama ini menjadi tantangan di rumah sakit yang memiliki volume pasien sangat tinggi tersebut.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menegaskan operasional rumah sakit rujukan tidak boleh terkendala oleh hal teknis seperti ketersediaan air. “Sebagai rumah sakit rujukan utama, kami beroperasi 24 jam dengan ribuan nyawa yang bergantung pada layanan kami. Kebutuhan air bersih mencakup segala lini, mulai dari sterilisasi alat medis, kebutuhan pasien, hingga kebersihan bangsal,” ujar Dovy di sela-sela pertemuan.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian Andre Rosiade yang mampu menjembatani kebutuhan mendesak rumah sakit dengan kebijakan anggaran di tingkat pusat. “Berkat kawalan Bapak Andre Rosiade, kami mendapatkan dukungan anggaran Rp1,5 miliar dari pemerintah pusat untuk solusi air bersih ini,” tambahnya.

Dengan kehadiran sumur bor ini, sebutnya, diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang bagi kebutuhan air di RSUP Dr. M. Djamil yang merupakan rumah sakit rujukan utama di wilayah Sumatera Bagian Tengah. “Selama ini, RSUP Dr. M. Djamil sering kali mengalami beban operasional yang berat karena melayani pasien tidak hanya dari Sumatera Barat, tetapi juga dari provinsi tetangga seperti Jambi dan Riau. Dengan adanya sumber air mandiri melalui sumur bor ini, ketergantungan pada satu sumber air saja dapat diminimalisir,” harap Dirut. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Borong Dua Penghargaan Nasional Surveilans PIE 2025

RSUP Dr. M. Djamil kembali mempertegas posisinya sebagai institusi kesehatan terkemuka di tingkat nasional dengan meraih prestasi membanggakan di penghujung tahun 2025. Rumah sakit yang berada di bawah naungan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ini berhasil menyabet dua penghargaan sekaligus dalam ajang Evaluasi Pelaksanaan Surveilans Sentinel Penyakit Infeksi Emerging (PIE) Tahun 2025, belum lama ini. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kinerja luar biasa rumah sakit dalam mendeteksi serta memantau ancaman penyakit infeksi yang berpotensi menjadi wabah.

Dua kategori bergengsi yang berhasil dibawa pulang adalah Penghargaan Rumah Sakit Lokus Surveilans Sentinel PIE Tahap 2 Tahun 2025 dengan predikat Penemuan Suspek PIE Paling Aktif, serta Penghargaan Rumah Sakit yang Berhasil Mencapai Target Indikator Surveilans Sentinel PIE Tahun 2025. Capaian ini menjadi bukti konkret bahwa sistem kewaspadaan dini yang diterapkan di RSUP Dr. M. Djamil berjalan sangat efektif. Di mana kecepatan dan ketepatan dalam mengidentifikasi kasus-kasus infeksi baru menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian acara Evaluasi Pelaksanaan Surveilans Sentinel PIE Tahun 2025. Penyerahan apresiasi ini menjadi momentum penting yang mengakui efisiensi manajemen data dan respons cepat tim medis dalam menghadapi dinamika penyakit infeksi emerging yang terus berkembang. Keberhasilan ini juga menempatkan RSUP Dr. M. Djamil sebagai salah satu pilar utama dalam sistem ketahanan kesehatan nasional yang digagas oleh Kementerian Kesehatan.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas pencapaian kolektif tersebut. Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran tenaga medis dan non-medis yang tanpa lelah memberikan pelayanan terbaik sekaligus menjalankan fungsi pengawasan kesehatan dengan standar yang ketat.

“Prestasi ini bukan sekadar simbol keberhasilan, melainkan amanah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan rumah sakit dalam menghadapi ancaman kesehatan di masa depan serta memastikan setiap potensi infeksi dapat ditangani secara dini sebelum meluas,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba (PRA) RSUP Dr. M. Djamil, dr. Fadrian, Sp.PD-KPTI, FINASIM, VCT, menjelaskan kunci dari prestasi ini terletak pada konsistensi dalam menjalankan protokol surveilans. Aktifnya penemuan suspek dan tercapainya target indikator menunjukkan adanya sinergi yang kuat antara tim surveilans dengan laboratorium serta unit klinis lainnya.

“Dengan sistem yang sudah teruji ini, RSUP Dr. M. Djamil diharapkan dapat terus menjadi rujukan utama yang tidak hanya unggul dalam aspek pengobatan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam pencegahan dan pengendalian penyakit infeksi emerging di Indonesia,” harap dr. Fadrian.(*)

Manajer Timker Litbang Sabet Gelar Hero Of The Year 2025 Kemenkes RI

RSUP Dr. M. Djamil kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu institusi kesehatan terbaik di Indonesia. Kali ini, prestasi membanggakan datang dari bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) melalui sosok dr. Zulda Musyarifah, Sp.PA, FIAC, IFCAP.

Manajer Tim Kerja (Timker) Litbang sekaligus Ketua Clinical Research Unit (CRU) RSUP Dr. M. Djamil tersebut berhasil meraih penghargaan bergengsi sebagai Hero Of The Year 2025 UPT Vertikal Ditjen Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Prosesi penyerahan piagam penghargaan berlangsung khidmat di tengah pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Ibu ke-97 yang digelar di pelataran parkir Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Senin (22/12).

Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, dengan didampingi oleh jajaran direksi lainnya. Momen ini menjadi kado istimewa bagi civitas hospitalia RSUP Dr. M. Djamil di penghujung tahun 2025.

Dalam sambutannya, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian yang diraih oleh dr. Zulda. Penghargaan ini merupakan bukti nyata dari dedikasi dan kerja keras dalam memajukan ekosistem riset di lingkungan rumah sakit.

“Prestasi yang diraih oleh dr. Zulda Musyarifah sebagai Hero Of The Year 2025 bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi merupakan marwah bagi RSUP Dr. M. Djamil. Ini membuktikan bahwa sumber daya manusia kita mampu bersaing dan diakui di tingkat nasional, khususnya dalam lingkup UPT Vertikal Ditjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes,” ujar Dovy.

Ia juga menambahkan peran Litbang dan CRU di bawah kepemimpinan dr. Zulda sangat krusial dalam mendukung transformasi kesehatan melalui penelitian klinis yang inovatif.

“Kami berharap penghargaan ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh staf dan tenaga medis lainnya untuk terus berinovasi. RSUP Dr. M. Djamil berkomitmen untuk selalu memberikan ruang bagi pengembangan ilmu pengetahuan demi peningkatan layanan kesehatan masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, dr. Zulda Musyarifah, Sp.PA, FIAC, IFCAP, mengungkapkan rasa syukur dan harunya atas apresiasi yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan dan dukungan penuh dari manajemen RSUP Dr. M. Djamil.

“Saya merasa terhormat dan tidak menyangka akan menerima penghargaan Hero Of The Year ini. Pencapaian ini adalah hasil kerja keras kolektif tim di Litbang dan CRU, serta dukungan luar biasa dari Direktur Utama dan jajaran direksi yang selalu memfasilitasi setiap langkah pengembangan riset di rumah sakit kita,” ungkap dr. Zulda.

Ia berharap penghargaan ini dapat meningkatkan motivasi para peneliti di RSUP Dr. M. Djamil untuk terus menghasilkan karya-karya ilmiah yang aplikatif.

“Riset bukanlah sekadar data di atas kertas, melainkan fondasi untuk memberikan terapi dan pelayanan yang lebih baik bagi pasien. Penghargaan ini saya dedikasikan untuk seluruh tim dan keluarga besar RSUP Dr. M. Djamil yang terus berjuang memberikan yang terbaik bagi dunia kesehatan Indonesia,” tambahnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Gelar Upacara Peringatan Hari Ibu ke-97

RSUP Dr. M. Djamil melaksanakan upacara peringatan Hari Ibu ke-97 tahun 2025 dengan penuh khidmat. Kegiatan tersebut dipusatkan di pelataran parkir Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan pada Senin (22/12).

Bertindak selaku Inspektur Upacara adalah Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, yang memimpin jalannya prosesi di hadapan jajaran direksi serta seluruh pegawai rumah sakit.

Dalam kesempatan tersebut, Dovy Djanas membacakan sambutan tertulis Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia. Dalam amanatnya, ditegaskan peringatan Hari Ibu setiap tanggal 22 Desember bukan sekadar seremoni tahunan maupun perayaan “Mother’s Day” sebagaimana dipahami di beberapa negara.

Sebaliknya, momentum ini merupakan bentuk penghargaan mendalam terhadap perjuangan dan pengabdian perempuan Indonesia dalam merebut, mempertahankan, serta mengisi kemerdekaan.

“Hari Ibu merupakan refleksi sejarah panjang perjuangan perempuan dalam memperjuangkan hak, kesetaraan, dan kebebasan untuk bergerak bersama laki-laki dalam membangun bangsa,” ucap Menteri PPPA dalam sambutan tertulis yang dibacakan Direktur Utama.

Pada peringatan tahun 2025 ini, Kementerian PPPA mengusung tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045.”

Tema tersebut menegaskan posisi perempuan bukan hanya sebagai penerima manfaat pembangunan, melainkan sebagai motor utama perubahan.

Meski di tengah berbagai tantangan berat seperti beban ganda, stigma, keterbatasan akses, hingga kekerasan berbasis gender, perempuan Indonesia terus menunjukkan ketangguhan, kreativitas, serta daya juang yang luar biasa. Kontribusi nyata perempuan kini hadir di berbagai sektor, mulai dari keluarga, ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga merambah ke dunia politik, seni, olahraga, dan teknologi.

“Peringatan ke-97 ini juga menjadi ruang refleksi bagi seluruh perempuan Indonesia tanpa memandang latar belakang sosial, profesi, maupun wilayah. Suara perempuan ditegaskan harus terus didengar dan dijadikan dasar dalam penyusunan kebijakan publik serta strategi arah masa depan bangsa,” tegasnya.

Dalam konteks kebijakan nasional, penyelenggaraan Hari Ibu tahun ini sejalan dengan agenda pembangunan nasional, termasuk implementasi Asta Cita dan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan sistem perlindungan perempuan.

Pemerintah terus berkomitmen memperkuat kerangka hukum dan kebijakan melalui Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT), serta pengarusutamaan gender dalam seluruh sektor pembangunan.

Hal ini dilakukan guna memastikan perempuan Indonesia benar-benar terlindungi, bebas dari kekerasan dan diskriminasi, serta memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang secara maksimal.

Mengakhiri amanat Menteri PPPA, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah hingga masyarakat luas, untuk memperkuat kolaborasi dan komitmen berkelanjutan dalam mewujudkan keadilan gender. Melalui semangat Hari Ibu ke-97, diharapkan seluruh perempuan Indonesia terus konsisten dalam memberikan karya nyata yang mewarnai perjalanan bangsa demi mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.(*)

Kehadiran Tim Medis RSUP Dr. M. Djamil Beri Angin Segar bagi Pengungsi Malalo

Pengungsi dari Nagari Guguak Malalo dan Nagari Padang Laweh Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, memberikan sambutan hangat atas kehadiran tim kesehatan dari RSUP Dr. M. Djamil. Kehadiran tim medis dari rumah sakit rujukan utama Sumatera Barat ini dinilai membantu warga yang mulai mengeluhkan berbagai gangguan kesehatan selama berada di lokasi pengungsian.

Pelayanan kesehatan yang dipusatkan di posko Masjid Taqwa, Jorong Tanjung Mutiara, Nagari Batu Taba, menjadi harapan bagi warga yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut. Salah satu pengungsi dari Nagari Guguak Malalo, Joni Amalo, terlihat ikut mengantre untuk memeriksakan kondisinya.

Kepada tim medis, Joni mengeluhkan rasa gatal pada kulit yang mulai ia rasakan sejak beberapa waktu terakhir di pengungsian. Setelah menjalani pemeriksaan, Joni menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian tim medis yang datang jauh-jauh dari Padang.

Ia mengaku merasa jauh lebih tenang setelah mendapatkan penjelasan dan pengobatan dari dokter spesialis.

“Kami berterima kasih dengan adanya tim kesehatan dari RSUP Dr. M. Djamil ini. Jujur saja, selama di pengungsian saya merasa tidak nyaman karena gatal-gatal, tapi setelah diperiksa dan diberikan obat, saya merasa sangat terbantu dan diperhatikan,” ujar Joni Amalo dengan nada lega.

Kehadiran tim spesialis ini juga diapresiasi oleh petugas kesehatan yang telah berjaga di posko tersebut. dr. Nila, salah seorang tim medis dari Puskesmas Lintau Buo Utara 2 yang sedang bertugas piket di Posko Jorong Tanjung Mutiara, menyatakan kolaborasi ini memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

“Keterlibatan dokter spesialis secara langsung memberikan rasa aman dan penanganan yang lebih tepat sasaran bagi para pengungsi yang merasa sangat terbantu dengan adanya tambahan personel dan keahlian medis tersebut,” tuturnya.

Berdasar pengamatan di lapangan, sebagian besar pengungsi mengeluhkan penyakit yang umum muncul di lokasi pengungsian, seperti batuk, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), penyakit kulit, serta gangguan pencernaan. Namun, dr. Nila memberikan kabar baik bahwa seiring dengan rutinnya pemeriksaan dan ketersediaan bantuan medis, intensitas keluhan dari warga cenderung mengalami penurunan.

“Secara bertahap, kondisi kesehatan para pengungsi mulai stabil dan keluhan yang masuk kepada tim medis makin hari makin berkurang dibandingkan pada awal masa pengungsian,” ungkap dr. Nila.

Sementara itu, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat di posko utama di Nagari Batu Taba, Kecamatan Batipuh Selatan menegaskan kehadiran tim medis ini adalah bentuk komitmen nyata rumah sakit dalam meringankan beban masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan panggilan kemanusiaan bagi institusi kesehatan untuk memberikan akses pengobatan yang berkualitas bagi masyarakat yang kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan akibat dampak bencana,” katanya didampingi Ketua DWP RSUP Dr. M. Djamil Ny Winanda Dovy dan jajaran direksi.(*)

DWP RSUP Dr. M. Djamil Salurkan Bantuan Perlengkapan Harian dan Ibadah bagi Korban Banjir Bandang Guguak Malalo

Kepedulian terhadap sesama terus mengalir bagi masyarakat Sumatera Barat yang sedang diuji musibah alam. Dharma Wanita Persatuan (DWP) RSUP Dr. M. Djamil menunjukkan aksi nyata dengan menyalurkan bantuan langsung kepada warga terdampak banjir bandang di kawasan Guguak Malalo, Kabupaten Tanah Datar, pada Sabtu (20/12).

Penyerahan bantuan tersebut dipusatkan di Puskesmas UPT Batipuh Selatan sebagai titik koordinasi penyaluran. Kehadiran rombongan yang dipimpin langsung oleh Ketua DWP RSUP Dr. M. Djamil, Ny. Winanda Dovy, disambut hangat oleh warga dan petugas kesehatan setempat. Dalam kunjungannya, Ny. Winanda didampingi oleh sejumlah pengurus DWP dan jajaran direksi RSUP Dr. M. Djamil yang turut berinteraksi langsung dengan para penyintas untuk memberikan dukungan moril.

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Winanda Dovy menyampaikan rasa duka mendalam dan keprihatinan yang mendalam atas musibah hebat yang melanda wilayah tersebut. Kedatangan keluarga besar DWP RSUP Dr. M. Djamil bukan hanya sekadar menjalankan program kerja, melainkan panggilan hati untuk meringankan beban saudara-saudara yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat terjangan air bah.

Adapun bantuan yang diserahkan kali ini berupa paket perlengkapan harian dan ibadah. Pemilihan jenis bantuan ini didasari atas pertimbangan bahwa perlengkapan, seperti pakaian, perlengkapan mandi, perlengkapan ibadah dan lainnya, merupakan kebutuhan fundamental yang sangat dibutuhkan warga untuk tetap menjalankan kegiatan harian dan kewajiban spiritual dengan layak di tengah situasi darurat.

Ny. Winanda berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat yang besar dan menjadi sumber kekuatan batin bagi warga Guguak Malalo. “Dengan tersedianya perlengkaqpan harian dan alat ibadah yang bersih dan layak, diharapkan masyarakat dapat lebih tenang, nyaman dalam menjalankan aktifitas harian serta lebih khusyuk dalam beribadah dan berdoa memohon keselamatan serta kekuatan di masa pemulihan ini,” tuturnya.

Aksi sosial ini menjadi bukti komitmen DWP RSUP Dr. M. Djamil dalam menjalankan fungsi sosialnya di tengah masyarakat. “Melalui bantuan ini, diharapkan semangat gotong royong dan rasa persaudaraan semakin kuat, sehingga beban yang dipikul oleh warga terdampak banjir bandang dapat terasa lebih ringan,” harap Ny. Winanda Dovy.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Perluas Aksi Kemanusiaan untuk Korban Banjir di Tanah Datar

Sebagai rumah sakit di bawah naungan Kementerian Kesehatan, RSUP Dr. M. Djamil kembali melaksanakan aksi pengabdian masyarakat dengan menurunkan tim kesehatan ke daerah terdampak banjir di Nagari Guguak Malalo dan Nagari Padang Laweh Malalo, Kecamatan Batipuah Selatan, Kabupaten Tanah Datar, pada Sabtu (20/12).

Dalam aksi kemanusiaan kali ini, RSUP Dr. M. Djamil tidak hanya mengirimkan tenaga medis umum, melainkan menerjunkan tim lengkap yang terdiri dari dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis anak, dokter spesialis kandungan, dan dokter spesialis kulit. Tim spesialis tersebut didampingi oleh perawat serta tim farmasi untuk memastikan pelayanan kesehatan dan distribusi obat-obatan berjalan optimal di posko pengungsian di Masjid Taqwa Jorong Mutiara Nagari Batu Taba dan Puskesmas Padang Laweh Malalo.

Khusus di posko pengungsian Masjid Taqwa Jorong Mutiara, tim medis berhasil memberikan penanganan dan pengobatan kepada sedikitnya lima puluh pasien yang merupakan korban terdampak yang merupakan warga Guguak Malalo. Berdasar pemeriksaan di lapangan, mayoritas warga mengeluhkan gangguan kesehatan berupa hipertensi, nyeri sendi, nyeri ulu hati, infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA, serta penyakit kulit berupa gatal-gatal yang kerap muncul pasca-bencana banjir.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat di posko utama di Nagari Batu Taba, Kecamatan Batipuh Selatan menegaskan kehadiran tim medis ini adalah bentuk komitmen nyata rumah sakit dalam meringankan beban masyarakat. “Kegiatan ini merupakan panggilan kemanusiaan bagi institusi kesehatan untuk memberikan akses pengobatan yang berkualitas bagi masyarakat yang kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan akibat dampak bencana,” katanya didampingi Ketua DWP RSUP Dr. M. Djamil Ny Winanda Dovy dan jajaran direksi.

Menurutnya, RSUP Dr. M. Djamil tidak hanya berperan sebagai pusat rujukan, tetapi juga harus proaktif hadir di tengah-tengah masyarakat saat kondisi darurat seperti ini terjadi. “Pelayanan yang diberikan sengaja melibatkan dokter spesialis agar diagnosa dan penanganan medis yang diterima warga lebih akurat dan tepat sasaran,” ucapnya.

Ia berharap melalui kehadiran tim medis ini, risiko penyebaran penyakit pasca-banjir dapat ditekan dan kondisi fisik warga dapat segera pulih. “Kami juga memastikan bahwa ketersediaan obat-obatan yang dibawa oleh tim farmasi telah disesuaikan dengan kebutuhan lapangan berdasarkan tren penyakit yang umum muncul di lokasi bencana,” tutur Dovy.

Pengabdian masyarakat ini mendapat apresiasi dari Pemkan Tanah Datar. Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, menyampaikan asa terima kasih yang tak terhingga kepada manajemen RSUP Dr. M. Djamil karena telah merespons kondisi darurat di Tanah Datar dengan sangat serius, bahkan dengan menghadirkan dokter-dokter spesialis langsung ke lokasi bencana.

“Bantuan kesehatan ini datang di saat yang sangat tepat, mengingat kondisi psikologis warga yang masih terguncang sering kali memicu munculnya berbagai keluhan fisik,” tuturnya.

Ia menyebutkan pemerintah daerah sangat terbantu karena penanganan medis yang diberikan bersifat komprehensif, mulai dari pemeriksaan anak-anak hingga lansia. “Sinergi yang ditunjukkan RSUP Dr. M. Djamil membuktikan bahwa masyarakat tidak sendirian dalam menghadapi masa sulit ini. Kehadiran para dokter spesialis ini dinilai memberikan rasa aman dan tenang bagi para pengungsi yang selama ini merasa khawatir akan kondisi kesehatan mereka di tengah keterbatasan fasilitas di pengungsian,” tuturnya.

Ia menegaskan Pemkab Tanah Datar akan selalu terbuka untuk berkolaborasi dengan RSUP Dr. M. Djamil dalam upaya pemulihan pasca-bencana, khususnya dalam aspek kesehatan lingkungan dan pencegahan wabah penyakit. “Bagi kami, kecepatan respons medis adalah kunci utama dalam mencegah timbulnya korban tambahan pasca-kejadian bencana alam,” tegas Ahmad Fadly.

Langkah ini menambah panjang catatan dedikasi RSUP Dr. M. Djamil dalam penanganan bencana di wilayah Sumatera Barat. Sebelumnya, rumah sakit ini juga telah sukses melaksanakan pengabdian masyarakat selama sepuluh hari penuh di daerah terdampak banjir bandang Nagari Salareh Air Timur, Kabupaten Agam. Tak hanya itu, aksi serupa juga sempat dilakukan di daerah Batu Busuak, Kota Padang, sebagai bagian dari rangkaian respons cepat rumah sakit terhadap situasi darurat yang menimpa masyarakat sekitar.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Raih Penghargaan Wajib Pajak Pengelola APBN Terbesar di Kota Padang Tahun 2024

RSUP Dr. M. Djamil kembali menorehkan prestasi membanggakan, kali ini di bidang kepatuhan administrasi negara. Rumah sakit rujukan nasional ini dinobatkan sebagai Wajib Pajak Pengelola APBN dengan Setoran Terbesar di Kota Padang Tahun 2024 oleh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Padang Dua.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala KPP Pratama Padang Dua, Budiyan, kepada Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Rabu (17/12). Seremoni penyerahan ini berlangsung di sela-sela kegiatan Sosialisasi Aktivasi Coretax, sebuah sistem inti perpajakan terbaru yang sedang diimplementasikan secara nasional.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada jajaran KPP Pratama Padang Dua. Penghargaan ini adalah buah dari kerja keras seluruh tim keuangan dan manajemen rumah sakit dalam menjaga tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas penghargaan ini. Bagi kami, pajak bukan sekadar kewajiban, melainkan bentuk kontribusi nyata RSUP Dr. M. Djamil dalam mendukung pembangunan bangsa. Penghargaan ini akan menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kepatuhan dan ketertiban administrasi perpajakan di masa depan,” ungkap Dovy.

Dalam kesempatan yang sama, dr. Dovy juga menekankan pentingnya adaptasi teknologi dalam pelaporan pajak. Terkait sosialisasi sistem Coretax yang sedang berjalan, ia menyatakan dukungan penuh terhadap digitalisasi perpajakan yang diusung oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

“Seiring dengan semangat transformasi kesehatan yang kami jalankan, kami juga berkomitmen melakukan transformasi digital di bidang administrasi. Aktivasi Coretax ini akan semakin memudahkan kami dalam memantau dan melaporkan pajak secara real-time dan lebih akurat,” tambahnya.

Kepala KPP Pratama Padang Dua, Budiyan, menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi pemerintah terhadap instansi yang menunjukkan integritas dan dedikasi tinggi dalam pengelolaan pajak. RSUP Dr. M. Djamil dinilai tidak hanya patuh secara administratif, tetapi juga menjadi penyumbang terbesar dalam mendukung target penerimaan negara di wilayah kerja Kota Padang.

“Kontribusi RSUP Dr. M. Djamil sangat signifikan bagi pembangunan nasional melalui setoran pajak yang dikelolanya. Kami berharap prestasi ini menjadi teladan bagi instansi pengelola APBN lainnya di Sumatera Barat,” ujar Budiyan.(*)

coretax

RSUP Dr. M. Djamil Gandeng KPP Pratama Padang Sosialisasi Coretax

RSUP Dr. M. Djamil mengambil langkah proaktif dalam mendukung reformasi birokrasi dan digitalisasi administrasi perpajakan. Pada Rabu (17/12), rumah sakit rujukan utama di Sumatera Tengah ini menggelar Sosialisasi Aktivasi Coretax yang dilangsungkan di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan RSUP Dr. M. Djamil.


Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh civitas hospitalia untuk beradaptasi dengan sistem administrasi perpajakan terbaru yang diusung oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Acara tersebut dihadiri oleh jajaran direksi, jajaran Manajemen, serta staf medis dan non-medis. Turut hadir sebagai mitra strategis, Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Padang Satu dan Dua beserta tim penyuluh pajak yang bertindak sebagai narasumber teknis.


“Sistem Coretax Administration System (CTAS) baru ini bukan sekadar perubahan aplikasi, melainkan sebuah transformasi proses bisnis yang akan mengintegrasikan berbagai layanan perpajakan menjadi lebih efisien, akuntabel, dan transparan,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.


Memahami dan menguasai penggunaan Coretax ini bukanlah sebuah pilihan, tegasnya, melainkan keharusan. Transisi ke sistem baru tentu memiliki tantangan tersendiri. Oleh karena itu, sosialisasi hari ini menjadi sangat krusial. Tujuannya agar tidak gagap teknologi, meminimalisir kesalahan administrasi, dan memastikan kewajiban perpajakan RSUP Dr. M. Djamil tetap berjalan patuh (compliance) sesuai peraturan yang berlaku.


“Saya mengimbau agar rekan-rekan dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Simak paparan yang disampaikan oleh narasumber ahli kita. Jangan ragu untuk bertanya dan berdiskusi mengenai hal-hal teknis yang mungkin akan kita hadapi di lapangan nanti,” imbaunya.


Dirut menginstruksikan agar memanfaatkan momen sosialisasi ini untuk segera melakukan aktivasi akun Coretax. Mohon jangan ditunda-tunda. “Pastikan akun Bapak/Ibu sudah aktif dan data sudah sesuai sekarang juga.Tujuannya jelas, agar nanti pada saat pelaporan SPT Tahunan tidak lagi mengalami kendala teknis, tidak bingung cara akses, dan tidak terhambat sistem,” tegasnya.


Ia menekankan mari kita mudahkan urusan administrasi kita sendiri dengan bersiap sejak awal, sehingga fokus kita dalam melayani pasien tidak terganggu oleh urusan administrasi perpajakan yang mendadak. “Mari kita jadikan momen ini sebagai langkah awal kesiapan kita menyongsong era baru administrasi perpajakan yang lebih modern,” pungkasnya. (*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45