RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat layanan kesehatan rujukan nasional sekaligus memperluas jejaring kolaborasi antar rumah sakit di Indonesia. Pada Senin (11/5), rumah sakit UPT Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ini menerima kunjungan dari RS Royal Prima Medan yang berlangsung di Sekretariat Unit Transplantasi Ginjal RSUP Dr. M. Djamil. Kunjungan tersebut menjadi langkah awal dalam penguatan kerja sama pengampuan layanan transplantasi ginjal antara kedua institusi, sebagai bagian dari upaya pemerataan layanan transplantasi organ di Indonesia, khususnya di luar Pulau Jawa.
Diketahui, rangkaian kolaborasi ini akan berlanjut pada Selasa (12/5) melalui penandatanganan kerja sama resmi antara RSUP Dr. M. Djamil dengan RS Royal Prima Medan di Aula Student Center Prof. dr. M. Syaaf Kampus Jati Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Penandatanganan tersebut dijadwalkan turut disaksikan oleh Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap penguatan layanan transplantasi ginjal nasional melalui skema pengampuan antarrumah sakit.
Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan RS Royal Prima Medan kepada RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit pengampu dalam pengembangan layanan transplantasi ginjal. Kolaborasi ini bukan hanya menjadi bentuk pengakuan terhadap kapasitas layanan yang dimiliki RSUP Dr. M. Djamil, namun juga bagian dari tanggung jawab institusi dalam mendukung pemerataan layanan kesehatan berteknologi tinggi di Indonesia.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan RS Royal Prima Medan kepada RSUP Dr. M. Djamil. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus berbagi pengalaman, kompetensi, serta sistem layanan yang telah kami bangun selama bertahun-tahun. Harapan kami, kerja sama ini tidak hanya berhenti pada proses pendampingan teknis semata, tetapi benar-benar mampu melahirkan center-center transplantasi ginjal baru yang mandiri, berkualitas, dan mampu melayani masyarakat di daerahnya masing-masing. Dengan begitu, akses masyarakat terhadap layanan transplantasi ginjal akan semakin merata dan pasien tidak lagi harus terkonsentrasi ke rumah sakit tertentu saja,” ujar Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K).
Turut hadir Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, Ketua Tim Transplantasi Ginjal Dr. dr. Harnavi Harun, Sp.PD, KGH, FINASIM beserta tim, manajemen RSUP Dr. M. Djamil, Direktur Utama RS Royal Prima Medan, Dr. dr. Wienaldi, M.K.M., M.Q.M., Sp.KKLP dan tim serta dokter spesialis Urologi RS Royal Prima Medan Dr. dr. Bungaran Sihombing, Sp.U.
Ia menjelaskan, Unit Transplantasi Ginjal RSUP Dr. M. Djamil saat ini menjadi salah satu center transplantasi ginjal di luar Pulau Jawa yang secara rutin dan mandiri melakukan tindakan transplantasi ginjal. Sejak memulai layanan pada tahun 2015 hingga saat ini, rumah sakit ini terus menunjukkan perkembangan signifikan baik dari sisi kompetensi sumber daya manusia, teknologi, maupun jumlah pasien yang dilayani. Hingga kini, RSUP Dr. M. Djamil telah berhasil melaksanakan sebanyak 35 tindakan transplantasi ginjal dan secara rutin melakukan prosedur tersebut dua kali setiap bulan.
Keberhasilan tersebut, lanjutnya, tidak terlepas dari kemandirian dan inovasi tim transplantasi ginjal RSUP Dr. M. Djamil yang terus berkembang. Tim transplantasi rumah sakit ini bahkan menjadi yang pertama di luar Pulau Jawa yang secara mandiri mampu melakukan pemeriksaan skrining donor organ secara komprehensif. Pemeriksaan tersebut meliputi HLA typing pada donor dan resipien, pemeriksaan HLA Antibodi Resipien, hingga CDC Crossmatch guna memastikan tingkat kecocokan donor dan penerima organ secara optimal.
“Proses skrining yang komprehensif ini sangat penting untuk memastikan kecocokan antara donor dan resipien sehingga dapat meminimalkan risiko penolakan organ pascatransplantasi. Selain itu, untuk pengambilan ginjal donor, kami juga telah menerapkan teknik laparoskopi yang jauh lebih minim invasif dibandingkan bedah terbuka, sehingga rasa nyeri lebih minimal, masa pemulihan lebih cepat, dan bekas luka lebih kecil bagi pendonor,” ungkap Direktur Medik dan Keperawatan ini.
Ia berharap pengalaman dan sistem yang telah dibangun RSUP Dr. M. Djamil ini dapat ditransfer secara optimal kepada rumah sakit mitra. “Sehingga kualitas layanan transplantasi ginjal nasional dapat tumbuh bersama dengan standar mutu dan keselamatan yang sama,” jelas Bestari.
Sementara itu, Direktur Utama RS Royal Prima Medan, Dr. dr. Wienaldi, M.K.M., M.Q.M., Sp.KKLP, menyampaikan kunjungan ini menjadi momentum penting bagi rumah sakit yang dipimpinnya dalam mempersiapkan pengembangan layanan transplantasi ginjal di Sumatera Utara. “Kami melihat RSUP Dr. M. Djamil memiliki pengalaman yang sangat baik dan konsisten dalam mengembangkan layanan transplantasi ginjal secara mandiri. Karena itu kami percaya, melalui kerja sama pengampuan ini kami dapat belajar secara langsung dari center yang sudah terbukti, mulai dari penguatan sumber daya manusia, tata kelola layanan, hingga kesiapan teknologi dan sistem penunjang,” sebutnya.
Ia berharap kerja sama ini dapat menjadi fondasi kuat bagi RS Royal Prima Medan untuk menghadirkan layanan transplantasi ginjal yang aman, berkualitas, dan mandiri di Sumatera Utara. “Sehingga masyarakat tidak perlu lagi mencari layanan serupa ke daerah yang lebih jauh,” ungkap Wienaldi. (*)