Antisipasi Lonjakan Pasien Pasca Ledakan di SPH, RS M Djamil Aktifkan Tim Kesiapsiagaan Bencana

RSMDJ — Rumah Sakit M Djamil mengaktifkan tim  kesiapsiagaan bencana akibat terjadinya  ledakan di Semen Padang Hospital (SPH)  Selasa (30/1) sore yang mengakibatkan terganggunya aktifitas pelayanan pasien di rumah sakit tersebut.

Hingga saat berita ini ditayangkan, RS M Djamil sudah menerima sejumlah pasien rawat inap dan korban ledakan. Tidak hanya itu tim kesiapsiagaan RS M Djamil juga terjun langsung ke lokasi kejadian.

Direktur Utama RS M Djamil, Dr.dr. Dovy Djanas, Sp.OG-KFM, MARS, FISQua  yang ditemui di Instalasi Gawat Darut (IGD) RS M. Djamil mengatakan, pihaknya turut prihatin terhadap peristiwa yang terjadi di Semen Padang Hospital. Mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan RS M Djamil sebagai rujukan tingkat akhir mengaktifkan tim kesiapsiagaan bencana.

“Tentunya kita turut prihatin dengan kondisi ini, kami langsung mengaktifkan tim kesiapsiaagan dan langsung menerjunkan tim turun ke lapangan dan lokasi kejadian (SPH) untuk melakukan triase pengelompokan pasien dan korban,” ujar Direktur Utama.

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya juga melakukan koordinasi pengelompokan pasien berdasarkan tingkat keparahan yang dialami dan juga mendistirbusikan ke rumah sakit sekitar.

“Tim juga membantu melakukan triase di lapangan (SPH) yang dikomandoi dokter Dedi Sutia, Direktur SDM dan Pendidikan kita,  nantinya dimana untuk korban dan pasien yang ringan akan didistribusikan ke rumah sakit sekitar dan pasien/korban yang dalam keadaan berat di kirim dan diterima di sini (RS M.Djamil),” terangnya sembari didampingi Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan Dr.dr.Bestari Jaka Budiman.,SpTHT-KL (K) FICS, Kepala IGD, dr. Haviz Yuad, Sp.OG (K) FER dan ketua tim kesiapsiagaan bencana Katherina Welong, SKM, MARS

Keikutsertaan RS M Djamil sebagai bentuk tanggup jawab moril dan tugas bersama untuk mengkoordinir kesiapsiagaan bencana sehingga bisa bekerja dengan baik di lapangan. Hal itu sejalan dengan peran rumah sakit rujukan untuk berpartispasi aktif sesuai dengan amanat Undang-undang nomor 17 tahun 2023 tentang kesehatan.

Diungkapan dokter subspesialis fetomaternal itu, terkait meningkatnya intensitas pelayanan di IGD RS M Djamil hingga saat ini dalam kondisi yang masih terkendali.

“Kondisi saat ini terkendali dan tentu kami akan terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk mengkondisikan pasien dengan perawatan yang spesifik untuk mendapatkan pelayanan di RS M Djamil,” ungkap mantan ketua POGI Sumbar sembari mengatakan hingga saat ini ketersediaan tenaga medis dan ruang rawatan masih mencukupi untuk mengantisipasi peningkatan rujukan pasien Semen Padang Hospital.

(Humas/Khairian)

Jauhi Penyakitnya, Bukan Penderitanya

RS M Djamil Gelar Kegiatan Peringatan Hari Kusta Sedunia

RSMDJ —  Minggu Terahir di bulan Januari diperingati sebagai Hari Kusta Sedunia, pada tahun 2024 ini jatuh pada 28 Januari yang mengangkat tema “ Bebaskan Kusta”. Dalam hal ini, Rumah Sakit M. Djamil gelar kegiatan Talkshow  dengan menghadirkan sejumlah narasumber pakar.

Kegiatan digelar di Atrium Lantai I Poliklinik Rawat Jalan, Senin (29/1) itu dibuka Direktur Utama yang diwakili Asisten Manajer Pelayanan Ns. Venny Dwita Zola, S.Kep. Kegiatan yang dimotori Departemen Dermatologi dan Venereologi, Mata dan Rehabilitasi Medik kerajsama dengan Instalasi Promosi Kesehatan itu turut dihadiri perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat.

“Tentunya kami mengapresiasi kegiatan edukasi kesehatan ini dalam rangka memperingati Hari Kusta Sedunia,” ujar Ns. Venny Dwita membacakan sambutan Direktur Utama RS M. Djamil.

Lebih lanjut ia menyebut, penyakit kusta masih menjadi masalah kesehatan yang sangat kompleks dan di Indonesia masih ada sejumlah provinsi yang belum mencapai eliminasi kusta dan mesti menjadi perhatian pihak terkait.

“Di Indonesia, Kusta masih menjadi penyumbang kasus nomor 3 di dunia, tentunya dalam hal mengeliminasi kusta ini kita masih dihadapkan dengan sejumlah tantangan, salah satunya terkait stigma bagi penderita kusta,” ujarnya.

Untuk itu ia mengajak kepada seluruh pihak untuk melakukan pengobatan dan deteksi dini mengingat pentingnya hal tersebut dilakukan  agar kecacatan tidak terjadi.

“Bagi para penderita tuntunya sangat membutuhkan dukungan untuk meningkatkan kepercayaan diri penderitanya, sehingga mereka kembali berdaya, aktif dan produktif, dan tentunya kegiatan edukasi yang diselenggarakan ini memberikan manfaat yang besar bagi kita semua dan kami sangat mengapresiasinya,” pungkas mengakhiri sambutan.

Kepala Departemen Dermatologi dan Venereologi RS M. Djamil, Dr.dr. Satya Wydya Yenny, Sp.DVE, Subs,D.K.E, M.Ag, FINSDV, FAADV mengajak seluruh pihak untuk bersatu dan beraksi untuk mewujudkan Indonesia bebas penyakit kusta.

“Tentu kami mengajak bahwa yang kita jauhi adalah penyakitnya bukan penderitanya, melalui kegiatan ini bersama kita membuka cakrawala dan pengetahuan sehingga kita bersama dapat mewujudkan Indonesia bebas kusta,” serunya.

Dalam kegiatan ini turut menghadirkan tiga narasumber pakar yakni, dr. Tutty Ariani, Sp.DVE, FINSDV, dr. Riri Prima Yolanda, Sp.KFR, Ped(K) dan Dr.dr. Hendriati, Sp.M (K). Tidak hanya itu dalam acara ini juga menghadirkan drama persembahan dokter kulit dan kelamin tentang penyakit kusta ini.

Sebagaimana diketahui, tema peringatan hari kusta ini merangkum dua tujuan yakni menghapuskan stigma yang terkait dengan penyakit kusta dan meningkatkan martabat orang yang terkena penyakit tersebut.

Tema “ Bebaskan Kusta ” berfungsi sebagai pengingat yang kuat akan perlunya mengatasi aspek sosial dan psikologis dari penyakit kusta, di samping upaya medis untuk menghilangkan penyakit tersebut. Hal ini menyerukan dunia di mana penyakit kusta tidak lagi menjadi sumber stigma, melainkan sebuah kesempatan untuk menunjukkan kasih sayang dan rasa hormat terhadap semua individu.

(Humas/Khairian)

Wujud Tranformasi Kesehatan, RS M. Djamil Luncurkan Jurnal “Frontiers in Healthcare Research (FIHR)”

RS Vertikal Kedua di Indonesia Menggunakan Jurnal Berbahasa Inggris

RSMDJ —  Dalam rangka meningkatkan ilmu pengetahuan berbasis riset (penelitian), Rumah Sakit M Djamil melalui Tim Kerja Penelitian dan Pengembangan luncurkan jurnal  yang diberi nama Frontiers in Healthcare Research (FIHR) pada kegiatan pekan ilmiah dan launching jurnal, Senin (22/1) di Aula lantai IV Poliklinik Rawat Jalan.

Peluncuran jurnal berbahasa Inggris ke dua di Indonesia untuk kategori Rumah Sakit Vertikal di lingkungan Kementerian Kesehatan RI ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat civitas hospitalia untuk melakukan penelitian-penelitian.  

Launching jurnal ini dilakukan langsung Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG-KFM, MARS FISQua yang didampingi langsung oleh jajaran direksi, perwakilan  Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar, pimpinan Perguruan Tinggi Kesehatan, Ketua organisasi profesi kesehatan dan sejumlah tamu undangan lainnya.

“Tentunya kami sangat bahagian dengan kegiatan pekan ilmiah dan launching jurnal kita ini,” ujar Direktur Utama RS M Djamil dalam sambutannya.

Foto Bersama jajaran direksi RS M. Djamil bersama tim Jurnal FIHR

Ia menjelaskan, salah satu fungsi rumah sakit yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan adalah menyelenggarakan penelitian dan pengembangan, serta penapisan teknologi bidang kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan.  Hal itu juga sejalan dengan Visi RS M. Djamil yaitu “menjadi rumah sakit terkemuka dalam pelayanan, pendidikan, dan penelitian di Asia Tenggara Tahun 2024” dan penelitian menjadi salah satu gebrakan bersama untuk terwujudnya Visi rumah sakit yang kita cintai ini.

“Sejauh ini sebagian besar penelitian yang dilakukan di sini (RS M. Djamil) merupakan penelitian klinik, karena mudah mengakses dan melakukan pemantauan terhadap subyek penelitian. Namun tidak menutup kemungkinan penelitian di bidang manajerial kesehatan. Tentunya hasil penelitian yang dilakukan nantinya dapat digunakan untuk meningkatkan mutu dan pelayanan kesehatan  dan dihimpun melalui jurnal yang diterbitkan ini,” ujar Dirut sembari mengatakan hal tersebut sebagai salah satu upaya transformasi pelayanan kesehatan yang digaungkan Kemenkes RI.

Dokter sub spesialis Fetomaternal itu juga mengatakan, Pekan Ilmiah yang digelar menjadi momentum penting untuk merayakan dan mengapresiasi dedikasi serta kerja keras seluruh tim yang terlibat dalam upaya peningkatan mutu layanan kesehatan di RS M. Djamil. Serta bagian dari inovasi tersebut merupakan kunci untuk mencapai standar pelayanan kesehatan yang lebih tinggi.

Terkait peluncuran jurnal “Frontiers in Healthcare Research”, RS M. Djamil berkomitmen untuk menjadi pelopor dalam menghadirkan penelitian-penelitian berkualitas tinggi di bidang kesehatan juga menjadi wahana untuk menghadirkan solusi-solusi yang dapat meningkatkan mutu layanan kesehatan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Foto Bersama dalam kegiatan pekan ilmiah dan peluncuran jurnal FIHR

Mantan Ketua POGI Sumatera Barat itu  berharap dapat menemukan terobosan-terobosan baru yang dapat menjadi landasan bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan secara global melalui kolaborasi, pertukaran ide, dan kerjasama antarprofesional

Terkait pembiayaan, Dirut menyebut tahun ini pihaknya kembali memberikan dana hibah penelitian untuk peneliti staf rumah sakit. Pemberian dana hibah ini bertujuan untuk mendorong dan meningkatkan animo seluruh civitas hospitalia dalam melakukan penelitian yang bermanfaat untuk kemajuan dunia kesehatan dan meningkatkan pelayanan

“Kami (RS M Djamil) percaya bahwa investasi untuk penelitian ini tidak hanya akan memberikan manfaat langsung bagi penelitian yang dilakukan, tetapi juga akan menjadi modal berharga untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan yang kita berikan kepada masyarakat, memberikan dampak positif secara signifikan, seiiring dengan visi RS M. Djamil untuk menjadi pusat unggulan dalam pelayanan kesehatan dan penelitian di Indonesia,” harapnya sembari mengajak seluruh civitas hospitalia untuk aktif berpartisipasi dalam program penelitian tersebut.

Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG-KFM, MARS, FISQua memberikan sambutan dalam
peluncuran Jurnal FIHR

Manager Tim Kerja Penelitian dan Pengembangan, dr. Zulda Musyarifah, Sp.PA  mengatakan kehadiran jurnal FIHR RS M. Djamil tersebut diharapkan mempu menjadi sarana publikasi untuk menjembatani para peneliti dan praktisi kesehatan dalam menghadirkan inovasi di bidang pelayanan kesehatan.

Ia juga mengungkapkan jurnal FIHR di RS M. Djamil, merupakan jurnal  RS Vertikal yang ke-3 di Indonesia dan juga merupakan yang ke-2 hadir dengan menggunakan bahasa Inggris.

“Tentunya ini sebagai wujud kontribusi kita di RS M Djamil dan tentu kami mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penelitian mengingat jurnal ini merupakan panggung bagi peneliti terhadap hasil temuannya, pertukaran ide serta melakukan kolaborasi untuk kemajuan ilmu pengetahuan,” pungkasnya.

Dalam peluncuran jurnal secara seremonial tersebut dijuga dilaksanakan mini Simposium  bersama dr. Ricvan Dana Nindrea tentang  tips dan trik publikasi penelitian Internasional dan Dr. dr. Rizki Rahmadian, Sp.OT(K), M.Kes yang membahas tentang mengungkap potensi sel punca: pengenalan penelitian stemcell untuk kesehatan masa depan.

Mini Simposium ini dimoderatori oleh dr. Hendra Permana, Sp.S (K), M.Biomed yang kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Tidak hanya itu, di lokasi kegiatan juga ditampilkan pameran poster artikel penelitian staf RS M. Djamil.

(Humas/Khairian)

RSUP Dr M Djamil Peringkat III Nasional Tingkat Maturitas BLU Terbaik

Penghargaan dilingkungan RS Vertikal Kemenkes RI

RSMDJ — RSUP Dr M Djamil menerima tanda penghargaan sebagai Rumah Sakit Vertikal kategori Rumah Sakit Umum dengan Tingkat Maturitas BLU Terbaik Peringkat III. Penghargaan ini merupakan bukti nyata dari komitmen RSUP M Djamil dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas tinggi.

Penghargaan itu diterima langsung Direktur Utama RSUP Dr M Djamil, Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua yang diserahkan oleh Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI dr Azhar Jaya SH SKM MARS pada kegiatan saat Refleksi dan Konsolidasi Program Kerja Rumah Sakit Vertikal digagas oleh Asosiasi RS Vertikal Indonesia (ARVI) di Makassar, Sabtu (20/1).

Penghargaan tersebut langsung ditandatangani oleh Menteri Kesehatan RI Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU. Pada peringkat pertama diraih RSUP dr Sardjito Yogyakarta dan peringkat dua diraih RSUP dr Kariadi Semarang. Dalam kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Kesehatan RI, pejabat eselon 1 Kemenkes,Direktur dilingkungan RS Vertikal kemenkes serta Dewan Pengawas RSUP M Djamil.

Dirut RSUP M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua menyampaikan rasa terima kasih kepada Menteri Kesehatan atas penghargaan yang diterima

“Kami merasa bahgia dan bangga serta ucapan terima kasih atas penghargaan ini. Ini adalah hasil dari kerja keras dan dedikasi seluruh tim dan civitas hospitalia RSUP M Djamil dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Dirut Dovy menjelaskan Maturity Rating Assessment merupakan sebuah tools yang bertujuan untuk mengukur tingkat maturitas (kematangan) BLU pada seluruh aspek tata kelola organisasi secara komprehensif, dan end to end, menilai aspek keuangan, aspek pelayanan dan Total Quality Management (TQM). Terdiri dari kapabilitas internal, tata kelola, inovasi dan lingkungan.

Hasil akhir penilaian maturitas adalah rekomendasi perbaikan kinerja BLU agar pertumbuhan dan peningkatan kualitas layanan bLU dapat dilakukan dan dimonitor secara berkala. Penilaian ini dapat digunakan untuk menilai level maturitas organisasi pada aspek tertentu.

“Tentunya penghargaan ini menjadi motivasi bagi RSUP Dr M Djamil untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan dan kesehatan bagi masyarakat,” pungkasnya.

Sebagai mana diketahui, kegiatan  “Refleksi dan Konsolidasi Program Kerja Rumah Sakit Vertikal tahun 2024” merupakan kegiatan rutin tahunan yang diikuti seluruh RS Vertikal. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan refleksi atas capaian tahun 2023 dan konsolidasi program-program kerja pada tahun 2024 agar selaras dengan arah kebijakan Kementerian Kesehatan.

(Humas/Khairian)

Peran Penting Ibu Wujudkan Kebahagiaan Keluarga

Talkshow Parenting Class DWP RSUP Dr M Djamil

RSMDJ — Pasca dilantiknya jajaran pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) RSUP Dr M Djamil November 2023 lalu, sebagai bentuk tindak lanjut program pengurus, Rabu (10/1) digelar pertemuan bulanan dengan menggelar talk show Parenting Class.

Kegiatan ini digelar di Aula Lantai IV RSUP Dr M Djamil itu, menghadirkan jajaran pengurus DWP, anggota DWP dan civitas hospitalia RSUP Dr M Djamil khususnya bagi karyawati dengan mengangkat tema tentang “Ibu Bahagia, Keluarga Bahagia” bersama pakar pendidikan keluarga Syafitri, S.Si, yang juga merupakan Bunda genRe Sumatera Barat.

Ketua DWP RSUP Dr M Djamil, Ny. Winanda Dovy mengatakan bahwa kegiatan pertemuan anggota DWP akan rutin digelar setiap bulan dengan berbagai agenda kegiatan.

“Tentunya pertemuan ini akan rutin kita gelar di samping kita juga melaksanakan arisan, tidak masalah tidak ikut arisan, yang terpenting sekali bagaimana kita terus menjalin silaturrahmi melalui pertemuan bulanan ini,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menyebut, pertemuan bulan juga akan terus menghadirkan narasumber di samping itu juga akan menggelar pelatihan-pelatihan, khususnya bagi ibu yang berkarir.

“Tidak kita pungkiri bagi ibu yang berkarir memiliki sedikit waktu dengan keluarga untuk berkumpul, untuk itu melalui pertemuan ini mari kita curi ilmu dari narasumber kita, sehingga bisa memaksimalkan kualitas pertemuan dengan anggota keluarga di rumah,” terang Ny. Winanda Dovy.

Untuk itu, pertemuan bulanan tersebut akan ada gelaran episode perepisodenya, mengingat parenting class tidak cukup dengan satu kali pertemuan.

“Tentu perenting class ini adalah hal yang sangat kita butuhkan dan tentu kita akan terus diskusi bersama hal apa saja yang akan kita bahas dengan menghadirkan narasumber pakar dibidangnya dan mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Selaku pengurus, Ny. Winanda mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang sudah hadir dan terkhusus kepada jajaran direksi RSUP Dr M Djamil yang memberikan suport dan dukungan kepada pengurus DWP RSUP Dr M Djamil.

Sementara itu dalam paparan. Syafitri menyampaikan peranpenting seorang ibu dalam keluarga dan sudah menjadi keharusan bagi ibu untuk bahagia, karena dari ibulah sumber kebahagian bagi seluruh anggota keluarga khususnya.

(Humas/Khairian)

Pastikan Pelayanan Sesuai Standar, RSUP DR M Djamil Sambut Kunjungan Tim Rekredensialing

Kepala BPJS Kesehatan Padang : Kami Melihat Komitmen itu Terus Dijaga di Sini

RSMDJ — RSUP DR M Djamil sambut kunjungan tim Rekredensialing dari Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Padang, Kamis (14/12). Kedatangan tim Rekredensialing BPJS Kesehatan dipimpin langsung oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Padang, dr. Fauzi Lukman Nurdianyah, MM dan Kepala Bagian Kerjasama dan Mutu Faskes, Dewi Winelfia, Rombongan ini disambut langsung Direktur Utama RSUP DR M Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, SP.OG-KFM, MARS beserta jajaran direksi dan pimpinan unit di Aula Lantai IV Poliklinik Rawat Jalan.

“Tentunya kami mengucapkan selamat datang kepada Kepala Cabang BPJS Kesehatan Padang yang sudah berkenan hadir langsung dalam kegiatan Rekredensialing di RSUP Dr M Djamil ini,” kata Direktur Utama RSUP DR M Djamil saat menyampaikan sambutannya.

Ia mengungkapkan peningkatan pelayanan kesehatan di RSUP DR M Djamil untuk menjadi Rumah sakit pilihan masyarakat terus diupayakan sejalan dengan meningkatnya tuntutan masyarakat akan pelayanan yang optimal, bermutu dan profesional. “Tentunya komitmen kami (RSUP DR M Djamil) untuk selalu meningkatkan pelayanan dari waktu kewaktu terus ditingkatkan, sehingga memuaskan masyarakat yang menggunakan jasa pelayanan rumah sakit. Karena bagaimanapun rumah sakit dan masyarakat merupakan dua sisi mata uang yang selalu menyatu satu sama lain,” terangnya.

Dr. Dovy menyebut, dalam mewujudkan transformasi kesehatan di Indonesia sebagaimana 6 pilar yang diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan. Salah satunya pilar keempat yaitu Transformasi Sistem Pembiayaan Kesehatan, memberikan adanya kemudahan dan kesetaraan akses layanan kesehatan, terutama masyarakat yang masuk dalam golongan kurang mampu. RSUP Dr. M. Djamil berupaya terus berkolaborasi dengan BPJS Kesehatan. “Rekredensialing yang diselenggarakan ini merupakan tonggak penting dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan bagi peserta Program Jaminan Kesehatan. Seiring akan berakhirnya masa Perjanjian Kerja Sama antara BPJS Kesehatan Cabang Padang dengan RSUP DR M Djamil, kami menyadari betapa pentingnya kolaborasi yang erat antara institusi kesehatan dan BPJS Kesehatan serta pemerintah dalam memastikan pelayanan kesehatan yang bermutu bagi masyarakat,’’ ulasnya.

Lebih lanjut ia menyebut, rekredensialing ini menjadi momen yang tepat untuk mengevaluasi dan meninjau kembali komitmen RSUP Dr M Djamil dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada peserta Jaminan Kesehatan mengingat kualitas pelayanan yang tinggi merupakan komitmen utama civitas hospitalia RSUP DR M Djamil. “Kami berupaya untuk terus meningkatkan standar layanan kami demi kepentingan kesehatan masyarakat yang dilayani, tentu ini bukan hanya sekadar proses evaluasi, tetapi juga menjadi bagian integral dari upaya kita dalam meningkatkan mutu pelayanan dan menjadi proses yang harus terus berlangsung. Melalui proses ini, melalui evaluasi berkala ini membantu kami untuk tetap berinovasi, memperbarui standar, dan beradaptasi dengan perkembangan terbaru dalam bidang kesehatan,” pungkas dokter subspesialis Fetomaternal itu sembari menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kesama dan kolaborai yang terbangun selama ini yang mebawa manfaat yang signifikan bagi penyelenggaraan layanan kesehatan yang berkualitas.

Tidak hanya itu, Direktur Utama RSUP DR M Djamil juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh civitas hospitalia atas dedikasi dan komitmen yang diberikan dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Kunjungan tersebut menjadi momentum mempererat hubungan kerja sama dan memacu semangat untuk terus berinovasi dan meningkatkan mutu layanan kesehatan.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Padang, dr. Fauzi Lukman Nurdianyah, MM mengatakan Rekredensialing merupakan agenda rutin setiap tahunnya dan dilaksanakan pada akhir tahun. Hal itu sebagai bentuk peninjauan langsung terhadap kesepakatan kerjasama yang sudah disepakati bersama. “Tentunya kami mengucapkan terimaksih kepada RSUP Dr M Djamil atas sinergi yang sudah terbangun selama ini,” ujarnya.

Diungkapkannya, kepesertaan dalam jaminan kesehatan merupakan bagian dari program nasional dan sejauh ini di Padang khususnya sudah berjalan secara optimal dan sudah melebih target dari rencana pembangunan jangka menengah dari Presiden RI. “Kita berharap kepesertaan yang terus bertambah sejalan dengan peningkatan kualitas pelayanan dan kami melihat komitmen itu terus dijaga di sini (RSUP DR M Djamil),” ungkap Kepala BPJS Kesehatan Padang yang baru menjabat beberapa waktu ini.

Ia mengatakan demi meningkatkan kepuasaan peserta, BPJS Kesehatan sebagai Badan Penyelenggara Program JKN bersama mitra Fasilitas Kesehatan (Faskes) terus berkomitmen untuk meningkatkan mutu layanan pada setiap Fasilitas Kesehatan dengan terus memenuhi segala standar baik berupa sarana maupun syarat administrasi yang telah disepakati dalam perjanjian kerja sama. “Kami juga berkomitmen untuk terus menjadi lebih baik bersama para mitra kami,’’ tegasnya.

Dalam kegiatan sambutan tersebut yang sebelumnya sudah dilakukan pengecekan dokumen serta presentasi RSUP DR M Djamil juga dilakukan penelusuran langsung ke lapangan oleh tim rekredensialing BPJS Kesehatan Cabang Padang.

(Khairian/HumasRSMDJ)

Tim Dokter Terus Melakukan Monitoring Pasien Korban Erupsi Marapi

RSMDJ — Tim Dokter dan Keparawatan RSUP Dr M Djamil terus melakukan pemantauan intensif terhadap dua korban letusan Gunung Marapi berinisial ZZ dan AF yang sebelumnya sempat menjalani perawatan di RSUD Achmad Muchtar Bukittinggi.

Hingga hari 9 sejak dirujuk pekan lalu, kedua pasien telah menjalani  proses operasi dan perawatan terhadap luka bakar di rawat di ruang rawat RSUP Dr M Djamil. Namun untuk pasien ZZ, beberapa waktu ini dipindahkan ke ruang rawatan Intensif Care Unit (ICU) karena kondisi gangguan dan infeksi pada saluran pernafasan.

Sebagaimana dijelaskan, Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) yang menangani langsung pasien ZZ mengatakan saat ini kondisi ZZ sudah lebih baik dari sebelumnya.

“Sudah lebih baik (Pasien ZZ), kemarin itu sempat ada perbaikan eletrokimia dan sebagainya, kemudian yang menjadi masalah adalah infeksinya yang cukup berat,” ujar Dr. dr. Liliriawati Ananta Kahar, Sp.An, KIC selaku DPJP ZZ di ruang rawat ICU yang ditemui usai melakukan visit pasien, Rabu (13/12).

Dikatakannya, tim dokter RSUP Dr M Djamil akan terus melakukan perbaikan terhadap infeksi yang terjadi pada pasien ZZ dan perawatan luka bakarnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUP Dr M Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG-KFM, MARS mengungkapkan, sejak informasi peristiwa erupsi Gunung Marapi yang menyebabkan banyak korban, manajemen RSUP Dr M Djamil bergerak cepat membentuk tim dokter penanganan pasien korban erupsi tersebut. Mengingat peran RSUP Dr M Djamil sebagai rumah sakit rujukan tingkat lanjut.

“Tentunya kita akan berusaha semaksimal mungkin memberikan pelayanan kepada para pasien erupsi Marapi ini, dan terus melakukan monitoring” ujarnya usai melakukan peninjauan langsung ke ruang rawat pasien ZZ bersama unsur manajemen RSUP Dr M Djamil, Rabu (13/12) pagi.

Ia mengungkapkan, saat ini ada dua pasien erupsi yang menjalani perawatan di RSUP Dr M Djamil yakni pasien ZZ dan AF. Untuk pasien AF kondisinya cukup stabil dan berharap perawatan yang terus dilakukan pihaknya dan dapat segera sembuh.

“Kita akan terus fokus, dan tentu kami juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan dalam hal ini bersama Dinas Kesehatan Sumbar untuk kedua pasien erupsi yang kita rawat ini,” ungkapnya.

Direktur Utama itu berharap, semoga kedua pasien ini segera pulih dan semua pihak mendoakan untuk kesembuhan pasien tersebut.

“Tentu kami juga berharap doa dari kita semua untuk kesembuhan pasien ini (korban erupsi Marapi),” pungkasnya.

(Khairian/RSMDJ)

Kunjungan BPOM Pusat untuk Asistensi Regulatori CPOB

Pendampingan Persiapan Laboratorium Stem Cell dan Bank Jaringan

RSMDJ — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pusat melakukan kunjungan ke RSUP Dr M Djamil dalam rangka  Asistensi Regulatori Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) di RSUP Dr M Djamil, Senin (11/12).

Kunjungan ini sebagai tindak lanjut pembangunan laboratorium jaringan dan sel punca di RSUP Dr M Djamil untuk mempersiapkan laboratorium sesuai standar yang telah ditetapkan. Pendampingan ini juga terkait hal dan regulasi perlu dipersiapkan dalam proses memperoleh sertifikat CPOB,  baik bangunan maupun dokumen sebagai syarat untuk mendapatkan sertifikat kelaikan.

Rombongan BPOM ini dipimpin Shanti Marlina Ssi .Apt. GMP Inspector and Stem Cell BPOM Pusat dan Muhammad Wildan, serta pendampingan dari BPOM Padang, Aria Bogorianti Asgul, Musfarli  dan Fitra Yelli.

Dalam kegiatan ini, rombongan di sambut langsung oleh Direktur Utama RSUP Dr M Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG-KFM, MARS beserta Jajaran Direksi, Kepala Instalasi Bank Jaringan serta unsur pimpinan unit terkait di lingkungan RSUP Dr M Djamil.

Dalam sambutannya di Ruang Rapat Direksi, Direktur Utama RSUP Dr M Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG-KFM, MARS mengucapkan selamat datang kepada rombongan BPOM serta ucapan rasa syukur atas kunjungan dalam rangka  Asistensi Regulatori CPOB oleh BPOM.

Dikatakan Dirut, kunjungan ini tidak hanya mencerminkan dedikasi dalam meningkatkan standar kualitas, tetapi juga sebagai langkah yang vital dalam memastikan ketersediaan terapi dan obat-obatan berkualitas tinggi bagi masyarakat.

“Tentunya kami merasa senang dengan kunjungan langsung dari BPOM ini,” ujarnya.

Ia menyebut, Asistensi Regulatori CPOB yang akan dilakukan difokuskan pada fasilitas produksi stem cell atau sel punca di RSUP Dr. M. Djamil. Dengan dikembangkannya teknologi stem cell di RSUP Dr M Djamil akan memiliki potensi besar untuk membawa berbagai manfaat dalam bidang kesehatan dan pengobatan.

“Stem cell memiliki kemampuan unik untuk memperbaiki dan meregenerasi jaringan tubuh yang rusak atau terganggu. Selain itu, Rumah sakit yang terlibat dalam penelitian stem cell dapat menjadi pusat inovasi dan pengetahuan dalam bidang pengobatan regeneratif. Ini memungkinkan para peneliti untuk menggali lebih dalam potensi stem cell, mengembangkan teknik baru, dan memperluas pemahaman terhadap berbagai kondisi medis,” ulas dr. Dovy sembari mengatakan Penelitian terus-menerus menjadi fondasi utama dalam pengembangan teknologi stem cell.

Untuk saat ini, dr. Dovy mengungkapkan Layanan Stem Cell dan Bank Jaringan di RSUP Dr M Djamil merupakan layanan unggulan di rumah saakit tersebut. Bank jaringan RSUP Dr.M.Djamil merupakan satu-satunya bank jaringan di luar pulau jawa atau yang ke-lima di indonesia, yang bertugas untuk meneliti dan mengembangkan teknologi pengawetan jaringan biologis yang disterilkan dengan partikel elektron yang berkualitas tinggi.

“Di luar pulau Jawa, Kami (RSUP Dr M Djamil) satu-satunya yang memiliki bank jaringan,”ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya berharap melalui asistensi tersebut dapat mendukung para profesional kesehatan dan industri farmasi serta Bank Jaringan dalam meningkatkan pemahaman mereka tentang persyaratan CPOB yang mutlak diperlukan  dan memenuhi standar yang ditetapkan.

“Kami berkomitmen untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan prinsip-prinsip CPOB dalam pengembangan obat-obatan dan teknologi stem cell. Kami berharap melalui sesi-sesi diskusi dan pertukaran ide, kita dapat mengidentifikasi tantangan yang ada, mengeksplorasi solusi terbaik, dan memperkuat kerjasama untuk memastikan bahwa penggunaan teknologi stem cell ini diimplementasikan dengan tepat dan sesuai dengan standar kualitas yang tingg,”cetus dokter subspesialis Fetomaternal itu.

Kepada civitas hospitalia RSUP Dr Djamil, dr. Dovy juga menyampaikan harapan untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk memperluas pengetahuan tentang prinsip-prinsip CPOB yang relevan dengan teknologi stem cell.

“Semoga acara ini menjadi tonggak awal bagi kemajuan yang berkelanjutan dalam penerapan teknologi ini demi kesejahteraan pasien dan kemajuan ilmu kedokteran,” pungkasnya.

Usai gelaran pembukan dilanjutkan dengan paparan dari Sarana untuk Overview dan Progress Sertifikasi oleh Kepala Instalasi Bank Jaringan RSUP Dr M Djamil, dr. Benni Raymond Sp.BP- RE(K), selanjutnya Penyampaian Lisan dan Lead Auditor oleh Shanti Marlina Ssi .Apt dan dilanjutkan Visitasi Lapangan dan Review Dokumen dan ditutup dengan pembacaan hasil berita acara.

(RSMDJ/Khairian)

Kunjungan Belajar, RSUP Dr M Djamil Sambut Mahasiswa Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM)

RSMDJ — RSUP Dr M Djamil sambut kunjungan Mahasiswa Fakulti Perubatan, Department Of Public Health Medicine Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM)  dalam rangka kunjungan belajar, Jumat (8/12) di Aula Lantai IV Poliklinik Rawat Jalan.

Rombongan dari UKM itu dipimpin langsung oleh Assc. Prof. Dr. Aniza Ismail, MD.M Comm Health, Ph.D dan didampingi oleh Koordinator Ilmu Administrasi Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas, Ayulia Fardila Sari, SKM, M.Ph.

Dihadapan para mahasiswa yang menempuh jenjang pendidikan strata satu dan dua itu, manager unit tim kerja RSUP Dr M Djamil memaparkan tentang profil dan tata kelola manajemen di RSUP Dr M Djamil.

Kedatangan rombongan disambut langsung Direktur Utama RSUP Dr M Djamil beserta jajaran direksi, serta manager dan asisten manager, kepala komite, kepala instalasi tim kerja di lingkup RSUP Dr M Djamil.

Dalam sambutannya, Direktur Utama RSUP Dr M Djamil mengucapkan selamat datang kepada rombongan yang sudah berkunjung ke RSUP Dr M Djamil.

“Kami, keluarga besar RSUP Dr. M. Djamil dengan senang hati menyambut kedatangan Bapak/Ibu dari Fakulti Perubatan, Department of Public Health Medicine UK Malaysia beserta rombongan yang telah meluangkan waktu untuk melakukan kunjungan belajar ke rumah sakit kami hari ini,” ujarnya.

Diakuinya, RSUP Dr M Djamil merasa terhormat terhormat dan berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan untuk berbagi informasi, pengalaman, serta praktik terbaik yang  dimiliki di RSUP Dr. M. Djamil.

Dr Dovy menjelaskan,RSUP Dr. M. Djamil merupakan salah satu rumah sakit vertikal di bawah Kementerian Kesehatan dan menjadi rumah sakit rujukan utama di lima provinsi Sumatera. menjadi pengampuan dari empat penyakit fokus Kemenkes, yakni penyakit jantung, stroke, kanker dan gangguan ginjal. 

“RSUP Dr. M. Djamil memiliki beberapa layanan unggulan, seperti Instalasi Pusat Jantung Terpadu, Instalasi Bank Jaringan/ Stem cell, Pelayanan Geriatri Terpadu, dan PONE,” ungkapnya.

Lebih lanjut dr Dovy mengatakan, RSUP Dr. M. Djamil  merupakan rumah sakit tipe A telah ditetapkan sebagai Rumah Sakit Pendidian Utama Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang. Termasuk dalam kategori Rumah Sakit Pendidikan yang memiliki fungsi sebagai tempat pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan secara terpadu dalam bidang pendidikan kedokteran dan/ atau kedokteran gigi, pendidikan berkelanjutan, dan pendidikan kesehatan lainnya secara multiprofesi. Baru-baru ini RSUP Dr M Djamil juga melaksanakan akreditasi rumah sakit dengan predikat Paripurna.

“Tentunya Transformasi pelayanan kesehatan adalah tantangan mutakhir yang mesti kita wujudkan sebagai institusi pelayanan kesehatan. Dalam meningkatkan upaya memparipurnakan transformasi pelayanan kesehatan, dibutuhkan kolaborasi semua pihak. Kolaborasi seluruh tenaga kesehatan, manajemen rumah sakit, pemerintah daerah, institusi pendidikan, organisasi profesi dan serta seluruh lapisan masyarakat untuk memastikan pelayanan kesehatan yang diberikan,” ucapnya.

Transformasi Kesehatan Indonesia merupakan sebuah inisiasi yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang mencakup 6 pilar transformasi, yaitu: transformasi Layanan Primer, Layanan Rujukan, Sistem Ketahanan Kesehatan, Sistem Pembiayaan Kesehatan, SDM Kesehatan, dan Teknologi Kesehatan. Untuk itu dr Dovy menyebut pihaknya secara bersama bertransformasi dari tiap-tiap pilar yang ditujukan untuk mencapai kualitas kesehatan Indonesia yang lebih baik.

“Kunjungan belajar seperti ini sangat berarti bagi kami karena memberikan kesempatan untuk saling bertukar pengetahuan, pengalaman, serta mendiskusikan inovasi terkini di bidang kesehatan. Kami berharap kunjungan ini dapat menjadi langkah kita dalam membangun kolaborasi yang erat antara kedua institusi untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan kepada masyarakat,” pungkas Direktur Utama itu sembari berharap pertemuan ini dapat memunculkan ide-ide baru dan inovatif yang dapat kita implementasikan demi kebaikan bersama serta membawa manfaat yang besar dan menjadi awal dari hubungan yang harmonis serta saling mendukung di masa yang akan datang.

Sementara itu, Koordinator Ilmu Administrasi Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masayarakat Universitas Andalas, Ayulia Fardila Sari, SKM, M.Ph. Menyebutkan pihaknya bersama Fakulti Perubatan, Department Of Public Health Medicine Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) merasa bahagia atas sambutan dan kesempatan yang diberikan manajemen RSUP Dr M Djamil untuk belajar di RS kebanggan ranah minang tersebut.

“Kami beserta rombongan mengucapkan terimakasih atas kesempatan yang diberikan dan tentunya banyak ilmu bermanfaat yang kami terima dari kunjungan ini,” ungkapnya.

Dalam pertemuan salama tiga jam tersebut, tidak hanya tentang paparan manajemen RSUP Dr M Djamil, tapi juga dilaksanakan sharing dan diskusi bersama.  

(RSMDJ/Khairian)

Kolaborasi Transplantasi Ginjal, RSU Bunda Jakarta Gandeng RSUP Dr M Djamil

Wujud Transformasi Kesehatan Pilar Kedua yakni Transformasi Rujukan

RSMDJ — Rumah Sakit Umum  Bunda Jakarta gandeng RSUP Dr Dr M Djamil dalam pengampuan transplantasi ginjal. Hal itu diwujudkan dalam penandatanganan perjanjian kerjasama yang dilaksanakan di Aula Lantai IV Poliklinik Rawat Jalan RSUP Dr M Djamil, Rabu (6/12).

Penandatanganan kerjasama ini sebagai upaya dalam mewujudkan transformasi kesehatan khususnya pilar kedua yakni transformasi rujukan. Dan hal itu dibuktikan rumah sakit rujukan untuk Sumatera Bagian Tengah ini untuk pengampuan transplantasi ginjal untuk RSU Bunda Jakarta.

Kerja sama tersebut ditandatangani langsung oleh Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS bersama Managing Director PT Bundamedik Tbk Nurhadi Yudhiyanto SE. Ak dan Direktur RSU Bunda Jakarta, dr Amiruddin Hamigu MM, MARS, FISQua.

“Ini memberikan semangat sekaligus bangga RSUP M Djamil menjadi pengampu transplantasi ginjal untuk RSU Bunda Jakarta. Apalagi kita mengetahui Bundamedika Group termasuk rumah sakit swasta terbesar di Indonesia,” ujar Direktur Utama RSUP M Djamil.

Dengan kerja sama ini, sebut Dovy, juga menjadi kesempatan bagi RSUP M Djamil bisa berkolaborasi, berkoordinasi dan menjajaki kerja sama lainnya dengan Bundamedik.

“Artinya ini semangat RSUP M Djamil dalam mengembangkan setiap layanan-layanan unggulan. Mungkin bisa kita jajaki bersama terkait dengan hal-hal yang dibutuhkan masyarakat,” terangnya sembari menyebut hal itu sejalan dengan semangat Menteri Kesehatan RI dalam upaya menahan pasien dalam negeri yang ingin berobat ke negara tetangga.

“Dengan harapan masyarakat dapat memanfaatkan layanan-layanan kesehatan dalam negeri. Khususnya RSUP Dr M Djamil sebagai rumah sakit Kementerian Kesehatan dan rujukan di Sumatera Bagian Tengah,” tuturnya.

Untuk saat ini, diungkapkan dokter subspesialis Fotomaternal itu,  RSUP Dr M Djamil menjadi salah satu pusat transplantasi ginjal terbanyak di luar Pulau Jawa. Hal itu dibuktikan dengan telah dilakukannya sebanyak 20 kali transplantasi ginjal dengan sumber daya manusia yang cukup.

“Tentunya dengan semangat transformasi kesehatan ini, banyak yang harus dibenahi dan diperbaiki dalam meningkatkan akses rujukan dan kualitas layanan termasuk layanan ginjal dan transplantasi,” sebut dr Dovy.

Di samping transplantasi ginjal, diungkapkannya  saat ini RSUP Dr M Djamil sudah diberi kepercayaan oleh Kementerian Kesehatan RI untuk pengembangan stem cell dan bank jaringan.

“Saat ini kita tengah membangun lab stem cell. Tahap satu dari 2 tahap pembangunan telah tuntas dikerjakan. Ini juga akan menjadi program unggulan RSUP Dr M Djamil,” ungkapnya.

Tidak hanya itu ia menyebut, RSUP Dr M Djamil juga menjadi rumah sakit riset atau pusat penelitian. Rumah sakit ini ditunjuk sebagai tempat uji klinis vaksin tahap 3 HPV.

“Tentunya ini menandakan kemajuan besar bagi rumah sakit, khususnya dalam pengembangan penelitian. Tentunya dengan berbagai keunggulan ini membuka peluang bagi RSUP Dr M Djamil melakukan penjajakan kerja sama lainnya dengan Bundamedik Group dan Rumah Sakit lainnya,” harap dr Dovy.

Sementara itu, Direktur RSU Bunda Jakarta, dr Amiruddin Hamigu, MM, MARS, FISQua mengatakan dipilihnya RSUP Dr M Djamil dilandasi kesiapan sumber daya manusia sekaligus pengalaman dalam melakukan tindakan transplantasi ginjal

“Rasanya sudah tepat kami memilih dan meminta dukungan dari tim transplantasi RSUP DrvM Djamil dengan pengalaman dan SDM yang berpengalaman dalam hal transplantasi ginjal ini,” katanya.

Ia berharap layanan transplantasi ginjal ini di RSU Bunda Jakarta nantinya bisa berjalan sama baiknya yang sudah dilakukan di RSUP M Djamil.

“Kami yakin dan percaya bahwa pengalaman yang sudah bisa dilakukan ditransformasikan atau ditransferkan. Kami terbuka dalam mengambil pelajaran transplantasi ginjal ini. Dan Insya Allah layanan tersebut akan berkembang di RSU Bunda Jakarta,” harapnya sembari mengatakan  juga memiliki komitmen dalam pengembangan layanan kesehatan lainnya.

Managing Director PT Bundamedik Tbk Nurhadi Yudhiyanto, SE. Ak mengatakan terlepas dari pengampuan transplantasi ginjal sendiri, kerja sama lainnya dengan RSUP M Djamil akan dikembangkan. Pihaknya akan kembangkan kerja sama untuk pendidikan dan pelayanan kesehatan lainnya.

“Jadi misi kita adalah bagaimana membuat bersama-sama pelayanan kesehatan di Indonesia bisa mandiri dan bisa lebih banyak lagi dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia. Baik untuk skrining, preventif maupun untuk pendidikan kesehatan,” ungkapnya.

Ia mengatakan hal inilah harus dijalankan sehingga masyarakat Indonesia tidak perlu ke negara lain untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Kegiatan yang turut dihadiri jajaran direksi dan civitas hospitalia RSUP Dr M Djamil, Corporate Secretary PT Bundamedik Tbk Josephine PM Tobing, Direktur RSU Bunda Padang dr Helgawati MM, tim transplantasi ginjal RSUP M Djamil dan RSU Bunda Jakarta, Direktur Utama RS Universitas Andalas dan sejumlah tamu undangan lainnya.

(RSMDJ/Khairian)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45