RSUP Dr. M. Djamil Kerahkan Tim Multidisiplin untuk Perawatan Intensif Klaudia Despita

RSUP Dr. M. Djamil saat ini tengah memberikan perhatian intensif terhadap Klaudia Despita (19), remaja putri asal Pesisir Selatan. Hingga hari Kamis (15/1), pasien telah memasuki hari ke-19 masa perawatan sejak pertama kali dirujuk pada 29 Desember lalu di HCU Penyakit Dalam. Kondisi Klaudia menjadi perhatian serius karena komplikasi kompleks yang bermula dari penyakit tumor ganas yang menyerang tulang belakangnya.

“Saat pertama kali tiba di rumah sakit, kondisi pasien cukup memprihatinkan dengan luka terbuka di area bokong kiri dan kanan yang sudah dialami selama satu bulan. Luka tersebut muncul akibat kondisi tirah baring atau berbaring berkepanjangan selama kurang lebih tiga bulan. Ketidakmampuan pasien untuk bergerak ini dipicu oleh keberadaan tumor pada punggung yang mengakibatkan kedua tungkai bawah mengalami kelumpuhan atau tidak dapat digerakkan sama sekali,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, Kamis (15/1).

Menyikapi kondisi tersebut, sebutnya, manajemen rumah sakit segera membentuk tim multidisiplin yang terdiri dari berbagai pakar subspesialis. Penanganan Klaudia melibatkan kolaborasi ahli onkologi, ortopedi, bedah plastik, rehabilitasi medik, gizi klinik, radio-onkologi, anestesi, hingga spesialis yang memiliki kompetensi di bidang perawatan paliatif. “Langkah ini diambil untuk memastikan setiap aspek kesehatan pasien, baik secara fisik maupun psikologis, tertangani secara optimal sesuai standar keselamatan pasien,” tuturnya.

Ia mengungkapkan berdasar hasil pemeriksaan menyeluruh, tim medis mendiagnosis pasien mengalami multiple ulkus dekubitus atau luka tekan yang sangat dalam hingga membentuk lubang di area tulang duduk (sakrum), paha kiri dan kanan, serta tumit kiri. Kondisi luka yang parah ini merupakan dampak langsung dari penyakit dasar pasien, yaitu epithelioid angiosarkoma.

“Penyakit ini merupakan tumor ganas pembuluh darah yang menyerang medula spinalis atau sumsum tulang belakang dengan prognosis yang dinilai kurang baik. Akibat serangan tumor ini, terjadi defisit neurologis berat yang menyebabkan mobilisasi pasien tidak dapat dilakukan secara adekuat, sehingga risiko kemunculan luka baru tetap tinggi meskipun perawatan dilakukan secara maksimal.

Selama hampir tiga minggu perawatan, tim medis telah melakukan serangkaian tindakan operatif dan non-operatif. Dokter subspesialis bedah plastik, dr. Fory Fortuna, Sp.BP-RE, telah memimpin tiga kali tindakan operasi. “Dan operasi ketiga pada 14 Januari berupa debridement ekstensif pada kedua paha yang dilakukan berkolaborasi dengan Dr. dr. Roni Eka Sahputra, Sp.OT (K) Spine dari tim bedah ortopedi,” ungkap Dirut.

Paralel dengan penanganan luka, sebutnya, fokus utama juga diarahkan pada penanganan tumor tulang belakang melalui prosedur radioterapi yang dipimpin oleh dr. Rika Ruhama, Sp.Onk.Rad. Terapi penyinaran ini bertujuan untuk menghambat pertumbuhan sekaligus mengecilkan massa tumor.

“Hingga saat ini, Klaudia telah menyelesaikan sesi penyinaran ke-8 dari total 18 kali yang direncanakan. Jika massa tumor berhasil mengecil sesuai target, tim medis akan melakukan evaluasi lanjutan untuk mempertimbangkan tindakan pengangkatan tumor di area medula spinalis,” papar Dovy.

Selain aspek bedah dan radioterapi, aspek pemulihan fungsi dan nutrisi menjadi pilar penting dalam perawatan ini. “Di bawah bimbingan dr. Rini Agustin, Sp.KFR NM (K) dari bidang rehabilitasi medik, pasien terus didampingi untuk meningkatkan kemampuan fungsionalnya meski saat ini masih terkendala oleh nyeri tulang yang membatasi pergerakan,” ucapnya.

Kebutuhan gizi pasien, sebut Dirut, juga dipantau secara ketat oleh dr. Dewi Susanti Febri, M.Biomed, Sp.GK (K), guna mengatasi kondisi anemia, hipoalbuminemia, dan malnutrisi yang diderita pasien. “Tak kalah penting, dukungan psikologis dan pendampingan paliatif diberikan oleh Dr. dr. Arina Widya Murni, Sp.PD-K.Psi, M.Kes, FINASIM untuk membantu menjaga kualitas hidup serta mental pasien di tengah perjuangannya melawan penyakit berat,” ucap Dovy.

Dovy Djanas menekankan seluruh tim telah bekerja sesuai dengan indikasi klinis dan standar pelayanan medis tertinggi. Mengingat jenis penyakit keganasan dan kondisi imobilisasi berat yang dialami Klaudia, proses penyembuhan luka memiliki keterbatasan alami. Hasil akhirnya bergantung pada respons jaringan tubuh pasien dan perjalanan penyakit dasarnya.

“Tim medis memprediksi bahwa kondisi luka kemungkinan besar masih akan memerlukan perawatan harian yang berkelanjutan, dan secara medis dinilai sangat kecil kemungkinan bagi pasien untuk dapat berjalan kembali seperti sedia kala,” sebutnya.

Sebagai langkah lanjutan, Dirut menegaskan pihak rumah sakit berencana untuk segera menggelar family meeting. Pertemuan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan penjelasan secara menyeluruh kepada pihak keluarga tentang kondisi terkini, rencana jangka panjang, serta target pengobatan.

“RSUP Dr. M. Djamil berharap melalui komunikasi yang transparan ini, pasien dan keluarga dapat mempersiapkan diri secara fisik dan mental, serta memiliki pemahaman yang utuh terhadap segala upaya medis yang tengah dan akan dilakukan ke depan,” tukas Dirut.(*)

Optimalkan Kinerja Staf, Direktur SPP RSUP Dr. M. Djamil Lakukan Telusur

RSUP Dr. M. Djamil terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui pengawasan langsung terhadap operasional di berbagai lini. Pada hari ini, Kamis (15/1), Direktur Sumber Daya Manusia (SDM), Pendidikan, dan Penelitian, dr. Maliana, M.Kes, melaksanakan kegiatan telusur ke sejumlah unit kerja guna memastikan seluruh proses manajerial dan pelayanan berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya berkelanjutan rumah sakit dalam melakukan evaluasi terhadap efektivitas kerja staf serta kesiapan sarana dan prasarana dalam menghadapi dinamika pelayanan kesehatan yang semakin kompleks.

Fokus utama dalam peninjauan kali ini meliputi pemantauan kedisiplinan dan akurasi dalam penginputan data pasien ke dalam sistem Rekam Medis Elektronik (RME). Implementasi RME menjadi perhatian serius manajemen karena merupakan tulang punggung digitalisasi layanan yang bertujuan untuk mempercepat proses administrasi sekaligus meminimalisir risiko kesalahan medis.

Selain aspek digitalisasi, dr. Maliana juga menaruh perhatian besar pada ketersediaan dan distribusi SDM di setiap unit. Hal ini penting untuk memastikan bahwa rasio antara tenaga kesehatan dan jumlah pasien tetap berada pada level ideal, sehingga beban kerja staf tetap terjaga dan kualitas perawatan kepada pasien tidak mengalami penurunan.

Bersamaan dengan pemantauan sistem dan personel, kegiatan telusur ini juga mencakup pengecekan fisik ruangan dan fasilitas pendukung lainnya. Peninjauan ini dilakukan seiring dengan adanya kebijakan penggabungan beberapa unit kerja di lingkungan RSUP Dr. M. Djamil. Manajemen ingin memastikan bahwa integrasi unit-unit tersebut tidak hanya efisien secara administratif, tetapi juga didukung oleh tata letak ruangan yang fungsional dan nyaman. Penataan ulang ruang kerja ini diharapkan dapat menciptakan alur kerja yang lebih ringkas dan memperkuat koordinasi antar-bidang di dalam rumah sakit.

Di sela-sela kegiatan tersebut, Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian, dr. Maliana, M.Kes, menyatakan telusur ini merupakan langkah konkret untuk melihat sejauh mana adaptasi tim di lapangan terhadap perubahan sistem yang ada. “Kegiatan telusur ini sangat penting untuk memastikan bahwa penginputan RME dilakukan secara tepat waktu dan akurat oleh petugas, karena data yang valid adalah dasar dari pelayanan yang berkualitas. Selain itu, kami juga memantau langsung kecukupan SDM serta kesiapan ruangan pasca-penggabungan unit kerja agar alur pelayanan tetap berjalan efektif tanpa hambatan,” ujar dr. Maliana didampingi manajemen.

Ia menegaskan setiap kendala yang ditemukan selama peninjauan akan segera ditindaklanjuti untuk mendukung kenyamanan kerja staf dan keselamatan pasien. “Kami berharap seluruh jajaran di RSUP Dr. M. Djamil dapat terus bersinergi dalam mengoptimalkan fasilitas yang ada demi memberikan pelayanan yang prima, aman, dan profesional bagi seluruh masyarakat,” tegasnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Sosialisasikan Layanan Navigasi Pasien Kanker

RSUP Dr. M. Djamil terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang komprehensif bagi masyarakat, khususnya dalam penanganan penyakit kanker. Pada hari Selasa (13/1), rumah sakit di bawah naungan Kementerian Kesehatan tersebut menyosialisasikan layanan Navigasi Pasien Kanker atau NAPAK. Langkah ini diambil sebagai respons atas tantangan besar dalam penanganan kanker yang merupakan salah satu layanan prioritas nasional dengan tingkat kompleksitas yang sangat tinggi.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, dalam sambutannya menekankan penanganan kanker mencakup perjalanan medis yang panjang. Mulai dari tahapan deteksi dini, penegakan diagnosis yang akurat, berbagai jenis terapi, hingga tindak lanjut jangka panjang bagi penyintas. “Seluruh proses tersebut menuntut adanya koordinasi yang kuat, kesinambungan pelayanan, serta pendekatan yang berorientasi sepenuhnya pada kebutuhan pasien agar hasil pengobatan menjadi lebih optimal,” ucapnya.

Turut hadir Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, Ketua Pengampuan Layanan Kanker Dr. dr. Daan Khambri, Sp.B, Subsp.Onk (K), M.Kes, Manajer Diklat Ns. Venny Dwita Zola Anwar, S.Kep, dan perawat.

Pada kesempatan itu, Tim NAPAK RSUP Dr. M. Djamil Ns. Ibaadi Indra, S.Kep, M.Kep, Sp.Kep.Onk, CPN dan Ns. Siti Herlina Ali Sopiah, S.Kep, M.Kep, Sp.Kep.Onk, CPN menyosialisasikan Layanan NAPAK.

Dalam konteks tersebut, tuturnya, Program NAPAK hadir sebagai solusi yang sangat relevan dan strategis. Program ini dirancang bukan sekadar untuk menambah kompetensi individu bagi tenaga medis, melainkan sebagai upaya penguatan sistem pelayanan kanker secara menyeluruh.

“Dengan adanya sistem navigasi ini, diharapkan pasien tidak lagi merasa bingung atau terputus di tengah alur layanan yang rumit. NAPAK memastikan setiap pasien mendapatkan pendampingan yang tepat, cepat, dan terkoordinasi dengan baik sejak mereka pertama kali menginjakkan kaki di rumah sakit hingga masa pemulihan,” harap Dirut.

Sebagai Rumah Sakit Pengampu Layanan Kanker, RSUP Dr. M. Djamil memikul tanggung jawab besar dalam skala regional. Peran tersebut mencakup jaminan keterpaduan pelayanan kanker lintas unit dan lintas profesi, sekaligus menjadi pusat rujukan yang memperkuat jejaring layanan kanker di wilayah sekitarnya. Selain itu, rumah sakit ini bertindak sebagai barometer dalam penerapan standar mutu, keselamatan pasien, dan tata kelola layanan kanker yang akuntabel.

“Keberhasilan pengampuan kanker tidak dapat dicapai jika masing-masing elemen bekerja sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan sinergi kolektif dari seluruh unsur rumah sakit,” tegasnya.

Ia menginstruksikan agar hasil pelatihan dan pengalaman yang dimiliki Tim NAPAK segera ditindaklanjuti secara nyata dan terstruktur melalui kebijakan internal serta praktik sehari-hari di setiap unit kerja. Sinergi antara Tim Pengampuan Kanker dan Tim Navigasi Pasien Kanker harus terjalin erat agar fungsi navigasi benar-benar menjadi bagian integral dari sistem kesehatan rumah sakit.

“Dukungan dari unit-unit strategis seperti Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), bagian Rekam Medis, serta unit penunjang lainnya dinilai krusial. Dukungan ini diperlukan untuk memastikan bahwa seluruh proses navigasi pasien terdokumentasi dengan baik, dapat terukur secara data, dan bisa dievaluasi secara berkelanjutan untuk perbaikan layanan di masa depan,” harapnya.

Dovy juga meminta seluruh pimpinan unit dan kepala ruangan untuk menginternalisasi navigasi kanker sebagai bagian dari budaya kerja. “Dengan menjadikan navigasi sebagai standar perilaku profesional harian dan bukan sekadar program tambahan, RSUP Dr. M. Djamil optimistis dapat memberikan dampak nyata pada peningkatan mutu layanan serta pengalaman pasien kanker yang lebih baik dan lebih manusiawi,” pintanya.

Ditambahkan Manajer Diklat Ns. Venny Dwita Zola Anwar, S.Kep, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari keikutsertaan tenaga keperawatan RSUP Dr. M. Djamil dalam Pelatihan Navigasi Pasien Kanker (NAPAK) yang diselenggarakan di Rumah Sakit Kanker Dharmais pada tanggal 15 September sampai 20 November 2025. Pelatihan tersebut telah diikuti dan diselesaikan dengan baik oleh seluruh peserta.

Adapun peserta dari RSUP Dr. M. Djamil yakni Ns. Ibaadi Indra, S.Kep, M.Kep, Sp.Kep.Onk, CPN dan Ns. Siti Herlina Ali Sopiah, S.Kep, M.Kep, Sp.Kep.Onk, CPN. Pada pelaksanaan pelatihan tersebut, kedua peserta berhasil meraih prestasi Juara 1 dan Juara 2, yang menunjukkan kompetensi, dedikasi, serta kualitas sumber daya manusia RSUP Dr. M. Djamil di tingkat nasional.

“Kedua peserta tersebut baru saja menyelesaikan pendidikan Spesialis Keperawatan Onkologi di Universitas Indonesia pada bulan Agustus 2025, yang dibiayai melalui dukungan PT Roche dan sumber dana BLU RSUP Dr. M. Djamil. Hal ini menjadi bukti nyata sinergi pengembangan kompetensi SDM antara rumah sakit dan mitra, serta komitmen rumah sakit dalam memperkuat layanan kanker melalui peningkatan kapasitas tenaga keperawatan spesialis,” paparnya.

Ia mengatakan tujuan sosialisasi dan presentasi hasil NAPAK ini adalah untuk mendiseminasikan pengetahuan dan pengalaman peserta pelatihan kepada jajaran direksi, manajerial, dan unit terkait. Serta menjadi dasar penyelarasan tindak lanjut implementasi Navigasi Kanker dalam sistem pelayanan dan pengampuan kanker di RSUP Dr. M. Djamil.

“Kami berharap hasil pelatihan dan capaian prestasi ini dapat dimanfaatkan secara optimal dalam penguatan pelayanan kanker, khususnya dalam implementasi navigasi kanker yang terintegrasi, berkesinambungan, dan berorientasi pada mutu serta keselamatan pasien,” tukasnya.(*)

Bangun Kolaborasi, RSUP Dr. M. Djamil Bidik Target Rp 1 Triliun di 2026

RSUP Dr. M. Djamil memulai langkah strategis di awal tahun dengan menggelar rapat manajerial di ruang rapat direksi pada Senin (12/1). Pertemuan yang diikuti oleh seluruh jajaran manajemen ini menjadi momentum bagi rumah sakit di bawah naungan Kementerian Kesehatan tersebut untuk menetapkan target dalam perjalanan operasionalnya sepanjang tahun 2026. Fokus utama dalam pembahasan tersebut adalah target pencapaian pendapatan yang dipatok menyentuh angka Rp 1 triliun.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, yang memimpin langsung jalannya rapat dengan didampingi jajaran direksi, menyatakan keyakinannya bahwa target tersebut realistis untuk dicapai. “Kami seluruh jajaran direksi merasa optimistis dapat menggapai angka tersebut asalkan seluruh elemen di dalam rumah sakit mampu bergerak dalam satu visi yang sama. Keyakinan ini didasari pada potensi besar yang dimiliki rumah sakit dalam memberikan layanan kesehatan rujukan berkualitas bagi masyarakat luas,” tegas Dirut.

Dalam penjelasannya, Dovy Djanas menekankan keberhasilan untuk mencapai target pendapatan tersebut sangat bergantung pada pola kerja yang kolaboratif dan terukur di setiap lini. Kerja sama antar departemen tidak boleh lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus saling terintegrasi demi menciptakan pelayanan yang lebih efisien dan bermutu. “Selain itu, setiap langkah strategis yang diambil harus memiliki indikator yang jelas sehingga progresnya dapat dipantau secara berkala guna memastikan pertumbuhan yang sehat bagi institusi,” ucapnya.

Pencapaian ini tidak hanya bergantung pada internal rumah sakit, tetapi juga ditentukan oleh seberapa kuat RSUP Dr. M. Djamil membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di wilayah Sumatera Barat. “Hubungan yang harmonis dengan pemerintah daerah, jajaran dinas kesehatan, serta institusi terkait lainnya di Sumbar menjadi kunci utama agar sistem rujukan dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Minangkabau dapat berjalan lebih optimal dan efisien,” tegas Dirut.

Melalui pendekatan yang lebih sistematis dan semangat kebersamaan ini, Dirut berharap RSUP Dr. M. Djamil tidak hanya unggul dalam sisi finansial, tetapi juga semakin prima dalam memberikan layanan medis kepada pasien. “Rapat  ini pun menjadi titik awal bagi seluruh sivitas hospitalia untuk berkomitmen dalam mewujudkan target pendapatan Rp 1 triliun sebagai bagian dari transformasi layanan kesehatan yang berkelanjutan di tahun 2026,” tekadnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Perkuat Tata Kelola Antimikroba dan Pengendalian Infeksi

RSUP Dr. M. Djamil terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui langkah-langkah strategis di awal tahun 2026. Pada hari ini, Senin (12/1), rumah sakit di bawah naungan Kementerian Kesehatan ini menyelenggarakan rapat koordinasi bersama Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi serta  Pengendalian Resistensi Antimikroba. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Direksi ini menjadi momentum  bagi manajemen untuk menyelaraskan visi dalam menghadapi tantangan kesehatan global, khususnya terkait ancaman resistensi obat yang kian kompleks.

Dalam pemaparannya, Ketua Komite PPI dan PRA, Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc, menguraikan secara rinci rencana program kerja tahun 2026 yang sepenuhnya berorientasi pada target efektivitas dan efisiensi layanan. “Pengendalian infeksi bukan sekadar prosedur rutin, melainkan fondasi utama dalam menjaga keselamatan pasien serta keberlangsungan operasional rumah sakit,” kata Andani saat Rapat Koordinasi.

Ia menekankan program kerja tersebut dirancang untuk merespons dinamika kebutuhan medis dengan mengedepankan pendekatan yang berbasis data dan inovasi teknologi kesehata. Guna memastikan setiap intervensi medis memberikan hasil yang optimal bagi kesembuhan pasien. Salah satu fokus utama yang menjadi sorotan dalam rapat tersebut adalah tingginya beban biaya operasional yang timbul akibat penggunaan antibiotik yang kurang tepat. Penggunaan antibiotik empiris yang tidak terkontrol masih menjadi kendala utama yang harus segera diatasi.

Masalah rasionalitas antibiotik saat ini memerlukan kajian terutama pada kategori penggunaan profilaksis yang sering kali belum sepenuhnya sesuai dengan standar medis terbaru. “Selain itu, perilaku tenaga kesehatan dalam pengendalian infeksi terkait pelayanan kesehatan atau HAIs terus didorong agar menjadi budaya kerja di seluruh lini perawatan,” tegasnya.

Menanggapi paparan tersebut, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, yang hadir didampingi jajaran direksi dan manajemen menegaskan memberikan pelayanan terbaik adalah kewajiban yang tidak bisa ditawar. Namun hal tersebut harus berjalan selaras dengan pengendalian penggunaan antibiotik yang ketat. “Penggunaan obat yang bijak tidak hanya akan menekan biaya rumah sakit. Tetapi yang terpenting adalah melindungi pasien dari risiko jangka panjang akibat resistensi antimikroba yang dapat mengancam keselamatan jiwa,” tegas Dirut.

Melalui koordinasi ini, Ia mengatakan RSUP Dr. M. Djamil berharap dapat menciptakan sistem pengawasan yang lebih solid dan terintegrasi antara dokter, farmasi, dan perawat dalam memberikan terapi kepada pasien. Langkah ini diambil sebagai bagian dari transformasi layanan rujukan yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan, di mana efisiensi pembiayaan dan kualitas kesembuhan menjadi indikator utama keberhasilan sebuah rumah sakit.

“Dengan pengawasan yang lebih ketat terhadap profilaksis dan perilaku pengendalian infeksi, manajemen optimistis bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun di mana RSUP Dr. M. Djamil mampu menekan angka infeksi nosokomial sekaligus menjadi pusat rujukan yang unggul dalam tata kelola antimikroba di tingkat nasional,” harapnya. (*)

Perkuat Sinergi Lintas Sektoral, Dirut RSUP Dr. M. Djamil Hadiri Pertemuan Paguyuban Pimpinan Instansi Vertikal

Mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan koordinasi antarlembaga di wilayah Sumatera Barat, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menghadiri pertemuan Paguyuban Pimpinan Instansi Vertikal Sumbar pada hari ini, Kamis (8/1). Kegiatan yang bertempat di Saung Badunsanak Bea Cukai Teluk Bayur tersebut berlangsung dengan suasana yang hangat dan penuh keakraban.

Berbeda dari rapat koordinasi biasanya, pertemuan kali ini mengedepankan aspek kekeluargaan. Selain berbincang hangat dan menikmati santapan khas daerah, para tamu undangan termasuk pimpinan instansi vertikal lainnyaturut berpartisipasi dalam kegiatan memancing santai.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, bersama Ketua DPRD Sumbar Muhidi dan Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, tampak hadir di tengah-tengah para pimpinan instansi, menciptakan suasana dialog yang cair namun tetap substansial.

Tujuan utama dari pertemuan rutin ini adalah untuk membentuk kebersamaan dan kedekatan emosional antar instansi vertikal. Dengan terjalinnya hubungan yang harmonis di tingkat pimpinan, diharapkan koordinasi dalam melayani masyarakat dapat berjalan lebih lancar dan tanpa hambatan birokrasi yang kaku. Selain sebagai ajang silaturahmi, pertemuan ini juga dimanfaatkan untuk saling berbagi informasi tentang progres program tanggap bencana serta langkah-langkah pemulihan Sumatera Barat ke depan agar lebih tangguh dan siap menghadapi tantangan.

Momen ini juga menjadi ajang perkenalan bagi sejumlah pimpinan instansi vertikal yang baru saja mengemban amanah jabatan di Sumatera Barat. Melalui interaksi yang cair ini, para pejabat baru diharapkan dapat segera beradaptasi dan membangun jejaring kerja yang kuat dengan mitra lintas sektoral demi percepatan pembangunan di ranah Minang.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dovy Djanas menyampaikan apresiasinya atas inisiatif pertemuan ini. Menurutnya, pelayanan kesehatan yang dikelola RSUP Dr. M. Djamil tidak bisa berdiri sendiri tanpa dukungan instansi lain.

“Kehadiran kami di sini adalah bentuk komitmen RSUP Dr. M. Djamil untuk terus bersinergi. Melalui kebersamaan dan keakraban yang terjalin hari ini, kami berharap koordinasi lintas sektor dalam melayani masyarakat menjadi lebih luwes dan efektif. Terutama dalam hal penanganan darurat medis dan program-program strategis kesehatan yang memerlukan dukungan dari berbagai pihak,” ujar dr. Dovy.

Ia juga menambahkan diskusi tentang progres tanggap bencana sangat relevan dengan peran RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan utama. “Sinergi dengan Pemerintah Provinsi, Forkopimda Sumbar serta instansi vertikal lainnya akan memastikan mata rantai penanganan bencana di Sumbar menjadi lebih kuat,” ucapnya.

Dovy menekankan Pertemuan Paguyuban Pimpinan Instansi Vertikal ini diharapkan menjadi motor penggerak terciptanya tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang lebih solid. “Dengan komunikasi yang baik antar pimpinan, hambatan birokrasi dapat diminimalisir demi kepentingan masyarakat luas,” tegas Dirut. (*)

Optimalkan Layanan dan Fasilitas, Jajaran Direksi RSUP Dr. M. Djamil Lakukan Telusur Unit Kerja

Upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan memastikan kelancaran operasional rumah sakit, jajaran direksi RSUP Dr. M. Djamil melaksanakan kegiatan telusur ke sejumlah unit kerja pada Kamis (8/1). Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen manajemen dalam melakukan pengawasan langsung terhadap kondisi lapangan serta merencanakan pengembangan fasilitas medis guna mengakomodasi kebutuhan pasien yang terus meningkat.

Kegiatan telusur dipimpin oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua. Dalam kunjungannya, Dirut meninjau ruang rawat Aorta yang terletak di lantai II gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD). Peninjauan ini dilakukan bukan tanpa alasan, sebab manajemen tengah mematangkan rencana untuk melakukan alih fungsi dan perluasan area tersebut. Rencananya, ruang rawat Aorta akan dikembangkan menjadi perluasan ruang Intensive Care Unit (ICU) guna memperkuat kapasitas rumah sakit dalam menangani pasien dengan kondisi kritis.

Dovy Djanas mengungkapkan penambahan kapasitas ICU merupakan prioritas mendesak untuk memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan intensif secara cepat dan tepat. “Perluasan ini adalah bagian dari strategi jangka panjang rumah sakit dalam mengoptimalkan setiap jengkal ruang yang ada di gedung IGD agar lebih fungsional dan berorientasi pada keselamatan pasien,” ungkapnya seraya menekankan kesiapan fasilitas ICU yang memadai akan sangat berpengaruh terhadap angka keberhasilan penanganan medis darurat di RSUP Dr. M. Djamil.

Di lokasi yang berbeda, Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian, dr. Maliana, M.Kes, melakukan telusur ke unit Casemix Instalasi Rawat Inap Bedah, serta Admission Kebidanan dan Anak. Fokus utama dari tinjauan ini adalah mengevaluasi penginputan data pasien ke dalam sistem Rekam Medis Elektronik (RME). Digitalisasi data medis menjadi poin krusial yang ditekan oleh dr. Maliana agar transisi informasi pasien antar unit dapat berjalan tanpa hambatan, akurat, dan transparan.

Selama kunjungannya, dr. Maliana berdialog dengan para petugas di garda depan administrasi untuk mengidentifikasi kendala teknis yang mungkin menghambat efisiensi penginputan data. Hal ini dilakukan demi memastikan bahwa implementasi RME tidak hanya sekadar formalitas teknologi, melainkan menjadi alat bantu yang memudahkan tenaga medis dalam mengambil keputusan klinis serta mempercepat proses pelayanan bagi pasien kebidanan dan anak yang membutuhkan penanganan segera.

Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan telusur ini merupakan manifestasi dari koordinasi yang solid di tingkat direksi untuk menjaga ritme kerja rumah sakit tetap prima.

Direktur Utama Dovy Djanas menegaskan manajemen akan terus hadir di tengah-tengah unit kerja untuk mendengar aspirasi staf sekaligus memastikan standar pelayanan tetap berada di level tertinggi. “Melalui penguatan fasilitas di gedung IGD dan sinkronisasi data melalui RME, RSUP Dr. M. Djamil optimistis dapat memberikan layanan kesehatan yang lebih modern, cepat, dan humanis bagi seluruh masyarakat,” tegasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Targetkan Predikat Bintang Lima BPJS Kesehatan melalui Integrasi Digital

RSUP Dr. M. Djamil terus memantapkan langkahnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat luas. Pada hari ini, Rabu (7/1), rumah sakit di bawah naungan Kementerian Kesehatan tersebut menerima kunjungan dari Kepala BPJS Kesehatan Cabang Padang, Apt. Meri Lestari, S.Farm., AAK., M.Kes. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Direksi ini dilaksanakan dalam rangka mempererat silaturahmi serta memperkuat koordinasi antara penyedia layanan kesehatan dengan penyelenggara jaminan kesehatan.

Kedatangan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Padang disambut oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua didampingi oleh jajaran direksi serta manajemen rumah sakit.

Dalam kesempatan tersebut, Dovy menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kepala BPJS Kesehatan Cabang Padang dan menyatakan kolaborasi yang kuat adalah kunci utama dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat. “Hal ini menjadi krusial mengingat fakta bahwa sekitar 97 persen pasien yang menjalani pengobatan di RSUP Dr. M. Djamil merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),” ucapnya.

Dovy menegaskan RSUP Dr. M. Djamil memiliki target besar untuk meraih predikat Bintang 5 dari BPJS Kesehatan sebagai bentuk pengakuan atas keunggulan layanan. Untuk mewujudkan impian tersebut, pihak rumah sakit saat ini tengah fokus melakukan berbagai upaya strategis, termasuk mengintegrasikan sistem digital layanan JKN secara menyeluruh di setiap lini pelayanan. “Upaya transformasi digital ini diharapkan dapat memangkas birokrasi, mempercepat proses administrasi, serta meningkatkan kenyamanan pasien saat mengakses layanan medis,” ungkap Dirut.

Direktur Utama juga mengungkapkan pencapaian RSUP Dr. M. Djamil sejauh ini tidak lepas dari peran serta bimbingan yang diberikan oleh BPJS Kesehatan Cabang Padang. Keberhasilan rumah sakit dalam meraih juara III sebagai Fasilitas Kesehatan (Faskes) Berkomitmen kategori Kelas A menjadi bukti nyata bahwa sinergi yang terbangun selama ini telah membuahkan hasil positif. “Oleh karena itu, kami meminta dukungan dan arahan yang berkelanjutan agar seluruh target peningkatan mutu layanan dapat tercapai dengan sempurna,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Padang, Apt. Meri Lestari, S.Farm., AAK., M.Kes, menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh rencana RSUP Dr. M. Djamil dalam meraih predikat Bintang 5. Ia memberikan apresiasi atas keterbukaan manajemen rumah sakit dalam mengadopsi teknologi digital demi kepentingan pasien. Dalam pertemuan tersebut, Meri Lestari juga memberikan berbagai tips dan trik serta strategi jitu yang perlu dilakukan pihak rumah sakit untuk memenuhi standar penilaian yang ditetapkan oleh BPJS Kesehatan.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Perkuat Peran sebagai Pusat Pendidikan Kedokteran dan Tegaskan Komitmen Anti-Perundungan

RSUP Dr. M. Djamil kembali menunjukkan peran strategisnya sebagai episentrum pendidikan kedokteran di wilayah Sumatera Barat. Hal ini mengemuka saat Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Layanan Orientasi Informasi bagi peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan Program Pendidikan Dokter Sub Spesialis (PPDSS) yang berlangsung di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Rabu (7/1).

Dalam paparan bertajuk Peran RSUP Dr. M. Djamil sebagai RS Pendidikan Utama, Dovy Djanas menekankan institusi yang dipimpinnya bukan sekadar fasilitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat, melainkan sebuah laboratorium hidup yang vital dalam mencetak generasi dokter spesialis dan subspesialis masa depan. “Sebagai rumah sakit pendidikan utama, RSUP Dr. M. Djamil mengemban tanggung jawab besar untuk membekali para peserta didik dengan kombinasi ilmu pengetahuan mutakhir, keterampilan klinis yang presisi, serta integritas etika yang tidak tergoyahkan,” tegasnya.

Ia menekankan setiap jengkal fasilitas di rumah sakit, mulai dari bangsal perawatan hingga kompleks ruang operasi, dipandang sebagai ruang belajar yang dinamis. “Di mana setiap interaksi medis menjadi peluang berharga untuk mengasah kemampuan klinis dan manajerial para calon dokter spesialis,” tutur Dovy.

Sistem pendidikan yang diterapkan di RSUP Dr. M. Djamil telah dirancang secara komprehensif agar para peserta PPDS dan PPDSS mendapatkan pengalaman yang holistik melalui rotasi di berbagai departemen. “Keberagaman kasus klinis yang ditangani rumah sakit ini menjadi modal penting bagi peserta didik untuk menghadapi realitas medis yang kompleks di lapangan nantinya, tentunya dengan bimbingan langsung dari para konsultan dan dokter senior yang berpengalaman,” tegasnya.

Selain aspek praktis, Dovy Djanas juga menyoroti pentingnya keterlibatan aktif dalam dunia penelitian dan inovasi. Para peserta didik didorong untuk tidak hanya menjadi praktisi, tetapi juga menjadi peneliti yang mampu berkontribusi pada kemajuan ilmu kedokteran melalui riset-riset yang solutif. Di samping penguatan kurikulum dan pengalaman klinis, satu hal yang menjadi sorotan tajam dalam orientasi kali ini adalah sikap tegas manajemen rumah sakit terhadap isu perundungan di lingkungan pendidikan kesehatan.

Dovy Djanas secara lugas menyatakan RSUP Dr. M. Djamil berkomitmen penuh menerapkan kebijakan zero anti-perundungan. Komitmen ini lahir dari kesadaran bahwa segala bentuk intimidasi, baik yang bersifat fisik, verbal, emosional, hingga perundungan siber, merupakan hambatan serius yang dapat merusak proses belajar, menurunkan motivasi, dan mengancam kesehatan mental peserta didik. Pihak manajemen meyakini lingkungan belajar yang sehat dan suportif adalah prasyarat mutlak untuk menghasilkan tenaga medis yang berkualitas.

Sebagai langkah konkret dalam memerangi praktik perundungan, RSUP Dr. M. Djamil telah menyiapkan berbagai instrumen perlindungan, termasuk penyediaan saluran pengaduan yang jelas dan mekanisme penanganan kasus yang dilakukan secara transparan. Para peserta orientasi diingatkan untuk memiliki keberanian dalam melaporkan setiap tindakan perundungan yang mereka alami atau saksikan, dengan jaminan kerahasiaan identitas dan perlindungan penuh dari pihak rumah sakit.

“Langkah tegas ini menjadi bukti nyata bahwa visi RSUP Dr. M. Djamil tidak hanya terbatas pada keunggulan layanan dan riset semata, melainkan juga pada pembentukan karakter dokter yang memiliki integritas tinggi serta empati yang mendalam terhadap sesama manusia,” tukas Dirut.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Sambut Kunjungan Dinas Kesehatan Tanah Datar

RSUP Dr. M. Djamil terus memperkuat perannya sebagai pusat rujukan utama di Sumatera Bagian Tengah melalui penguatan jejaring dengan pemerintah daerah. Hari ini, Rabu (7/1), rumah sakit vertikal milik Kementerian Kesehatan ini menerima kunjungan dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar, dr. Aries Sumantri, MH.

Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Kerja Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil. Kedatangan rombongan Dinas Kesehatan Tanah Datar disambut oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, didampingi Direktur Layanan Operasional, drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, beserta jajaran manajemen terkait.

Dalam sambutannya, Dovy Djanas menyampaikan apresiasi dan menyambut baik inisiatif koordinasi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Tanah Datar. Sebagai rumah sakit pendidikan dan rumah sakit rujukan akhir, RSUP Dr. M. Djamil memiliki tanggung jawab besar tidak hanya dalam aspek pengobatan (kuratif), tetapi juga dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pengabdian masyarakat.

“RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit pendidikan berkomitmen penuh untuk mendukung daerah-daerah di Sumatera Barat, termasuk Tanah Datar, dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan. Kami ingin memastikan bahwa sistem rujukan berjalan efektif sehingga masyarakat mendapatkan penanganan medis yang tepat dan berkualitas,” ujar Dovy.

Dovy menjelaskan transformasi kesehatan yang diusung Kementerian Kesehatan menuntut rumah sakit vertikal untuk menjadi pengampu bagi rumah sakit di daerah. “Hal ini mencakup transfer pengetahuan, peningkatan kapasitas SDM kesehatan, hingga kolaborasi riset klinis,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Tanah Datar, dr. Aries Sumantri, MH, mengungkapkan kunjungan ini bertujuan untuk menyinkronkan program kesehatan daerah dengan fasilitas yang ada di RSUP Dr. M. Djamil. Ia berharap kolaborasi ini dapat mempermudah akses warga Tanah Datar terhadap layanan spesialis dan subspesialis yang ada di Padang.

“Kami berterima kasih atas sambutan terbuka dari jajaran direksi RSUP Dr. M. Djamil. Fokus kami adalah bagaimana pelayanan kesehatan di Tanah Datar dapat terintegrasi dengan baik dengan rumah sakit rujukan tingkat lanjut seperti M. Djamil. Kami ingin belajar dan bersinergi, terutama dalam hal standarisasi layanan dan penanganan kasus-kasus medis kompleks,” ungkap dr. Aries.(*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45