RSUP Dr. M. Djamil Terima Kunjungan RSUD Sawahlunto Bahas Layanan Cathlab dan Kemoterapi

RSUP Dr. M. Djamil kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan layanan kesehatan rujukan dan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit di Sumatera Barat. Pada Kamis (7/5), rumah sakit vertikal di bawah Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tersebut menerima kunjungan studi banding dari RSUD Sawahlunto di Auditorium Lantai 4 Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan RSUP Dr. M. Djamil.

Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka memperkuat wawasan dan berbagi pengalaman terkait pelayanan jantung, khususnya tindakan katerisasi jantung atau cathlab, serta alur layanan kemoterapi bagi pasien pascakanker. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan yang terintegrasi dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menyambut baik kunjungan rombongan RSUD Sawahlunto. Kolaborasi antarrumah sakit menjadi langkah penting dalam memperkuat layanan kesehatan di daerah.

“Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai bentuk sinergi dan semangat bersama dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. RSUP Dr. M. Djamil selalu terbuka untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, dan praktik pelayanan yang telah dijalankan, khususnya dalam pengembangan layanan jantung dan kemoterapi yang membutuhkan sistem pelayanan yang terintegrasi dan berkesinambungan,” ujar dr. Dovy.

Ia menambahkan penguatan jejaring layanan kesehatan antar rumah sakit di Sumatera Barat sangat penting agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang cepat, tepat, dan berkualitas tanpa harus keluar daerah. “Harapan kami, melalui kolaborasi dan studi banding seperti ini, akan tercipta pemerataan kualitas layanan kesehatan di Sumatera Barat. Ketika rumah sakit daerah semakin berkembang dan mampu memberikan pelayanan yang optimal, maka akses masyarakat terhadap layanan kesehatan berkualitas juga akan semakin baik,” tambah dr. Dovy.

Senada dengan hal tersebut, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes, mengatakan kegiatan studi banding seperti ini tidak hanya menjadi sarana berbagi ilmu. Tetapi juga memperkuat kolaborasi dalam pengembangan sumber daya manusia dan sistem pelayanan rumah sakit.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat saling bertukar pengalaman dan memperkuat jejaring antar fasilitas pelayanan kesehatan. Pengembangan layanan unggulan seperti cathlab dan kemoterapi tentu membutuhkan kesiapan SDM, sarana, serta tata kelola pelayanan yang baik agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” jelas dr. Maliana.

Sementara itu, Direktur RSUD Sawahlunto, dr. Ardian Amri, MARS, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sambutan serta keterbukaan RSUP Dr. M. Djamil dalam berbagi pengalaman dan informasi pelayanan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang sangat baik dari RSUP Dr. M. Djamil. Banyak hal yang kami pelajari dalam kunjungan ini, terutama terkait pengelolaan layanan cathlab dan alur pelayanan kemoterapi. Semoga hasil studi banding ini dapat menjadi referensi dan motivasi bagi kami dalam meningkatkan kualitas pelayanan di RSUD Sawahlunto,” ungkap dr. Ardian.

Ia mengatakan pelayanan jantung dan penanganan pasien kanker menjadi salah satu fokus pengembangan layanan di RSUD Sawahlunto. Sehingga kunjungan ini dinilai sangat penting untuk memperluas wawasan serta memperkuat kesiapan rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan yang lebih optimal bagi masyarakat.

“Kami melihat RSUP Dr. M. Djamil memiliki pengalaman dan sistem pelayanan yang sangat baik dalam pengelolaan layanan jantung maupun kemoterapi. Tentunya banyak pembelajaran yang bisa kami adaptasi, baik dari sisi pelayanan, alur pasien, maupun penguatan SDM kesehatan agar pelayanan yang diberikan semakin efektif dan berkualitas,” tambah dr. Ardian.

Ia juga berharap hubungan baik dan kolaborasi antara RSUP Dr. M. Djamil dan RSUD Sawahlunto dapat terus terjalin ke depan. “Tidak hanya melalui studi banding, tetapi juga dalam bentuk pembinaan, pendampingan, serta penguatan jejaring rujukan pelayanan kesehatan di Sumatera Barat,” tuturnya.

Selain sesi diskusi dan pemaparan materi, rombongan RSUD Sawahlunto juga melakukan peninjauan langsung ke sejumlah unit pelayanan unggulan di RSUP Dr. M. Djamil di antaranya Cath Lab, Cardiovascular Care Unit (CVCU), serta ruang kemoterapi. Kunjungan lapangan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung alur pelayanan, fasilitas, hingga penerapan standar pelayanan kepada pasien.(*)7

RSUP Dr. M. Djamil Terus Perkuat Komitmen Cetak Dokter Berintegritas Bersama FK Unand

RSUP Dr. M. Djamil terus menegaskan komitmennya dalam mendukung lahirnya generasi dokter yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, empati, dan semangat pengabdian kepada masyarakat. Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam kegiatan Yudisium dan Pengambilan Sumpah Dokter Periode II Tahun 2026 Fakultas Kedokteran Universitas Andalas yang digelar di Aula Student Center Prof. dr. M. Sjaaf, Selasa (6/5).

Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes dalam sambutannya menegaskan profesi dokter bukan sekadar gelar akademik ataupun pekerjaan yang memiliki prestise tinggi, melainkan sebuah panggilan jiwa yang sarat tanggung jawab moral, sosial, dan spiritual. “Menjadi dokter bukan sekadar memiliki gelar atau pekerjaan yang terhormat, tetapi adalah sebuah panggilan jiwa, sebuah amanah, dan tanggung jawab yang sangat berat di hadapan Tuhan Yang Maha Esa dan masyarakat,” ujar dr. Maliana di hadapan para peserta yudisium, keluarga, sivitas akademika, dan tamu undangan.

Ia mengingatkan ketika seorang dokter berdiri di hadapan pasien, yang dihadapi bukan hanya sebuah diagnosis atau penyakit, melainkan manusia dengan segala emosi, harapan, dan ketakutannya. “Kelak, ketika kalian berdiri di depan pasien, ingatlah bahwa kalian tidak hanya menangani penyakit, tetapi juga menangani manusia dengan segala perasaannya, harapannya, dan ketakutannya. Ilmu pengetahuan dan teknologi medis akan terus berkembang, namun kasih sayang, kesabaran, dan kejujuran adalah nilai-nilai abadi yang harus selalu kalian pegang teguh,” tuturnya.

dr. Maliana juga berpesan agar para dokter muda tidak hanya mengejar kecerdasan intelektual, tetapi juga membangun kepekaan emosional dan kemampuan komunikasi yang baik dengan pasien maupun keluarga pasien. “Jadilah dokter yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berhati lembut, yang mampu mendengarkan keluh kesah pasien, dan memberikan harapan di saat yang sulit,” katanya.

Dalam pesannya, ia juga menyinggung berbagai tantangan nyata yang akan dihadapi para dokter di lapangan, mulai dari keterbatasan fasilitas, tingginya beban kerja, hingga kompleksitas kasus medis yang terus berkembang. Namun demikian, ia menekankan bahwa tantangan tersebut harus dijawab dengan semangat belajar sepanjang hayat, profesionalisme, dan kemampuan bekerja dalam tim multidisiplin.

“Kalian akan menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Mulai dari keterbatasan fasilitas, beban kerja yang berat, hingga kasus-kasus medis yang rumit. Namun, jangan pernah menyerah. Gunakan ilmu yang telah kalian pelajari, teruslah belajar sepanjang masa, dan bekerjasamalah dengan rekan sejawat serta tenaga kesehatan lainnya dalam satu tim yang solid. Ingatlah bahwa kesembuhan pasien adalah tujuan utama kita semua, dan hal itu hanya dapat dicapai melalui kerja sama yang baik,” ungkapnya.

dr. Maliana juga menegaskan bahwa RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat dan wilayah sekitarnya akan terus membuka ruang kolaborasi dengan institusi pendidikan, termasuk dalam mendukung pengembangan kompetensi dokter muda dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

“RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat dan sekitarnya, selalu terbuka untuk menjalin kerja sama, mendukung pengembangan kompetensi dokter muda, dan bersama-sama meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Kami berharap banyak dari lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas untuk bergabung, berkarya, dan berkontribusi bersama kami dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang prima, adil, dan merata,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp. OnK(K), FACS, FFSTEd, menyampaikan apresiasi atas dukungan berkelanjutan yang diberikan oleh RSUP Dr. M. Djamil dalam proses pendidikan dokter di lingkungan Universitas Andalas.

“Kolaborasi yang telah terjalin antara Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan RSUP Dr. M. Djamil selama ini merupakan kekuatan besar dalam mencetak dokter-dokter yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga memiliki karakter, etika, dan jiwa kemanusiaan. Kami berharap sinergi ini terus diperkuat demi melahirkan tenaga medis yang mampu memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan masyarakat,” ujar Dekan FK Unand.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Buka Peluang Kolaborasi Strategis dengan Bank Jaringan Garuda Nusantara

RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi layanan kesehatan berbasis teknologi dan kemandirian bangsa. Pada Rabu (6/5), rumah sakit di bawah naungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tersebut menerima kunjungan dari Bank Jaringan Garuda Nusantara member of PT Kranium Mukti Utama yang bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional. Kunjungan tersebut dalam rangka penjajakan kerja sama strategis di bidang layanan penyimpanan kranium, amnion, dan allograft. Sekaligus bagian dari upaya memperkuat sinergi antarinstansi dalam pengembangan layanan berbasis biomaterial dan rekayasa jaringan yang semakin dibutuhkan dalam dunia kedokteran modern.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menyampaikan pengembangan layanan bank jaringan menjadi salah satu fokus strategis rumah sakit dalam mendukung pelayanan kesehatan yang lebih maju dan mandiri. RSUP Dr. M. Djamil terus bertransformasi menghadirkan layanan unggulan yang tidak hanya menjawab kebutuhan pelayanan saat ini, tetapi juga menyiapkan fondasi layanan kesehatan masa depan.

“Salah satu kebanggaan kami adalah telah hadirnya Instalasi Bank Jaringan dan Stem Cell yang saat ini telah aktif memproduksi berbagai bahan biologis berkualitas tinggi untuk kebutuhan transplantasi maupun perbaikan jaringan,” kata Dirut di Auditorium Lantai 4 Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan RSUP Dr. M. Djamil.

Turut hadir jajaran direksi dan manajemen RSUP Dr. M. Djamil, Direktur PT Kranium Mukti Utama Ery Prasetyo, SE, MM, Advisor Dr. dr. Chairul Radjab Nasution, Sp.PD, KGEH, FINASIM, FACP, M.Kes, Komisaris PT Kranium Mukti Utama Indriyarto Purnomo dan Head of Laboratory PT Kranium Mukti Utama Ir. Basril Abbas.

Ia menjelaskan, instalasi tersebut telah menghasilkan sejumlah produk unggulan, di antaranya Amnion Membrane atau selaput amnion, Bone Allograft atau jaringan tulang, serta Platelet Rich Plasma (PRP) yang diproses dengan teknologi sterilisasi partikel elektron. Seluruh proses produksi dilakukan melalui laboratorium yang telah terstandar dan saat ini sedang dalam proses pengurusan sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).

Menurut dr. Dovy, penguatan layanan bank jaringan juga menjadi bagian dari visi besar rumah sakit dalam membangun ekosistem pelayanan kesehatan berbasis riset, inovasi, dan hilirisasi produk kesehatan dalam negeri. Kolaborasi dengan berbagai mitra strategis dinilai menjadi langkah penting agar hasil riset dan inovasi tidak berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

“Ke depan kami ingin bank jaringan di RSUP Dr. M. Djamil bukan hanya menjadi fasilitas produksi, tetapi juga menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, penelitian, dan layanan klinis yang terintegrasi. Dengan kolaborasi seperti ini, kami optimistis dapat menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi keselamatan pasien sekaligus memperkuat kemandirian layanan kesehatan nasional,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberadaan salah satu bank jaringan di Indonesia ini menjadi modal besar bagi RSUP Dr. M. Djamil untuk terus mengambil peran dalam pengembangan biomaterial medis yang berstandar tinggi, sekaligus membuka peluang kerja sama nasional maupun internasional di masa mendatang.

“Kerja sama yang nantinya terbangun bersama Bank Jaringan Garuda Nusantara kami harapkan tidak hanya menghasilkan nilai tambah secara pelayanan, tetapi juga nilai strategis bagi bangsa. Ketika kebutuhan biomaterial medis dapat dipenuhi dari dalam negeri, maka di situlah wujud nyata kemandirian bangsa dalam bidang kesehatan,” kata dr. Dovy.

Advisor PT Kranium Mukti Utama, Dr. dr. Chairul Radjab Nasution, Sp.PD, KGEH, FINASIM, FACP, M.Kes, memaparkan konsep kolaborasi strategis terkait pengembangan layanan penyimpanan kranium, amnion, dan allograft yang dapat dikembangkan bersama RSUP Dr. M. Djamil. “Kolaborasi dengan RSUP Dr. M. Djamil memiliki potensi yang sangat besar. Rumah sakit ini sudah memiliki infrastruktur, SDM, dan pengalaman dalam pengelolaan bank jaringan. Jika sinergi ini terbangun dengan baik, layanan penyimpanan tulang kranium, amnion, dan allograft tidak hanya memberi manfaat klinis bagi pasien, tetapi juga dapat menjadi model pengembangan layanan biomaterial yang berdaya saing nasional,” ungkap dr. Chairul.

Ia menambahkan kesiapan fasilitas dan semangat inovasi yang dimiliki RSUP Dr. M. Djamil menjadi fondasi kuat untuk menghadirkan pusat layanan bank jaringan yang mampu menjawab kebutuhan medis masa depan. “Yang kami lihat di sini bukan hanya kesiapan teknologi, tetapi juga komitmen besar untuk membangun ekosistem layanan yang berkelanjutan. Ini menjadi modal yang sangat kuat untuk berkembang menjadi salah satu pusat bank jaringan nasional,” tambahnya.

Ditambahkan Direktur PT Kranium Mukti Utama, Ery Prasetyo, SE, MM, yang menyampaikan penjajakan kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam membangun sistem layanan penyimpanan jaringan biologis yang terintegrasi, modern, dan sesuai standar internasional. Indonesia memiliki potensi besar untuk mandiri dalam pengelolaan biomaterial medis, termasuk penyimpanan tulang kranium, namun hal tersebut membutuhkan kolaborasi kuat antara rumah sakit, industri, dan lembaga riset.

“Kami melihat RSUP Dr. M. Djamil memiliki kapasitas, pengalaman, dan komitmen yang sangat kuat dalam pengembangan bank jaringan. Ini menjadi alasan penting bagi kami untuk membangun komunikasi dan kolaborasi strategis. Kami percaya, sinergi ini dapat melahirkan layanan yang bukan hanya menjawab kebutuhan klinis, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi, inovasi, dan kemandirian nasional,” ujar Ery.

Ia juga menegaskan PT Kranium Mukti Utama melalui Bank Jaringan Garuda Nusantara berkomitmen menghadirkan teknologi dan sistem pengelolaan penyimpanan jaringan yang aman, terdokumentasi, serta memiliki keberlanjutan jangka panjang.

“Harapan kami, kolaborasi ini tidak berhenti pada tahap penjajakan, tetapi dapat berkembang menjadi implementasi nyata yang memberi manfaat luas bagi pasien, tenaga kesehatan, dunia riset, dan masa depan industri kesehatan Indonesia. Apa yang dibangun hari ini bisa menjadi fondasi besar bagi layanan biomaterial nasional di masa mendatang,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Komit Hadirkan Penguatan Spiritual bagi Keluarga Pasien ICU

RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang paripurna, tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga memperhatikan kebutuhan psikologis dan spiritual pasien beserta keluarga. Sebagai rumah sakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, RSUP Dr. M. Djamil secara konsisten menghadirkan berbagai program pelayanan humanis yang berorientasi pada pendampingan menyeluruh.

Pada Selasa (5/5), melalui Unit Intensive Care Unit (ICU), rumah sakit ini menggelar kegiatan edukasi rohani bagi keluarga pasien yang berlangsung di ruang tunggu ICU. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya rumah sakit dalam memberikan penguatan mental dan spiritual kepada keluarga pasien yang tengah mendampingi anggota keluarganya menjalani perawatan intensif.

Dalam kegiatan tersebut, rohaniawan Nevi Warman, S.Ag menyampaikan materi tentang pentingnya menjaga keikhlasan, kesabaran, dan keyakinan di tengah ujian kesehatan yang sedang dihadapi. Kondisi sakit bukan hanya ujian bagi pasien, tetapi juga menjadi proses pembelajaran bagi keluarga untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan serta memperkuat ikhtiar lahir dan batin.

“Ketika seseorang diuji dengan sakit, sejatinya bukan hanya tubuh yang sedang berjuang, tetapi hati dan pikiran keluarga juga ikut diuji. Karena itu, yang perlu terus dijaga adalah kesabaran, keikhlasan, dan keyakinan bahwa setiap ujian selalu disertai hikmah dan pertolongan dari Allah,” ujar Nevi Warman.

Ia juga mengajak keluarga pasien untuk tetap menjaga energi positif selama mendampingi proses pengobatan, memperbanyak doa, serta memberikan dukungan emosional terbaik kepada pasien agar semangat untuk sembuh tetap terjaga.

“Pasien yang sedang dirawat sangat membutuhkan kekuatan dari orang-orang terdekatnya. Ketenangan keluarga, doa yang tulus, serta ucapan yang menenangkan dapat menjadi bagian penting dari proses penyembuhan,” tambahnya.

Melalui kegiatan edukasi rohani ini, RSUP Dr. M. Djamil berharap keluarga pasien tidak hanya mendapatkan informasi dan pendampingan selama proses perawatan, tetapi juga memperoleh ketenangan batin, harapan, dan kekuatan spiritual dalam menghadapi situasi yang penuh tantangan. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang holistik, humanis, dan berpusat pada pasien serta keluarga.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Dorong Peran Orang Tua dalam Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak

RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat melalui kegiatan edukasi yang berkelanjutan. Sebagai rumah sakit rujukan nasional sekaligus pusat layanan kesehatan unggulan di Sumatera Barat, rumah sakit ini tidak hanya berfokus pada pelayanan kuratif, tetapi juga aktif menjalankan fungsi promotif dan preventif melalui berbagai program edukasi kesehatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Pada Kamis (30/4), rumah sakit Kementerian Kesehatan tersebut melalui Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan bersama Instalasi Rehabilitasi Medik kembali menggelar edukasi kesehatan bagi pasien, keluarga pasien, serta masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di area Instalasi Rehabilitasi Medik ini menghadirkan materi bertajuk “Fondasi Masa Depan: Merancang Tumbuh Kembang dan Rehabilitasi Anak” yang disampaikan oleh dr. Riri Prima Yolanda, Sp.KFR, Ped (K) selaku Kepala Instalasi Rehabilitasi Medik.

Dalam pemaparannya, dr. Riri menjelaskan masa tumbuh kembang anak merupakan periode emas yang sangat menentukan kualitas kesehatan, kemampuan belajar, hingga pembentukan karakter di masa depan. Stimulasi yang tepat sejak dini menjadi fondasi penting agar anak dapat berkembang secara optimal, baik dari aspek motorik, sensorik, kognitif, bahasa, maupun sosial emosional.

Salah satu topik yang mendapat perhatian besar dalam edukasi tersebut adalah dampak penggunaan layar atau screen time terhadap perkembangan otak anak. dr. Riri menjelaskan paparan layar berlebihan pada usia dini dapat memengaruhi struktur dan fungsi perkembangan otak, terutama pada area yang berkaitan dengan perhatian, kemampuan bahasa, regulasi emosi, serta interaksi sosial.

“Banyak orang tua belum menyadari bahwa layar bukan sekadar hiburan. Jika diberikan terlalu dini dan tanpa kontrol, paparan berlebih dapat memengaruhi proses pematangan jaringan otak anak. Otak anak berkembang melalui pengalaman nyata, sentuhan, interaksi, gerak, dan eksplorasi lingkungan, bukan hanya stimulasi visual pasif dari layar,” jelas dr. Riri.

Ia juga mengangkat konsep anatomi bermain sebagai sebuah mekanisme bertahan hidup yang secara biologis telah dirancang dalam perkembangan manusia. Bermain bukan sekadar aktivitas mengisi waktu, melainkan kebutuhan dasar anak untuk belajar, membangun koneksi saraf, melatih koordinasi tubuh, memecahkan masalah, serta membentuk kemampuan sosial.

“Ketika anak bermain, sebenarnya otak sedang membangun jutaan koneksi baru. Bermain adalah laboratorium alami bagi anak untuk belajar tentang dunia. Karena itu, bermain bukan hadiah setelah belajar, tetapi justru proses belajar itu sendiri,” ungkapnya.

dr. Riri mengajak para orang tua untuk menjadikan rumah sebagai ruang stimulasi yang kaya pengalaman melalui konsep laboratorium rumah: semua benda adalah mainanku. Stimulasi tumbuh kembang tidak selalu membutuhkan alat terapi khusus ataupun mainan mahal. Benda-benda sederhana di rumah dapat menjadi media belajar yang efektif apabila digunakan dengan kreatif dan aman.

“Sendok, gelas plastik, bantal, kardus, kain, atau botol kosong dapat menjadi sarana stimulasi motorik, sensorik, bahkan komunikasi. Yang paling penting bukan mahalnya alat, tetapi kualitas interaksi antara anak dan orang tua saat bermain bersama,” tutur dr. Riri.

Ia juga membahas pentingnya aktivitas bina diri sebagai bagian dari terapi sehari-hari. Kegiatan sederhana seperti makan sendiri, memakai pakaian, menyikat gigi, merapikan mainan, hingga belajar ke kamar mandi secara mandiri bukan sekadar rutinitas, tetapi merupakan bagian dari proses rehabilitasi yang sangat bermakna.

“Terapi tidak selalu dilakukan di ruang terapi. Aktivitas bina diri sehari-hari justru merupakan terapi paling konsisten yang dapat dilakukan di rumah. Ketika anak diberi kesempatan mencoba, gagal, lalu mencoba kembali, di situlah perkembangan terjadi,” katanya.

Selain itu, dr. Riri juga menekankan pentingnya aktivasi alam melalui pemanfaatan ruang terbuka sebagai sarana optimalisasi multisensori anak. Paparan terhadap rumput, tanah, pasir, air, sinar matahari, suara alam, hingga aktivitas fisik di luar ruangan dinilai mampu membantu integrasi sensorik sekaligus memperkuat daya tahan tubuh dan kesehatan mental anak.

“Alam menyediakan stimulasi multisensori terbaik yang tidak bisa sepenuhnya digantikan teknologi. Anak perlu berlari, melompat, menyentuh tekstur berbeda, merasakan angin, mendengar suara burung, dan berinteraksi dengan lingkungan nyata. Itu semua adalah bagian penting dari proses tumbuh kembang,” pungkasnya.(*)

Direksi RSUP Dr. M. Djamil Pimpin Sosialisasi BerAKHLAK Perkuat Budaya Kerja

RSUP Dr. M. Djamil terus meneguhkan komitmennya dalam membangun budaya kerja yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan terbaik melalui penguatan nilai-nilai dasar aparatur sipil negara (ASN) BerAKHLAK di lingkungan rumah sakit. Komitmen tersebut kembali ditegaskan pada pelaksanaan apel pagi yang berlangsung di shelter lantai 4 Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan RSUP Dr. M. Djamil pada Senin (4/5).

Kegiatan apel pagi tersebut dipimpin oleh Direktur Utama Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua bersama jajaran direksi. Dalam suasana yang penuh semangat dan kebersamaan, jajaran direksi secara bergiliran membacakan butir-butir nilai dasar ASN BerAKHLAK yang kemudian diikuti oleh seluruh peserta apel sebagai bentuk internalisasi bersama terhadap budaya kerja yang menjadi fondasi pelayanan publik.

Melalui kegiatan tersebut, manajemen rumah sakit ingin memastikan bahwa nilai BerAKHLAK tidak hanya dipahami sebagai slogan, namun benar-benar menjadi pedoman dalam perilaku kerja sehari-hari. Nilai BerAKHLAK meliputi berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif dinilai sejalan dengan semangat transformasi pelayanan kesehatan yang terus dijalankan oleh RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan nasional di Sumatera Barat.

Dalam arahannya, Direktur Utama Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua menyampaikan sosialisasi ASN BerAKHLAK akan terus dilakukan secara berkelanjutan melalui apel pagi yang dilaksanakan secara bergiliran oleh masing-masing unit kerja. Pendekatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk memastikan seluruh insan rumah sakit memiliki pemahaman yang sama terhadap nilai-nilai dasar ASN serta mampu mengimplementasikannya secara nyata dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Setiap apel pagi, unit kerja akan secara bergiliran menyosialisasikan ASN BerAKHLAK. Ini bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari upaya membangun budaya organisasi yang kuat, agar seluruh pegawai memiliki semangat yang sama dalam memberikan pelayanan yang profesional, humanis, dan penuh integritas,” ujar Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Ia menegaskan pelayanan kesehatan yang unggul tidak hanya dibangun melalui fasilitas, teknologi, maupun kompetensi klinis semata, tetapi juga melalui karakter dan nilai yang dimiliki setiap individu di dalam organisasi. Nilai ASN BerAKHLAK harus tercermin mulai dari hal-hal sederhana seperti disiplin waktu, komunikasi yang baik, saling menghargai antarprofesi, hingga kemampuan memberikan pelayanan yang empatik kepada pasien dan keluarga.

“Rumah sakit adalah tempat yang penuh dinamika dan tantangan. Di sinilah nilai-nilai BerAKHLAK harus benar-benar hidup. Ketika seluruh pegawai memiliki integritas, semangat melayani, dan kemampuan berkolaborasi, maka kualitas pelayanan yang dirasakan masyarakat juga akan semakin baik,” kata Dirut.

Ia menyampaikan transformasi budaya kerja merupakan proses yang harus dijaga secara konsisten dan tidak bisa dilakukan secara instan. Karena itu, manajemen terus mendorong setiap unit kerja untuk menjadi role model dalam penerapan nilai BerAKHLAK, sehingga budaya positif dapat tumbuh dari unit terkecil dan menyebar ke seluruh lini organisasi.

“Kalau kita ingin menjadi rumah sakit rujukan yang tidak hanya unggul secara layanan medis, tetapi juga unggul dalam pelayanan publik, maka budaya kerja yang berlandaskan BerAKHLAK harus menjadi identitas bersama. Ini adalah komitmen yang harus dijaga oleh seluruh insan RSUP Dr. M. Djamil, tanpa terkecuali,” tambahnya.

Ia juga mengajak seluruh pegawai untuk menjadikan apel pagi bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang refleksi, penguatan semangat, dan penyamaan visi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Setiap insan rumah sakit memiliki peran strategis dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap semangat ASN BerAKHLAK dapat terus tumbuh dan menjadi budaya yang hidup di setiap lini pelayanan, sehingga mampu mendukung terciptanya pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas, responsif, dan berorientasi pada keselamatan serta kepuasan pasien,” tukas Dirut. (*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil Ketua Dewan Pembina POGI Sumbar, Perkuat Kolaborasi Turunkan AKI dan AKB

RSUP Dr. M. Djamil menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak di Sumatera Barat seiring pelantikan jajaran pengurus Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) wilayah Sumatera Barat periode 2025–2028. Momentum tersebut juga ditandai dengan dilantiknya Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua sebagai Ketua Dewan Pembina POGI Sumbar.

Kepengurusan POGI Sumbar yang baru dipimpin oleh Dr. dr. Bobby Indra Utama, Sp.OG, Subsp.Urogin.RE, dilantik dan diambil sumpah oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia Sumbar, Dr. dr. Roni Eka Sahputra, Sp.OT, Subsp.O.T.B, bersama Ketua Umum PP POGI, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp.OG, Subsp.F.E.R., MPH, FRANZCOG (Hons), FICRM.

Usai pelantikan, Dr. Dovy Djanas menyampaikan kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai Ketua Dewan Pembina POGI Sumbar merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. “RSUP Dr. M. Djamil siap bersinergi dengan POGI Sumbar dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan reproduksi perempuan, khususnya dalam menekan angka kematian ibu dan bayi yang hingga kini masih menjadi tantangan serius di Indonesia,” katanya.

Turut hadir Ketua Kolegium Obstetri dan Ginekologi Indonesia POGI Prof. Dr. dr. Yudi Mulyana Hidayat, Sp.O.G, Subsp.Onk, D.MAS, Ketua Dewan Pembina PP POGI dr. Ari Kusuma Januarto, Sp.OG, Subsp. Obginsos, Sekretaris Jenderal PP POGI dre. Ulul Albab, Sp.OG, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr. Aklima, MPH, pengurus POGI Sumbar serta undangan.

Menurutnya, kolaborasi antara rumah sakit rujukan nasional dengan organisasi profesi seperti POGI menjadi kunci dalam memperkuat sistem layanan kesehatan, mulai dari tingkat primer hingga tersier. Ia menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga medis serta pemerataan akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat, khususnya di Sumatera Barat.

Sementara itu, Ketua Umum PP POGI, Prof. Budi Wiweko, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus POGI Sumbar yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan yang baru mampu membawa organisasi semakin aktif serta memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan perempuan di daerah.

Ia juga mengungkapkan bahwa salah satu program utama PP POGI dari 14 strategi nasional adalah program SPRIN (Selamatkan Perempuan Indonesia). Melalui program tersebut, POGI ingin meningkatkan kontribusinya kepada pemerintah dalam upaya menurunkan angka kematian ibu, angka kematian bayi, prevalensi stunting, serta kasus kanker serviks.

“Setiap satu jam masih ada perempuan yang meninggal dalam masa kehamilan maupun persalinan. Lebih memprihatinkan lagi, setiap 25 menit ada perempuan yang meninggal akibat kanker serviks,” ungkapnya.

Melalui 10 fokus gerakan SPRIN, POGI mendorong berbagai upaya strategis. Mulai dari perlindungan perempuan Indonesia dari kanker serviks melalui vaksinasi HPV dan skrining DNA HPV, penguatan perencanaan kehamilan, pendampingan kehamilan hingga persalinan yang aman, sampai menjaga kesehatan perempuan agar tetap aktif dan sehat hingga masa menopause.

“Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program tersebut, PP POGI juga menyalurkan 5.000 vaksin HPV melalui cabang-cabang POGI di berbagai daerah, serta memberikan multiple micronutrient sebagai dukungan pemenuhan gizi bagi ibu hamil. Oleh karena itu, kita ingin meningkatkan kolaborasi dengan seluruh stakeholder,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, yang menyampaikan apresiasi atas pelantikan kepengurusan POGI Sumbar periode 2025–2028. Keberadaan organisasi profesi seperti POGI memiliki peran strategis dalam mendukung program pembangunan kesehatan daerah, khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan ibu, anak, serta kesehatan reproduksi perempuan di Sumatera Barat.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus berkomitmen menekan angka kematian ibu dan bayi melalui penguatan layanan kesehatan yang terintegrasi, mulai dari fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama hingga rumah sakit rujukan,” ungkapnya.

Ia menilai sinergi antara pemerintah, rumah sakit, perguruan tinggi, dan organisasi profesi menjadi fondasi penting dalam menciptakan sistem pelayanan kesehatan yang semakin kuat dan merata. “Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk organisasi profesi, akademisi, dan rumah sakit seperti RSUP Dr. M. Djamil, agar setiap ibu hamil di Sumatera Barat mendapatkan pelayanan yang aman, berkualitas, dan tepat waktu. Kami berharap POGI Sumbar dapat terus menjadi mitra strategis dalam mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas,” tukas Mahyeldi.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Sambut Alumni 1976 FK Unand, Nostalgia Lintas Generasi

RSUP Dr. M. Djamil terus memperkuat hubungan kemitraan dan ikatan historis dengan institusi pendidikan kedokteran yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan rumah sakit sebagai rumah sakit pendidikan utama di Sumatera Barat. Pada Sabtu (2/5), rumah sakit Kementerian Kesehatan tersebut menerima kunjungan dari rombongan reuni 50 tahun Angkatan 1976 Fakultas Kedokteran Universitas Andalas yang berlangsung di Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan RSUP Dr. M. Djamil.

Kunjungan penuh kehangatan tersebut disambut oleh Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K) mewakili manajemen rumah sakit. Suasana penuh keakraban begitu terasa sejak rombongan tiba, menghadirkan kembali berbagai kenangan perjalanan panjang para alumni yang pernah menempuh pendidikan klinik dan pengabdian profesi di lingkungan RSUP Dr. M. Djamil.

Selain menjadi momentum silaturahmi, kunjungan reuni emas ini juga menjadi ajang mengenang masa-masa pendidikan kedokteran, khususnya pengalaman koas dan perjalanan akademik yang pernah ditempuh para alumni di RSUP Dr. M. Djamil. Berbagai cerita, kenangan, dan nostalgia tentang dinamika pendidikan klinik puluhan tahun lalu kembali menghidupkan memori kolektif yang telah menjadi bagian dari sejarah perkembangan pelayanan kesehatan dan pendidikan kedokteran di Sumatera Barat.

Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K) menyampaikan apresiasi dan rasa hormat atas kunjungan para senior Fakultas Kedokteran Universitas Andalas yang telah memberikan kontribusi besar bagi dunia kesehatan, pendidikan, dan pengabdian masyarakat.

“Selamat datang kembali di RSUP Dr. M. Djamil. Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian bukan hanya menjadi sebuah ajang reuni, tetapi juga menghadirkan kembali jejak sejarah, nilai-nilai perjuangan, serta semangat pengabdian yang telah dibangun sejak puluhan tahun lalu. Rumah sakit ini terus berkembang, namun akar sejarah dan kontribusi para pendahulu tetap menjadi fondasi penting bagi kami untuk terus melangkah maju,” ujar Bestari.

Ia menambahkan, RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit pendidikan memiliki keterikatan yang sangat erat dengan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Sehingga momentum seperti ini menjadi pengingat bahwa kolaborasi akademik dan pelayanan kesehatan telah terjalin lintas generasi.

“Banyak dokter hebat lahir dari proses pendidikan di rumah sakit ini. Kami merasa terhormat dapat menerima kembali para alumni yang pernah menjadi bagian dari perjalanan besar RSUP Dr. M. Djamil. Semoga silaturahmi ini terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi generasi dokter yang sedang menempuh pendidikan saat ini,” tambahnya.

Turut hadir dalam rombongan reuni tersebut di antaranya Prof. Dr. dr. Masrul, MSc, Sp.GK yang pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas periode 2013–2017, serta Dr. dr. Joserizal Serudji, Sp.OG, Subsp.KFM bersama para alumni lainnya yang memiliki perjalanan panjang dalam dunia pelayanan kesehatan, pendidikan, dan pengembangan profesi kedokteran.

Kegiatan berlangsung hangat dengan agenda ramah tamah dan berbagi cerita lintas generasi. Momen reuni 50 tahun ini menjadi simbol bahwa ikatan antara institusi pendidikan, alumni, dan rumah sakit pendidikan tidak hanya terbangun dalam ruang akademik, tetapi juga tumbuh menjadi bagian dari sejarah pengabdian yang terus hidup dari generasi ke generasi. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Perkuat Budaya BerAKHLAK, Dirut Jadi Narasumber Webinar Pelayanan Prima 2.0

RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat transformasi pelayanan kesehatan yang berorientasi pada mutu dan budaya kerja unggul di era disrupsi. Komitmen tersebut tercermin dari kepercayaan yang diberikan kepada Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua sebagai narasumber dalam Webinar Pelayanan Prima 2.0: Revolusi BerAKHLAK di Era Disrupsi yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Jakarta pada Kamis (30/4).

Dalam forum nasional tersebut, Dovy Djanas memaparkan materi bertajuk Revolusi Mindset BerAKHLAK di Era Disrupsi yang menekankan pentingnya perubahan pola pikir aparatur sipil negara dalam menghadapi tantangan layanan kesehatan yang semakin kompleks. Transformasi tidak cukup hanya dilakukan pada aspek sistem dan teknologi, namun harus dimulai dari perubahan mindset dan budaya kerja seluruh sumber daya manusia di rumah sakit.

“Budaya BerAKHLAK bukan sekadar slogan, tetapi harus menjadi napas dalam setiap aktivitas pelayanan. Di tengah era disrupsi, kecepatan, ketepatan, dan empati menjadi kunci utama dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” ujar Dovy Djanas.

Webinar ini juga menghadirkan narasumber lainnya, yakni Direktur Poltekkes Kemenkes Jakarta III Dr. Siti Badriah, M.Kep., Ns.Sp.Kep.Kom dan dimoderatori Widyaiswara Ahli Madya BBPK Jakarta Dr. Yana Irawati, SE, S.KM, M.KM.

Ia menegaskan RSUP Dr. M. Djamil juga terus mendorong penguatan sistem dan tata kelola yang selaras dengan nilai-nilai BerAKHLAK. Berbagai rencana aksi yang telah dan terus dikembangkan di RSUP Dr. M. Djamil dalam rangka memperkuat implementasi nilai-nilai BerAKHLAK. “Langkah tersebut mencakup penguatan branding dan image rumah sakit, optimalisasi publikasi dan media, internalisasi nilai secara aktif kepada seluruh civitas hospitalia, integrasi sistem pelayanan, hingga pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan serta pemberian penghargaan bagi unit dan individu berprestasi,” sebutnya.

Menurutnya, implementasi nilai BerAKHLAK di RSUP Dr. M. Djamil telah berjalan secara nyata dan terstruktur. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui sosialisasi budaya ASN BerAKHLAK yang digencarkan secara rutin kepada seluruh pegawai, termasuk melalui apel pagi. Hal ini bertujuan untuk memastikan setiap insan rumah sakit memiliki pemahaman yang sama serta mampu menginternalisasikan nilai-nilai tersebut dalam praktik pelayanan sehari-hari.

“Kami memastikan internalisasi nilai BerAKHLAK tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi benar-benar diterapkan dalam perilaku kerja sehari-hari. Dengan demikian, kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien akan semakin meningkat,” tambahnya.

Selain itu, Dovy Djanas juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang adaptif dan kolaboratif dalam mendorong keberhasilan transformasi budaya di rumah sakit. “Transformasi tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kepemimpinan yang mampu menggerakkan, memberi teladan, serta membangun kolaborasi lintas profesi agar pelayanan yang kita berikan benar-benar terintegrasi dan berorientasi pada keselamatan pasien,” jelasnya.

Ia juga menambahkan di tengah dinamika perubahan yang cepat, rumah sakit dituntut untuk terus berinovasi tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar pelayanan publik. RSUP Dr. M. Djamil, kata dia, terus mendorong inovasi berbasis kebutuhan pasien dengan tetap mengedepankan integritas dan profesionalisme.

“Kita harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, namun tetap berpijak pada nilai-nilai dasar ASN. Inovasi yang kita lakukan harus memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu layanan dan kepuasan masyarakat,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Dovy Djanas menegaskan keberlanjutan implementasi budaya BerAKHLAK memerlukan sistem yang kuat dan dukungan seluruh elemen organisasi. Oleh karena itu, monitoring dan evaluasi menjadi bagian penting untuk memastikan setiap program berjalan efektif dan memberikan hasil yang terukur.

“Keberhasilan implementasi budaya kerja harus dapat diukur dan dievaluasi secara berkala. Dari situ kita bisa melihat apa yang perlu diperbaiki dan apa yang harus terus ditingkatkan agar pelayanan kita semakin berkualitas,” tukas Dirut.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Gelar Nursing Practice Update Bahas Kanker Payudara

RSUP Dr. M. Djamil kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya di bidang kanker, dengan menggelar kegiatan ilmiah Nursing Practice Update Webinar Series pada Kamis (30/4). Kegiatan yang diinisiasi sebagai bagian dari penguatan kapasitas tenaga kesehatan ini mengangkat tema “Strengthening Integrated Cancer Care: Peran Strategis Multidisiplin dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Kanker Payudara”.

Webinar tersebut menjadi ruang diskusi dan pembelajaran bagi tenaga kesehatan lintas profesi untuk memperkuat pendekatan pelayanan kanker yang tidak hanya berfokus pada aspek klinis, tetapi juga pada kualitas hidup pasien secara menyeluruh. Tema yang diusung mencerminkan urgensi penguatan kolaborasi multidisiplin dalam menghadapi kompleksitas penanganan kanker payudara yang terus berkembang.

Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Forum ilmiah seperti ini memiliki makna strategis dalam mendukung transformasi layanan kesehatan yang sedang berjalan. “Ini bukan sekadar webinar, tetapi bagian dari upaya membangun kompetensi, memperkuat budaya ilmiah, dan memastikan pelayanan kita terus berkembang sesuai tuntutan transformasi kesehatan,” ujarnya.

Webinar ini menghadirkan narasumber yakni Dr. Kemala Rita Wahidi, S.Kp, Sp.Kep.Onk., ETN., MARS.,FISQua, Dr. dr. Daan Khambri, Sp.B (K)Onk, M.Kes, Ns. Lidya., M.Kep,Sp.Kep.MB (Onk), dan Ns. Siti Herlina Ali Sopiah, M.Kep., Sp.Kep.Onk., CPN. Dan dimoderatori Ns. Ibaadi Indra, M.Kep., Sp.Kep.Onk., CPN.

Ia menekankan pelayanan kanker tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sistem yang terintegrasi dan kolaboratif. Keberhasilan penanganan kanker sangat ditentukan oleh sinergi berbagai profesi dalam satu tim yang solid. “Pelayanan kanker tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan sistem pelayanan yang terintegrasi, kolaboratif, dan berbasis tim multidisiplin. Karena itu, tema yang diangkat hari ini sangat relevan,” katanya.

Ia juga menyoroti kualitas layanan kanker tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi atau kompetensi satu profesi tertentu, melainkan pada kekuatan kolaborasi seluruh tim pelayanan kesehatan. Dalam konteks ini, perawat memiliki posisi yang sangat strategis dalam memastikan mutu layanan tetap terjaga.

“Kualitas layanan kanker tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan kompetensi satu profesi, tetapi oleh kekuatan kolaborasi seluruh tim. Dalam hal ini, perawat memiliki peran strategis sebagai pemberi asuhan, penggerak mutu, penjaga keselamatan pasien, dan koordinator pelayanan,” jelasnya.

Karena itu, penguatan kompetensi keperawatan berbasis bukti ilmiah atau evidence-based practice menjadi sangat penting. Forum seperti webinar ini diharapkan mampu menjadi wadah untuk memperbarui pengetahuan sekaligus mendorong implementasi praktik terbaik dalam pelayanan sehari-hari.

Sebagai rumah sakit rujukan nasional, RSUP Dr. M. Djamil diharapkan terus menjadi role model dalam penyelenggaraan layanan kanker yang berkualitas, terintegrasi, dan berorientasi pada hasil nyata bagi pasien. “Komitmen ini tidak hanya diwujudkan melalui pengembangan teknologi dan fasilitas, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia secara berkelanjutan,” tuturnya.

dr. Maliana memberikan penekanan tegas agar hasil dari kegiatan ini tidak berhenti pada tataran teori semata, melainkan mampu diimplementasikan secara nyata dalam praktik pelayanan. “Saya berharap forum ini tidak berhenti sebagai transfer ilmu, tetapi harus menghasilkan implementasi, perubahan praktik, dan dampak nyata pada pelayanan,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk membawa pulang semangat perubahan dan menerjemahkan ilmu yang diperoleh menjadi langkah konkret di tempat kerja masing-masing. “Saya ingin menegaskan, jangan berhenti pada wacana, bawa pulang perubahan. Apa yang didapat hari ini harus diterjemahkan menjadi perbaikan praktik, penguatan kolaborasi, dan peningkatan mutu layanan. Pelayanan harus lebih baik, kolaborasi harus lebih kuat, dan pasien harus merasakan manfaatnya. Itulah ukuran keberhasilan kita,” tukas dr. Maliana. (*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45