Terus Perluas Pelayanan Kesehatan, RS M Djamil Gandeng 11 Perusahan Asuransi

Penandatanganan PKS Perusahaan Asuransi NonJKN

RSMDJ —- RS M Djamil terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan memperluas jaringan kemitraan dalam rangka meningkatkan taraf kesehatan masyarakat. Salah satu wujudkanya dengan menjalin  kerjasama dengan perusahan asuransi kesehatan non Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Bertempat di Aula Lantai IV, Selasa (11/6) sedikitnya ada 11 perusahaan asuransi nasional yang mengikuti seremonial penandatanganan perjanjian kersaja sama dengan RS M Djamil. Kegiatan ini sebagai bentuk tindak lanjut Nota Kesepahaman antara Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan dengan Perusahaan Asuransi  pada 20 Januari 2024 lalu di The Rinra Hotel Makassar.

“Tentunya kami sangat bersyukur dan bangga, meningingat PKS ini merupakan langkah awal yang sangat strategis dalam upaya kita bersama untuk meningkatkan layanan kesehatan kepada masyarakat Indonesia,” kata Direktur Utama RS M Djamil, Dr. dr. Dovi Djanas, Sp.OG-KFM, MARS, FISQua dalam sambutan acara tersebut.

Lebih lanjut dikatakan, Penantanganan PKS tersebut sesuai dengan arahan Menteri Kesehatan RI , agar rumah sakit vertikal dapat menindaklanjuti Nota Kesepahaman menjadi Perjanjian Kerja Sama dengan Perusahaan Asuransi untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat.

“Tentunya arahan Menteri adalah sebuah komitmen yang harus kita realisasikan dengan sebaik-baiknya. Sebagai salah satu rumah sakit vertikal, RS M. Djamil siap untuk mengambil langkah nyata dalam mewujudkan arahan tersebut.  Dan dalam kesempatan ini kita akan melakukan  penandatanganan kerjasama dengan lebih kurang 11 perusahaan asuransi,” ujar dr. Dovy.

Ia menjelaskan, kerja sama dengan perusahaan asuransi adalah salah satu strategi penting dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas. Melalui perjanjian ini, ia berharap dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Kolaborasi ini akan membawa manfaat yang besar tidak hanya bagi rumah sakit dan perusahaan asuransi, tetapi yang terpenting bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan,” ungkap Ketua POGI Sumbar Periode 2019-2022 itu.

Dr. Dovy menjelaskan bagi pasien peserta asuransi akan diberikan pelayanan meliputi pelayanan Rawat Inap dan Rawat Jalan serta pelayanan kesehatan lain seperti pengobatan dan/atau penggunaan peralatan kedokteran, kamar bedah, pemeriksaan laboratorium/ radiologi dan asuhan keperawatan, serta tindakan lain yang lazim dalam pelayanan kesehatan yang diberikan oleh rumah sakit.

Disebutkannya, RS M. Djamil saat ini sudah memiliki Klinik Istano Pagaruyuang, Klinik ini merupakan program layanan non JKN diberikan oleh rumah sakit kepada pasien yang tidak memiliki/ menggunakan  BPJS Kesehatan, sehingga biaya perawatan ditanggung sepenuhnya oleh pasien atau melalui asuransi kesehatan swasta dengan memberikan pelayanan premium.

“Tentunya kami ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Kesehatan dan perusahaan asuransi yang telah berkomitmen untuk bersama-sama meningkatkan layanan kesehatan di Indonesia. Kami  akan terus berkomitmen untuk bekerja keras, memberikan yang terbaik, dan terus berinovasi dalam pelayanan kesehatan,” tegas dokter subspesialis fetomaternal itu.

Di akhir sambutannya, Direktur Utama Rs M Djamil itu berharap dapat terjalin kerjasama secara transparan dan adil, dengan pembayaran klaim tepat waktu dan sistem klaim yang efisien. Termasuk dukungan terhadap peningkatan kualitas layanan, komunikasi yang baik, fleksibilitas dalam kebijakan, dan dukungan untuk program kesehatan masyarakat.

“Tentunya kami juga menginginkan kerjasama jangka panjang yang berkelanjutan, kepatuhan terhadap regulasi, serta pelayanan yang responsif terhadap keluhan dan masalah. Dengan memenuhi harapan ini, kerjasama dapat berjalan harmonis dan produktif, menguntungkan semua pihak, terutama bagi pasien, Semoga Allah SWT, memberkahi niat baik dan ikhtiar Kita semua,” harap dr. Dovy.

Usai memberikan sambutan, dalam kegiatan yang turut dihadiri unsur manajemen RS M Djamil dan pimpinan perusahan Asuransi juga dipresentasikan tentang pelayanan non JKN oleh Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RS M Djamil, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman Sp.THT-KL (K) dan pemutaran video alur pelayanan bagi pasien asuruansi non JKN.

Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan penantanganan kerjasama antara RS M Djamil dengan 11 perusahan asuransi, perusahan tersebut diantaranya, PT Fullerton Health Indonesia, PT Avrist Assurance, PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia, PT Asuransi BRI Life , PT AJ Central Asia Raya, PT Asuransi Astra Buana, PT AXA Mandiri.

Selanjutnya, PT BNI Life Insurance, PT Asuransi Allianz, PT Prudential Life Assurance  dan PT Prudential Sharia Life Assuranse.

(Humas/Khairian)

Kolaborasi CN Sumbar dan RS M Djamil Gelar Pelatihan NICU Practice Batch II

RSMDJ — Dalam rangka meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam perawatan neonatus (bayi baru lahir). Pekumpulan CintaNeo (CN) Sumatera Barat bersama RS M Djamil gelar pelatihan. Kegiatan pelatihan yang sudah memasuki edisi dua tersebut dibuka langsung Direktur Utama RS M Djamil, Dr.dr. Dovy Djanas, SpOG-KFM, MARS, FISQua di ruang pelatihan Diklat, Sabtu (1/6).

“Tentunya pelatihan ini memiliki peran yang sangat krusial dalam memperkuat kemampuan dan pengetahuan dalam menangani bayi-bayi yang memerlukan perawatan intensif. neonatus adalah populasi pasien yang sangat rentan, dan perawatan yang mereka butuhkan seringkali memerlukan teknik dan keterampilan yang spesifik serta cermat,” ujar Dirut dalam sambutannya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras untuk menyelenggarakan pelatihan yang juga merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

“Perawat yang bekerja di NICU harus terus meningkatkan kompetensi melalui pelatihan berkelanjutan, workshop, dan sertifikasi yang khusus dan kali ini membahas teknik dan manajemen kateter intravena pada neonatus. Ini penting untuk memastikan bahwa perawat selalu mengikuti praktik terbaik dan perkembangan terbaru dalam bidang ini,” ujar dr. Dovy.

Selain itu menurutnya, penting juga terlibat dalam penelitian untuk mengembangkan menyempurnakan teknik serta prosedur pemasangan dan perawatan kateter intravena pada neonatus. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk meningkatkan praktik keperawatan dan hasil kesehatan bayi secara keseluruhan.

“Tentunya melalui pelatihan ini, para peserta dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang lebih mendalam serta berbagi pengalaman praktis yang akan bermanfaat dalam praktek sehari-hari. Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk belajar, berdiskusi, dan meningkatkan kompetensi kita demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” harap dokter subspesialis Fetomaternal itu.

dr. Eny Yantri, Sp A(K), Ketua CN Sumatera Barat mengatakan pelatihan NICU Praktice yang digelar saat ini merupakan seri ke dua yang membahas tentang perihal yang berkaitan perawatan kateter Inravena pada neonatus.

“Kita bersyukur kali ini kembali menggelar pelatihan bagi perawat NICU, tentu harapan kita melalui pelatihan ini akan meningkatkan kompetensi nakes khususnya dalam pemasangan jalur intravena,” ujarnya.

Pihaknya mengucapkan terimaksih kepada RS M Djamil yang telah berkolabori mewujudkan kegiatan tersebut dan kegiatan ini akan terus digelar secara berkesinambungan. Semua itu tidak lepas dari upaya untuk meningkatkan komptensi Nakes dan dalam rangka mendukung program pemerintah menurunkan angka kematian ibu dan anak.

Sementara itu dijelasakan Ns. Suhelmida Munir, S,Kep selaku ketua pelaksana, pelatihan yang digelar pihaknya diikuti sebanyak 24 tenaga kesehatan utusan dari berbagai RS di Sumatera Barat termasuk dari Provinsi Riau. Selama pelatihan para peserta akan dibekali secara keilmuan dan praktik langsung dalam penaganan neonatus.

(Humas/Khairian)

Kolaborasi dan Koordinasi Wujudkan Kemajuan RS M Djamil

Pelantikan PPPK, PNS dan Jabatan Fungsional

RSMDJ — Direktur Utama RS M Djamil memimpin langsung pengambilan Sumpah dan Pelantikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pengangkatan Tahun 2023 dan Pegawai Negeri Sipil (PNS), Jumat (17/5) pagi di Aula Lantai IV RS M Djamil.

“Tentunya pelatikan dan pengambilan sumpah ini merupakan bagian penting bagi kita untuk mengikrarkan semangat untuk melaksanakan organisasi sebaik mungkin,” kata Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG- KFM, MARS, FISQua Direktur Utama RS M Djamil dalam sambutannya usai pelantikan,

Dirut mengingatkan arti penting membangun kerjasama dan menjalankan tugas serta fungsi yang melekat pada setiap civitas hospitalia RS M Djamil. Melalui momentum pengambilan sumpah dan pelantikan itu ia berharap setiap individu menjalankan tugas dengan sepenuh hati.

“Tentu kita memiliki semangat dan keinginan untuk kemajuan RS yang kita cintai ini, untuk itu mari bersama membangun kolaborasi untuk mewujudkan transformasi seperti semangat yang terus digaungkan Menteri Kesehatan,” ujarnya.

Dokter subspesialis Fetomaternal itu juga mengingatkan untuk melaksanakan tugas dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan melayani sepenuh hati. Menurutnya, civitas hospitalia semestinya merasa bersyukur karena melalui pelayanan kesehatan tersebut dapat melaksanakan fungsi yang bermuara pada amal ibadah di sisi Tuhan.

“Kita beruntung dapat bekerja di sini (RS M Djamil), karena dapat mengimplementasikan banyak hal yang bermuara pada amal ibadah, kami berharap mari kita bergandeng tangan saling mengingatkan, saling ingin maju, sehingga RS m Djamil menjadi RS yang membanggakan dikemudian hari,” harap dr Dovy.

Menurutnya, ASN yang dilantik saat ini merupakan bagian dari estafet kepemimpinan di masa yang akan datang, untuk itu dr Dovy mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan kinerja dengan penuh kedisiplinan serta selalu bersemangat.

Insya Allah, kekuatan bersama untuk berkolaborasi, berkoordinasi membangun RS M Djamil lebih baik lagi dapat terwujud, dan hal ini dapat dilihat dari keyaninan jajaran Direksi yang turut hadir pada pelantikan ini,” pungkasnya.

Terkait pelantikan ini turut dihadiri jajaran Direksi RS M Djamil yakni Direktur Pelayanan Medik dan Keparawatan, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp. THT-KL (K), Direktur Perencanaan dan Keuangan, Luhur Djoko Prasetyo, SE, Direktur Operasional, Suhatsyah SE, MM, Akt Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian,  dr. Budi Pratama Arnofyan, Sp BA, Subsp. DA(K)

Pelantikan ini terdiri dari 107 orang PPPK,  3 PNS dan 25 PNS dalam Jabatan Fungsional.

(Humas/Khairian)

RS M Djamil Terima 7 Pasien Korban Banjir Bandang dan Longsor

3 Pasien Masih di Rawat, 2 Meninggal dan 2 Sudah Diperbolehkan Pulang

RSMDJ — RS M Djamil hingga Selasa (14/5) sudah menerima 7 pasien korban banjir bandang  dan longsor yang terjadi akhir pekan lalu di sejumlah wilayah Sumatera Barat.

“Ya, tentu pertama sekali kita berduka atas peristiwa banjir bandang dan longsor yang menimpa Sumatera Barat, semoga keluarga dan saudara kita yang menjadi  korban diberikan ketabahan dan keikhlasan atas peristiwa yang terjadi,” kata Direktur Utama RS M Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG-KFM, MARS, FISQua saat ditemui di ruang kerjanya Selasa (14/5) siang.

Terkait korban bencana, ebih lanjut ia mengatakan ada 7 korban diantaranya 6 orang korban longsor Sitinjau Lauik dan satu pasien korban galodo di Agam.

“Per hari ini (Selasa), ada 3 pasien yang masih menjalani perawatan di ruang rawat inap, dua pasien kemarin sudah pulang untuk pemulihan dan dua orang datang dalam keadaan meninggal dunia yaitu korban longsor sitinjau lauik dan sudah dilakukan pemulasaran dan sudah dibawa pihak keluarga untuk dikebumikan,” ungkapnya.

Diungkapkan Dokter Spesialis Fetomaternal itu,sebagai rumah sakit rujukan akhir untuk wilayah Sumatera Bagian Tengah, RS M Djamil siap mengantispasi setiap kemungkinan yang terjadi terutama yang berkaitan dengan bencana.

Alhamdulillah kita di sini, sudah memiliki tim kesipasiagaan bencana yang siap diaktifkan  dan bekerja jika kapanpun bila diperlukan, baik secara tenaga maupun secara fasilitas pendukung lainya, dan tentu kita di sini (RS M Djamil) memiliki tanggung jawab moril atas kejadian yang terjadi saat ini,” tutur dr.Dovy.

Di sisi lain, RS M Djamil tetap berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait peristiwa galodo dan longsor yang terjadi di Sumatera Barat.

“Tentunya mari bersama-sama kita berdoa semoga Sumatera Barat khususnya daerah yang terdampak bencana segera pulih kembali seperti sediakala, dan kita semua dalam lindungan  Allah SWT,” pungkasnya.

(Humas/Khairian)

107 PPPK Tahun 2023 RS M Djamil Lakukan Penantanganan SPK

RSMDJ — Sebanyak 107 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pengangkatan 2023  penempatan RS M Djamil melakukan penantangan Surat Perjanjian Kerja (SPK), Senin (1/4) di Aula Lantai IV Gedung Administrasi dan Rawat Jalan.

“Tentunya kami mengucapkan selamat atas kelulusan semuanya dan tentu ini mesti disyukuri sebagai keberkahan. Ini menjadi tambahan kekuatan kita bersama untuk membangun RS M Djamil untuk lebih baik lagi,” kata Direktur Utama RS M Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas Sp.OG-KFM, MARS, FISQua dalam sambutannya di Aula Lantai IV.

Direktur Utama RS M Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua

Ia mengajak seluruh pegawai tersebut untuk terus bersemangat bekerja, mengingat pagawai PPPK memiliki hak dan kewajiban yang hampir sama dengan PNS.

Alhamdulillah RS M Djamil salah satu penerima PPPK yang disetujui paling banyak, tentu secara tidak langsung ini menjadi potensi besar untuk dikembangkan, kita berharap dengan tambahan ini menjadi kekuatan dan percepatan untuk terus mewujudkan pelayanan kesehatan yang paripurna bagi masyarakat, ” ucap Dirut yang juga merupakan konsultan Fetomaternal itu.

Kegiatan penantanganan SPK PPPK yang diakomodir bagian OSDM RS M Djamil tersebut juga turut dihadiri Direktur Pelayanan Medik & Keperawatan, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K).

Dijelaskannya, dari 107 pegawai tersebut terdiri dari 101 pegawai untuk formasi Tenaga kesehatan dan 6 pegawai untuk formasi non nakes. Dan 14 diantara pegawai tersebut merupakan pegawai baru di luar RS M Djamil.

“Tentu yang sudah bekerja di sini untuk terus memompa semangatnya, apalagi sebagian besar merupakan pagawai di sini,  selamat bekerja dan jadikan pekerjaan ini sebagai ladang amal ibadah kita,” pungkasnya.

Usai gelaran penantanganan dilanjutkan dengan kegiatan tanya jawab bersama Tim Kerja OSDM terkait mekanisme kepegawaian dan hal lainnya di anggap perlu.

(Humas/Khairian)

Diluncurkan Menkes RI, RS M Djamil bersama Mitra Produksi Kit Diagnostik MRSA

Kit Diagnostik dapat Persingkat Waktu Identifikasi MRSA

RSMDJ —-Rumah Sakit M Djamil bersama Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) dan PT Crown Teknologi Indonesia hadirkan produk panel deteksi cepat metchillin resistant staphylococcus aureus (MRSA) moluker. Produk kit diagnostik MRSA yang telah memiliki izin edar ini dapat mempersingkat identifikasi MRSA dari 3-5 hari menjadi 3-4 jam.

Peluncuran produk itu ditandai dengan pemukulan gendang oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin didampingi Direktur Pelayanan Rujukan Kemenkes, drg. Yuli Astuti Saripawan, M.Kes Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Dewan Pengawas RS M Djamil Albertus Yudha Poerwadi SE MSi CA CPMA  dan Direktur Utama RS M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua, Direktur Utama PT Crown Teknologi Indonesia, Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc, serta Stakeholder terkait. 

“Deteksi dini bakteri ini penting agar kita bisa memberikan antibakteri yang sebenarnya sudah diketahui antibiotiknya. Cuma gara-gara ngasihnya trial and error atau coba-coba dulu akibatnya orang jadi resisten. Karena coba-coba, untuk deteksi dininya susah,” kata Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin saat memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut, Jumat (23/2) di Aula Lantai IV RS M Djamil.

Ia merasa senang ketika Dr Andani (Kepala Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Universitas Andalas) bersama RSUP M Djamil dan PT Crown Teknologi Indonesia membuat alat skrining deteksi dini bakteri. Dan menggunakan teknologi PCR atau biomolekuler.

“Dengan makin tersedianya PCR di laboratorium kesehatan masyarakat dalam dua tahun ke depan kemampuan kita mendeteksi dini dan skrining semakin bagus. Kita tetap menjaga orang sehat dan tidak usah sakit. Sehingga pendapatan per kapita kita meningkat.  Sehingga di masa depan akan mewujudkan Indonesia menjadi negara maju,” ucap Menkes.

Ia mengatakan, produk tersebut berfungsi untuk mendeteksi dini dan skrining bakteri. Produksi buatan bangsa Indonesia ini terbuat dalam bentuk reagen cairan bahan baku yang digunakan mesin PCR. Gunanya untuk mendeteksi jenis bakterinya dan dia resisten dengan antibiotik alpa.

“Mudah-mudahan makin banyak diproduksi di Indonesia. Ke depannya kita sudah tidak tergantung pada negara-negara asing. Dan kami sangat merasa senang dan bangga atas produk yang dihasilkan ini,” tegasnya.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi mengatakan, Pemprov Sumbar memberikan apresiasi dengan terobosan dilakukan RSUP M Djamil dan mendapatkan dukungan dari Kementerian Kesehatan.

“Produk yang diluncurkan ini memberikan kemudahan dan kebermanfaatan dalam pelayanan kesehatan. Dengan adanya penelitian dan inovasi yang dilakukan ini akan memberikan kebaikan untuk kita semua,” ucapnya

Sementara Direktur Utama RSUP M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua menjelaskan produk Kit Diagnostik MRSA ini sebagai bentuk implementasi RSUP M Djamil menjadi rumah sakit yang mampu mengembangkan riset inovasi dan translasional untuk meningkatkan pelayanan terhadap pasien.

“Bahkan kami mendorong peningkatan kolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Unand. Sehingga apa yang ditargetkan Kementerian Kesehatan dapat tercapai,” sebutnya.

Ia menargetkan menjelang akhir tahun 2024, kita 10 produk komersil. Dan pada awal tahun ini pihaknya sudah berhasil meluncurkan satu produk tahun ini. Yaitu deteksi Methicilin resisten staphylococcus aureus. Produk ini akan mempersingkat identifikasi MRSA dari 3-5 hari menjadi hanya 3-4 jam

“Deteksi MRSA adalah bagian pertama dari empat bagian yang direncanakan untuk pengembangan panel resistensi,” ucap Dovy.

Produk lain yang akan dirancang, sebut dokter subspesialis Fetomaternal itu adalah  Deteksi ESBL, Deteksi Carbapenamase resisten, Deteksi Vankomisin resisten, Screening Ca Colon. Screening Ketuban Pecah Dini, Deteksi Def G6PDH kongenital, Deteksi Deep mikosis, Genotyping dengue, Identifikasi jenis kelamin.

“Semua produk ini tidak terlepas dari kolaborasi erat dengan Universitas Andalas dan PT Crown Teknologi Indonesia sebagai mitra industri,” paparnya.

Dovy berharap semua produk inovasi yang dikembangkan akan memberikan manfaat untuk peningkatan efisiensi dan efektivitas pelayanan kesehatan di rumah sakit.

Usai kegiatan Menkes dan rombongan juga melakukan telusur lapangan dan meninjau langsung pengembangan laboratorium Stemcell RS M Djamil yang merupakan satu-satunya  labor bank jaringan di luar pulau jawa dan yang ke 5 di Indonesia.

(Humas/Khairian)

RS M Djamil Kembangkan Jejaring Biobank Academic – Health Based System

RSMDJ — Rumah Sakit M Djamil terus melakukan trobosan dan inovasi dalam rangka mendukung tranformasi kesehatan. Teranyar Rumah Sakit Rujukan untuk Sumatera Bagian Tengah ini mengembangkan sebuah jejaring Biobank Academic-Health Based System.

“Biobank ini merupakan tempat penyimpanan bagi sampel jaringan, sel tumor, darah, material genetik seperti DNA yang akan digunakan untuk berbagai penelitian dalam menghasilkan pengobatan baru terhadap berbagai penyakit,” sebut Direktur Utama RS M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua saat kegiatan lounching produk panel deteksi cepat metchillin resistant staphylococcus aureus (MRSA) moluker yang diluncurkan langsung Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Auditorium RSUP M Djamil, Jumat (23/2)

Hadirnya Biobank tersebut diharapkan dapat dikembangkan dengan melakukan kolaborasi antara RS M Djamil, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, dan Rumah Sakit Universitas Andalas. Kolaborasi ini juga merupakan wujud penerapan Academic Health System.

“Kolaborasi ini diharapkan dapat mengakomodir potensi masing-masing institusi ke dalam satu rangkaian visi yang berbasis pada kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Untuk mendukung keberlangsungan hal tersebut, pihaknya juga sudah menyusun buku model jejaring Biobank Rumah Sakit-Perguruan Tinggi. Dalam buku itu berisi panduan yang komprehensif tentang standar, pedoman, dan praktik terbaik dalam pengelolaan biobank.

“Tentunya kami akan terus berusaha menyediakan infrastruktur yang kuat dan mengikuti prosedur-prosedur yang ketat. Sehingga dapat memastikan integritas dan kualitas setiap sampel biologis yang disimpan, serta memfasilitasi penelitian yang berpotensi membawa manfaat bagi pasien dan masyarakat secara lebih luas,” harapnya

Tidak hanya itu, salah satu layanan unggulan yang juga dimiliki RS  M Djamil adalah Layanan Stem Cell dan Bank Jaringan. Bank jaringan tersebut merupakan satu-satunya bank jaringan di luar pulau Jawa atau yang ke lima di Indonesia.

“Layanan ini bertugas untuk meneliti dan mengembangkan teknologi pengawetan jaringan biologis yang disterilkan dengan partikel elektron yang berkualitas tinggi. Dimana produk pelayanan yang kini dihasilkan berupa produk biomaterial yaitu amnion membrane dan bone allograft,” ungkap dokter subspesialis fetomaternal itu.

Dokter Dovy mengungkapkan pengembangan teknologi stem cell di rumah sakit menjanjikan potensi besar untuk memberikan solusi terapeutik yang inovatif dalam bidang regenerative medicine dan terapi sel punca. Diharapkan hal ini dapat meningkatkan kualitas pengobatan dalam bidang kesehatan.

“Untuk itu, penelitian-penelitian translasional terus dikembangkan untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan dapat diimplementasikan guna kebaikan pasien yang membutuhkan,” tukasnya.

Pada kesempatan itu, Menkes RI Budi Gunadi Sadikin bersama Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah dan rombongan usai melakukan peluncuran produk panel deteksi cepat metchillin resistant staphylococcus aureus (MRSA) moluker meninjau langsung lokasi Instalasi Bank Jaringan dan Sel RS M Djamil.

(Humas/Khairian)

Tingkatkan Kompetensi, RS M Djamil Gelar Workshop Metodologi Penelitian

RSMDJ — Dalam rangka meningkatkan kompetensi penelitian bagi civitas hospitalia, Rumah Sakit M. Djamil gelar Workshop Metodologi Penelitian, Jumat (16/2) di Aula Lantai IV Poliklinik Rawat Jalan.

Kegiatan yang dimotori tim kerja Pendididikan dan Pelatihan (Diklat) RS M. Djamil itu dikuti sekitar 100 orang yang terdiri dari unsur  Dokter, Perawat, Nakes Lainnya dan unsur manajemen. Acara ini dibuka langsung oleh Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian (SPP), dr. Dedi Sutia, Sp.S (K),FINA, MARS dengan menghadirkan narasumber ahli bidang penelitian yakni Dr. Ricvan Dana Nindrea, S.KM, M.Kes, FASPR.

“Tentunya workshop ini sangat penting bagi kita dalam rangka meningkatkan komptensi penelitian-penelitian di RS M Djamil ini,” kata Direktur SPP dalam sambutannya.

Dikatakannya, peningkatan penelitian bagi civitas hospitalia merupakan suatu langkah yang penting untuk peningkatan layanan kesehatan masyarakat. Karena penelitian akan memberikan dampak positif terhadap sistem layanan.

“Tentunya memberikan dampak besar bagi kita dan kami di manjemen mendorong dan memfasilitasi bagi civitas hospitalia untuk melakukan riset,” pungkas dr. Dedi.

Diungkapkan dokter subsepsialis Neurologi itu, pihaknya tidak hanya memberikan fasilitias penelitian bagi pelayanan langsung tapi penelitian untuk level manajemen Rumah Sakit.

“Tentu ini bagi seluruh civitas hospitalia, tidak tertentu bagi petugas pelayanan saja, contoh bagian keuangan, SDM dan lainnya, penelitian yang dilakukan unit ini tentu sangat bermanfaat bagi pimpinan dalam rangka mengambil kebijakan, dan kami mendorong seluruh pihak untuk giat melakukan riset-riset ini,” pungkasnya.

Direktur SPP itu berharap melalui pelatihan yang dilaksanakan itu dapat memberikan pemahaman dan keilmuan bagi peserta sehingga memahami teknis pelaksanaan penelitian dengan cara baik dan benar.

“Hadirnya narasumber pakar ini tentu memberikan kita pemahaman dan keilmuan yang baik untuk meningkatkan kompetensi melakukan penelitian yang baik dan benar dan terpublikasi melaui jurnal-jurnal terakreditasi,” harapnya.

(Humas/Khairian)

Pasien RS M. Djamil  Gunakan Hak Pilih Pada Pemilu 2024

RSMDJ —- Sebanyak 10 orang pasien Rumah Sakit M. Djamil ikut menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan umum (Pemilu) 2024. Pemilih ini masuk daftar pemilih tambahan (DPTb) karena menjalani proses rawat inap dan diakomodir langsung oleh beberapa TPS di Kelurahan Sawahan Timur serta pendampingan dari karyawan/ti RS M. Djamil.

“Mereka yang punya hak pilih diakomodir oleh TPS 1, 4, 5 dan 6 Kelurahan Sawahan Timur, sistemnya petugas KPPS mendatangi langsung pasien di ruang rawatan rumah sakit,” kata PPK Padang Timur, Aditya disela-sela pelaksanaan kegiatan, Rabu (14/2).

Ia menjelaskan, untuk pelaksanaan TPS berjalan itu surat suara dibawa sebanyak jumlah daftar pemilih tetap tambahan.  Setelah melakukan pencoblosan dimasukkan dalam amplop dan kantong plastik. Kemudian dibawa ke TPS dan dimasukkan ke dalam kotak suara sesuai tingkatannya. 

“Sedianya memang ada 31 pasien yang masuk ke dalam DPTb, namun dari sejumlah itu ada yang sudah di perbolehkan pulang sebelum hari pencoblosan, adanya yang meninggal dunia dan dalam kondisi perawatan yang sangat intensif sehingga tidak bisa melakukan pencoblosan dan akhirnya cuma 10 pasien yang dapat melakukannya,” ujarnya.

Dikatakannya, dalam pelaksanaan pemilihan ini pihaknya menelusuri langsung ruang rawat inap pasien di samping ipihak RS M Djamil, Bawaslu, KPPS Sawahan Timur, unsur Kepolisian dan pihak lainnya yang terlibat dalam membantu kelancaran proses pemilihan tersebut.

“Tentunya kami mengucapkan terimakasih kepada manajemen RS M Djamil yang telah membantu memfasilitasi dan mendampingi kami dalam kelancaran proses pemilihan bagi pasien ini, dan Alhamdullah berjalan dengan lancar,” ungkap Aditya.

Sementara itu, Dedi Elfian, SKM, MM, Manajer Umum dan Tata Usaha RS M. Djamil mewakili unsur pimpinan RS M. Djamil mengucapkan terimaksih atas kerjasama yang dilakukan seluruh pihak untuk kelncaran proses pemilihan bagi pasien yag menjalani perawatan di RS M. Djamil.

Sebelumnya dijelasakan Ketua KPU Kota Padang, Riki Eka Putra  ada 33 rumah sakit yang ada di Kota Padang, para pasien rawat inap akan mendapatkan hak suara di TPS yang berada di lokasi rumah sakit. Para pasien itu akan didatangi satu persatu di kamar rawat inap.

“Sebelumnya jumlah data pasien itu sudah didapatkan oleh KPU Padang. Jadi status mereka adalah pemilih pindahan. Jadi nanti para petugas akan mengunjungi para pasien satu persatu,” ungkapnya.

(Humas/Khairian)

Ombudsman Perwakilan Sumbar Apresiasi Langkah Cepat Tim Kesiapsiagaan Bencana RS M Djamil

RSMDJ — Ombudsman Perwakilan Sumatera Barat megapresiasi langkah cepat tim kesiapsiagaan bencana RS M Djamil dalam menindaklanjuti ledakan di Semen Padang Hospital (SPH) yang mengakibatkan terganggunya pelayanan kesehatan masyarakat.

Hal itu diungkapkan Kepala Ombudsman Perwakilan Sumbar, Yefri Heriani, S.Sos,  M.Si saat kunjungannya ke RS M Djamil, Kamis (1/2). Kedatangan Ombudsman besama tim tersebut juga sekaligus meninjau langsung kondisi pasien dan korban ledakan SPH yang menjalani perawatan di RS M Djamil.

Kedatangan Ombudsman di sambut dan didampingi langsung Direktur Operasional dr. Asrawati Sp.A (K), M. Biomed dan Ketua Tim Kesiapsigaan Bencana Katherina Welong, SKM, MARS dan unsur manajemen lainnya.

“Kami hadir di sini (RS M Djamil) untuk memastikan pelayanan publik dan dalam hal ini memastikan pelayanan kesehatan bagi pasien dan korban ledakan SPH yang di rujuk ke sini,” ujar Kepala Ombudsman Sumbar disela-sela kunjungannya.

Pihaknya mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan RS M Djamil melalui tim kesiapsigaan bencana dalam hal membantu percepatan perawatan dan rujukan bagi para pasien dan korban.

“Tentunya ini menjadi contoh, bagaimana respon cepat yang dilakukan M Djamil dalam menerima pasien dan juga langsung mengutus tim kesiagaan ke lokasi (SPH),” kata Yefni.

Menurutnya, hal yang dilakukan RS M Djamil dalam upaya terdepan memberikan keselamatan pasien. Di samping itu pihaknya juga memastikan jaminan terhadap keselamatan pasien dan korban.

“Dari informasi dan telusur yang kami lakukan ini, sebagai lembaga pengawasan publik kami memberikan apresiasi langkah yang dilakukan RS M Djamil, dan tentu kita berharap ini juga menjadi contoh bagi Rumah sakit lainnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Operasional RS M Djamil dr. Asrawati Sp.A (K), M. Biomed mengucapkan terimaksih atas apresiasi dan kunjungan yang dilakukan Ombudsman Sumbar bersama tim.

Ia menceritakan, seketika pihaknya mendapatkan informasi adanya ledakan di SPH, atas intruksi Direktur Utama, pihaknya meminta langsung tim kesiapsiagaan bencana yang diketuai Ketherina Welong SKM, MARS untuk terjun ke lokasi ledakan dengan membawa dua unit ambulan. Di samping itu menyiapkan segala hal teknis untuk kesiapan menerima pasien dan korban ledakan di Instalasi Gawat Darurat.

“Alhamdulillah tim kami langsung bergerak dan melakukan triase terhadap pasien dan korban di SPH, kami juga melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait sehingga tidak terjadi kendala dalam proses rujukan pasien ke sini.” terangnya.

Dokter konsultan tumbuh kembang anak itu juga menjelaskan dengan segala hal kemungkinan yang terjadi pihaknya sudah mengantisipasi dengan kesiapan tim medis dan ketersediaan ruang rawatan. Untuk RS M Djamil yang dirujuk itu merupakan pasien dan korban yang masuk dalam kategori berat dan kritis.

“Tentunya ini bagian dari langkah yang kita lakukan agar maksimal memberikan pelayanan kesehatan bagi pasien dan korban. Tentu kami juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu kelancaran proses ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama RS M Djamil, Dr.dr. Dovy Djanas, Sp.OG-KFM, MARS, FISQua  yang ditemui di Instalasi Gawat Darut RS M. Djamil mengatakan, pihaknya turut prihatin terhadap peristiwa yang terjadi di SPH. Mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan RS M Djamil sebagai rujukan tingkat akhir mengaktifkan tim kesiapsiagaan bencana.

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya juga melakukan koordinasi pengelompokan pasien berdasarkan tingkat keparahan yang dialami dan juga membantu merujuk ke rumah sakit sekitar.

Keikutsertaan RS M Djamil sebagai bentuk tanggup jawab moril dan tugas bersama untuk mengkoordinir kesiapsiagaan bencana sehingga bisa bekerja dengan baik di lapangan. Hal itu sejalan dengan peran rumah sakit rujukan untuk berpartispasi aktif sesuai dengan amanat Undang-undang nomor 17 tahun 2023 tentang kesehatan.

Sebagaimana diketahui, Selasa (30/1) sore terjadi ledakan di lantai I SPH yang mengakibatkan terganggunya operasional di rumah sakit tersebut. Pasien dan Korban ledakan terhadap peristiwa tersebut di rujuk di sejumlah rumah sakit di kota Padang.

(Humas/Khairian)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45