RSUP Dr. M. Djamil Perkuat Barisan Dokter Subspesialis demi Transformasi Layanan Kesehatan

RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sebagai pilar utama pelayanan kesehatan. Pada hari ini, Kamis (26/2), rumah sakit rujukan di bawah naungan Kementerian Kesehatan tersebut menggelar welcome party untuk menyambut kembali tiga dokter spesialis yang telah menyelesaikan program pendidikan fellowship maupun pendidikan dokter subspesialis.

Ketiga tenaga medis yang kembali memperkuat tim RSUP Dr. M. Djamil tersebut adalah dr. Tia Febrianti, Sp.JP, yang baru saja menuntaskan program fellowship pencitraan jantung di RS Harapan Kita Jakarta. Selanjutnya adalah dr. Ferry Iskandar Kharisma Sinaga, Sp.OG, Subsp. Onk, yang telah menyelesaikan pendidikan dokter subspesialis peminatan onkologi ginekologi di Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran. Terakhir, dr. Berriandi Arwan, Sp.OG, Subsp. Urogin-Re, yang juga baru saja menyelesaikan pendidikan dokter subspesialis peminatan urogenikologi rekonstruksi di institusi yang sama, yakni Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran.

Dalam kesempatan tersebut, ketiga dokter ahli ini memaparkan rencana strategis tentang pengembangan layanan pasca-pendidikan di hadapan jajaran direksi. Pemaparan ini mencakup inovasi teknik medis terbaru hingga rencana layanan unggulan yang relevan dengan bidang keahlian masing-masing, guna memastikan masyarakat Sumatera Barat mendapatkan akses pengobatan yang semakin mutakhir.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas kembali kepada para dokter. “Kembalinya ketiga dokter ini merupakan momentum penting untuk membangun rumah sakit secara kolektif. Fokus utama saat ini adalah bagaimana seluruh elemen rumah sakit dapat bertransformasi sehingga pelayanan kepada pasien menjadi jauh lebih baik, lebih akurat, dan mampu memanfaatkan ilmu pengetahuan medis yang terus berkembang pesat secara global,” kata Dirut.

Turut hadir Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian, dr. Maliana, M.Kes, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo dan manajemen.

Dr. dr. Dovy Djanas menekankan kepulangan para dokter spesialis dengan keahlian subspesialistik ini merupakan langkah konkret rumah sakit dalam mendukung pilar transformasi kesehatan nasional. “RSUP Dr. M. Djamil harus mampu memangkas jarak akses layanan bagi masyarakat, sehingga pasien dengan kasus jantung kompleks, kanker ginekologi, maupun gangguan urogenital tidak lagi perlu mencari pengobatan hingga ke luar daerah atau ke luar negeri. Penguatan kompetensi ini adalah kunci utama agar rumah sakit tetap menjadi pusat rujukan yang dipercaya dan diandalkan di wilayah Sumatera Tengah,” tuturnya.

Dr. dr. Dovy mengingatkan gelar dan keahlian baru yang diraih harus dibarengi dengan perubahan budaya kerja yang lebih kolaboratif dan berorientasi pada keselamatan pasien. “Kami berharap para dokter tidak hanya bekerja di ruang praktik, tetapi juga menjadi motor penggerak dalam mentransfer ilmu kepada tenaga medis lainnya melalui diskusi klinis dan riset terapan. Dengan demikian, standar pelayanan di setiap lini dapat meningkat secara merata, seiring dengan pemanfaatan teknologi medis mutakhir yang kini mulai diintegrasikan ke dalam sistem layanan rumah sakit,” ucap Dirut.

Senada dengan hal tersebut, Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian, dr. Maliana, M.Kes, turut mengungkapkan harapannya agar ilmu dan keterampilan baru yang dibawa oleh ketiga dokter tersebut dapat segera diimplementasikan. “Manajemen berharap agar kehadiran para subspesialis ini tidak hanya meningkatkan kualitas pengobatan, tetapi juga memperkuat aspek pendidikan dan penelitian di lingkungan RSUP Dr. M. Djamil demi mencetak generasi tenaga medis masa depan yang lebih kompeten,” tukasnya. (*)

Aksi Nyata RSUP Dr. M. Djamil Edukasi Masyarakat Di Hari Epilepsi Internasional

Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan RSUP Dr. M. Djamil kembali menggelar aksi nyata melalui edukasi kesehatan di Poliklinik Neurologi pada Rabu (25/2). Kegiatan yang bekerja sama dengan Departemen Neurologi FK Unand ini merupakan agenda rutin dalam setiap peringatan hari besar kesehatan, yang kali ini difokuskan pada peringatan Hari Epilepsi Internasional.

Mengusung tema “Turning Stories Into Action”, sosialisasi ini hadir sebagai upaya masif pihak rumah sakit untuk meruntuhkan stigma negatif yang masih melekat pada penderita epilepsi. Melalui pendekatan edukatif, masyarakat diberikan panduan medis yang tepat dan aman agar tidak lagi terjebak dalam mitos saat menghadapi situasi darurat kejang.

Dalam pemaparannya di hadapan pasien dan keluarga, Dokter Spesialis Neurologi, dr. Lidya Susanti, SpN (K), M.Biomed, M.PedKed, menegaskan epilepsi bukanlah sebuah penyakit kutukan. “Secara medis, kondisi yang sering disebut masyarakat awam sebagai “ayan” ini murni merupakan gangguan sistem saraf pusat akibat aktivitas listrik yang tidak normal di otak. Ketidakseimbangan arus listrik inilah yang memicu kejang, perubahan perilaku, hingga hilangnya kesadaran pada penderita,” katanya.

Seseorang didiagnosis mengalami bangkitan epilepsi apabila kondisi tersebut terjadi tanpa pencetus setidaknya dua kali dengan rentang waktu lebih dari 24 jam. dr. Lidya merinci penyebabnya sangat variatif, mulai dari kelainan struktur otak, faktor genetik, riwayat infeksi, hingga gangguan metabolisme. Namun, ia juga mengingatkan gejala epilepsi tidak selalu identik dengan kejang kelojotan yang menakutkan. “Gejala bisa muncul dalam bentuk yang lebih samar seperti kebingungan sesaat, tatapan mata kosong, gerakan menghentak tak terkendali pada anggota gerak, hingga sensasi psikis seperti ketakutan mendalam atau déjà vu,” ungkap dr. Lidya.

Memahami cara pertolongan pertama menjadi krusial bagi keluarga pendamping. dr. Lidya menekankan agar pendamping tetap tenang dan segera memberikan alas kepala yang empuk serta melonggarkan pakaian penderita. Hal yang paling krusial adalah memiringkan tubuh penderita ke posisi pemulihan (recovery position) setelah kejang berhenti guna mencegah cairan muntah masuk ke saluran napas. “Sebaliknya, masyarakat dilarang keras melakukan tindakan berbahaya seperti memasukkan sendok ke mulut, mengikat tubuh penderita, atau memberikan minum sebelum penderita sadar penuh,” ungkapnya.

Ia mengatakan pengobatan epilepsi memerlukan komitmen jangka panjang dan kedisiplinan. Terapi biasanya dimulai jika bangkitan terjadi berulang atau menunjukkan potensi risiko tinggi berdasar hasil rekam otak (EEG) dan MRI. Prinsip pengobatannya adalah menggunakan dosis rendah secara bertahap hingga pasien bebas kejang tanpa efek samping yang mengganggu.

“Meskipun sebagian besar kasus epilepsi tidak bisa sembuh total secara permanen, kondisi ini sangat bisa dikontrol melalui pengobatan rutin agar penderita dapat menjalani hidup dengan produktif dan normal,” tukasnya. (*)

Terima Kunjungan Shadiq Pasadigoe, RSUP Dr. M. Djamil Paparkan Masterplan Rumah Sakit

RSUP Dr. M. Djamil terus mematangkan langkah strategis untuk bertransformasi menjadi pusat layanan kesehatan unggulan di wilayah Sumatera. Pada Selasa (24/2), rumah sakit di bawah naungan Kementerian Kesehatan ini menerima kunjungan kerja resmi dari Anggota Komisi XIII DPR RI, Ir. H. M. Shadiq Pasadigoe, SH, MM. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Direksi tersebut menjadi momentum penting bagi jajaran manajemen untuk memaparkan masterplan pengembangan infrastruktur yang dirancang guna mengubah wajah layanan kesehatan di Sumatera Barat dan sekitarnya.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menjelaskan rencana pengembangan besar-besaran ini merupakan upaya nyata dalam memenuhi ekspektasi masyarakat yang kian meningkat. “Visi besarnya adalah menjadikan RSUP Dr. M. Djamil bukan sekadar tempat pengobatan, melainkan institusi kesehatan yang menjadi kebanggaan masyarakat serta menjadi mercusuar pelayanan medis bagi wilayah Sumatera Bagian Tengah,” kata Dirut.

Ia mengatakan masterplan pengembangan ini sendiri telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Kesehatan dengan pembagian kerja dalam beberapa tahapan strategis yang fokus pada peningkatan fasilitas utama.

“Pada tahap awal direncanakan pembangunan Gedung Central Medical Unit (CMU) setinggi delapan lantai. Gedung ini nantinya akan menjadi pusat layanan vital yang dilengkapi dengan Instalasi Gawat Darurat (IGD), kamar operasi modern, ruang perawatan intensif, serta fasilitas khusus untuk mendukung kegiatan pendidikan dan penelitian medis. Selain itu, rencana pengembangan juga mencakup pembangunan gedung layanan non-JKN setinggi lima lantai guna mendukung kemandirian layanan rumah sakit serta penyediaan alat kesehatan mutakhir yang sejalan dengan standar internasional,” sebutnya.

Menanggapi paparan tersebut, Anggota Komisi XIII DPR RI, Ir. H. M. Shadiq Pasadigoe, SH, MM, menyatakan apresiasi dan dukungan penuhnya terhadap langkah progresif yang diambil oleh manajemen RSUP Dr. M. Djamil. “Rencana pembangunan ini merupakan sebuah lompatan besar yang harus dikawal bersama agar realisasinya tepat waktu dan tepat sasaran. Sebagai wakil rakyat, dirinya berkomitmen untuk membawa aspirasi pengembangan ini ke tingkat pusat mengingat peran vital RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah Sumatera Bagian Tengah,” tutur tokoh masyarakat Sumbar ini.

Shadiq menekankan pentingnya sinergi antara pihak rumah sakit, pemerintah pusat, dan legislatif agar rencana besar ini dapat terlaksana dengan lancar. “Saya berharap dengan hadirnya gedung CMU dan berbagai fasilitas canggih lainnya, kualitas pelayanan di dalam negeri, khususnya di Sumatera Barat, akan semakin kompetitif. Dengan demikian, diharapkan tidak ada lagi masyarakat yang merasa perlu berobat ke luar negeri karena standar pelayanan kesehatan domestik sudah mampu menjawab kebutuhan medis masyarakat secara optimal,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Dukung Sinergi Spiritualitas dalam Tabligh Akbar dan Doa Bersama 1.000 Anak Yatim

Suasana khidmat menyelimuti Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi pada Selasa (24/2), saat ribuan jamaah berkumpul dalam acara Tabligh Akbar yang diselenggarakan oleh Polda Sumatera Barat. Kegiatan yang dirangkaikan dengan doa bersama 1.000 anak yatim piatu dan dhuafa ini dihadiri oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua dan Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, sebagai bentuk dukungan nyata institusi kesehatan terhadap penguatan nilai-nilai religius dan kepedulian sosial di wilayah Sumatera Barat.

Tabligh Akbar ini menghadirkan penceramah kondang, Ustaz Adi Hidayat, yang memberikan tausiyah tentang persiapan menyambut bulan suci Ramadan.

Dalam ceramahnya, Ustaz Adi Hidayat menekankan pentingnya memperkuat keimanan serta menghidupkan rasa kepedulian antar sesama melalui aksi nyata di tengah masyarakat. Pesan tersebut selaras dengan kehadiran para anak yatim dan dhuafa yang menjadi fokus perhatian dalam doa bersama ini, menciptakan atmosfer spiritual yang menyentuh hati para hadirin.

Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, dalam sambutannya menegaskan agenda besar ini merupakan manifestasi dukungan Polri dalam meningkatkan kualitas iman masyarakat. “Tujuan utama dari kegiatan ini bukan sekadar berkumpul secara seremonial, melainkan untuk memperkuat kepedulian sosial serta menanamkan nilai-nilai moral yang kokoh di tengah kehidupan bermasyarakat, terutama sebagai bekal spiritual menjelang dan selama menjalankan ibadah di bulan Ramadan,” ucap Kapolda.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan oleh Polda Sumbar. Bagi RSUP Dr. M. Djamil, aspek kesehatan tidak hanya mencakup fisik, tetapi juga mental dan spiritual. “Kehadiran kami dalam acara ini menunjukkan komitmen untuk terus bersinergi dengan seluruh elemen stakeholder, termasuk kepolisian dan tokoh agama, guna menciptakan lingkungan masyarakat yang sehat secara jasmani sekaligus kuat secara spiritualitas dan solidaritas sosial,” tukas Dirut.(*)

Semangat Harmoni Ramadhan, DWP RSUP Dr. M. Djamil Bakal Gelar Bazar dan Bakti Sosial

Menyambut datangnya bulan suci yang penuh kemuliaan, Dharma Wanita Persatuan (DWP) RSUP Dr. M. Djamil bakal menggelar Bazar Ramadhan dan Bakti Sosial. Mengusung tema Harmoni Ramadhan: Indahnya Kebersamaan dalam Keberkahan, kegiatan ini dijadwalkan berlangsung dari 9 hingga 14 Maret mendatang. Agenda tersebut menjadi sarana bagi keluarga besar rumah sakit dan masyarakat sekitar untuk merajut silaturahmi di tengah kekhusyukan bulan puasa.

Ketua DWP RSUP Dr. M. Djamil, Ny. Winanda Dovy, mengungkapkan persiapan matang telah dilakukan untuk memastikan acara ini memberikan dampak positif bagi banyak pihak. “Dalam pelaksanaannya nanti, bazar tersebut akan diramaikan oleh sedikitnya 25 tenant yang menyajikan berbagai produk unggulan dari pelaku usaha mikro, kecil, dan ,enengah (UMKM),” ungkap Ny Winanda Dovy didampingi pengurus DWP saat Audiensi dengan Direksi di Ruang Rapat Direksi, Selasa (24/2).

Ia mengatakan keterlibatan UMKM ini menjadi bukti komitmen DWP dalam mendukung pemulihan ekonomi lokal sekaligus menyediakan kebutuhan pokok dan perlengkapan Ramadan yang berkualitas bagi para pegawai maupun pengunjung rumah sakit dengan harga yang lebih terjangkau. “Esensi sejati dari kegiatan ini melampaui transaksi jual beli semata,” tuturnya.

Selain kemeriahan bazar, sebut Ny. Winanda, DWP RSUP Dr. M. Djamil pada saat yang sama juga akan melangsungkan aksi kemanusiaan berupa pembagian paket sembako. Bantuan ini secara khusus menyasar para tenaga kontrak, tenaga honorer, petugas keamanan (security), hingga petugas kebersihan (cleaning service) yang selama ini menjadi bagian tak terpisahkan dalam operasional rumah sakit.

“Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian nyata untuk menumbuhkan rasa empati dan mewujudkan kasih sayang antarsesama, sehingga kebahagiaan Ramadhan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan keluarga besar rumah sakit,” ucapnya.

Tidak hanya sekadar aspek ekonomi dan sosial, Ny. Winanda menambahkan tahun ini DWP juga menghadirkan dimensi edukasi melalui Talkshow Kesehatan Khusus Ramadhan. Kegiatan ini akan menghadirkan para dokter spesialis sebagai narasumber untuk memberikan tips menjalankan ibadah puasa yang sehat. “Kami ingin para pengunjung dan pegawai tidak hanya pulang membawa belanjaan, tapi juga membawa ilmu,” jelasnya.

Dukungan penuh terhadap inisiatif ini datang langsung dari Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua. Ia memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para pengurus DWP yang telah menginisiasi kegiatan positif tersebut. “Momentum Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat solidaritas internal. Dengan adanya sinergi antara manajemen dan organisasi pendukung seperti Dharma Wanita, lingkungan kerja diharapkan menjadi lebih harmonis dan penuh berkah, yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan semangat pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Dirut.

Senada dengan hal tersebut, Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian, dr. Maliana, M.Kes, juga menyampaikan kegiatan seperti ini memiliki nilai strategis dalam membangun karakter dan budaya kerja yang humanis. Aspek kebersamaan yang dibangun melalui bazar dan bakti sosial ini merupakan investasi sosial yang penting.

“Kami berharap melalui semangat berbagi yang diusung DWP, seluruh staf RSUP Dr. M. Djamil dapat semakin kompak dan termotivasi untuk memberikan yang terbaik, seiring dengan semangat ibadah di bulan suci yang mengajarkan tentang kepedulian terhadap sesama,” tukasnya.(*)

RSUP Dr M Djamil Gandeng FK USU dan UNPRI Kembangkan Prodi Radiologi Guna Perkuat Peran RSPPU

RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran sebagai Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU). Langkah ini diwujudkan melalui serangkaian kunjungan strategis di Kota Medan pada Kamis (19/2) dan Jumat (20/2). Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian, dr. Maliana, M.Kes. Rombongan melakukan visitasi ke Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU), Rumah Sakit Royal Prima, serta Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia (UNPRI).

“Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya sistematis untuk menindaklanjuti mandat penyelenggaraan Program Studi Radiologi di RSUP Dr. M. Djamil, sekaligus memperluas jejaring kemitraan di bidang medis dan riset,” ujar dr. Maliana.

Ia memaparkan kunjungan ke FK USU dilakukan seiring penunjukan fakultas tersebut oleh Kemendiktisaintek sebagai mitra pendamping bagi RSUP Dr. M. Djamil. Audiensi ini bertujuan menjajaki kerja sama kemitraan yang lebih dalam.

“Ke depannya, selain fokus pada sektor pendidikan, kami juga akan mengembangkan kerja sama penelitian bersama. Hal ini guna memastikan sinkronisasi kurikulum dan standar mutu pendidikan spesialis yang akan dijalankan,” tuturnya.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Dekan FK USU, Prof. Dr. dr. Aldy Safruddin Rambe, Sp.S(K); Wakil Dekan I, Dr. dr. Delyuzar, M.Ked(PA), Sp.PA(K); serta Ketua Program Studi Radiologi, dr. Dedy Dwi Putra, Sp.Rad. Sementara itu, dr. Maliana didampingi oleh Ketua Unit Fungsional Pendidikan, Dr. dr. Daan Khambri, Sp.B (K)Onk, M.Kes; Manajer Timker Hukum, Nova Afriani, SH, MH; serta Staf Radiologi, dr. Anggara Sena Pratama, M.Med.Sc, Sp.Rad.

Usai agenda di FK USU, rombongan melanjutkan kunjungan ke UNPRI yang telah memiliki program studi radiologi. Kedatangan mereka disambut oleh Rektor UNPRI, Prof. Dr. Chrismis Novalinda Ginting, M.Kes, beserta jajaran Wakil Rektor dan Direktur Utama RS Royal Prima, Dr. dr. Wienaldi, MKM, MQM, FISQua, Sp.KKLP.

“Fokus utama dari pertemuan kedua ini adalah meninjau langsung ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan yang mendukung program studi radiologi,” tambah dr. Maliana.

Selain aspek akademik, pertemuan di UNPRI dan RS Royal Prima juga membahas pengembangan layanan stem cell (sel punca). RSUP Dr. M. Djamil berencana mengimplementasikan layanan tersebut dengan merujuk pada keberhasilan penerapannya di RS Royal Prima.

“Di samping itu, kunjungan ini menjadi momentum untuk menindaklanjuti kerja sama transplantasi ginjal, mengingat RS Royal Prima merupakan bagian dari rumah sakit jejaring RSUP Dr. M. Djamil,” ungkapnya.

dr. Maliana berharap hasil kunjungan ini dapat segera direalisasikan dalam aksi nyata. “Kami optimistis kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan kapasitas RSUP Dr. M. Djamil sebagai institusi pendidikan spesialis radiologi, tetapi juga mempercepat transformasi layanan kesehatan di wilayah Sumatera,” harapnya.(*)

Kajati Sumbar Berikan Tausiah Ramadan, Dirut RSUP Dr. M. Djamil Perkuat Sinergitas Lintas Instansi

Bulan suci Ramadan menjadi momentum bagi para pimpinan instansi di Sumatera Barat untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus mempertebal nilai-nilai spiritual dalam menjalankan amanah publik. RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam menjalin kolaborasi lintas sektor melalui kegiatan keagamaan yang digagas bersama unsur Forkopimda dan Pimpinan Instansi Vertikal.

Pada Senin (23/2), Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menghadiri agenda Shalat Zuhur berjamaah yang dilanjutkan dengan Tausiah di Masjid Cahaya, PT PLN Induk Wilayah Sumatera Barat. Bertindak sebagai penceramah dalam kesempatan tersebut, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatera Barat, Muhibuddin.

Kajati Sumbar dalam tausiahnya menekankan puasa adalah ibadah yang sangat personal dan melatih kejujuran tingkat tinggi. “Puasa itu hanya kita dan Allah SWT yang tahu. Sebab, Allah senantiasa mengawasi kita di mana pun berada. Di sinilah letak ujian keikhlasan dalam menjalankan ibadah tersebut,” ujarnya di hadapan para pimpinan instansi.

Ia juga mengajak seluruh aparatur negara dan pimpinan instansi untuk memaksimalkan momentum ibadah guna mendidik jiwa agar selalu berorientasi pada ridha Allah SWT. Hal ini berkaitan erat dengan tanggung jawab profesi dalam mencegah kemungkaran, menolong orang yang dizalimi, hingga meluruskan mereka yang berbuat zalim. “Termasuk dalam menegakkan hukum, landasannya haruslah murni karena ingin menegakkan keadilan,” tambah Kajati.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua menyambut baik kegiatan ini sebagai wadah memperkuat koordinasi antar-pimpinan di Sumatera Barat. Pelayanan publik yang prima, khususnya di bidang kesehatan, tidak bisa berdiri sendiri melainkan butuh dukungan dari seluruh unsur Forkopimda dan instansi vertikal.

“Kehadiran kami di sini adalah bentuk komitmen RSUP Dr. M. Djamil untuk selalu hadir dalam setiap ruang kolaborasi. Nilai-nilai spiritual yang disampaikan tadi. Seperti kejujuran dan keikhlasan, sangat relevan dengan semangat kami dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ungkap Dovy.

Ia menambahkan integritas dalam bekerja yang dilandasi nilai agama akan menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan transparan. “Apa pun yang kita lakukan, tujuan akhirnya adalah mengharapkan ridha Allah SWT. Dengan sinergi yang kuat, kami yakin tantangan pelayanan publik di Sumatera Barat dapat kita hadapi bersama-sama,” pungkasnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Raih Penghargaan Form and Diagnosis Accuracy Champion dari PT Jasa Raharja

RSUP Dr. M. Djamil kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Tepat pada hari ini, Senin (23/2), rumah sakit di bawah naungan Kementerian Kesehatan tersebut menerima penghargaan Form and Diagnosis Accuracy Champion dari PT Jasa Raharja (Persero). Penghargaan ini menjadi penegasan atas komitmen RSUP Dr. M. Djamil dalam menjaga ketepatan administrasi serta akurasi diagnosis medis, yang merupakan elemen dalam koordinasi layanan asuransi kecelakaan bagi masyarakat. Keakuratan data tersebut menjadi penentu utama kecepatan dan ketepatan penyaluran santunan bagi pasien yang sedang membutuhkan kepastian pembiayaan.

Penghargaan diserahkan oleh Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Sumatera Barat, Teguh Afrianto, kepada Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua di Ruang Rapat Direksi. Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama didampingi Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, serta jajaran manajemen terkait. Dari pihak PT Jasa Raharja, turut hadir Kasubag Administrasi Klaim Boby Laksono serta Kasubag SW dan Humas Taufik Widitomo.

Dalam sambutannya, Dr. dr. Dovy Djanas menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Jasa Raharja atas kepercayaan serta kemitraan yang telah terjalin harmonis selama ini. “Penghargaan ini menjadi motivasi besar bagi seluruh civitas hospitalia untuk terus memperkuat budaya mutu dan kepatuhan terhadap standar pelayanan,” kata Dirut.

Secara khusus, ia memberikan apresiasi kepada tenaga medis, tenaga kesehatan, serta tim administrasi dan Instalasi Rekam Medis yang telah bekerja dengan penuh ketelitian dan integritas. “Kolaborasi ini memiliki makna sosial yang sangat besar karena setiap proses klaim yang cepat dan akurat bermuara pada satu tujuan utama, yakni memastikan korban kecelakaan mendapatkan pelayanan terbaik tanpa hambatan administratif,” tuturnya.

Direktur Utama menjelaskan kegiatan ini bukan sekadar seremoni penyerahan piagam, melainkan bentuk pengakuan atas komitmen bersama dalam membangun tata kelola pelayanan yang akuntabel, transparan, dan profesional. Dalam sistem pelayanan kesehatan modern, integrasi data dan ketepatan dokumentasi adalah fondasi penting yang berdampak langsung pada mutu layanan, keselamatan pasien, serta kepastian hukum.

“Setiap diagnosis yang ditetapkan harus didukung oleh pencatatan yang sesuai standar dan dapat dipertanggungjawabkan agar proses klaim berjalan efisien dan hak pasien sebagai korban kecelakaan terpenuhi sepenuhnya,” tegas Dovy.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Sumatera Barat, Teguh Afrianto, turut memuji konsistensi RSUP Dr. M. Djamil dalam memberikan pelayanan prima, khususnya bagi masyarakat yang tertimpa musibah kecelakaan.

“RSUP Dr. M. Djamil merupakan salah satu rumah sakit yang paling patuh di Sumatera Barat dengan nilai tagihan mencapai miliaran rupiah. Sebagai rumah sakit rujukan utama, pasien yang ditangani tidak hanya berasal dari wilayah Sumatera Barat tetapi juga dari luar provinsi, di mana seluruh proses penagihannya dikoordinasikan melalui Kantor Wilayah Sumatera Barat,” ungkapnya.

Teguh menambahkan RSUP Dr. M. Djamil menjadi salah satu rumah sakit di Indonesia yang layak menerima penghargaan ini karena tingkat akurasi pengisian formulir, diagnosis, penggunaan obat-obatan, hingga tindakan medis yang sangat presisi. “Kami berharap prestasi ini tidak hanya dipertahankan tetapi juga terus ditingkatkan di masa depan. Selain itu, juga kami mendorong penguatan sinkronisasi dan integrasi data digital antara RSUP Dr. M. Djamil dengan PT Jasa Raharja untuk semakin menyempurnakan proses penjaminan bagi seluruh masyarakat,” tukasnya. (*)

Revolusi Jantung di Sumatera, RSUP Dr. M. Djamil Boyong Teknologi PFA untuk Pasien​

RSUP Dr. M. Djamil melakukan lompatan besar dalam dunia medis dengan memperkenalkan teknologi Pulsed Field Ablation (PFA). Inovasi mutakhir ini diproyeksikan menjadi standar baru penanganan aritmia (gangguan irama jantung) di wilayah Sumatera, menjanjikan prosedur yang lebih cepat, aman, dan efisien bagi ribuan pasien.​

Dalam pemaparan layanan yang digelar Jumat (20/2), Kepala Departemen Kardiovaskuler RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Tommy Daindes, Sp.JP, Subsp.Ar (K), FIHA, FAsCC, FAPSC, mengungkapkan kehadiran PFA sangat mendesak. Data menunjukkan kasus Atrial Fibrilasi (AF) di Sumatera Barat mencapai sekitar 59 ribu kasus atau 1% dari populasi.

​Selama ini, layanan ablasi khusus untuk AF belum tersedia secara optimal di wilayah tersebut. PFA hadir sebagai solusi strategis untuk mengisi celah pelayanan medis yang selama ini menjadi tantangan besar bagi tim medis kardiologi.

Berbeda dengan metode seperti radiofrequency ablation (energi panas) atau cryoballoon ablation (energi beku), PFA menawarkan keunggulan dari sisi waktu dan keselamatan pasien. Dalam segi ​efisiensi waktu, jika prosedur lama memakan waktu 2 hingga 6 jam, teknologi PFA mampu menuntaskan tindakan dalam kurang dari satu jam. Kecepatan ini memungkinkan rumah sakit menangani volume pasien yang jauh lebih banyak setiap harinya, mengurangi daftar tunggu operasi.

Dari segi keamanan pasien, PFA memiliki tingkat kekambuhan (recurrence) yang lebih rendah serta risiko komplikasi pasca-tindakan yang minimal karena sifat energinya yang sangat spesifik menyasar sel jantung yang bermasalah tanpa merusak jaringan sekitar.​​

Meski tergolong teknologi “high-tech” yang baru masuk ke Indonesia setahun terakhir, RSUP Dr. M. Djamil memastikan akses ini tidak hanya milik kalangan tertentu. Pada tahap awal implementasi, prosedur PFA akan difokuskan untuk melayani pasien JKN (BPJS Kesehatan).​

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menegaskan dukungan penuh manajemen terhadap inovasi ini. ​”Dengan PFA, kami menargetkan diri menjadi pemimpin (leader) di Sumatera dalam penanganan aritmia. Ini bukti bahwa rumah sakit kemenkes di daerah memiliki kualitas dan daya saing yang setara dengan fasilitas kesehatan terbaik lainnya,” ujar Dr. Dovy didampingi Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo.

Langkah ini sekaligus memperkuat posisi RSUP Dr. M. Djamil sebagai pusat rujukan kesehatan utama di Sumatera yang terus bertransformasi menuju standar pelayanan kelas dunia. “Kami ingin membuktikan bahwa masyarakat tidak perlu lagi merasa cemas atau jauh-jauh pergi ke ibu kota, apalagi ke luar negeri, hanya untuk mendapatkan hak atas teknologi kesehatan terbaik,” ujar Dr. Dovy.(*)

Kala Direksi RSUP Dr. M. Djamil Turun Langsung ke Garda Terdepan

Kamis pagi yang cerah (19/2), suasana di RSUP Dr. M. Djamil tampak sedikit berbeda. Di antara langkah petugas medis dan harapan para pasien, hadir sosok Direktur Utama, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, yang turun langsung ke lapangan. Bagi Dr. dr. Dovy, pelayanan kesehatan bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan sebuah amanah yang harus dijaga kualitasnya hingga ke garda terdepan.

Langkah Dr. dr. Dovy terhenti di depan pintu Instalasi Gawat Darurat (IGD). Di tempat di mana waktu seolah berpacu dengan nyawa, ia memantau dengan saksama setiap alur pelayanan.

Baginya, sinkronisasi antara kesiapan tim medis dan dukungan fasilitas adalah kunci utama. “Di IGD, setiap detik itu sangat berharga,” ungkapnya. Ia ingin memastikan tak ada satu pun hambatan yang menghalangi keselamatan pasien.

Di sisi lain rumah sakit, Direktur Perencanaan dan Keuangan, Luhur Joko Prasetyo berdiskusi di Instalasi Radiologi. Fokusnya membahas aplikasi Senalogy. Sebuah sistem digital terintegrasi yang mampu menyajikan data hasil rontgen atau pemindaian secara instan dan akurat.

“Dengan teknologi ini, dokter bisa mengambil keputusan medis lebih cepat. Tidak ada lagi waktu yang terbuang karena birokrasi data,” jelas Luhur. Inovasi ini bukan sekadar gaya hidup, melainkan keharusan untuk memberikan kenyamanan dan transparansi bagi pasien.

Kegiatan telusur lapangan ini menjadi bukti nyata komitmen tanpa henti dari manajemen RSUP Dr. M. Djamil tidak hanya duduk di balik meja. Mereka memilih untuk mendengar, melihat, dan merasakan langsung denyut nadi pelayanan di lapangan.

“Melalui penguatan digitalisasi dan evaluasi rutin, RSUP Dr. M. Djamil sedang bertransformasi. Kami ingin tidak hanya unggul secara medis, tetapi juga melayani dengan hati, transparan, dan tanpa hambatan. Karena pada akhirnya, senyum kesembuhan pasien adalah pencapaian tertinggi dari sebuah inovasi,” tukas Dr. dr. Dovy. (*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45